Berita Terkini
Hadir Lebih Cepat, Dirjen Bimas Islam Sebut BAZNAS Andalan Penanganan Musibah
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI sekaligus Pimpinan Ex-Officio Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyebut BAZNAS sebagai lembaga andalan yang memiliki respons amat cepat dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah.
Hal tersebut disampaikan Abu Rokhmad saat menjadi narasumber pada Zakat Strategic Talks yang merupakan rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Memaparkan materi bertema “Memperkuat Ekosistem Zakat Nasional: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Kepercayaan Masyarakat”, Abu Rokhmad menilai BAZNAS memiliki keunggulan fleksibilitas pelayanan dalam menyalurkan bantuan dana sosial keagamaan di lapangan.
"Kita semua merasakan bagaimana teman-teman BAZNAS itu bergerak jauh lebih cepat daripada mesin birokrasi pemerintahan yang kita punya," jelas Abu Rokhmad.
Kehadiran jajaran BAZNAS yang sigap tanpa birokrasi berbelit di lokasi bencana menjadikannya sebagai tumpuan utama pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui peran strategis ini, ia berharap BAZNAS dapat terus memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga utama pengelola zakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Bapak, Ibu sekarang menjadi andalan yang terus akan disebut ketika ada sesuatu yang di luar kendali kita itu betul-betul terjadi," ujar Abu Rokhmad di hadapan sekitar 1.300 peserta perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 394/HUM-BAZ/X/2026
Rabu, 14 Oktober 2026
14/10/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Tetapkan Target Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional 2027 Capai Rp70 Triliun
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun secara nasional, termasuk BAZNAS provinsi dan kota/Kabupaten, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia guna memperluas manfaat bagi umat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Sodik mengatakan, target tersebut sekaligus menjadi arah bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia untuk memperkuat penghimpunan dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berdampak luas.
"Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun," jelas Sodik.
Sodik menyampaikan, target ini hanya dapat dicapai bila seluruh BAZNAS daerah bergerak bersama, didukung pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra.
"Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas , kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki," kata Sodik.
Rakornas BAZNAS 2026 diikuti oleh perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama para Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.Ε., Μ.Μ., Μ.Η., Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., Μ.Η., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani, B.A., Μ.Β.Α.
Pada Kamis, 15 Oktober, Rakornas BAZNAS 2026 akan ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, lalu dilanjutkan dengan Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut, bersama strategi yang disepakati di setiap komisi, adalah hasil utama yang kami targetkan dari Rakornas ini.
Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025 Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK., serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 390/HUM-BAZ/X/2026
Selasa, 13 Oktober 2026
13/10/2026 | Humas BAZNAS RI
Ketua MPR Apresiasi Kiprah BAZNAS Bantu Masyarakat hingga Palestina
Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kiprah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu masyarakat, termasuk kontribusinya bagi masyarakat Palestina.
Melalui berbagai program, BAZNAS membantu masyarakat mulai dari penyediaan air bersih, beasiswa, bantuan modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembangunan rumah layak huni.
Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.
Muzani menilai, berbagai program BAZNAS menunjukkan peran nyata lembaga tersebut dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Apa yang dikerjakan oleh BAZNAS itu sudah benar. Kalau ada kekeringan air, BAZNAS itu ada. Kalau ada beasiswa kurang, BAZNAS memberi. Kalau ada modal kurang, modal UMKM BAZNAS membantu. Kalau ada rumah tidak layak huni, BAZNAS ikut membangun,” ujar Muzani, Selasa (13/10/2026).
Ia juga menyampaikan, langkah BAZNAS dalam memulai dan menjalankan program bantuan merupakan kontribusi yang patut diapresiasi.
“Kalau kurang pasti kurang, tapi yang luar biasa adalah BAZNAS sudah memulai itu semua,” katanya.
Muzani menegaskan, kontribusi BAZNAS tidak hanya berupa penyaluran bantuan, tetapi juga upaya jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pengelolaan zakat, BAZNAS diharapkan mampu mendorong masyarakat yang semula menjadi mustahik atau penerima zakat agar kelak mandiri secara ekonomi dan menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
“Ini amal BAZNAS, ini andil BAZNAS mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat dari mustahik menjadi muzaki,” tuturnya.
Muzani juga menyampaikan, "BAZNAS harus hadir di tengah masyarakat. BAZNAS harus melayani masyarakat. BAZNAS harus hadir pada saat diperlukan, baik ketika masyarakat ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah maupun ketika mereka membutuhkan pertolongan. Itulah yang ingin dibicarakan dalam Rakornas hari ini."
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ambassador of Jordan to Indonesia, H.E. Mr. Sudqi Atallah Abdel Qader Al-Omoush, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Kepala BPKH, Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 391/HUM-BAZ/X/2026
Rabu, 13 Oktober 2026
13/10/2026 | Humas BAZNAS RI
Agenda Pimpinan

Rakor Penyusunan RKAT Tahun 2027 UPZ Kemenag
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Rabu
Tanggal : 23 September 2026
Waktu : 08.00 WIB
Acara : Rakor Penyusunan RKAT Tahun 2027 UPZ Kemenag
Tempat : RM Langgengsari Mbulu Pengasih
Petugas :
1. Bp. Agus
2. Junjung
23-09-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Perayaan HUT ke 21 HIMPAUDI
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Kamis
Tanggal : 24 September 2026
Waktu : 08.00-11.00 WIB
Acara : Perayaan HUT ke 21 HIMPAUDI
Tempat : Taman Budaya Kulon Progo
Petugas :
1. Ibu Widiastuti
24-09-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS Kulon Progo Perkuat Sinergi dengan Kodim 0731/Kulon Progo
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melakukan audiensi dengan Kodim 0731/Kulon Progo sebagai upaya memperkuat sinergi dalam optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta penguatan kerja sama penyaluran program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan Audiensi H. Alfanuha Yushida, M.PMat, H.Jumanto, SH, Sugiyanta, S.Pd.I, H. Agus Nuryanto, S.M dan Pelaksana Alex Kurniawan. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komandan Kodim 0731/Kulon Progo di Markas Kodim 0731/Kulon Progo pada Selasa 28 Juli 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut, BAZNAS Kulon Progo memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama dalam penghimpunan ZIS di lingkungan Kodim serta sinergi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa BAZNAS tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan kolaborasi dengan Kodim 0731/Kulon Progo menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan program-program yang lebih luas manfaatnya bagi masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol. Inf. Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. menyambut baik kunjungan dan audiensi dari BAZNAS Kulon Progo. Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan BAZNAS dalam membantu masyarakat serta menyatakan kesiapan Kodim untuk mendukung program-program kemaslahatan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah penguatan kerja sama yang lebih konkret antara BAZNAS Kulon Progo dan Kodim 0731/Kulon Progo, baik dalam optimalisasi penghimpunan ZIS maupun pelaksanaan berbagai program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, penanganan bencana, serta kegiatan kemanusiaan lainnya demi terwujudnya Kulon Progo yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Ayo Bayar ZIS Melalui BAZNAS Kulon Progo Mudah dan Praktis Klik Link berikut:
Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
31-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Berita Pendistribusian

Penyaluran bantuan tranportasi berobat
Penyaluran bantuan tranportasi berobat, warga kokap
24/09/2026 | Humas BAZNAS KP

Safari Jumat 18 September 2026
Penyaluran bantuan di lokasi Safari Jumat kabupaten di masjid Darunnajah, Karangrejo, Karangwuni, Wates, Kulon Progo Jumat, 18 September 2026
18/09/2026 | Humas BAZNAS KP

Safari Jumat, 11 September 2026
Penyaluran bantuan biaya hidup (Fakir) dan pengembangan masjid pada acara safari jumat pemkab kulon progo di Masjid Al Iman, Kliwonan, Banjarharjo, Kalibawang (Jumat, 11 September 2026)
11/09/2026 | Humas BAZNAS KP
Artikel Terbaru
SHALAT DAN ZAKAT: Solusi Permasalahan Umat
Shalat dan zakat merupakan dua ibadah utama yang selalu disebut berdampingan dalam Al-Qur'an sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Shalat membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT sekaligus membentuk akhlak, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" (QS. Al-'Ankabut: 45). Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama (HR. Tirmidzi), sehingga menjadi solusi bagi krisis moral dan spiritual yang dihadapi umat.
Di sisi lain, zakat adalah solusi Islam terhadap persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Allah SWT berfirman, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka" (QS. At-Taubah: 103). Melalui zakat, harta menjadi lebih berkah, kebutuhan fakir miskin terpenuhi, serta tumbuh rasa kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat. Pengelolaan zakat yang amanah juga mampu memperkuat ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Shalat dan zakat menyempurnakan iman karena menggabungkan hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Allah SWT menjanjikan pahala dan ketenangan bagi orang yang beriman, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat (QS. Al-Baqarah: 277). Oleh karena itu, ketika umat istiqamah menjaga shalat dan menunaikan zakat, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, saling menolong, dan memperoleh keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.
Shalat dan zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi solusi nyata bagi berbagai permasalahan umat. Shalat memperbaiki hati, akhlak, dan kedisiplinan hidup, sedangkan zakat mengatasi kemiskinan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan keadilan sosial. Apabila keduanya diamalkan secara istiqamah, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, dan berkemajuan sebagaimana cita-cita Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
18/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MANFAAT ZAKAT
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki manfaat besar bagi fakir dan miskin sebagai golongan utama penerima zakat (mustahik). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin...” (QS. At-Taubah: 60). Melalui zakat, kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, kesehatan, dan pendidikan dapat terpenuhi, sekaligus menjadi sarana pemerataan kesejahteraan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang mampu (QS. Al-Hasyr: 7).
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya kepedulian sosial melalui sabdanya, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa zakat tidak hanya membantu fakir miskin bertahan hidup, tetapi juga mendorong mereka menjadi pribadi yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan sehingga memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup.
Kisah Khalifah Umar bin Khattab RA menjadi teladan nyata kepedulian terhadap fakir miskin. Ketika menemukan seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan, Umar memikul sendiri gandum dari Baitul Mal dan memasakkan makanan hingga mereka kenyang. Kisah ini menunjukkan bahwa zakat dan kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, zakat tidak hanya meringankan beban kaum dhuafa, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan keberkahan, keadilan sosial, dan mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan.
11/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BENCANA, ZAKAT, DAN SYUKUR
Bencana dapat datang tanpa mengenal waktu. Dalam sekejap, rumah dapat rusak, harta benda hilang, mata pencaharian terhenti, dan kehidupan masyarakat berubah. Di tengah ujian tersebut, Islam mengajarkan kesabaran kepada mereka yang terdampak sekaligus kepedulian kepada mereka yang diberikan kemampuan untuk membantu.
Bencana bukan hanya tentang kehilangan. Di balik sebuah musibah, terdapat pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, solidaritas, dan rasa syukur. Bagi mereka yang sedang diuji, musibah menjadi momentum untuk bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT. Sementara bagi mereka yang masih diberikan kelapangan, musibah menjadi pengingat bahwa setiap nikmat adalah amanah yang semestinya diwujudkan dalam kebaikan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah.
1. Bencana dan Ujian Kehidupan
Allah SWT telah mengingatkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian dalam kehidupannya. Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Bencana dapat menjadi ujian yang berat bagi masyarakat yang terdampak, terutama ketika mereka kehilangan rumah, harta, pekerjaan, bahkan orang-orang yang mereka cintai.
Karena itu, ketika musibah terjadi, respons yang seharusnya tumbuh bukanlah saling menyalahkan, melainkan kesabaran, doa, gotong royong, dan kepedulian. Allah SWT berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11)
Bagi orang beriman, musibah tidak berarti berhenti berharap. Selalu ada ruang untuk bangkit, saling menguatkan, dan mengambil hikmah dari setiap keadaan.
2. Bencana Menumbuhkan Kepedulian
Ketika melihat saudara kita kehilangan tempat tinggal, kesulitan mendapatkan makanan, kekurangan air bersih, atau kehilangan sumber penghasilan, kita mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesulitan mereka. Namun, kita dapat mengambil bagian untuk meringankannya. Islam mengajarkan bahwa orang-orang beriman memiliki hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menggambarkan pentingnya solidaritas. Ketika sebagian masyarakat mengalami kesulitan, masyarakat lainnya tidak seharusnya tinggal diam. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk: tenaga, makanan, air bersih, pakaian, layanan kesehatan, dukungan pemulihan, maupun bantuan finansial melalui zakat, infak, dan sedekah.
3. Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama
Zakat merupakan salah satu rukun Islam sekaligus bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Allah SWT berfirman: “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Zakat mengajarkan bahwa di dalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita terdapat kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan...” (QS. At-Taubah: 60)
Ayat tersebut menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dalam konteks kebencanaan, masyarakat yang terdampak dapat menjadi penerima zakat apabila mereka termasuk dalam kategori mustahik, misalnya menjadi fakir atau miskin akibat kehilangan harta dan sumber penghidupan. Karena itu, penyaluran zakat kepada korban bencana harus tetap memperhatikan ketentuan syariat dan status penerimanya sebagai mustahik.
Sementara itu, untuk kebutuhan kemanusiaan yang lebih luas dan tidak secara langsung terkait dengan penerima zakat, infak dan sedekah dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat terdampak. Dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan mereka. BAZNAS juga menempatkan program kemanusiaan sebagai salah satu ruang pendistribusian zakat kepada mustahik yang terdampak bencana.
Selain itu Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Syukur. Zakat memiliki ketentuan dan penerima yang telah ditetapkan oleh syariat. Sementara infak dan sedekah memiliki cakupan pemberian yang lebih luas. Keduanya dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari menempatkan zakat bukan hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Mari menjadikan infak bukan sekadar pemberian, tetapi sebagai wujud rasa syukur. Mari menjadikan sedekah bukan hanya sebagai amal pribadi, tetapi juga sebagai jalan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di tengah bencana, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari proses pemulihan.
4. Syukur Ketika Allah Memberikan Keselamatan
Ketika bencana terjadi di suatu daerah, sebagian dari kita mungkin berada dalam keadaan aman. Rumah masih berdiri, keluarga masih berkumpul, pekerjaan masih berjalan, dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. Keadaan tersebut merupakan nikmat yang patut disyukuri. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
Namun, syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah. Syukur juga berarti menggunakan nikmat Allah SWT untuk kebaikan. Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, salah satu bentuk syukurnya adalah menunaikan zakat dan membantu orang yang membutuhkan. Ketika Allah memberikan kesehatan, kita dapat menggunakannya untuk membantu sesama. Ketika Allah memberikan keselamatan dari bencana, kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan hadir membantu saudara-saudara yang sedang diuji. Dengan demikian, syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan.
5. Membantu Sesama, Meringankan Kesulitan
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi orang yang membantu meringankan kesulitan saudaranya. “Barang siapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa membantu sesama bukanlah sebuah kerugian. Apa yang kita berikan mungkin terlihat kecil di mata manusia, tetapi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan. Sebungkus makanan mungkin sederhana bagi kita, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang sedang kehilangan sumber makanan.
Sejumlah uang mungkin tidak besar bagi kita, tetapi dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang yang kehilangan penghasilan. Setetes kepedulian mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dapat menjadi gelombang solidaritas yang besar.
6. Musibah Menjadi Momentum Kebaikan
Bencana mengajarkan kepada kita bahwa harta, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan keselamatan adalah nikmat yang sangat berharga. Hari ini kita mungkin sedang berada dalam keadaan lapang. Namun, kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita di masa mendatang.
Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kemampuan, mari menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak infak serta sedekah. Ketika saudara kita tertimpa musibah, mari hadir dengan kepedulian. Ketika mereka kehilangan, mari membantu.
Ketika mereka lemah, mari menguatkan. Ketika mereka kehilangan harapan, mari bersama-sama menghadirkan kembali harapan. Sebab, syukur yang sejati bukan hanya tentang menikmati nikmat yang kita miliki, tetapi juga tentang menggunakan nikmat tersebut untuk memberi manfaat kepada sesama.
Pada akhirnya, bencana mengajarkan tiga hal penting. Pertama, sabar ketika diuji. Musibah adalah bagian dari kehidupan dan orang beriman diajarkan untuk bersabar serta memohon pertolongan Allah SWT. Kedua, bersyukur ketika diberikan keselamatan dan kelapangan. Nikmat yang kita rasakan adalah amanah yang harus dijaga dan digunakan untuk kebaikan. Ketiga, berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan kepedulian dan membantu meringankan beban sesama. (ditulis dari berbagai sumber)
04/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BAZNAS TV
Bedah Rumah RTLH
Penulis: Humas BaznasKP
Bantuan ALADIN
Penulis: Humas BaznasKP






