WhatsApp Icon
BAZNAS RI dan POROZ Pererat Kolaborasi Sejahterakan Umat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.

Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.

"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," katanya.

Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.

"Mulai dari peningkatan ekosistem manajemen BAZNAS, peningkatan sistem digitalisasi, peningkatan kompetensi amil (SDM), peningkatan koordinasi dan perluasan jaringan BAZNAS hingga UPZ desa, peningkatan sinergi lintas pemangku kepentingan, peningkatan literasi, hingga peningkatan mobilisasi penghimpunan serta pendistribusian ZIS yang adil," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk seluruh lembaga pengelola zakat harus tetap solid dan memperkuat kolaborasi agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Selain memperkuat sinergi program, Sodik menegaskan, BAZNAS juga terus mendorong penguatan regulasi pengelolaan zakat bersama berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan dana umat dapat semakin optimal.

"Dana umat memiliki potensi yang luar biasa besar untuk kemaslahatan nasional. Dana umat berfungsi strategis untuk membangun dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Masih banyak ruang pemanfaatan dana umat yang belum optimal karena keterbatasan regulasi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan dalam mengonsolidasikan komitmen umat dalam mendorong kontribusi zakat yang berdampak nyata (impactful) bagi mustahik memang memiliki tantangan besar. 

"Setidaknya ada empat pilar isu strategis yang harus kita selesaikan bersama, Konsolidasi, Kolaborasi dan Integrasi, serta penguatan regulasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), KH. Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyambut baik komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat ruang kolaborasi dan koordinasi dengan POROZ.

Ia menegaskan kesiapan POROZ untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bersama BAZNAS demi memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.

Selain penyelarasan program unggulan, Bukhori menilai terdapat tiga isu penting yang juga  perlu menjadi fokus sinergi Bersama, yakni peningkatan kesejahteraan amil, sinkronisasi data mustahik, serta penguatan strategi penghimpunan zakat.

"Kami memohon arahan, bimbingan, dan ruang kolaborasi antara BAZNAS dengan POROZ," ucapnya.

Turut hadir Direktur Utama PP Lazismu, Ibnu Tsani, M.Sos., Direktur NU-Care LazisNU, Riri Kharirroh, M.A., Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, Mohammad Idris Yusuf, S.Kom.I., dan Direktur Utama LAZ Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah, Supendi, M.M.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syarifuddin, Direktur Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, Hidayat, S.Sos., Direktur LAZIS PUI, Irwan Umbara, Direktur Eksekutif LAZISKU KBBII, As'ad Nugroho, Direktur Al ZIS Al Washliyah, Muhammad Affan,Direktur Utama LAZNAS IKADI, H. Eddy Susianto, Ak., C.A., serta Direktur Lazia, Dr. Ahmad Afif M.El., CWC.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 261/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyinkronkan langkah dan program dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui penyelarasan program prioritas BAZNAS dengan agenda pembangunan nasional. 

Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi bersama jajaran Kantor Staf Presiden (KSP) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan, 13 program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

"13 program prioritas di periode BAZNAS tahun 2026 sampai 2031 ini, dan kira-kira sebenarnya seluruhnya yang memang kita arahnya ke pengentasan kemiskinan," ujar Idy.

Menurut Idy, implementasi seluruh program tersebut disusun agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya agenda pengentasan kemiskinan.

"Intinya gini, kami siap untuk penyaluran kita ini sesuai dengan programnya pemerintah, Asta Cita, karena kita juga berelasi dengan Bappenas, terutama soal pengentasan kemiskinan, itu Asta Cita keenam," katanya.

Selain memperkuat sinergi program, BAZNAS juga terus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Regulasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang hingga saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.

Melalui penguatan regulasi tersebut, BAZNAS memproyeksikan penghimpunan zakat dari sektor ASN dan BUMN dapat mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun. Dana tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas BAZNAS dalam membantu masyarakat miskin.

"Bukan apa-apa, kita kumpulkan kan bukan untuk kita, ini untuk kita salurkan. Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Berapa banyak kita bisa selesaikan masalah bangsa ini? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Erni Juliana, menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program pengelolaan zakat dengan berbagai program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, serta penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Ia menambahkan, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah seiring rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.

"Bahwa KSP itu tugas utamanya adalah memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden terkait pengelolaan, pengendalian, dan pengawalan program-program prioritas Presiden dan isu-isu strategis," tutur Erni.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Deputi I Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional M. Hasbi Zaenal.

Sementara itu, dari jajaran Kantor Staf Presiden hadir Deputi III Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Hisbul Bahar, dan Tenaga Ahli Muda Kedeputian II Haris Budi Laksono.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 260/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Peran Masjid melalui Pembentukan UPZ

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat peran masjid menjadi pusat sinergi dan pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Diskusi Online Masjid Berdampak bertajuk "Masjid Tempat Sinergi Umat" yang digelar pada Jumat (3/7/2026). 

Rizaludin mengatakan, pembentukan UPZ memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Menteri Agama, dan Peraturan BAZNAS. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan masjid, pesantren, maupun yayasan. 

"Kehadiran undang-undang ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pengelolaan ZIS memenuhi prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.

"Di sinilah kami memohon bantuan dari para penyuluh agama untuk menguatkan kapasitas DKM atau takmir masjid, meningkatkan pemahaman regulasi UPZ, serta menyosialisasikan visi bersama ini. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama terus berjalan efektif dan berdampak luas," katanya. 

Rizaludin menegaskan, di kepemimpinan baru, BAZNAS berkomitmen mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual, sosial, dan ekonomi umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

"BAZNAS juga telah menyediakan ekosistem digital bernama Menara Masjid yang terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) untuk memudahkan pembukuan dan transparansi yang dapat dipantau langsung oleh jemaah. Sistem ini akan kita padukan dengan SIMAS (Sistem Informasi Masjid) milik Kementerian Agama," ujar Rizaludin. 

Rizaludin berharap, melalui penguatan UPZ, masjid mampu menggerakkan roda sosial-ekonomi di sekitarnya, seperti menyediakan layanan kesehatan, pusat pendidikan, hingga permodalan UMKM. 

"Pada tahun ini, BAZNAS memiliki 13 program prioritas, salah satunya adalah BAZNAS Microfinance Masjid, yakni program penyaluran modal usaha tanpa bunga, dengan skema Qardhul Hasan. Selain itu, ada program Renovasi Masjid Utama (ramah difabel dan lansia), serta digitalisasi kotak infak," jelasnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 257/HUM-BAZ/VII/2026

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sedang menyiapkan strategi penguatan literasi zakat umat melalui kerja sama intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan.

"Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI," jelas Idy Muzayyad usai menjadi narasumber dalam talkshow Nikah Fest di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Melalui sinergi ini, sekitar 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI di seluruh wilayah Indonesia akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.

Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.

"Ikatan Penyuluh Agama ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA," ujarnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 244/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dukung Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Miskin 2026

?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran acara Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

?Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menilai agenda penghargaan ini sangat krusial mengingat penegakan hukum di Indonesia saat ini dirasa masih kurang humanis serta cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

?"Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang memberikan apresiasi dan penghargaan, tapi ke depannya kami berharap bisa menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk bisa lebih adil, humanis, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, terkhususnya bagi kaum duafa dan warga miskin," jelas Neyla di Kantor Pusat MUI, Senin (29/6/2026). 

?Melalui momentum ini, BAZNAS berharap pemberian apresiasi tersebut mampu memberikan dorongan moral yang kuat bagi para aparat hukum untuk lebih peduli pada hak-hak masyarakat kecil.

?Lebih lanjut, Neyla mengatakan sinergi lewat program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mengawal terciptanya sistem peradilan yang lebih adil dan memanusiakan manusia di Indonesia.

?"Insyaallah dari BAZNAS siap untuk senantiasa mendampingi dalam kegiatan MUI, juga lembaga-lembaga lain yang tujuannya adalah untuk memanusiakan manusia, untuk lebih menjadi manusia," katanya.

?Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., mengatakan panitia penyelenggara tengah mematangkan persiapan standardisasi penilaian untuk agenda Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026.

?Ia juga menegaskan penghargaan ini sengaja difokuskan kepada para aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga advokat, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam melakukan advokasi dan perlindungan hukum bagi kaum marginal.

?"Mudah-mudahan kita mendapatkan perorangan atau lembaga yang dapat kita berikan apresiasi sebagai penegak hukum yang sahabat dhuafa dan miskin," tutur Wahiduddin.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 247/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS RI Berperan Strategis dalam Menurunkan Angka Kemiskinan di Indonesia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran penting dalam upaya menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kerja sama dengan BAZNAS RI dalam penyaluran bantuan dianggap krusial untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh para mustahik. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di hari kedua acara tersebut. Amalia menyampaikan bahwa per 8 Agustus 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,8 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan sebanyak 23,85 juta orang. Mayoritas penduduk miskin berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur menjadi daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak. Amalia mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk miskin berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga dengan pendidikan hanya lulusan SD. Mayoritas dari mereka bekerja di sektor pertanian atau sektor informal tanpa jaminan kesehatan. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan dalam menjamin kesejahteraan keluarga miskin menjadi sorotan utama. Presiden Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat khusus untuk masyarakat miskin dengan harapan agar mereka tidak putus sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memutus lingkaran kemiskinan dalam keluarga miskin tersebut. Kerjasama antara BPS dan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN) juga ditawarkan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran berdasarkan data yang akurat. Amalia menekankan bahwa kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan membantu dalam proses pemutakhiran DTSEN sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan fokus pada empat komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan, yaitu beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan, diharapkan intervensi untuk meringankan beban masyarakat miskin dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
BERITA28/08/2025 | Humas
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
JAKARTA - Pungkas Bahjuri Ali, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, mengungkapkan bahwa zakat memiliki peran krusial dalam pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta pada Rabu (27/8/2025). Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Ali menyoroti pentingnya peran zakat bukan hanya sebagai bantuan untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, terutama saat ketimpangan masih menjadi tantangan besar walaupun tingkat kemiskinan secara nasional telah menurun di bawah 10 persen. Dia menekankan perlunya sinergi antara program BAZNAS dan agenda pembangunan pemerintah, serta mendorong integrasi program zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam RPJMD guna mencapai target RPJMN dengan lebih efektif. Ali menekankan potensi zakat nasional yang besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, yang harus dikelola dengan baik untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat dianggap sebagai kunci kesuksesan dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia menyimpulkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan pengelolaan yang transparan dan dukungan teknologi digital, yang diharapkan dapat membantu mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia secara signifikan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memuji kontribusi BAZNAS RI dalam perlindungan fakir miskin dan kelompok rentan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Muzani dalam acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025. Muzani menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan fakir miskin, anak terlantar, serta kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, negara menggunakan anggaran APBN dan program-program pemerintah, serta melalui lembaga seperti BAZNAS yang mengelola dana zakat. Menurut Muzani, BAZNAS berperan penting dalam membantu negara mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat. Tujuan negara bukan hanya kekuatan militer dan polisi, tetapi juga terwujudnya masyarakat merdeka dan bebas dari kemiskinan. Muzani menekankan pentingnya keterlibatan BAZNAS dalam memperkuat program Astacita menuju Indonesia merdeka. Rakornas ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta perwakilan dari instansi terkait dan BAZNAS di seluruh Indonesia. **Sumber:** [Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil](/Rakornas-BAZNAS-2025-Ketua-MPR-Apresiasi-Peran-BAZNAS-Melindungi-Rakyat-Kecil/)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
BAZNAS RI Resmi Meluncurkan AAZRI, Menguatkan Peran Amil untuk Maksimalkan Potensi Zakat Nasional Pada Selasa, 26 Agustus 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dengan tujuan memperkuat peran amil dari tingkat pusat hingga desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan optimalisasi potensi zakat nasional guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara resmi meluncurkan AAZRI pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurut Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., pembentukan AAZRI merupakan komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil dan mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya AAZRI, jumlah amil zakat di Indonesia bisa mencapai satu juta, yang akan berperan dalam mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI bukan hanya wadah formal belaka, namun juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan potensi zakat di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap peluncuran AAZRI. Ia berpendapat bahwa langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Muzani juga menyoroti pentingnya peran amil zakat sebagai pahlawan dalam membangun bangsa. Muzani juga menambahkan bahwa langkah BAZNAS merupakan upaya nyata dalam memanfaatkan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa tujuan negara yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau polisi, tetapi juga oleh kondisi rakyat yang sehat, sejahtera, dan mandiri.
BERITA27/08/2025 | BAZNAS
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 oleh Menteri Agama Indonesia
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 oleh Menteri Agama Indonesia
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita" sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menekankan bahwa Rakornas BAZNAS menjadi kesempatan penting dan tepat untuk mengkoordinasikan program zakat dengan Asta Cita guna mencapai kesejahteraan yang merata bagi umat. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita dilakukan melalui program-program nyata yang sejalan dengan misi mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi, serta membangun secara inklusif dan adil. Kiai Noor menyebut bahwa melalui Rakornas ini, BAZNAS bertekad untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil guna memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi salah satu pilar untuk mencapai Asta Cita dan mempercepat pencapaian kesejahteraan umat serta visi Indonesia Emas 2045. Dia menambahkan bahwa performa penghimpunan zakat oleh BAZNAS mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Kiai Noor juga mengungkapkan peningkatan jumlah muzaki hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada tahun 2024, yang mencerminkan kesadaran berzakat yang semakin meningkat di masyarakat. BAZNAS juga mencatatkan peran aktif di tingkat internasional, terutama dalam sumbangan kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp375 miliar dan menyalurkannya sebesar Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. Rakornas BAZNAS 2025 juga memberikan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Kiai Noor menandaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus pemicu semangat untuk semua yang terlibat dalam pengelolaan zakat. Harapan besar dari Rakornas ini adalah munculnya langkah-langkah konkret yang lebih memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Kiai Noor menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan ibadah individu, tetapi juga bagian dari keterlibatan bersama bangsa dalam mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Rakornas kali ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020-2025. Kiai Noor berharap penerusnya dapat melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang sudah ada, serta berpesan agar estafet kepemimpinan selanjutnya tetap menjaga dan memperluas dampak positif bagi kesejahteraan umat dan pembangunan bangsa.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
Peresmian Lumbung Pangan Komoditas Jagung di Banguncipto Sentolo
Peresmian Lumbung Pangan Komoditas Jagung di Banguncipto Sentolo
Wakil Bupati Kulon Progo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meresmikan Program Lumbung Pangan Komoditas Jagung yang berlokasi di Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo. Acara ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat. Program Lumbung Pangan Jagung ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Melalui penyediaan lumbung pangan, hasil panen jagung dapat dikelola dengan baik sehingga harga lebih stabil, ketersediaan bahan pangan terjaga, serta memberi nilai tambah bagi para petani. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Program ini bukan sekadar penyimpanan hasil panen, tetapi menjadi strategi bersama dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Dengan adanya lumbung pangan jagung, kita berharap petani semakin sejahtera dan masyarakat luas merasakan manfaatnya, ungkap Wakil Bupati. Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat menambahkan bahwa program ini selaras dengan misi BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, melainkan juga menghadirkan program produktif dan berkelanjutan. Kami ingin para petani yang selama ini menjadi mustahik, nantinya bisa tumbuh menjadi muzakki. Lumbung pangan ini adalah salah satu ikhtiar menuju kemandirian umat,” jelasnya. Peresmian ini ditandai dengan penanaman jagung bersama oleh jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat. Dengan hadirnya program ini, diharapkan ketahanan pangan berbasis komoditas jagung di Kulon Progo semakin kuat dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
BERITA25/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp. 80 triliun. Potensi ini dapat diarahkan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan, BAZNAS hadir bukan sekadar meminta bantuan kepada perusahaan, melainkan menawarkan kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, tapi ingin hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Dari zakat, infak, sedekah, maupun CSR, orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. “Perusahaan melihat BAZNAS sebagai lembaga terpercaya, bereputasi, dengan jaringan luas di masyarakat. BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa CSR merupakan peluang yang harus dijemput dengan serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak sekadar menyalurkan dana, tapi juga punya kekuatan program, jaringan, serta kemampuan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah yang menjadikan CSR bersama BAZNAS lebih berdaya guna dan berkelanjutan,” tutur Arifin. Arifin juga mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan paradigma “GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable)” yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya. Melalui sinergi CSR bersama perusahaan, BAZNAS berharap dana sosial yang besar di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 278/HUM-BAZ/VIII/2025 Rabu, 20 Agustus 2025
BERITA21/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Jalin Kerja Sama dengan BLK untuk Pelatihan Mekanik Z Auto
BAZNAS Kulon Progo Jalin Kerja Sama dengan BLK untuk Pelatihan Mekanik Z Auto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menyelenggarakan pelatihan mekanik Z Auto bagi penerima program Z Auto BAZNAS RI. Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BAZNAS Kulon Progo dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo yang berlangsung di aula BLK. Penandatanganan dilakukan sebagai wujud sinergi dalam memberdayakan mustahik melalui peningkatan keterampilan kerja yang sesuai kebutuhan industri. Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan upaya nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. “Melalui pelatihan mekanik Z Auto, kami berharap para peserta dapat memiliki keterampilan yang siap pakai, sehingga mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo mengapresiasi langkah BAZNAS dalam memberikan akses pelatihan bagi masyarakat. “Kerja sama ini penting agar penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki bekal keahlian yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya. Pelatihan mekanik Z Auto ini diikuti oleh penerima program Z Auto BAZNAS RI yang telah terpilih sebelumnya. Mereka akan mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung di bengkel otomotif, dengan pendampingan instruktur profesional dari BLK. Melalui program ini, BAZNAS Kulon Progo berharap dapat mencetak tenaga terampil di bidang otomotif sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis keterampilan.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kirimkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza.
BAZNAS Kirimkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan seberat 80 ton yang disiapkan oleh BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan. Bantuan ini disalurkan secara serentak dengan momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap awal ini. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat di Gaza. "Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menyebutkan bahwa paket bantuan tersebut disiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar dapat tiba dengan selamat di lokasi penerima. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan," kata Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan 80 tahun kemerdekaannya. "Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan bukti kepedulian masyarakat Indonesia yang sedang merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas," ujarnya.
BERITA17/08/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Empat Tahun Pertahankan Top Brand
BAZNAS RI Empat Tahun Pertahankan Top Brand
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini berhasil dipertahankan selama empat tahun berturut-turut, menjadi bukti kepercayaan publik yang semakin meningkat terhadap tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang dijalankan secara profesional. Penghargaan Top Brand Award 2025 diterima secara langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. di Jimbaran, Bali, Selasa malam (12/8/2025). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mempertahankan predikat ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga dorongan kuat bagi BAZNAS untuk terus menjaga amanah masyarakat. “BAZNAS dapat anugerah TOP BRAND 2025 sebagai lembaga zakat dan amal peringkat pertama pilihan masyarakat, tentu ini membahagiakan buat kami apalagi selama empat tahun berturut-turut, bahkan tahun ini skornya juga naik jadi 43.7 persen, ini adalah pemicu buat BAZNAS agar tetap bekerja secara amanah, profesional dan berdampak,” ujar Rizaludin. Ia menambahkan, pencapaian ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen BAZNAS bersama masyarakat, baik para muzaki maupun para mustahik. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan menjadi modal penting untuk memperluas manfaat zakat di masa mendatang. “Tentunya BAZNAS ingin berterima kasih kepada Muzaki dan masyarakat yang memilih BAZNAS sebagai tempat beramal serta kepada Mustahik yang berjuang bersama BAZNAS untuk bangkit,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan bahwa penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan pelayanan terbaik. Ia menilai pengelolaan zakat tidak hanya soal distribusi dana, tetapi juga menghadirkan perubahan positif dan pengalaman berkesan bagi penerima manfaat maupun donatur. “Raihan ini bagian dari pertanggungjawaban BAZNAS kepada masyarakat dan seluruh mitra BAZNAS. Ke depan tentu kami akan menjaga terus kompetensi utama kami sebagai pengelola dana amal dan zakat yang bisa memberi pelayanan, pengalaman serta perubahan positif bagi para donatur dan penerima manfaatnya,” kata dia. Top Brand Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada merek-merek terbaik di Indonesia berdasarkan hasil survei konsumen yang dilakukan oleh lembaga riset independen Frontier, bekerja sama dengan Majalah Marketing. Penghargaan ini telah menjadi indeks merek terbesar di Indonesia selama 25 tahun, melibatkan ribuan merek dan ratusan kategori produk dengan tiga kriteria penilaian: mind share, market share dan comitment share. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 358/HUM-BAZ/VIII/2025 Rabu, 13 Agustus 2025
BERITA13/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Rakor Semesteran Bersama LAZ
BAZNAS Kulon Progo Gelar Rakor Semesteran Bersama LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Semesteran bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra, yakni LAZISMU, LAZISNU, dan LAZ Agen Sedekah. Kegiatan ini digelar dalam rangka penguatan pelaporan, peningkatan akuntabilitas, dan sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kulon Progo. Rakor dilaksanakan di Aula BAZNAS Kulon Progo dan dihadiri oleh pimpinan serta perwakilan dari masing-masing LAZ. Dalam kesempatan ini, masing-masing lembaga menyampaikan laporan pelaksanaan program, penyaluran dana ZIS, serta inovasi pemberdayaan yang telah dijalankan selama semester pertama tahun 2025. Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat dalam sambutannya menyampaikan pentingnya koordinasi dan keterbukaan antar-lembaga pengelola zakat agar manfaat zakat dapat dirasakan secara luas, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih. “Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, menjaga transparansi pelaporan, dan merancang sinergi program ke depan,” ungkapnya. Selain paparan laporan, rakor juga membahas potensi kolaborasi dalam berbagai program sosial seperti bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan penanganan kemiskinan ekstrem yang menjadi fokus bersama. Dengan adanya rakor ini, diharapkan kerja sama antara BAZNAS dan seluruh LAZ mitra di Kulon Progo dapat semakin solid dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Serahkan Snellen Chart dalam Aksi Bergizi
BAZNAS Kulon Progo Serahkan Snellen Chart dalam Aksi Bergizi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Aksi Bergizi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kulon Progo di SMP Negeri 1 Temon. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kulon Progo menyerahkan secara simbolis Snellen Chart sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan mata di lingkungan sekolah. Penyerahan simbolis dilakukan di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan yang bertujuan mendorong gaya hidup sehat dan bergizi di kalangan remaja. Snellen Chart, yang digunakan untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan, diserahkan langsung oleh perwakilan BAZNAS Kulon Progo kepada pihak sekolah. Waka II Baznas Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari program Kulon Progo Sehat, yang tidak hanya berfokus pada bantuan medis, tetapi juga pada penguatan fasilitas dan edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan. "Kami berharap Snellen Chart ini bisa dimanfaatkan untuk skrining kesehatan mata para siswa secara berkala, karena penglihatan yang baik sangat penting untuk proses belajar mereka," ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo mengapresiasi sinergi dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kulon Progo, dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi mendukung kesehatan anak-anak dan remaja di Kulon Progo secara berkelanjutan.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS dan BLK Kulon Progo sinergi dukung Program Z-Auto
BAZNAS dan BLK Kulon Progo sinergi dukung Program Z-Auto
Kulon Progo, 5 Agustus 2025 : Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar koordinasi bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo dalam rangka pelatihan bagi penerima manfaat Program Z-Auto, sebuah program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS RI yang menyasar mustahik di sektor otomotif di wilayah Kulon Progo. Kegiatan koordinasi ini berlangsung di kantor Baznas Kulon Progo dan dihadiri oleh perwakilan pengelola BLK, serta pendamping Program Z-Auto dari BAZNAS RI. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun kurikulum pelatihan, menetapkan jadwal, serta memastikan kesiapan teknis dan fasilitas pelatihan yang akan diberikan kepada para peserta. Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa Program Z-Auto merupakan salah satu bentuk konkret pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan, yang diharapkan mampu membuka peluang kerja atau usaha mandiri bagi para mustahik. "Melalui pelatihan ini, penerima manfaat akan dibekali keterampilan otomotif, seperti servis motor, tune-up, hingga perbaikan ringan, yang nantinya dapat menjadi bekal usaha mandiri," ujarnya. Sementara itu, perwakilan BLK Kulon Progo menyambut baik kerja sama ini dan siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pelatihan. Pihaknya menilai program ini sangat strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di Kulon Progo, khususnya bagi kalangan yang belum memiliki akses keterampilan kerja. Program Z-Auto sendiri merupakan bagian dari program pemberdayaan mustahik yang diinisiasi BAZNAS RI dengan fokus pada sektor jasa otomotif roda dua, termasuk pelatihan teknis dan bantuan peralatan kerja. Dengan koordinasi ini, diharapkan proses pelatihan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat dan membawa manfaat nyata bagi para peserta dalam membangun kemandirian ekonomi.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BANTUAN RTLH UNTUK WARGA TUKSONO SENTOLO
BANTUAN RTLH UNTUK WARGA TUKSONO SENTOLO
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak lima warga di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, menerima bantuan RTLH masing-masing sebesar Rp. 20.000.000. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Balai Kalurahan Tuksono dan diserahkan langsung oleh Asisten Daerah I (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, yang didampingi oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kulon Progo, H. Jumanto. Dalam sambutannya, Asda I menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak. "Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kulon Progo, H. Jumanto, menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya menyalurkan dana ZIS secara tepat sasaran dan sesuai prinsip syariah. "Program RTLH adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang langsung dirasakan oleh mustahik. Semoga membawa keberkahan bagi semua pihak," ungkapnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat setempat yang berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain di Kulon Progo.
BERITA31/07/2025 | Humas Baznas KP
Mobil Operasional BAZNAS Alami Kendala Saat Verifikasi Bantuan di Pegunungan Menoreh
Mobil Operasional BAZNAS Alami Kendala Saat Verifikasi Bantuan di Pegunungan Menoreh
Kulon Progo — Tim BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melakukan survei verifikasi lapangan terhadap pemohon bantuan di wilayah pegunungan Menoreh, Rabu (16/7). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip syariah. Namun dalam perjalanan, mobil operasional BAZNAS mengalami kendala teknis di tepi jurang yang curam. Situasi ini mengharuskan tim untuk meminta bantuan warga setempat guna menarik kendaraan agar tidak membahayakan. Meski sempat tertunda, proses verifikasi tetap dilanjutkan dengan semangat dan kehati-hatian agar tepat sasaran. BAZNAS Kulon Progo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu dan menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga pelosok wilayah.
BERITA16/07/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Salurkan Rp 235,9 Juta untuk Anak Yatim dan Masjid
BAZNAS Salurkan Rp 235,9 Juta untuk Anak Yatim dan Masjid
Kulon Progo, 7 Juli 2025: Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 H yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati dam Wakil Bupati Kulon Progo dan dihadiri oleh para perwakilan anak yatim serta tamu undangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 476 anak yatim menerima santunan pada kegiatan tahun ini. Anak-anak tersebut terdiri dari: 413 anak berasal dari usulan 88 kalurahan se-Kulon Progo, 20 anak berasal dari mitra PT Patria, 3 anak dari Panti Asuhan Wates, serta 25 anak dari UPZ Kemenag yang telah disalurkan sebelumnya pada tanggal 4 Juli 2025. “Alhamdulillah, ini adalah bentuk nyata sinergi zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat serta dukungan mitra yang kita salurkan tepat sasaran. Kami berharap santunan ini bisa menjadi penguat semangat dan kebahagiaan bagi adik-adik yatim di momentum 10 Muharam ini,” ujar Ketua BAZNAS Kulon Progo dalam sambutannya. Pada acara penyerahan hari ini, hadir sebanyak 96 anak sebagai perwakilan penerima, yang terdiri dari: 40 anak dari Kapanewon Wates, 53 anak dari Kapanewon Panjatan, dan 3 anak dari Panti Asuhan Wates. Selain santunan kepada anak yatim, BAZNAS Kulon Progo juga menyalurkan bantuan untuk salah satu masjid di wilayah Kulon Progo sebesar Rp 15.000.000, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sarana ibadah masyarakat. Secara keseluruhan, total dana yang disalurkan mencapai Rp 235.900.000, dengan rincian sebagai berikut: Rp 214.500.000 untuk santunan anak yatim, Rp 15.000.000 untuk bantuan masjid, dan Rp 6.400.000 untuk operasional penyaluran melalui UPZ. Dana kegiatan ini bersumber dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Kulon Progo serta partisipasi mitra, termasuk dukungan dari PT Patria. Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi tinggi atas upaya BAZNAS dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah wujud empati dan tanggung jawab sosial yang patut terus diperkuat. “Momentum 10 Muharam ini menjadi pengingat untuk memperkuat solidaritas sosial kita. Semoga para anak yatim kita tumbuh menjadi generasi yang tangguh, beriman, dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Kulon Progo.
BERITA07/07/2025 | Humas Baznas KP
Baznas dan PSM Gelar Khitanan Massal di Nanggulan
Baznas dan PSM Gelar Khitanan Massal di Nanggulan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo berkolaborasi dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menyelenggarakan kegiatan khitanan massal yang berlangsung di PKU Muhammadiyah Nanggulan pada Selasa (1/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PSM tingkat nasional, yang dipusatkan di Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan. Acara puncak HUT digelar pada Senin (30/6) di Balai Kalurahan Kembang dan dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial RI beserta rombongan, Wakil Bupati Kulonprogo, perwakilan Baznas, serta sejumlah undangan lainnya. Wakil Ketua I Baznas Kulonprogo, H. Jumanto, SH, menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua Baznas mengadakan khitanan massal. “Kegiatan pertama dilaksanakan pada 2024 dengan jumlah peserta 100 anak. Untuk kali ini, sebanyak 50 anak mengikuti khitanan hasil kerja sama dengan PSM. Dana pelaksanaan bersumber dari Zakat dan Infak yang dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat,” jelas Jumanto.
BERITA01/07/2025 | Humas Baznas KP
Pemkab, Baznas, dan Polres Kulonprogo Wujudkan Akses Air Bersih untuk Warga Kaliwiru
Pemkab, Baznas, dan Polres Kulonprogo Wujudkan Akses Air Bersih untuk Warga Kaliwiru
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama Polres dan Baznas menjalin kerja sama dalam pembangunan sarana air bersih untuk warga Dusun Kaliwiru, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. Peresmian fasilitas ini dilaksanakan pada Kamis (26/6/2025) oleh Bupati Kulonprogo Dr. R. Agung Setyawan, ST, MSc, MM dan Kapolres Kulonprogo AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, SIK, MH. Seremoni peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan keran air, serta didampingi oleh Ketua Baznas Kulonprogo, H. Alfanuha Yushida, MPMat. Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida, menjelaskan bahwa program ini berawal dari keluhan para petani yang menggarap lahan pertanian seluas 6–7 hektare namun kesulitan mengairi sawah karena hanya mengandalkan air hujan. Keluhan tersebut muncul dalam kegiatan Safari Jumat dan Jumat Curhat yang digelar oleh Polsek Sentolo. Menanggapi hal ini, Baznas segera memberikan bantuan awal sebesar Rp60 juta dari total biaya sekitar Rp130 juta. Hal ini diungkapkan Alfanuha bersama Wakil Ketua Bidang 2 Baznas, Sugiyanta, SPdI. Sarana air bersih yang dibangun meliputi pompa sibel berkekuatan 5 HP (5.500 watt) dan bak penampungan berukuran 6x4 meter dengan tinggi 2 meter. Sistem ini mampu menyalurkan air hingga jarak satu kilometer ke area pertanian. Kini, sekitar 120 petani serta warga yang menjalankan usaha tahu dan jamaah Masjid Al-Falah Kaliwiru telah merasakan manfaatnya secara langsung. Lurah Tuksono, Zainuri, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya harapan masyarakat. Ia berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kapolres Kulonprogo, AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kerja sama antar-lembaga. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengutip Surat An-Nahl ayat 10–11 yang menekankan pentingnya air sebagai karunia dari Allah SWT. Ia menegaskan bahwa air adalah sumber kehidupan yang vital bagi pertanian, kebutuhan rumah tangga, hingga ibadah. Pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi amal jariyah yang bermanfaat luas bagi masyarakat, termasuk bagi masjid dan sekolah setempat.
BERITA26/06/2025 | Humas Baznas KP
Kurban Berkah Baznas RI di Kulonprogo 80 Kambing 
Kurban Berkah Baznas RI di Kulonprogo 80 Kambing 
"Kurban Berkah Baznas" dilaksanakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Kabupaten Kulonprogo. Sebanyak 80 ekor kambing dari Balai Ternak Baznas disembelih di wilayah Kalurahan Banjarharjo Kalibawang, Minggu (8/6/2025). Bupati Kulonprogo Dr HR Agung Setyawan ST MSc MM mengapresiasi kesadaran masyarakat untuk berkurban sangat luar biasa. "Kita tidak sekedar memikirkan keduniawian, ada yang harus diperhatikan, yakni bagaimana taat kepada perintah Allah SWT dengan mengikuti semua ajarannya dan menjauhi larangannya. Contoh dari kurban ini, manusia diajak untuk mampu menyisihkan dari sebagian yang dimiliki kepada saudara kita yang belum beruntung," kata Agung Setyawan dalam penyerahan daging kurban dari Kurban Berkah Baznas. Hadir Wabup, Asda 1, perwakilan Baznas RI, Waka 3 Baznas DIY, Baznas KP, serta lainnya. Alhamdulilah, lanjut Agung, meski Kulonprogo termasuk daerah miskin, tetapi cukup banyak hewan kurban. "Kita harus mampu mandiri, berdikari, siap berkolaborasi, dan apapun bantuan tetap diterima. Terima kasih kepada Baznas RI yang telah memilih Kulonprogo untuk pendistribusian hewan kurban. Juga terima kasih kepada ASN, pamong dan masyarakat yang telah menyalurkan zakat/infaknya di Baznas," ujarnya. Ajat Sudarjat Kepala Devisi Penyaluran UPZ dan CSR Baznas RI menyampaikan, khusus di Kulonprogo sebanyak 80 ekor kambing merupakan kerja sama Baznas RI dengan Alfamart melalui Sedekah Konsumen, terdiri Baznas RI 30 ekor kambing dan Alfamart 50 ekor. Untuk kerja sama keseluruhan, hewan kurban senilai Rp 2 Miliar lebih didistribusikan pada 26 kabupaten/kota di seluruh Indonesia (diantaranya Kulonprogo). "Program ini kolaborasi dengan balai ternak, produksi peternak yang kita bina di balai ternak. Baznas. Konsep kita dari hulu (pemeliharaan) hingga hilir (pemasaaran) agar semua terintegrasi. Beberapa program pemberdayaan kadang terkendala di pemasaran, maka salah satu solusi adalah program Kurban Berkah Baznas dari Balai Ternak," ujar Ajat. Ditambahkan, pihaknya membuat konsep hewan kurban itu yang utama pemerataan daging kurban ke seluruh Indonesia. "Kami ingin para mudohi (orang yang melakukan ibadah kurban) yang berkecukupan menitipkan kurbannya ke Baznas RI, dan oleh Baznas disebarkan ke seluruh Indonesia. "Sekarang ini ada 38 provinsi mulai Jumat hingga Senin semua menjalankan Kurban Berkah Baznas ini. Program tersebut menjadi solusi/alternatif untuk pemerataan pangan hewani di pelosok-pelosok," ucap Ajat.
BERITA08/06/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Salurkan Bantuan Rp260 Juta untuk Rehab Mushola
BAZNAS Salurkan Bantuan Rp260 Juta untuk Rehab Mushola
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan bantuan sebesar Rp. 260.000.000 untuk rehabilitasi mushola di 26 sekolah yang berada dalam lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA). Setiap sekolah menerima bantuan senilai Rp. 10.000.000. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan sarana keagamaan di lingkungan pendidikan serta memperkuat pendidikan karakter dan religiusitas siswa. Dengan adanya rehabilitasi mushola, diharapkan sekolah-sekolah dapat menyediakan ruang ibadah yang layak, nyaman, dan mendukung pembinaan akhlak mulia di kalangan pelajar. Waka II BAZNAS Sugiyanta, S.Pd.I, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata kontribusi zakat terhadap pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. "Kami berharap mushola di sekolah-sekolah yang menerima bantuan dapat segera direnovasi dan difungsikan secara optimal untuk kegiatan ibadah, keagamaan, dan pembinaan karakter siswa," ujarnya. Kepala DIKPORA Drs. Nur Wahyudi, M.M., turut mengapresiasi sinergi yang terjalin. Menurutnya, penguatan fasilitas ibadah di sekolah sangat mendukung visi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga religius dan berakhlak. Adapun 26 sekolah penerima bantuan tersebar di berbagai jenjang pendidikan dan wilayah, yang telah melalui proses verifikasi berdasarkan kebutuhan dan usulan dari DIKPORA. Penyaluran bantuan ini akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi guna memastikan proses rehabilitasi berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa serta seluruh warga sekolah.
BERITA26/05/2025 | Humas Baznas KP
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →