WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. ?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK. “Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026). Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai. BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT. “Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid. Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 264/HUM-BAZ/VIII/2026 Senin, 17 Agustus 2026
18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih dengan menjangkau 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten di 6 provinsi di Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana. Selain pendistribusian melalui truk tangki, bantuan tersebut juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. "Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Sodik mengatakan, untuk memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, bentuk intervensi yang diberikan BAZNAS disesuaikan dengan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air dan karakteristik setiap wilayah. "Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," kata Sodik. Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. "Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," jelas Sodik. Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS RI akan terus mengarahkan pelaksanaan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat menjadi penguat dan membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih. "Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (BAZNAS) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," ujar Sodik. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 252/HUM-BAZ/VIII/2026 Selasa, 11 Agustus 2026
12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) membangun kolaborasi dalam menyelenggarakan program Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Keluarga Rentan melalui optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Adapun penerima manfaat program ditujukan bagi anak yatim piatu, dhuafa, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak korban bencana, anak terlantar, hingga anak dalam situasi khusus, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan LPAI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan, serta Wakil Ketua Umum 3 LPAI Ir. Titik Suharyati. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak dan penguatan keluarga rentan melalui potensi pengelolaan ZIS. "Kami melihat banyak ruang program yang dapat disinergikan, mulai dari bantuan akses pendidikan dan beasiswa anak prasejahtera, bantuan kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di lingkungan khusus seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)," ujar Rizaludin. Selain pemenuhan kebutuhan dasar anak, Rizaludin menilai penguatan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak. "Ketika ekonomi keluarga kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari potensi kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi," kata Rizaludin. Untuk mendukung berbagai program tersebut, Rizaludin menjelaskan, BAZNAS memiliki sumber dana yang dihimpun dari berbagai instrumen. Selain dana zakat yang peruntukannya khusus bagi mustahik Muslim, BAZNAS juga mengelola dana infak terikat, sedekah, serta partisipasi CSR korporasi. "Keberadaan dana infak dan CSR ini memberikan fleksibilitas bagi BAZNAS mendukung LPAI untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dari kelompok masyarakat rentan secara inklusif termasuk anak-anak di wilayah perbatasan, daerah bencana, hingga luar negeri tanpa terkendala batasan-batasan teknis penyaluran," ujarnya. Rizaludin berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dari kelompok rentan. Ia menilai isu perlindungan anak dan kesehatan menjadi perhatian penting. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam membersamai LPAI memperkuat perlindungan anak Indonesia. "Masalah perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, LPAI membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga negara serta lembaga zakat nasional seperti BAZNAS," ujar Samsul Ridwan. "Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan anak-anak korban kekerasan, anak yatim piatu, anak di wilayah bencana, hingga anak pekerja migran di daerah perbatasan yang kehilangan hak dasar atas akta kelahiran, pendidikan, dan kesehatan, bisa mendapatkan hak-haknya kembali," ucapnya. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Divisi Ritel BAZNAS RI Arief Budiman, Kepala Divisi Digital Fahrudin, serta Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS RI Tri Hadian, S.T. SIARAN PERS Nomor: 256/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 12 Agustus 2026
12/08/2026 | Humas BAZNAS RI

Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN Hari : Senin Tanggal : 27 Juli 2026 Waktu : 08.00 WIB Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora Petugas : 1. H. Agus Nuryanto 2. Edi Kurniawan

28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN Hari : Rabu Tanggal : 8 Juli 2026 Waktu : 07.00 WIB Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang Petugas : 1. Jumanto, S.H 2. Ghufron Fauzi, S.E

08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman. Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.

24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Artikel Terbaru

Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. 1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi) Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya. Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan. 2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan) Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari: “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya. Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al) Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172: Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh. Dampak Syukur dalam Kehidupan Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan. 1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162: Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. 2. Menumbuhkan Sikap Tawakal Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3: Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45: Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya. 4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah. Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya. Penutup Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya; Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah di tulis dari berbagai sumber
30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang kehilangan sosok pelindung dalam hidupnya. Memuliakan anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah Swt. Setiap perhatian, kasih sayang, pendidikan, pendampingan, maupun bantuan yang diberikan kepada anak yatim menjadi amal saleh yang mendatangkan keberkahan, membuka pintu rezeki, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Berikut tujuh keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah Saw. A. Allah Menjanjikan Surga bagi Orang yang Memelihara Anak Yatim Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang dengan ikhlas memenuhi kebutuhan anak yatim. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa “siapa saja yang memelihara anak yatim, memberikan makan dan minum kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama ia menjaga keimanannya dan tidak melakukan dosa syirik”. B. Berkesempatan Dekat dengan Rasulullah Saw. di Surga Salah satu impian terbesar setiap muslim adalah dapat berkumpul bersama Rasulullah Saw. di surga. Kesempatan mulia tersebut dijanjikan kepada orang yang mengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini." Beliau kemudian merapatkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai isyarat betapa dekatnya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan beliau kelak. C. Mendapat Pertolongan Allah dalam Setiap Urusan Menolong anak yatim termasuk salah satu bentuk membantu sesama muslim. Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Oleh karena itu, setiap bantuan yang diberikan kepada anak yatim, baik berupa santunan, pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan, menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam kehidupan dunia maupun akhirat. D. Digolongkan sebagai Orang-Orang Abrar Allah Swt. memuji orang-orang yang gemar berbagi kepada anak yatim sebagai golongan abrar atau orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." Sebagai balasan, Allah menjanjikan berbagai kenikmatan surga bagi mereka yang senantiasa berbuat baik dengan penuh keikhlasan. E. Memperoleh Pahala yang Terus Mengalir Menyantuni anak yatim merupakan bagian dari mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf). Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Artinya, ketika bantuan yang diberikan mampu mengantarkan anak yatim menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pahala kebaikan tersebut akan terus mengalir kepada orang-orang yang telah mendukungnya. F. Menjadi Amal Jariah yang Tidak Terputus Mengasuh dan mendidik anak yatim hingga menjadi anak yang saleh merupakan investasi amal jangka panjang. Rasulullah Saw. bersabda “bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” Kasih sayang serta pendidikan yang diberikan kepada anak yatim dapat menjadi sebab lahirnya doa-doa tulus yang terus mengalir sebagai pahala bagi orang yang telah membimbing mereka. G. Menjadi Pelindung dari Siksa Neraka Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lembut, serta memahami keadaan mereka akan mendapatkan perlindungan dari azab Allah pada hari kiamat. Keutamaan ini menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kepedulian Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Anak Yatim, Menyantuni anak yatim tidak harus selalu dalam bentuk uang. Memberikan kesempatan belajar, mendampingi pendidikan, memenuhi kebutuhan kesehatan, menjadi orang tua asuh, hingga menghadirkan kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang merupakan bentuk kepedulian yang sangat bernilai di sisi Allah Swt. Melalui dukungan masyarakat, anak-anak yatim memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim melalui berbagai program santunan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan berkelanjutan. Setiap infak, sedekah, dan zakat yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai investasi akhirat. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta mengantarkan kita meraih ridha Allah Swt. Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah Diolah dari berbagai sumber
10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Keutamaan Shalat Dhuha: Pembuka Rezeki, Penghapus Dosa, dan Jalan Menuju Surga
Keutamaan Shalat Dhuha: Pembuka Rezeki, Penghapus Dosa, dan Jalan Menuju Surga
Shalat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon rezeki kepada Allah Swt., shalat dhuha juga menjadi bukti rasa syukur atas nikmat yang diberikan setiap pagi. Dalam hadis qudsi, Allah Swt. berfirman bahwa siapa yang menjaga shalat dhuha empat rakaat pada pagi hari, maka Allah akan mencukupi seluruh kebutuhannya hingga sore hari. Janji ini menunjukkan bahwa shalat dhuha adalah amalan yang mendatangkan keberkahan dan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah. Tidak hanya itu, shalat dhuha juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam shalat wajib. Pada hari kiamat, shalat merupakan amal pertama yang dihisab. Apabila terdapat kekurangan dalam shalat fardu, maka Allah akan menyempurnakannya dengan amalan shalat sunnah, termasuk shalat dhuha. Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menjaga ibadah pagi dengan berdzikir hingga matahari terbit kemudian melaksanakan shalat dhuha akan memperoleh perlindungan dari siksa api neraka. Bahkan dalam hadis lainnya disebutkan, orang yang istiqamah melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua belas rakaat akan dibangunkan sebuah istana di surga. Berikut beberapa keutamaan shalat dhuha yang disebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah Saw.: 1. Membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan hidup. 2. Menghapus dosa-dosa bagi orang yang istiqamah mengerjakannya. 3. Menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib. 4. Menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh setiap pagi. 5. Mendapat perlindungan dari siksa neraka. 6. Dibangunkan istana di surga bagi yang melaksanakannya secara rutin. 7. Dicatat sebagai golongan awwaabin, yaitu orang-orang yang senantiasa kembali dan taat kepada Allah. 8. Tidak termasuk orang-orang yang lalai dalam mengingat Allah. Setelah menunaikan shalat dhuha, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa kepada Allah agar diberikan kemudahan, keberkahan rezeki, serta kelapangan dalam setiap urusan. Namun, ikhtiar tidak berhenti pada doa saja. Rezeki juga dapat dijemput melalui amal saleh lainnya, salah satunya adalah bersedekah. Allah Swt. menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi hamba-Nya yang gemar menginfakkan hartanya di jalan kebaikan. Mari jadikan shalat dhuha sebagai kebiasaan harian sekaligus melengkapi ikhtiar dengan memperbanyak sedekah. Sedekah Mudah di BAZNAS Kulon Progo : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah diolah dari berbagai sumber
10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP