WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla
BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain membantu proses pemadaman, BAZNAS juga memberikan dukungan kepada petugas dan masyarakat yang terdampak karhutla melalui pendirian dapur air, distribusi masker, serta makanan ringan. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar dan Kalsel. "Sudah beberapa hari pemadaman karhutla dilakukan. Tim BTB kami terjunkan untuk membantu penanganan karhutla yang hingga kini masih menyisakan titik api dan asap," kata Sodik dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026). Sodik menyampaikan, dalam penanganan karhutla, BAZNAS tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para petugas dan masyarakat sekitar dapat terpenuhi. "BAZNAS terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Dapur air disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum dan menjaga kondisi fisik petugas selama bertugas di lapangan, serta bagi masyarakat yang terdampak karhutla," ujarnya. Sodik menyampaikan, di tengah kondisi udara yang terdampak asap, BAZNAS menyalurkan masker kepada petugas dan masyarakat sekitar. Selain itu, BAZNAS turut menyalurkan makanan ringan untuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas dan masyarakat. "Akibat kebakaran ini, asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah, bahkan sampai ke negeri tetangga. Karena itu, kebutuhan masker sangat penting saat ini. Jangan sampai banyak masyarakat yang terdampak mengalami gangguan kesehatan pernapasan," kata Sodik. Lebih lanjut, Sodik mengatakan BAZNAS terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan respons penanganan karhutla berjalan efektif. Koordinasi dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. "Hingga saat ini, Tim BTB terus berupaya membantu memadamkan api. Kami berharap kebakaran hutan dan lahan ini segera padam sehingga dampaknya tidak semakin meluas dan berkepanjangan," ujarnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 306/HUM-BAZ/IX/2026 Kamis, 3 September 2026
04/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Tanah Air. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Haji dan Umrah RI Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., M.Si., Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Rahardjo, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta jajaran Kemenhaj RI dan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan BAZNAS siap memfasilitasi penunaian DAM Haji Indonesia di Tanah Air. Sodik menilai, besarnya potensi DAM dari jemaah haji Indonesia apabila dapat dilaksanakan di Tanah Air akan memberikan dampak positif yang lebih luas. Salah satunya melalui pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program perbaikan gizi, termasuk dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. "Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik. Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., menyambut baik rencana pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, dengan terus memperhatikan terkait dari sisi hukum, syariah, kesehatan hewan, dan regulasi, termasuk fatwa-fatwa. Ia menyampaikan, MUI saat ini mungkin masih dengan fatwa yang ada. Namun, perlu mengkaji metodologi penentuan hukumnya. Sebagaimana disampaikan oleh pihak MUI, fatwa itu bukan kitab suci sehingga bisa disesuaikan atau diperbarui melalui pembahasan metodologi hukum yang tepat. "Mengenai pembayaran DAM, apakah pembayaran dilakukan di Saudi atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan, selain pelaksanaan DAM di Indonesia, BAZNAS siap menerima daging DAM yang telah diolah di Arab Saudi untuk kemudian dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan BAZNAS di berbagai daerah. "Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ujar Rizaludin. Rizaludin memperkirakan, apabila skema tersebut dapat direalisasikan, daging DAM yang diolah dan dikemas dapat mencapai sekitar 4-5 juta kaleng. Jumlah tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat besar, terutama untuk masyarakat terdampak bencana dan penerima program perbaikan gizi. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, M.Si., Deputi I BAZNAS RI, H. Arifin Purwakananta, M.Ikom., Stafsus BAZNAS RI, Umar Hadi Gumilar, S.Pd Sumber: SIARAN PERS Nomor: 302/HUM-BAZ/IX/2026 Rabu, 2 September 2026
04/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (19/8/2026). Bantuan air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan akses air, di antaranya Dusun Banaran dan Dusun Krikil di Kecamatan Girimulyo, serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi agar bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, BAZNAS melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. “BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Air bersih kami salurkan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian warga selama musim kemarau,” ujar Sodik. Ia menegaskan, BAZNAS RI akan terus bersinergi dengan BAZNAS daerah dalam memantau perkembangan kondisi kekeringan sehingga distribusi bantuan air bersih dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, penyaluran ini merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sebagian warga harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan sumber air bersih. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan bersama BAZNAS RI. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak menghadapi dampak kekeringan sendirian. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di daerah yang sumber airnya mulai mengering,” ungkap Sugiyanta. Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus melakukan koordinasi dan pemetaan wilayah terdampak agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Penyaluran 48.000 liter air bersih di Kulon Progo ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian zakat dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana kekeringan. (diolah dari siaran Pers Nomor: 266/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 19 Agustus 2026)
20/08/2026 | Humas BAZNAS KP

Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN Hari : Senin Tanggal : 27 Juli 2026 Waktu : 08.00 WIB Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora Petugas : 1. H. Agus Nuryanto 2. Edi Kurniawan

28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN Hari : Rabu Tanggal : 8 Juli 2026 Waktu : 07.00 WIB Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang Petugas : 1. Jumanto, S.H 2. Ghufron Fauzi, S.E

08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman. Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.

24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Artikel Terbaru

MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah. Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6) Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam. Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan. Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial. Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan. Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Wallahu a'lam bish-shawab (ditulis dari berbagai sumber) Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. 1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi) Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya. Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan. 2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan) Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari: “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya. Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al) Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172: Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172) Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh. Dampak Syukur dalam Kehidupan Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan. 1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162: Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. 2. Menumbuhkan Sikap Tawakal Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3: Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45: Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya. 4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah. Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya. Penutup Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya; Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah di tulis dari berbagai sumber
30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang kehilangan sosok pelindung dalam hidupnya. Memuliakan anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah Swt. Setiap perhatian, kasih sayang, pendidikan, pendampingan, maupun bantuan yang diberikan kepada anak yatim menjadi amal saleh yang mendatangkan keberkahan, membuka pintu rezeki, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Berikut tujuh keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah Saw. A. Allah Menjanjikan Surga bagi Orang yang Memelihara Anak Yatim Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang dengan ikhlas memenuhi kebutuhan anak yatim. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa “siapa saja yang memelihara anak yatim, memberikan makan dan minum kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama ia menjaga keimanannya dan tidak melakukan dosa syirik”. B. Berkesempatan Dekat dengan Rasulullah Saw. di Surga Salah satu impian terbesar setiap muslim adalah dapat berkumpul bersama Rasulullah Saw. di surga. Kesempatan mulia tersebut dijanjikan kepada orang yang mengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini." Beliau kemudian merapatkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai isyarat betapa dekatnya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan beliau kelak. C. Mendapat Pertolongan Allah dalam Setiap Urusan Menolong anak yatim termasuk salah satu bentuk membantu sesama muslim. Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Oleh karena itu, setiap bantuan yang diberikan kepada anak yatim, baik berupa santunan, pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan, menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam kehidupan dunia maupun akhirat. D. Digolongkan sebagai Orang-Orang Abrar Allah Swt. memuji orang-orang yang gemar berbagi kepada anak yatim sebagai golongan abrar atau orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." Sebagai balasan, Allah menjanjikan berbagai kenikmatan surga bagi mereka yang senantiasa berbuat baik dengan penuh keikhlasan. E. Memperoleh Pahala yang Terus Mengalir Menyantuni anak yatim merupakan bagian dari mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf). Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Artinya, ketika bantuan yang diberikan mampu mengantarkan anak yatim menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pahala kebaikan tersebut akan terus mengalir kepada orang-orang yang telah mendukungnya. F. Menjadi Amal Jariah yang Tidak Terputus Mengasuh dan mendidik anak yatim hingga menjadi anak yang saleh merupakan investasi amal jangka panjang. Rasulullah Saw. bersabda “bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” Kasih sayang serta pendidikan yang diberikan kepada anak yatim dapat menjadi sebab lahirnya doa-doa tulus yang terus mengalir sebagai pahala bagi orang yang telah membimbing mereka. G. Menjadi Pelindung dari Siksa Neraka Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lembut, serta memahami keadaan mereka akan mendapatkan perlindungan dari azab Allah pada hari kiamat. Keutamaan ini menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kepedulian Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Anak Yatim, Menyantuni anak yatim tidak harus selalu dalam bentuk uang. Memberikan kesempatan belajar, mendampingi pendidikan, memenuhi kebutuhan kesehatan, menjadi orang tua asuh, hingga menghadirkan kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang merupakan bentuk kepedulian yang sangat bernilai di sisi Allah Swt. Melalui dukungan masyarakat, anak-anak yatim memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim melalui berbagai program santunan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan berkelanjutan. Setiap infak, sedekah, dan zakat yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai investasi akhirat. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta mengantarkan kita meraih ridha Allah Swt. Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah Diolah dari berbagai sumber
10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP