WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 1-2 September 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan mengunjungi BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kabupaten Brebes sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan studi tiru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan pelaksana BAZNAS se-DIY. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik baik (best practices) dalam tata kelola zakat, mulai dari strategi penghimpunan, manajemen kelembagaan, digitalisasi layanan zakat, hingga sistem penyaluran yang efektif, transparan, dan akuntabel. Di BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, rombongan mendapatkan paparan mengenai penguatan tata kelola organisasi, inovasi penghimpunan ZIS, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Sementara itu, di BAZNAS Kabupaten Brebes, peserta mempelajari implementasi program-program unggulan, pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta manajemen pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan pengalaman dalam mengembangkan tata kelola zakat di Kulon Progo. “Kami memperoleh banyak inspirasi dan praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat penghimpunan, penyaluran, serta tata kelola BAZNAS Kulon Progo agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan yang difasilitasi BAZNAS Provinsi DIY ini, diharapkan seluruh BAZNAS kabupaten/kota di DIY semakin mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat secara modern, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik, sehingga peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.
07/09/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFR., menyampaikan pentingnya penguatan literasi filantropi Islam yang modern, khususnya di kalangan generasi muda, guna meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu tamu pada Sesi Inspirasi dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang diselenggarakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). Rizaludin mengatakan, penguatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. Hal itu, tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan BAZNAS secara berkala. “Dari riset BAZNAS sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," ujar Rizaludin. Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi zakat di Indonesia. "Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya. Dari kondisi tersebut, Rizaludin menilai, pendidikan filantropi Islam penting diberikan sejak dini. Menurutnya, pembelajaran tersebut juga perlu memberikan pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong perubahan perilaku. Ia juga mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan praktik, seperti manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler filantropi Islam. Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang dikembangkannya di BAZNAS melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat. "Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," jelasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2026 Minggu, 6 September 2026
07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Layanan ini hadir berkat sinergi antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Sulteng, dan pemerintah daerah dengan mengerahkan tim medis gabungan, mulai dari dokter, perawat, dan analis. Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis, hingga pemberian obat dan vitamin secara gratis. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut layanan kesehatan pascabencana ini ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik korban sekaligus mencegah komplikasi penyakit lanjutan, terutama bagi kelompok lansia. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memulihkan kondisi fisik para korban pascabencana serta mengingatkan pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan pascabencana penting untuk membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan mereka tetap menjadi perhatian selama masa pemulihan. Idy juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak banjir bandang di Parigi Moutong. “Mari kita bersama-sama mengulurkan tangan dan memanjatkan doa terbaik agar saudara-saudara kita di Parigi Moutong diberikan kekuatan serta ketabahan untuk segera bangkit dari masa sulit ini,” ujar Idy. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah warga dengan keluhan dan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, seperti kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan asam urat tinggi. Keluhan lain yang ditemukan antara lain dispepsia, ISPA, hipertensi, myalgia, serta diare akut. Bencana banjir bandang yang melanda Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) telah merusak puluhan rumah dan melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi. Berdasarkan data terkini BPBD, sebanyak 32 jiwa dari 10 KK masih menempati tenda PMI dan Kemensos. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 307/HUM-BAZ/IX/2026 Jumat, 4 September 2026
07/09/2026 | Humas BAZNAS RI

Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN Hari : Senin Tanggal : 27 Juli 2026 Waktu : 08.00 WIB Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora Petugas : 1. H. Agus Nuryanto 2. Edi Kurniawan

28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN Hari : Rabu Tanggal : 8 Juli 2026 Waktu : 07.00 WIB Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang Petugas : 1. Jumanto, S.H 2. Ghufron Fauzi, S.E

08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman. Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.

24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Artikel Terbaru

SEDEKAH AIR: AMALAN YANG TERUS MENGALIR PAHALANYA
SEDEKAH AIR: AMALAN YANG TERUS MENGALIR PAHALANYA
Air adalah sumber kehidupan yang Allah SWT karuniakan kepada seluruh makhluk-Nya. Tidak ada manusia, hewan, maupun tumbuhan yang mampu bertahan hidup tanpa air. Di dalam Islam, memberikan air kepada orang yang membutuhkan termasuk salah satu bentuk sedekah yang paling utama. Bahkan Rasulullah SAW menyebut sedekah air sebagai sedekah yang paling afdal karena manfaatnya langsung dirasakan oleh kehidupan. Di berbagai daerah Indonesia, terutama ketika musim kemarau panjang datang, masih banyak masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Sumur mengering, mata air menyusut, dan warga harus berjalan jauh hanya untuk memperoleh beberapa jerigen air. Pada kondisi seperti ini, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus ibadah yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Berikut keutamaan sedekah air berdasarkan Al-Qur'an, hadis. A. Keutamaan Sedekah Air dalam Al-Qur'an 1. Air Adalah Sumber Kehidupan Allah SWT berfirman: "Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya' : 30) Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kehidupan di bumi berasal dari air. Air bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi tanda kebesaran Allah yang menopang keberlangsungan seluruh makhluk. Karena air menjadi sebab kehidupan, maka membantu orang memperoleh air berarti ikut menjaga kehidupan yang Allah amanahkan. 2. Allah Menurunkan Air Sebagai Rahmat Allah SWT berfirman: "Dialah yang menurunkan air hujan dari langit untuk kamu; sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan." (QS. An-Nahl : 10) Air disebut sebagai rahmat Allah. Maka ketika seorang mukmin berbagi air kepada sesama, ia sedang menjadi perantara turunnya rahmat Allah kepada orang lain. 3. Perintah Berbuat Kebaikan Allah SWT berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan." (QS. Al-Maidah : 2) Sedekah air merupakan implementasi nyata dari perintah saling menolong dalam kebaikan. B. Keutamaan Sedekah Air dalam Hadis Nabi 1. Sedekah yang Paling Utama Dari Sa'ad bin Ubadah RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia. Sedekah apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Memberikan air." (HR. Abu Dawud No. 1679 dan An-Nasa'i) Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah air memiliki kedudukan yang sangat tinggi dibandingkan bentuk sedekah lainnya karena manfaatnya sangat luas karena Air dibutuhkan semua orang, air menyelamatkan kehidupan, air menjadi kebutuhan primer yang tidak dapat digantikan. 2. Memberi Minum Mendapat Ampunan Allah Rasulullah SAW bersabda: "Ada seorang laki-laki yang sangat kehausan, lalu ia turun ke sumur dan minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing menjulurkan lidah karena haus. Laki-laki itu kembali turun ke sumur, mengambil air dengan sepatunya, lalu memberi minum anjing tersebut. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari No. 2363 dan Muslim No. 2244) 3. Pahala Terus Mengalir Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631) Sedekah air merupakan amalan yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan. Melalui sedekah air, kita membantu menghilangkan dahaga, menjaga kesehatan, memudahkan orang beribadah, sekaligus menjadi jalan menyelamatkan kehidupan. Rasulullah SAW bahkan menyebut memberikan air sebagai salah satu sedekah yang paling utama, dan selama air itu terus dimanfaatkan, pahalanya akan terus mengalir sebagai sedekah jariyah. Menyediakan sumur, tandon, saluran, maupun fasilitas air bersih adalah contoh sedekah jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Teladan terbaik datang dari Utsman bin Affan RA yang membeli Sumur Raumah di Madinah lalu mewakafkannya untuk kepentingan umat, sehingga manfaatnya terus dirasakan hingga kini. Di tengah musim kemarau dan krisis air bersih yang masih dialami banyak wilayah, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat rahmatan lil 'alamin. Semoga setiap tetes air yang kita sedekahkan menjadi sebab turunnya rahmat Allah, keberkahan rezeki, penghapus dosa, dan pahala yang terus mengalir. MARI bergabung dalam gerakan Sedekah Air BAZNAS Kulon Progo untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak krisis air bersih. Setiap donasi yang Anda berikan menjadi ikhtiar menghadirkan air bersih bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan Sedekah Air Anda melalui: https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
21/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah. Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6) Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam. Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan. Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial. Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan. Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Wallahu a'lam bish-shawab (ditulis dari berbagai sumber) Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. 1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi) Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya. Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan. 2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan) Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari: “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya. Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al) Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172: Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh. Dampak Syukur dalam Kehidupan Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan. 1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162: Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. 2. Menumbuhkan Sikap Tawakal Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3: Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45: Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya. 4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah. Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya. Penutup Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya; Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah di tulis dari berbagai sumber
30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP