WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih penghargaan Indonesia Most Reputable Companies Award 2026 dengan nilai 81,8 dan predikat Very Good dari Majalah SWA Group dan Business Digest di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Penghargaan tersebut merupakan penghargaan kedua yang diraih BAZNAS setelah melalui proses penilaian yang ketat. Dalam penilaian tersebut, BAZNAS dinilai sangat baik dalam mengidentifikasi masalah, menyusun konsep program dan strategi, serta menghasilkan dampak dan keberlanjutan dari program yang dijalankan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., yang menerima langsung penghargaan tersebut, mengatakan capaian itu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi BAZNAS dalam menjaga reputasi serta kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja terbaik dalam pengelolaan zakat. "Ini tentu merupakan apresiasi dari luar yang patut kita syukuri. BAZNAS pada 2024 juga sempat meraih penghargaan ini, dan alhamdulillah pada 2026 kita kembali mendapatkannya. Artinya, BAZNAS mendapat kepercayaan dari publik sebagai lembaga yang bereputasi, memiliki citra positif, dan berkelanjutan dalam menjalankan manajemen perusahaan," kata Rizaludin. Menurut Rizaludin, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi BAZNAS untuk terus menjaga reputasi dan kepercayaan yang telah diberikan publik. "Mempertahankan reputasi tersebut tentu tidak mudah. Karena itu, kami mengajak kepada seluruh tim manajemen BAZNAS, amilin dan amilat BAZNAS, semuanya, untuk terus menjaga reputasi dan citra positif BAZNAS ini. Sekecil apa pun, harus terus kita jaga. Poinnya adalah bagaimana keberlanjutan BAZNAS sendiri," ujarnya. Menurut Rizaludin, menjaga kepercayaan publik harus dijawab dengan pengelolaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "BAZNAS harus tetap memberikan manfaat dan kebaikan untuk umat, baik kepada muzakinya maupun kepada mustahiknya," ujarnya. Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang terus mempercayakan donasinya kepada BAZNAS. "Tentu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mustahik yang mau terus bekerja sama dan berjuang bersama BAZNAS menciptakan momen-momen terbaik serta menciptakan kemandirian-kemandirian yang tentunya akan bermanfaat bagi warga dan lingkungan, serta memperkokoh dan memperkuat Indonesia," ucap Rizaludin Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, amil dan amilat BAZNAS yang selama ini bekerja bahu-membahu membangun citra positif dan reputasi BAZNAS. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk terus menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat keberlanjutan pengelolaan zakat di Indonesia. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 323/HUM-BAZ/IX/2026 Jumat, 11 September 2026
14/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan bantuan air bersih kepada para penyintas gempa bumi di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan air bersih tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat terdampak, sekaligus untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi pascagempa yang masih menyulitkan aktivitas dan akses terhadap sejumlah kebutuhan pokok. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya BAZNAS membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi pascagempa. “BAZNAS hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, salah satunya kebutuhan air bersih. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan membantu mereka melewati masa tanggap darurat,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, BAZNAS akan terus berupaya memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan disalurkan dengan memperhatikan kebutuhan mendesak para penyintas di wilayah terdampak gempa. “Dalam situasi seperti ini, kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. BAZNAS akan terus berkoordinasi dan berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya. Selain mendistribusikan air bersih, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan bagi penyintas gempa NTT, mulai dari paket logistik dan makanan, penyediaan dapur umum, layanan kesehatan, hingga pembangunan masjid darurat. Berbagai layanan tersebut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung para penyintas selama masa tanggap darurat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 312/HUM-BAZ/IX/2026 Selasa, 8 September 2026
08/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 1-2 September 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan mengunjungi BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kabupaten Brebes sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan studi tiru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan pelaksana BAZNAS se-DIY. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik baik (best practices) dalam tata kelola zakat, mulai dari strategi penghimpunan, manajemen kelembagaan, digitalisasi layanan zakat, hingga sistem penyaluran yang efektif, transparan, dan akuntabel. Di BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, rombongan mendapatkan paparan mengenai penguatan tata kelola organisasi, inovasi penghimpunan ZIS, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Sementara itu, di BAZNAS Kabupaten Brebes, peserta mempelajari implementasi program-program unggulan, pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta manajemen pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan pengalaman dalam mengembangkan tata kelola zakat di Kulon Progo. “Kami memperoleh banyak inspirasi dan praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat penghimpunan, penyaluran, serta tata kelola BAZNAS Kulon Progo agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan yang difasilitasi BAZNAS Provinsi DIY ini, diharapkan seluruh BAZNAS kabupaten/kota di DIY semakin mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat secara modern, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik, sehingga peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.
07/09/2026 | Humas BAZNAS KP

Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN Hari : Senin Tanggal : 27 Juli 2026 Waktu : 08.00 WIB Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora Petugas : 1. H. Agus Nuryanto 2. Edi Kurniawan

28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN Hari : Rabu Tanggal : 8 Juli 2026 Waktu : 07.00 WIB Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang Petugas : 1. Jumanto, S.H 2. Ghufron Fauzi, S.E

08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman. Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.

24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Artikel Terbaru

Bencana, Zakat, dan Syukur: Saat Musibah Mengajarkan Kita untuk Peduli dan Berbagi
Bencana, Zakat, dan Syukur: Saat Musibah Mengajarkan Kita untuk Peduli dan Berbagi
Bencana dapat datang tanpa mengenal waktu. Dalam sekejap, rumah dapat rusak, harta benda hilang, mata pencaharian terhenti, dan kehidupan masyarakat berubah. Di tengah ujian tersebut, Islam mengajarkan kesabaran kepada mereka yang terdampak sekaligus kepedulian kepada mereka yang diberikan kemampuan untuk membantu. Bencana bukan hanya tentang kehilangan. Di balik sebuah musibah, terdapat pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, solidaritas, dan rasa syukur. Bagi mereka yang sedang diuji, musibah menjadi momentum untuk bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT. Sementara bagi mereka yang masih diberikan kelapangan, musibah menjadi pengingat bahwa setiap nikmat adalah amanah yang semestinya diwujudkan dalam kebaikan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. 1. Bencana dan Ujian Kehidupan Allah SWT telah mengingatkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian dalam kehidupannya. Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155) Ayat tersebut mengajarkan bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Bencana dapat menjadi ujian yang berat bagi masyarakat yang terdampak, terutama ketika mereka kehilangan rumah, harta, pekerjaan, bahkan orang-orang yang mereka cintai. Karena itu, ketika musibah terjadi, respons yang seharusnya tumbuh bukanlah saling menyalahkan, melainkan kesabaran, doa, gotong royong, dan kepedulian. Allah SWT berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11) Bagi orang beriman, musibah tidak berarti berhenti berharap. Selalu ada ruang untuk bangkit, saling menguatkan, dan mengambil hikmah dari setiap keadaan. 2. Bencana Menumbuhkan Kepedulian Ketika melihat saudara kita kehilangan tempat tinggal, kesulitan mendapatkan makanan, kekurangan air bersih, atau kehilangan sumber penghasilan, kita mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesulitan mereka. Namun, kita dapat mengambil bagian untuk meringankannya. Islam mengajarkan bahwa orang-orang beriman memiliki hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim) Hadis tersebut menggambarkan pentingnya solidaritas. Ketika sebagian masyarakat mengalami kesulitan, masyarakat lainnya tidak seharusnya tinggal diam. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk: tenaga, makanan, air bersih, pakaian, layanan kesehatan, dukungan pemulihan, maupun bantuan finansial melalui zakat, infak, dan sedekah. 3. Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama Zakat merupakan salah satu rukun Islam sekaligus bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Allah SWT berfirman: “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43) Zakat mengajarkan bahwa di dalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita terdapat kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan...” (QS. At-Taubah: 60) Ayat tersebut menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dalam konteks kebencanaan, masyarakat yang terdampak dapat menjadi penerima zakat apabila mereka termasuk dalam kategori mustahik, misalnya menjadi fakir atau miskin akibat kehilangan harta dan sumber penghidupan. Karena itu, penyaluran zakat kepada korban bencana harus tetap memperhatikan ketentuan syariat dan status penerimanya sebagai mustahik. Sementara itu, untuk kebutuhan kemanusiaan yang lebih luas dan tidak secara langsung terkait dengan penerima zakat, infak dan sedekah dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat terdampak. Dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan mereka. BAZNAS juga menempatkan program kemanusiaan sebagai salah satu ruang pendistribusian zakat kepada mustahik yang terdampak bencana. Selain itu Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Syukur. Zakat memiliki ketentuan dan penerima yang telah ditetapkan oleh syariat. Sementara infak dan sedekah memiliki cakupan pemberian yang lebih luas. Keduanya dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari menempatkan zakat bukan hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Mari menjadikan infak bukan sekadar pemberian, tetapi sebagai wujud rasa syukur. Mari menjadikan sedekah bukan hanya sebagai amal pribadi, tetapi juga sebagai jalan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di tengah bencana, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari proses pemulihan. 4. Syukur Ketika Allah Memberikan Keselamatan Ketika bencana terjadi di suatu daerah, sebagian dari kita mungkin berada dalam keadaan aman. Rumah masih berdiri, keluarga masih berkumpul, pekerjaan masih berjalan, dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. Keadaan tersebut merupakan nikmat yang patut disyukuri. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7) Namun, syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah. Syukur juga berarti menggunakan nikmat Allah SWT untuk kebaikan. Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, salah satu bentuk syukurnya adalah menunaikan zakat dan membantu orang yang membutuhkan. Ketika Allah memberikan kesehatan, kita dapat menggunakannya untuk membantu sesama. Ketika Allah memberikan keselamatan dari bencana, kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan hadir membantu saudara-saudara yang sedang diuji. Dengan demikian, syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan. 5. Membantu Sesama, Meringankan Kesulitan Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi orang yang membantu meringankan kesulitan saudaranya. “Barang siapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim) Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa membantu sesama bukanlah sebuah kerugian. Apa yang kita berikan mungkin terlihat kecil di mata manusia, tetapi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan. Sebungkus makanan mungkin sederhana bagi kita, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang sedang kehilangan sumber makanan. Sejumlah uang mungkin tidak besar bagi kita, tetapi dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang yang kehilangan penghasilan. Setetes kepedulian mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dapat menjadi gelombang solidaritas yang besar. 6. Musibah Menjadi Momentum Kebaikan Bencana mengajarkan kepada kita bahwa harta, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan keselamatan adalah nikmat yang sangat berharga. Hari ini kita mungkin sedang berada dalam keadaan lapang. Namun, kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita di masa mendatang. Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kemampuan, mari menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak infak serta sedekah. Ketika saudara kita tertimpa musibah, mari hadir dengan kepedulian. Ketika mereka kehilangan, mari membantu. Ketika mereka lemah, mari menguatkan. Ketika mereka kehilangan harapan, mari bersama-sama menghadirkan kembali harapan. Sebab, syukur yang sejati bukan hanya tentang menikmati nikmat yang kita miliki, tetapi juga tentang menggunakan nikmat tersebut untuk memberi manfaat kepada sesama. Pada akhirnya, bencana mengajarkan tiga hal penting. Pertama, sabar ketika diuji. Musibah adalah bagian dari kehidupan dan orang beriman diajarkan untuk bersabar serta memohon pertolongan Allah SWT. Kedua, bersyukur ketika diberikan keselamatan dan kelapangan. Nikmat yang kita rasakan adalah amanah yang harus dijaga dan digunakan untuk kebaikan. Ketiga, berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan kepedulian dan membantu meringankan beban sesama. (ditulis dari berbagai sumber)
04/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
SEDEKAH AIR: AMALAN YANG TERUS MENGALIR PAHALANYA
SEDEKAH AIR: AMALAN YANG TERUS MENGALIR PAHALANYA
Air adalah sumber kehidupan yang Allah SWT karuniakan kepada seluruh makhluk-Nya. Tidak ada manusia, hewan, maupun tumbuhan yang mampu bertahan hidup tanpa air. Di dalam Islam, memberikan air kepada orang yang membutuhkan termasuk salah satu bentuk sedekah yang paling utama. Bahkan Rasulullah SAW menyebut sedekah air sebagai sedekah yang paling afdal karena manfaatnya langsung dirasakan oleh kehidupan. Di berbagai daerah Indonesia, terutama ketika musim kemarau panjang datang, masih banyak masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Sumur mengering, mata air menyusut, dan warga harus berjalan jauh hanya untuk memperoleh beberapa jerigen air. Pada kondisi seperti ini, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus ibadah yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Berikut keutamaan sedekah air berdasarkan Al-Qur'an, hadis. A. Keutamaan Sedekah Air dalam Al-Qur'an 1. Air Adalah Sumber Kehidupan Allah SWT berfirman: "Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya' : 30) Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kehidupan di bumi berasal dari air. Air bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi tanda kebesaran Allah yang menopang keberlangsungan seluruh makhluk. Karena air menjadi sebab kehidupan, maka membantu orang memperoleh air berarti ikut menjaga kehidupan yang Allah amanahkan. 2. Allah Menurunkan Air Sebagai Rahmat Allah SWT berfirman: "Dialah yang menurunkan air hujan dari langit untuk kamu; sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan." (QS. An-Nahl : 10) Air disebut sebagai rahmat Allah. Maka ketika seorang mukmin berbagi air kepada sesama, ia sedang menjadi perantara turunnya rahmat Allah kepada orang lain. 3. Perintah Berbuat Kebaikan Allah SWT berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan." (QS. Al-Maidah : 2) Sedekah air merupakan implementasi nyata dari perintah saling menolong dalam kebaikan. B. Keutamaan Sedekah Air dalam Hadis Nabi 1. Sedekah yang Paling Utama Dari Sa'ad bin Ubadah RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia. Sedekah apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Memberikan air." (HR. Abu Dawud No. 1679 dan An-Nasa'i) Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah air memiliki kedudukan yang sangat tinggi dibandingkan bentuk sedekah lainnya karena manfaatnya sangat luas karena Air dibutuhkan semua orang, air menyelamatkan kehidupan, air menjadi kebutuhan primer yang tidak dapat digantikan. 2. Memberi Minum Mendapat Ampunan Allah Rasulullah SAW bersabda: "Ada seorang laki-laki yang sangat kehausan, lalu ia turun ke sumur dan minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing menjulurkan lidah karena haus. Laki-laki itu kembali turun ke sumur, mengambil air dengan sepatunya, lalu memberi minum anjing tersebut. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari No. 2363 dan Muslim No. 2244) 3. Pahala Terus Mengalir Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631) Sedekah air merupakan amalan yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan. Melalui sedekah air, kita membantu menghilangkan dahaga, menjaga kesehatan, memudahkan orang beribadah, sekaligus menjadi jalan menyelamatkan kehidupan. Rasulullah SAW bahkan menyebut memberikan air sebagai salah satu sedekah yang paling utama, dan selama air itu terus dimanfaatkan, pahalanya akan terus mengalir sebagai sedekah jariyah. Menyediakan sumur, tandon, saluran, maupun fasilitas air bersih adalah contoh sedekah jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Teladan terbaik datang dari Utsman bin Affan RA yang membeli Sumur Raumah di Madinah lalu mewakafkannya untuk kepentingan umat, sehingga manfaatnya terus dirasakan hingga kini. Di tengah musim kemarau dan krisis air bersih yang masih dialami banyak wilayah, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat rahmatan lil 'alamin. Semoga setiap tetes air yang kita sedekahkan menjadi sebab turunnya rahmat Allah, keberkahan rezeki, penghapus dosa, dan pahala yang terus mengalir. MARI bergabung dalam gerakan Sedekah Air BAZNAS Kulon Progo untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak krisis air bersih. Setiap donasi yang Anda berikan menjadi ikhtiar menghadirkan air bersih bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan Sedekah Air Anda melalui: https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
21/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah. Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6) Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam. Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan. Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial. Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan. Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Wallahu a'lam bish-shawab (ditulis dari berbagai sumber) Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP