Berita Terkini
Entaskan 302 Ribu Mustahik dari Kemiskinan, BAZNAS RI Raih Best Sharia Awards 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan Excellence in Zakat Empowerment atas keberhasilannya membebaskan 302.994 mustahik dari kemiskinan selama tahun 2025. Apresiasi ini diserahkan dalam ajang Best Sharia Awards 2026 yang digelar Investortrust.id dan Infovesta Utama Syariah di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi nyata BAZNAS dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
"Penghargaan ini patut diapresiasi, karena sekaligus menunjukkan kinerja pemberdayaan kita, pengelolaan dana sosial yang dikelola oleh BAZNAS diakui publik," jelas Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., yang menerima langsung penghargaan tersebut.
Menurutnya, capaian pemberdayaan tersebut makin bermakna sebab 131.952 mustahik yang terentaskan berasal dari kelompok miskin ekstrem, serta 15.649 orang bahkan berhasil ditransformasikan menjadi muzaki atau pemberi zakat.
Saidah turut berterima kasih atas kepercayaan para muzaki, donatur, hingga munfik yang mengamanahkan dananya ke BAZNAS, serta mengapresiasi para mustahik binaan yang gigih memperjuangkan peningkatan taraf hidup mereka.
"Ke depan BAZNAS harus semakin baik, semakin akuntabel, dan semakin terpercaya," kata Saidah.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz menyampaikan ucapan selamat kepada 56 perusahaan, tokoh individual, dan lembaga sektor keuangan syariah yang berhasil meraih penghargaan pada ajang Best Sharia Awards 2026.
Ia mengatakan, ajang tahunan ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja industri perbankan, asuransi, pasar modal, hingga produk investasi syariah yang dinilai konsisten menjaga kepercayaan masyarakat.
"Kepada seluruh penerima penghargaan, kami menyampaikan selamat. Di balik setiap pencapaian ada kerja keras, keberanian, inovasi, disiplin, dan tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat," tuturnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 434/HUM-BAZ/X/2026
Kamis, 29 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama MUI Hingga LAN RI Sepakat Perkuat Regulasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membahas penguatan regulasi dan perbaikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bersama MUI, Kementerian Agama, KemenPANRB, LAN RI, hingga Tenaga Ahli DPR RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Forum ini dilaksanakan sebagai upaya BAZNAS RI dalam menjaring berbagai masukan komprehensif setelah regulasi pengelolaan zakat tersebut resmi masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah DPR RI.
“Seiring berkembangnya dinamika kelembagaan dan tantangan terkait tata kelola, kebutuhan penguatan peran BAZNAS baik sebagai regulator maupun sebagai operator serta penyesuaian terhadap perkembangan hukum nasional, tentu kita memandang bahwa langkah peninjauan dan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 menjadi sebuah keniscayaan,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.
Menurutnya, BAZNAS RI ingin memastikan perubahan regulasi ini berorientasi pada peningkatan akuntabilitas, efisiensi pemungutan, ketepatan penyaluran, serta perlindungan terhadap hak-hak muzaki dan juga hak mustahik di seluruh tanah air.
Seluruh hasil pembahasan dan masukan dari para pemangku kepentingan dalam forum ini selanjutnya ditargetkan langsung oleh tim teknis menjadi draf naskah final untuk dikawal dalam proses legislasi di DPR RI.
"Ini menunjukkan komitmen kuat kami, komitmen kolektif kami ya, untuk memastikan bahwa proses revisi undang-undang ini membawa maslahat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pengelolaan zakat di tanah air," ujar Zainut Tauhid.
Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto, Direktur Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, serta Kepala Biro Media dan Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati.
Selain itu, hadir pula Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM Dr. H. Wahiddudin Adams, S.H., M.A., Penelaah Teknis Kebijakan LAN RI Evy Trisulo, S.H., M.H., Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah 3 KemenPANRB Ugi Cahyo Setiono, S.Kom., serta Jajaran Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI yang diwakili oleh Suratman, S.H., M.H., Edi Hayat, Anton S., Moh. Hasyim, Wahyu Maulana, Faisal Nasution, Abu Bakar, dan Faizah Zuhdi.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 433/HUM-BAZ/X/2026
Rabu, 28 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Kemenag Integrasikan Data SiMBA-DTSEN hingga Daerah, Tingkatkan Akuntabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI terus memperkuat integrasi data penerima manfaat (mustahik) antara Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional, sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas.
Hal tersebut mengemuka dalam konsinyering integrasi SiMBA-DTSEN yang berlangsung di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dihadiri Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, beserta jajaran BAZNAS RI.
Dalam arahannya, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan integrasi data merupakan langkah penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan zakat dan penyaluran dana zakat yang tepat dan efektif.
"Salah satu komitmen BAZNAS adalah mengembangkan akuntabilitas melalui pengelolaan data yang terintegrasi. Sebagaimana komitmen bersama, kita telah memiliki nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengintegrasikan satu data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," jelas Saidah.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, untuk memastikan implementasinya berjalan efektif, BAZNAS RI mendorong penyusunan rencana aksi yang mencakup mekanisme sosialisasi dan konsolidasi BAZNAS di daerah, termasuk dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh daerah di Indonesia
Saidah berharap, melalui pengintegrasian satu data DTSEN dapat membantu meningkatkan validitas data penerima zakat, meminimalkan potensi tumpang tindih maupun duplikasi penyaluran bantuan, mengoptimalkan pemanfaatan ZIS-DSKL, serta memperkuat kualitas pelaporan pengelolaan zakat.
Sementara itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur mengatakan, integrasi tersebut tidak hanya mencakup penyelarasan data, tetapi juga keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program zakat dengan agenda pembangunan nasional.
Ia menilai, dalam konteks ini, BAZNAS memiliki peran utama untuk mendukung agenda konstitusional, yaitu mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengelolaan zakat tidak hanya berlandaskan norma undang-undang dan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga harus Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Amil zakat harus memastikan bahwa orang yang menerima zakat, infak, dan sedekah memang memenuhi kriteria,” ujarnya.
Prof Waryono menyampaikan, melalui penguatan integrasi, pemadanan, dan penertiban data, Kemenag RI berharap pengelolaan zakat nasional semakin akuntabel dan terkoordinasi.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 432/HUM-BAZ/X/2026
Rabu, 28 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI
Agenda Pimpinan

Rakor Penyusunan RKAT Tahun 2027 UPZ Kemenag
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Rabu
Tanggal : 23 September 2026
Waktu : 08.00 WIB
Acara : Rakor Penyusunan RKAT Tahun 2027 UPZ Kemenag
Tempat : RM Langgengsari Mbulu Pengasih
Petugas :
1. Bp. Agus
2. Junjung
23-09-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Perayaan HUT ke 21 HIMPAUDI
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Kamis
Tanggal : 24 September 2026
Waktu : 08.00-11.00 WIB
Acara : Perayaan HUT ke 21 HIMPAUDI
Tempat : Taman Budaya Kulon Progo
Petugas :
1. Ibu Widiastuti
24-09-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS Kulon Progo Perkuat Sinergi dengan Kodim 0731/Kulon Progo
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melakukan audiensi dengan Kodim 0731/Kulon Progo sebagai upaya memperkuat sinergi dalam optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta penguatan kerja sama penyaluran program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan Audiensi H. Alfanuha Yushida, M.PMat, H.Jumanto, SH, Sugiyanta, S.Pd.I, H. Agus Nuryanto, S.M dan Pelaksana Alex Kurniawan. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komandan Kodim 0731/Kulon Progo di Markas Kodim 0731/Kulon Progo pada Selasa 28 Juli 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut, BAZNAS Kulon Progo memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama dalam penghimpunan ZIS di lingkungan Kodim serta sinergi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa BAZNAS tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan kolaborasi dengan Kodim 0731/Kulon Progo menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan program-program yang lebih luas manfaatnya bagi masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol. Inf. Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. menyambut baik kunjungan dan audiensi dari BAZNAS Kulon Progo. Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan BAZNAS dalam membantu masyarakat serta menyatakan kesiapan Kodim untuk mendukung program-program kemaslahatan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah penguatan kerja sama yang lebih konkret antara BAZNAS Kulon Progo dan Kodim 0731/Kulon Progo, baik dalam optimalisasi penghimpunan ZIS maupun pelaksanaan berbagai program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, penanganan bencana, serta kegiatan kemanusiaan lainnya demi terwujudnya Kulon Progo yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Ayo Bayar ZIS Melalui BAZNAS Kulon Progo Mudah dan Praktis Klik Link berikut:
Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
31-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Berita Pendistribusian

Bantuan ALADIN
Bantuan Aladin atas nama mustaqim klangon dari BAZNAS kulon Progo. Bersama bapak panewu anom Kalibawang, kawat sosial, dukuh, kpkd.
16/10/2026 | Humas BAZNAS KP

Bantuan transportasi pengobatan
Bantuan Transportasi Akomodasi Pasien Dina Anggelina Kristiyanti
Sindutan B, RT 13, RW 7, Sidotunan, Sidoharjo, Kulon Progo, DI Yogyakarta
16/10/2026 | Humas BAZNAS KP

Bantuan ALADIN
Bantuan Aladin an. Sukidi, Muten, Pendoworejo, Girimulyo
16/10/2026 | Humas BAZNAS KP
Artikel Terbaru
SHALAT DAN ZAKAT: Solusi Permasalahan Umat
Shalat dan zakat merupakan dua ibadah utama yang selalu disebut berdampingan dalam Al-Qur'an sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Shalat membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT sekaligus membentuk akhlak, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" (QS. Al-'Ankabut: 45). Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama (HR. Tirmidzi), sehingga menjadi solusi bagi krisis moral dan spiritual yang dihadapi umat.
Di sisi lain, zakat adalah solusi Islam terhadap persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Allah SWT berfirman, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka" (QS. At-Taubah: 103). Melalui zakat, harta menjadi lebih berkah, kebutuhan fakir miskin terpenuhi, serta tumbuh rasa kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat. Pengelolaan zakat yang amanah juga mampu memperkuat ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Shalat dan zakat menyempurnakan iman karena menggabungkan hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Allah SWT menjanjikan pahala dan ketenangan bagi orang yang beriman, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat (QS. Al-Baqarah: 277). Oleh karena itu, ketika umat istiqamah menjaga shalat dan menunaikan zakat, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, saling menolong, dan memperoleh keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.
Shalat dan zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi solusi nyata bagi berbagai permasalahan umat. Shalat memperbaiki hati, akhlak, dan kedisiplinan hidup, sedangkan zakat mengatasi kemiskinan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan keadilan sosial. Apabila keduanya diamalkan secara istiqamah, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, dan berkemajuan sebagaimana cita-cita Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
18/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MANFAAT ZAKAT
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki manfaat besar bagi fakir dan miskin sebagai golongan utama penerima zakat (mustahik). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin...” (QS. At-Taubah: 60). Melalui zakat, kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, kesehatan, dan pendidikan dapat terpenuhi, sekaligus menjadi sarana pemerataan kesejahteraan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang mampu (QS. Al-Hasyr: 7).
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya kepedulian sosial melalui sabdanya, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa zakat tidak hanya membantu fakir miskin bertahan hidup, tetapi juga mendorong mereka menjadi pribadi yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan sehingga memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup.
Kisah Khalifah Umar bin Khattab RA menjadi teladan nyata kepedulian terhadap fakir miskin. Ketika menemukan seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan, Umar memikul sendiri gandum dari Baitul Mal dan memasakkan makanan hingga mereka kenyang. Kisah ini menunjukkan bahwa zakat dan kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, zakat tidak hanya meringankan beban kaum dhuafa, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan keberkahan, keadilan sosial, dan mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan.
11/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BENCANA, ZAKAT, DAN SYUKUR
Bencana dapat datang tanpa mengenal waktu. Dalam sekejap, rumah dapat rusak, harta benda hilang, mata pencaharian terhenti, dan kehidupan masyarakat berubah. Di tengah ujian tersebut, Islam mengajarkan kesabaran kepada mereka yang terdampak sekaligus kepedulian kepada mereka yang diberikan kemampuan untuk membantu.
Bencana bukan hanya tentang kehilangan. Di balik sebuah musibah, terdapat pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, solidaritas, dan rasa syukur. Bagi mereka yang sedang diuji, musibah menjadi momentum untuk bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT. Sementara bagi mereka yang masih diberikan kelapangan, musibah menjadi pengingat bahwa setiap nikmat adalah amanah yang semestinya diwujudkan dalam kebaikan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah.
1. Bencana dan Ujian Kehidupan
Allah SWT telah mengingatkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian dalam kehidupannya. Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Bencana dapat menjadi ujian yang berat bagi masyarakat yang terdampak, terutama ketika mereka kehilangan rumah, harta, pekerjaan, bahkan orang-orang yang mereka cintai.
Karena itu, ketika musibah terjadi, respons yang seharusnya tumbuh bukanlah saling menyalahkan, melainkan kesabaran, doa, gotong royong, dan kepedulian. Allah SWT berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11)
Bagi orang beriman, musibah tidak berarti berhenti berharap. Selalu ada ruang untuk bangkit, saling menguatkan, dan mengambil hikmah dari setiap keadaan.
2. Bencana Menumbuhkan Kepedulian
Ketika melihat saudara kita kehilangan tempat tinggal, kesulitan mendapatkan makanan, kekurangan air bersih, atau kehilangan sumber penghasilan, kita mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesulitan mereka. Namun, kita dapat mengambil bagian untuk meringankannya. Islam mengajarkan bahwa orang-orang beriman memiliki hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menggambarkan pentingnya solidaritas. Ketika sebagian masyarakat mengalami kesulitan, masyarakat lainnya tidak seharusnya tinggal diam. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk: tenaga, makanan, air bersih, pakaian, layanan kesehatan, dukungan pemulihan, maupun bantuan finansial melalui zakat, infak, dan sedekah.
3. Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama
Zakat merupakan salah satu rukun Islam sekaligus bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Allah SWT berfirman: “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Zakat mengajarkan bahwa di dalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita terdapat kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan...” (QS. At-Taubah: 60)
Ayat tersebut menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dalam konteks kebencanaan, masyarakat yang terdampak dapat menjadi penerima zakat apabila mereka termasuk dalam kategori mustahik, misalnya menjadi fakir atau miskin akibat kehilangan harta dan sumber penghidupan. Karena itu, penyaluran zakat kepada korban bencana harus tetap memperhatikan ketentuan syariat dan status penerimanya sebagai mustahik.
Sementara itu, untuk kebutuhan kemanusiaan yang lebih luas dan tidak secara langsung terkait dengan penerima zakat, infak dan sedekah dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat terdampak. Dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan mereka. BAZNAS juga menempatkan program kemanusiaan sebagai salah satu ruang pendistribusian zakat kepada mustahik yang terdampak bencana.
Selain itu Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Syukur. Zakat memiliki ketentuan dan penerima yang telah ditetapkan oleh syariat. Sementara infak dan sedekah memiliki cakupan pemberian yang lebih luas. Keduanya dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari menempatkan zakat bukan hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Mari menjadikan infak bukan sekadar pemberian, tetapi sebagai wujud rasa syukur. Mari menjadikan sedekah bukan hanya sebagai amal pribadi, tetapi juga sebagai jalan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di tengah bencana, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari proses pemulihan.
4. Syukur Ketika Allah Memberikan Keselamatan
Ketika bencana terjadi di suatu daerah, sebagian dari kita mungkin berada dalam keadaan aman. Rumah masih berdiri, keluarga masih berkumpul, pekerjaan masih berjalan, dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. Keadaan tersebut merupakan nikmat yang patut disyukuri. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
Namun, syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah. Syukur juga berarti menggunakan nikmat Allah SWT untuk kebaikan. Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, salah satu bentuk syukurnya adalah menunaikan zakat dan membantu orang yang membutuhkan. Ketika Allah memberikan kesehatan, kita dapat menggunakannya untuk membantu sesama. Ketika Allah memberikan keselamatan dari bencana, kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan hadir membantu saudara-saudara yang sedang diuji. Dengan demikian, syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan.
5. Membantu Sesama, Meringankan Kesulitan
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi orang yang membantu meringankan kesulitan saudaranya. “Barang siapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa membantu sesama bukanlah sebuah kerugian. Apa yang kita berikan mungkin terlihat kecil di mata manusia, tetapi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan. Sebungkus makanan mungkin sederhana bagi kita, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang sedang kehilangan sumber makanan.
Sejumlah uang mungkin tidak besar bagi kita, tetapi dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang yang kehilangan penghasilan. Setetes kepedulian mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dapat menjadi gelombang solidaritas yang besar.
6. Musibah Menjadi Momentum Kebaikan
Bencana mengajarkan kepada kita bahwa harta, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan keselamatan adalah nikmat yang sangat berharga. Hari ini kita mungkin sedang berada dalam keadaan lapang. Namun, kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita di masa mendatang.
Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kemampuan, mari menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak infak serta sedekah. Ketika saudara kita tertimpa musibah, mari hadir dengan kepedulian. Ketika mereka kehilangan, mari membantu.
Ketika mereka lemah, mari menguatkan. Ketika mereka kehilangan harapan, mari bersama-sama menghadirkan kembali harapan. Sebab, syukur yang sejati bukan hanya tentang menikmati nikmat yang kita miliki, tetapi juga tentang menggunakan nikmat tersebut untuk memberi manfaat kepada sesama.
Pada akhirnya, bencana mengajarkan tiga hal penting. Pertama, sabar ketika diuji. Musibah adalah bagian dari kehidupan dan orang beriman diajarkan untuk bersabar serta memohon pertolongan Allah SWT. Kedua, bersyukur ketika diberikan keselamatan dan kelapangan. Nikmat yang kita rasakan adalah amanah yang harus dijaga dan digunakan untuk kebaikan. Ketiga, berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan kepedulian dan membantu meringankan beban sesama. (ditulis dari berbagai sumber)
04/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BAZNAS TV
Bedah Rumah RTLH
Penulis: Humas BaznasKP
Bantuan ALADIN
Penulis: Humas BaznasKP






