WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFR., menyampaikan pentingnya penguatan literasi filantropi Islam yang modern, khususnya di kalangan generasi muda, guna meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu tamu pada Sesi Inspirasi dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang diselenggarakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). Rizaludin mengatakan, penguatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. Hal itu, tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan BAZNAS secara berkala. “Dari riset BAZNAS sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," ujar Rizaludin. Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi zakat di Indonesia. "Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya. Dari kondisi tersebut, Rizaludin menilai, pendidikan filantropi Islam penting diberikan sejak dini. Menurutnya, pembelajaran tersebut juga perlu memberikan pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong perubahan perilaku. Ia juga mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan praktik, seperti manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler filantropi Islam. Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang dikembangkannya di BAZNAS melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat. "Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," jelasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2026 Minggu, 6 September 2026
07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Layanan ini hadir berkat sinergi antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Sulteng, dan pemerintah daerah dengan mengerahkan tim medis gabungan, mulai dari dokter, perawat, dan analis. Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis, hingga pemberian obat dan vitamin secara gratis. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut layanan kesehatan pascabencana ini ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik korban sekaligus mencegah komplikasi penyakit lanjutan, terutama bagi kelompok lansia. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memulihkan kondisi fisik para korban pascabencana serta mengingatkan pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan pascabencana penting untuk membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan mereka tetap menjadi perhatian selama masa pemulihan. Idy juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak banjir bandang di Parigi Moutong. “Mari kita bersama-sama mengulurkan tangan dan memanjatkan doa terbaik agar saudara-saudara kita di Parigi Moutong diberikan kekuatan serta ketabahan untuk segera bangkit dari masa sulit ini,” ujar Idy. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah warga dengan keluhan dan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, seperti kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan asam urat tinggi. Keluhan lain yang ditemukan antara lain dispepsia, ISPA, hipertensi, myalgia, serta diare akut. Bencana banjir bandang yang melanda Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) telah merusak puluhan rumah dan melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi. Berdasarkan data terkini BPBD, sebanyak 32 jiwa dari 10 KK masih menempati tenda PMI dan Kemensos. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 307/HUM-BAZ/IX/2026 Jumat, 4 September 2026
07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bagikan Masker 
BAZNAS Bagikan Masker 
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan upaya ini menjadi bentuk respons tanggap darurat BAZNAS dalam melindungi kesehatan masyarakat dari risiko gangguan saluran pernapasan akibat abu vulkanik. "Aksi sigap ini kami lakukan untuk meminimalkan dampak buruk abu vulkanik terhadap kondisi kesehatan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (7/9/2026). Di kawasan Jabodetabek, tim BAZNAS membagikan masker kepada para pengguna jalan di sepanjang Jalan Raya Matraman, Jakarta, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah Sawangan dan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat. Sementara itu, di Provinsi Lampung, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran turut menggelar aksi sosial serupa dengan membagikan masker secara langsung kepada warga terdampak di Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran. "Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kondisi kesehatan dan selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama terpapar abu vulkanik," tutur Idy. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 309/HUM-BAZ/IX/2026 Senin, 7 September 2026
07/09/2026 | Humas BAZNAS RI

Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN Hari : Senin Tanggal : 27 Juli 2026 Waktu : 08.00 WIB Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora Petugas : 1. H. Agus Nuryanto 2. Edi Kurniawan

28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN Hari : Rabu Tanggal : 8 Juli 2026 Waktu : 07.00 WIB Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang Petugas : 1. Jumanto, S.H 2. Ghufron Fauzi, S.E

08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman. Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.

24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Artikel Terbaru

MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah. Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6) Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam. Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan. Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial. Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan. Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Wallahu a'lam bish-shawab (ditulis dari berbagai sumber) Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. 1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi) Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya. Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan. 2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan) Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari: “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya. Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al) Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172: Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh. Dampak Syukur dalam Kehidupan Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan. 1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162: Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. 2. Menumbuhkan Sikap Tawakal Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3: Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45: Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya. 4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah. Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya. Penutup Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya; Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah di tulis dari berbagai sumber
30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang kehilangan sosok pelindung dalam hidupnya. Memuliakan anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah Swt. Setiap perhatian, kasih sayang, pendidikan, pendampingan, maupun bantuan yang diberikan kepada anak yatim menjadi amal saleh yang mendatangkan keberkahan, membuka pintu rezeki, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Berikut tujuh keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah Saw. A. Allah Menjanjikan Surga bagi Orang yang Memelihara Anak Yatim Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang dengan ikhlas memenuhi kebutuhan anak yatim. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa “siapa saja yang memelihara anak yatim, memberikan makan dan minum kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama ia menjaga keimanannya dan tidak melakukan dosa syirik”. B. Berkesempatan Dekat dengan Rasulullah Saw. di Surga Salah satu impian terbesar setiap muslim adalah dapat berkumpul bersama Rasulullah Saw. di surga. Kesempatan mulia tersebut dijanjikan kepada orang yang mengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini." Beliau kemudian merapatkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai isyarat betapa dekatnya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan beliau kelak. C. Mendapat Pertolongan Allah dalam Setiap Urusan Menolong anak yatim termasuk salah satu bentuk membantu sesama muslim. Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Oleh karena itu, setiap bantuan yang diberikan kepada anak yatim, baik berupa santunan, pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan, menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam kehidupan dunia maupun akhirat. D. Digolongkan sebagai Orang-Orang Abrar Allah Swt. memuji orang-orang yang gemar berbagi kepada anak yatim sebagai golongan abrar atau orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." Sebagai balasan, Allah menjanjikan berbagai kenikmatan surga bagi mereka yang senantiasa berbuat baik dengan penuh keikhlasan. E. Memperoleh Pahala yang Terus Mengalir Menyantuni anak yatim merupakan bagian dari mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf). Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Artinya, ketika bantuan yang diberikan mampu mengantarkan anak yatim menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pahala kebaikan tersebut akan terus mengalir kepada orang-orang yang telah mendukungnya. F. Menjadi Amal Jariah yang Tidak Terputus Mengasuh dan mendidik anak yatim hingga menjadi anak yang saleh merupakan investasi amal jangka panjang. Rasulullah Saw. bersabda “bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” Kasih sayang serta pendidikan yang diberikan kepada anak yatim dapat menjadi sebab lahirnya doa-doa tulus yang terus mengalir sebagai pahala bagi orang yang telah membimbing mereka. G. Menjadi Pelindung dari Siksa Neraka Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lembut, serta memahami keadaan mereka akan mendapatkan perlindungan dari azab Allah pada hari kiamat. Keutamaan ini menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kepedulian Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Anak Yatim, Menyantuni anak yatim tidak harus selalu dalam bentuk uang. Memberikan kesempatan belajar, mendampingi pendidikan, memenuhi kebutuhan kesehatan, menjadi orang tua asuh, hingga menghadirkan kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang merupakan bentuk kepedulian yang sangat bernilai di sisi Allah Swt. Melalui dukungan masyarakat, anak-anak yatim memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim melalui berbagai program santunan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan berkelanjutan. Setiap infak, sedekah, dan zakat yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai investasi akhirat. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta mengantarkan kita meraih ridha Allah Swt. Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah Diolah dari berbagai sumber
10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP