Berita Terbaru
Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pemerataan sosial sekaligus transformasi bangsa.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 di Jakarta, Selasa (8/9/2025).
Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul zakat, tetapi motor perubahan yang menjawab tantangan Indonesia menuju 2045. Ia menyebut pilar utama pembangunan manusia yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat diperkuat melalui program-program zakat.
“Kalau kita bicara kualitas manusia, pilarnya selalu tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka Kemenko PMK tugasnya mengurusi itu, dan zakat bisa hadir di semua pilar tersebut,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai BAZNAS memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi zakat digital. Di era teknologi, transparansi dan kecepatan layanan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pengelolaan zakat juga harus adaptif.
“Masa kita kalah dengan penarik bank yang tiap bulan mengingatkan nasabah? Kita mengajak pada kebaikan, maka amil zakat harus proaktif menyapa, melaporkan, dan berterima kasih kepada muzaki. Sistem digital bisa membantu semua itu,” paparnya.
Ia pun mengusulkan lahirnya satu aplikasi zakat nasional yang memungkinkan masyarakat memantau secara real-time penyaluran zakat. Dengan begitu, kepercayaan publik semakin meningkat dan zakat makin dirasakan manfaatnya oleh umat.
“Satu aplikasi terpadu ini tentu bisa diinisiasi oleh BAZNAS. Real-time, transparan, dan menjadi model nasional,” tambahnya.
Selain itu, Prof. Warsito menekankan agar zakat tidak hanya hadir di hilir saat muncul masalah sosial, tetapi juga di hulu untuk membangun moral dan mental bangsa. “Bisakah zakat hadir di hulu? Bagaimana zakat digunakan untuk pembangunan moral dan mental bangsa, membentuk jiwa pejuang, kerja keras, dan karakter unggul? Karena kadang masalah sosial muncul dari lemahnya moral dan mental,” jelasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 319/HUM-BAZ/IX/2025
Selasa, 9 September 2025
BERITA10/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran atas nama Trisno Sutaryo, warga Dusun Sangkrek RT 046/RW 012, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap.
Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu telah menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Trisno Sutaryo, menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, Baznas bersama Kesra Kabupaten segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga yang tertimpa musibah.
Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di lokasi kejadian, dengan dihadiri perwakilan dari Baznas Kulon Progo, staf Kesra Kabupaten, pihak kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan pasca kebakaran," ujar perwakilan dari Baznas saat menyerahkan bantuan.
Trisno Sutaryo mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran rumah tinggal.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong sinergi antara berbagai pihak dalam penanganan bencana serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah.
Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah.
“Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2025
Selasa, 2 September 2025
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data Penyaluran Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran.
Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menekankan, kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan amanah.
“Ini manfaat besar bagi kita semuanya. Dan insyaallah juga menjadi bagian penting dari kita semuanya yang akan melakukan pendistribusian khususnya, maupun nanti pengumpulan berdasarkan pada data-data yang ada,” ujar Prof. Noor.
Lebih lanjut, Prof. Noor menyoroti pentingnya data statistik untuk mencegah tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan data yang detail dan terstruktur, BAZNAS dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima.
“Sehingga ke depan kita akan lebih efektif. Jangan sampai ada pemberian yang bertumpuk, termasuk yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian, berdasarkan pada statistik misalnya saja tentang bagaimana orang miskin ada di mana, mereka didesil berapa, itu ada semuanya, by name, by trace,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mencontohkan bagaimana data BPS mencatat fenomena sosial yang menarik, termasuk penurunan kemiskinan yang berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga. Menurutnya, hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh program BAZNAS seperti pernikahan massal.
“Jangan-jangan orang yang meningkat ekonominya itu karena bantuan BAZNAS dinikahkan masal itu. Jadi ini korelasi, walaupun kemarin agak gurau, tetapi ini serius. Analisa statistik saya di situ,” ungkapnya.
Prof. Noor juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS atas terwujudnya kerja sama strategis ini.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS yang telah menyediakan diri untuk melakukan MoU dengan BAZNAS Republik Indonesia. Ini adalah satu proses yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan, kolaborasi dengan BAZNAS akan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS. Ia menegaskan, data BAZNAS yang mencakup sekitar 26 juta mustahik sangat relevan untuk dipadankan dengan DTSN.
“Artinya BAZNAS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemutahiran data tunggal sosial ekonomi nasional, kalau nanti mustahik yang 26 juta itu kemudian bisa kita padankan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, sehingga nanti kita bersama, bisa sama-sama tahu apakah memang orang itu betul-betul masuk kepada desil 1 atau desil 2 dari DTSN,” ujar Amalia.
Amalia menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data, BAZNAS dan BPS akan saling mendukung dalam memutakhirkan DTSN secara digital dan berkelanjutan untuk memastikan keakuratan data sosial ekonomi.
“Mekanismenya Bapak/Ibu nanti adalah, kami perlu menerima data dulu dari BAZNAS, karena nanti sesuai dengan Inpres nomor 4 tahun 2025, BPS memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemutahiran dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional. Ini sesuatu peran yang strategis, dan peran BAZNAS menjadi sangat kritikal dan penting,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS RI pada kesempatan ini juga menganugerahkan BAZNAS Award 2025 kategori Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat kepada BPS atas kontribusinya dalam mendukung pengelolaan zakat berbasis data.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 304/HUM-BAZ/VIII/2025
Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA01/09/2025 | Humas Baznas RI
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam penghimpunan zakat yang semakin membaik. Terutama dalam menggerakkan hati masyarakat sehingga mempercayakan zakatnya dilakukan melalui BAZNAS RI.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Rakornas BAZNAS RI di Jakarta, Kamis (28/08/2025).
“Dari sisi output ada peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan penggalangan zakatnya dan ini adalah indikator kerja yang sangat bagus. Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS saat ini juga semakin baik dan meningkat, ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah hari ini kita saling memiliki rasa percaya yang bagus,” kata Anis.
Anis juga mengaku bersyukur dan berterima kasih karena Indonesia memiliki BAZNAS sebagai lembaga yang mewakili pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan. BAZNAS selalu sigap dan menjadi yang terdepan untuk hadir membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia.
Menurut Anis, apa yang dilakukan BAZNAS selama ini dalam membantu masyarakat di manapun berada telah mencuri perhatian, bahkan ke negara konflik seperti Palestina yang sejak 2023 hingga 2025 masih dibombardir oleh Israel, tidak luput mendapatkan perhatian BAZNAS. Masyarakat jadi tahu bahwa BAZNAS selalu hadir di tengah-tengah mereka dan siap membantu.
“BAZNAS melakukan pendistribusian sebagian besar zakat dari masyarakat secara tepat sasaran, seperti yang kita lihat bersama-sama masalah Palestina juga BAZNAS terus menerus memberikan bantuan,” tutur Anis.
Karenanya Anis mendorong masyarakat untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Tidak hanya zakat, tetapi infak dan sedekah juga dapat disalurkan melalui BAZNAS.
“Saya mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, bantuannya sedekahnya melalui BAZNAS,” kata Anis.
Anis Matta juga menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat. Karenanya Anis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS.
“Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan ini walaupun saya merasa sebenarnya apa yang kita lakukan ini memang kewajiban kita semua,” tutup Anis.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 302/HUM-BAZ/VIII/2025
Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS saat Terima BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penguatan gerakan zakat di Indonesia, salah satunya adalah komedian senior Alfiansyah Bustami atau Komeng.
Acara BAZNAS Awards 2025 ini menjadi rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI.
Dalam kesempatan itu, Komeng mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS RI yang dinilainya memiliki banyak program nyata untuk membantu masyarakat. Ia juga menilai zakat yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk mustahik tetapi juga bagi pembangunan bangsa.
“Jangan lupa berzakat ya. Banyak program-program BAZNAS yang bermanfaat. Tadi saya baru mendengar ada satu pekerja di luar negeri itu satu sarjana. Wah itu top lah. Pokoknya zakat banyak membantu menyejahterakan dan menjadikan orang biasa menjadi orang,” ujar Komeng.
Komeng menjadi salah satu dari sejumlah publik figur yang menerima penghargaan dalam BAZNAS Awards 2025. Selain Komeng, nama-nama lain seperti Harabdu Tohar alias Bedu hingga Ivan Gunawan juga turut mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.
BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, pemerintah daerah, hingga mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia.
Acara BAZNAS Awards 2025 tidak hanya memberikan apresiasi kepada artis yang peduli terhadap gerakan zakat, tetapi juga kepada pemerintah daerah, lembaga amil zakat, insan media, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis yang selama ini mendukung program-program BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 301/HUM-BAZ/VIII/2025
Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS dan Pemda Kulon Progo Salurkan Bantuan RTLH, Aladin, dan Jamban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada warga kurang mampu. Bantuan tersebut meliputi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan Atap, Lantai, dan Dinding (Aladin), serta program jambanisasi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di satu titik lokasi, yaitu di Padukuhan Boro, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kulon Progo, Pemerintah Kapanewon Galur, pamong kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Berikut ini adalah daftar penerima bantuan:
Bantuan RTLH
1. Suparman, warga Boro I RT 2 RW 1, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur
2. Wagilah, warga Kalibuko RT 12 RW 4, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap
3. Ngadiran, warga Kalibuko RT 9 RW 3, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap
4. Yudi Prastiyo, warga Nglengkong RT 13 RW 4, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo
Bantuan Aladin
Nariman, warga Wonopeti RT 27 RW 13, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur
Bantuan Jambanisasi
Basro Atmojo, warga Pulo Pedukuhan III RT 12 RW 6, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur
Bantuan Aladin dan Jamban
Miskinem, warga Bonorejo RT 5 RW 3, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah
Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa seluruh bantuan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara akuntabel dan transparan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan taraf hunian warga kurang mampu di wilayah Kulon Progo.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS dan lembaga lainnya guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendukung pencapaian target-target pembangunan daerah, khususnya dalam bidang sosial dan kesehatan lingkungan.
Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan perubahan nyata dalam kehidupan mereka, serta semakin termotivasi untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi dan sosial.
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas KP
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025
Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah.
Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025
Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya.
Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya.
Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 298/HUM-BAZ/VIII/2025
Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah.
"Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah.
Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya.
Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM.
“Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya.
Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional.
Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif .
Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya.
Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara.
Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara.
"Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah.
Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 295/HUM-BAZ/VIII/2025
Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Alex Kurniawan Operator SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan sebagai Operator SIMBA Terbaik Wilayah Barat dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025. Penghargaan ini diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah melalui platform SIMBA secara tertib, akurat, dan tepat waktu. Operator SIMBA dari Kulon Progo dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan profesional, mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H.Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini.
“Kami mengapresiasi kerja keras operator SIMBA yang menjadi ujung tombak dalam pelaporan dan pengelolaan data zakat. Penghargaan ini membuktikan bahwa SDM di BAZNAS Kulon Progo mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
SIMBA merupakan sistem yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan zakat secara nasional. Peran operator sangat penting untuk memastikan data yang disajikan tepat, real-time, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dengan penghargaan ini, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem pelaporan digital guna mendukung tata kelola zakat yang lebih modern, profesional, dan terpercaya.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan bergengsi dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik BAZNAS Kabupaten. Penghargaan ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang profesional dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Afanuha Yushida, M.PMat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim BAZNAS Kulon Progo dan dukungan berbagai pihak. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, akuntabilitas laporan, dan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ajang BAZNAS AWARDS merupakan agenda tahunan yang digelar oleh BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga pengelola zakat yang menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang. Penilaian dilakukan secara ketat dan objektif oleh tim independen.
Prestasi ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kulon Progo sebagai lembaga yang terpercaya dalam pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ke depan, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS RI Berperan Strategis dalam Menurunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran penting dalam upaya menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kerja sama dengan BAZNAS RI dalam penyaluran bantuan dianggap krusial untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh para mustahik.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di hari kedua acara tersebut. Amalia menyampaikan bahwa per 8 Agustus 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,8 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan sebanyak 23,85 juta orang. Mayoritas penduduk miskin berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur menjadi daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak.
Amalia mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk miskin berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga dengan pendidikan hanya lulusan SD. Mayoritas dari mereka bekerja di sektor pertanian atau sektor informal tanpa jaminan kesehatan. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan dalam menjamin kesejahteraan keluarga miskin menjadi sorotan utama.
Presiden Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat khusus untuk masyarakat miskin dengan harapan agar mereka tidak putus sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memutus lingkaran kemiskinan dalam keluarga miskin tersebut. Kerjasama antara BPS dan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN) juga ditawarkan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran berdasarkan data yang akurat.
Amalia menekankan bahwa kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan membantu dalam proses pemutakhiran DTSEN sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan fokus pada empat komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan, yaitu beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan, diharapkan intervensi untuk meringankan beban masyarakat miskin dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
BERITA28/08/2025 | Humas
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
JAKARTA - Pungkas Bahjuri Ali, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, mengungkapkan bahwa zakat memiliki peran krusial dalam pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta pada Rabu (27/8/2025). Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Ali menyoroti pentingnya peran zakat bukan hanya sebagai bantuan untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, terutama saat ketimpangan masih menjadi tantangan besar walaupun tingkat kemiskinan secara nasional telah menurun di bawah 10 persen. Dia menekankan perlunya sinergi antara program BAZNAS dan agenda pembangunan pemerintah, serta mendorong integrasi program zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam RPJMD guna mencapai target RPJMN dengan lebih efektif.
Ali menekankan potensi zakat nasional yang besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, yang harus dikelola dengan baik untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat dianggap sebagai kunci kesuksesan dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia menyimpulkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan pengelolaan yang transparan dan dukungan teknologi digital, yang diharapkan dapat membantu mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia secara signifikan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memuji kontribusi BAZNAS RI dalam perlindungan fakir miskin dan kelompok rentan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Muzani dalam acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025. Muzani menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan fakir miskin, anak terlantar, serta kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, negara menggunakan anggaran APBN dan program-program pemerintah, serta melalui lembaga seperti BAZNAS yang mengelola dana zakat. Menurut Muzani, BAZNAS berperan penting dalam membantu negara mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat. Tujuan negara bukan hanya kekuatan militer dan polisi, tetapi juga terwujudnya masyarakat merdeka dan bebas dari kemiskinan. Muzani menekankan pentingnya keterlibatan BAZNAS dalam memperkuat program Astacita menuju Indonesia merdeka. Rakornas ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta perwakilan dari instansi terkait dan BAZNAS di seluruh Indonesia. **Sumber:** [Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil](/Rakornas-BAZNAS-2025-Ketua-MPR-Apresiasi-Peran-BAZNAS-Melindungi-Rakyat-Kecil/)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
BAZNAS RI Resmi Meluncurkan AAZRI, Menguatkan Peran Amil untuk Maksimalkan Potensi Zakat Nasional Pada Selasa, 26 Agustus 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dengan tujuan memperkuat peran amil dari tingkat pusat hingga desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan optimalisasi potensi zakat nasional guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara resmi meluncurkan AAZRI pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurut Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., pembentukan AAZRI merupakan komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil dan mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya AAZRI, jumlah amil zakat di Indonesia bisa mencapai satu juta, yang akan berperan dalam mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI bukan hanya wadah formal belaka, namun juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan potensi zakat di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap peluncuran AAZRI. Ia berpendapat bahwa langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Muzani juga menyoroti pentingnya peran amil zakat sebagai pahlawan dalam membangun bangsa. Muzani juga menambahkan bahwa langkah BAZNAS merupakan upaya nyata dalam memanfaatkan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa tujuan negara yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau polisi, tetapi juga oleh kondisi rakyat yang sehat, sejahtera, dan mandiri.
BERITA27/08/2025 | BAZNAS
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 oleh Menteri Agama Indonesia
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita" sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menekankan bahwa Rakornas BAZNAS menjadi kesempatan penting dan tepat untuk mengkoordinasikan program zakat dengan Asta Cita guna mencapai kesejahteraan yang merata bagi umat. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita dilakukan melalui program-program nyata yang sejalan dengan misi mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi, serta membangun secara inklusif dan adil. Kiai Noor menyebut bahwa melalui Rakornas ini, BAZNAS bertekad untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil guna memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi salah satu pilar untuk mencapai Asta Cita dan mempercepat pencapaian kesejahteraan umat serta visi Indonesia Emas 2045. Dia menambahkan bahwa performa penghimpunan zakat oleh BAZNAS mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Kiai Noor juga mengungkapkan peningkatan jumlah muzaki hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada tahun 2024, yang mencerminkan kesadaran berzakat yang semakin meningkat di masyarakat. BAZNAS juga mencatatkan peran aktif di tingkat internasional, terutama dalam sumbangan kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp375 miliar dan menyalurkannya sebesar Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. Rakornas BAZNAS 2025 juga memberikan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Kiai Noor menandaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus pemicu semangat untuk semua yang terlibat dalam pengelolaan zakat. Harapan besar dari Rakornas ini adalah munculnya langkah-langkah konkret yang lebih memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Kiai Noor menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan ibadah individu, tetapi juga bagian dari keterlibatan bersama bangsa dalam mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Rakornas kali ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020-2025. Kiai Noor berharap penerusnya dapat melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang sudah ada, serta berpesan agar estafet kepemimpinan selanjutnya tetap menjaga dan memperluas dampak positif bagi kesejahteraan umat dan pembangunan bangsa.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
Peresmian Lumbung Pangan Komoditas Jagung di Banguncipto Sentolo
Wakil Bupati Kulon Progo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meresmikan Program Lumbung Pangan Komoditas Jagung yang berlokasi di Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo. Acara ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat.
Program Lumbung Pangan Jagung ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Melalui penyediaan lumbung pangan, hasil panen jagung dapat dikelola dengan baik sehingga harga lebih stabil, ketersediaan bahan pangan terjaga, serta memberi nilai tambah bagi para petani.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat.
Program ini bukan sekadar penyimpanan hasil panen, tetapi menjadi strategi bersama dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Dengan adanya lumbung pangan jagung, kita berharap petani semakin sejahtera dan masyarakat luas merasakan manfaatnya, ungkap Wakil Bupati.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat menambahkan bahwa program ini selaras dengan misi BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, melainkan juga menghadirkan program produktif dan berkelanjutan.
Kami ingin para petani yang selama ini menjadi mustahik, nantinya bisa tumbuh menjadi muzakki. Lumbung pangan ini adalah salah satu ikhtiar menuju kemandirian umat,” jelasnya.
Peresmian ini ditandai dengan penanaman jagung bersama oleh jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat. Dengan hadirnya program ini, diharapkan ketahanan pangan berbasis komoditas jagung di Kulon Progo semakin kuat dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
BERITA25/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp. 80 triliun. Potensi ini dapat diarahkan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan.
Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan, BAZNAS hadir bukan sekadar meminta bantuan kepada perusahaan, melainkan menawarkan kemitraan strategis.
“Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, tapi ingin hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Dari zakat, infak, sedekah, maupun CSR, orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya.
Rizaludin juga menekankan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS.
“Perusahaan melihat BAZNAS sebagai lembaga terpercaya, bereputasi, dengan jaringan luas di masyarakat. BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa CSR merupakan peluang yang harus dijemput dengan serius oleh BAZNAS.
“CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak sekadar menyalurkan dana, tapi juga punya kekuatan program, jaringan, serta kemampuan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah yang menjadikan CSR bersama BAZNAS lebih berdaya guna dan berkelanjutan,” tutur Arifin.
Arifin juga mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan paradigma “GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable)” yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang.
“Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.
Melalui sinergi CSR bersama perusahaan, BAZNAS berharap dana sosial yang besar di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 278/HUM-BAZ/VIII/2025
Rabu, 20 Agustus 2025
BERITA21/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Jalin Kerja Sama dengan BLK untuk Pelatihan Mekanik Z Auto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menyelenggarakan pelatihan mekanik Z Auto bagi penerima program Z Auto BAZNAS RI.
Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BAZNAS Kulon Progo dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo yang berlangsung di aula BLK. Penandatanganan dilakukan sebagai wujud sinergi dalam memberdayakan mustahik melalui peningkatan keterampilan kerja yang sesuai kebutuhan industri.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan upaya nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. “Melalui pelatihan mekanik Z Auto, kami berharap para peserta dapat memiliki keterampilan yang siap pakai, sehingga mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo mengapresiasi langkah BAZNAS dalam memberikan akses pelatihan bagi masyarakat. “Kerja sama ini penting agar penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki bekal keahlian yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya.
Pelatihan mekanik Z Auto ini diikuti oleh penerima program Z Auto BAZNAS RI yang telah terpilih sebelumnya. Mereka akan mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung di bengkel otomotif, dengan pendampingan instruktur profesional dari BLK.
Melalui program ini, BAZNAS Kulon Progo berharap dapat mencetak tenaga terampil di bidang otomotif sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis keterampilan.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kirimkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025).
Bantuan seberat 80 ton yang disiapkan oleh BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan. Bantuan ini disalurkan secara serentak dengan momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap awal ini. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat di Gaza.
"Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menyebutkan bahwa paket bantuan tersebut disiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar dapat tiba dengan selamat di lokasi penerima.
"Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan," kata Kiai Noor.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan 80 tahun kemerdekaannya.
"Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan bukti kepedulian masyarakat Indonesia yang sedang merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas," ujarnya.
BERITA17/08/2025 | Humas BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →