WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Kembali Kirimkan 4.520 Paket Bantuan Makanan bagi Warga Palestina
BAZNAS RI Kembali Kirimkan 4.520 Paket Bantuan Makanan bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan 4.520 paket bahan pokok makanan senilai Rp2,6 miliar untuk membantu warga Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut dikirim menggunakan lima truk kontainer yang diberangkatkan dari Ismailia, Mesir, Kamis (29/10/2026), menuju Gaza, Palestina. Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta jajaran BAZNAS RI di Ismailia, Mesir. Adapun paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan makanan, di antaranya pasta, kurma, aneka jenis keju, teh, gula, terigu, berbagai jenis kacang-kacangan, minyak, dan ragi untuk membuat roti. Dalam proses persiapannya, BAZNAS RI turut melibatkan relawan dari kalangan mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS di Al-Azhar, Mesir, yang membantu mengemas paket-paket bantuan tersebut. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk penyaluran amanah masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. Terlebih, warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda pengungsian juga harus menghadapi kondisi sulit selama musim dingin. "Saudara - saudaraku di Indonesia hari ini BAZNAS kembali dan kembali terus menyalurkan amanah para muzaki melalui BAZNAS dan hari ini saya selaku ketua BAZNAS RI bersama Pimpinan BAZNAS dan jajaran langsung datang ke Mesir untuk memastikan langsung penyaluran bantuan untuk menuju Palestina. Hari ini akan kita sebarkan lima truk atau sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan, ada sekitar 25 jenis bahan makanan yang disesuaikan dengan selera mereka," ujar Sodik. Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, BAZNAS RI akan terus mengawal proses pengiriman bantuan melalui prosedur logistik dan perizinan yang berlaku untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima manfaat. Sodik menjelaskan, bantuan diberangkatkan dari Gudang 4TDK di Ismailia, kemudian diproses melalui kerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC) sesuai dengan protokol resmi lembaga tersebut. Lanjut Sodik, bantuan selanjutnya dibawa ke gudang logistik ERC di Al-Arish untuk menjalani tahapan logistik dan pengurusan kode batang (barcode) sebagai bagian dari proses perizinan masuk perbatasan. Setelah itu, bantuan akan diteruskan menuju Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom atau Karom Abu Salim. Sodik turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan amanah dan menyalurkan kepeduliannya kepada warga Palestina melalui BAZNAS. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap warga Palestina. Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menyampaikan, bantuan tersebut diperkirakan tiba di Gaza, Palestina, dalam waktu sekitar satu minggu. “Kami sengaja turun langsung untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai kepada masyarakat Gaza yang dituju dan tepat sasaran. Masyarakat Indonesia jangan berhenti untuk terus peduli kepada Palestina melalui sedekah karena masyarakat Palestina masih sangat membutuhkan lebih banyak bantuan,” kata Idy. Sejak 2023 hingga saat ini, BAZNAS RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina senilai lebih dari Rp162 miliar dengan total penerima manfaat mencapai 878.461 orang. Bantuan tersebut disalurkan melalui 20 jenis program, antara lain paket makanan, ambulans, tenda untuk rumah, sekolah, dan masjid, toilet, air bersih, selimut, obat-obatan, hingga beasiswa. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 435/HUM-BAZ/X/2026 Jumat, 30 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI
Entaskan 302 Ribu Mustahik dari Kemiskinan, BAZNAS RI Raih Best Sharia Awards 2026
Entaskan 302 Ribu Mustahik dari Kemiskinan, BAZNAS RI Raih Best Sharia Awards 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan Excellence in Zakat Empowerment atas keberhasilannya membebaskan 302.994 mustahik dari kemiskinan selama tahun 2025. Apresiasi ini diserahkan dalam ajang Best Sharia Awards 2026 yang digelar Investortrust.id dan Infovesta Utama Syariah di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi nyata BAZNAS dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. "Penghargaan ini patut diapresiasi, karena sekaligus menunjukkan kinerja pemberdayaan kita, pengelolaan dana sosial yang dikelola oleh BAZNAS diakui publik," jelas Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., yang menerima langsung penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian pemberdayaan tersebut makin bermakna sebab 131.952 mustahik yang terentaskan berasal dari kelompok miskin ekstrem, serta 15.649 orang bahkan berhasil ditransformasikan menjadi muzaki atau pemberi zakat. Saidah turut berterima kasih atas kepercayaan para muzaki, donatur, hingga munfik yang mengamanahkan dananya ke BAZNAS, serta mengapresiasi para mustahik binaan yang gigih memperjuangkan peningkatan taraf hidup mereka. "Ke depan BAZNAS harus semakin baik, semakin akuntabel, dan semakin terpercaya," kata Saidah. Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz menyampaikan ucapan selamat kepada 56 perusahaan, tokoh individual, dan lembaga sektor keuangan syariah yang berhasil meraih penghargaan pada ajang Best Sharia Awards 2026. Ia mengatakan, ajang tahunan ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja industri perbankan, asuransi, pasar modal, hingga produk investasi syariah yang dinilai konsisten menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepada seluruh penerima penghargaan, kami menyampaikan selamat. Di balik setiap pencapaian ada kerja keras, keberanian, inovasi, disiplin, dan tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat," tuturnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 434/HUM-BAZ/X/2026 Kamis, 29 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama MUI Hingga LAN RI Sepakat Perkuat Regulasi Zakat
BAZNAS RI Bersama MUI Hingga LAN RI Sepakat Perkuat Regulasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membahas penguatan regulasi dan perbaikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bersama MUI, Kementerian Agama, KemenPANRB, LAN RI, hingga Tenaga Ahli DPR RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Forum ini dilaksanakan sebagai upaya BAZNAS RI dalam menjaring berbagai masukan komprehensif setelah regulasi pengelolaan zakat tersebut resmi masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah DPR RI. “Seiring berkembangnya dinamika kelembagaan dan tantangan terkait tata kelola, kebutuhan penguatan peran BAZNAS baik sebagai regulator maupun sebagai operator serta penyesuaian terhadap perkembangan hukum nasional, tentu kita memandang bahwa langkah peninjauan dan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 menjadi sebuah keniscayaan,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. Menurutnya, BAZNAS RI ingin memastikan perubahan regulasi ini berorientasi pada peningkatan akuntabilitas, efisiensi pemungutan, ketepatan penyaluran, serta perlindungan terhadap hak-hak muzaki dan juga hak mustahik di seluruh tanah air. Seluruh hasil pembahasan dan masukan dari para pemangku kepentingan dalam forum ini selanjutnya ditargetkan langsung oleh tim teknis menjadi draf naskah final untuk dikawal dalam proses legislasi di DPR RI. "Ini menunjukkan komitmen kuat kami, komitmen kolektif kami ya, untuk memastikan bahwa proses revisi undang-undang ini membawa maslahat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pengelolaan zakat di tanah air," ujar Zainut Tauhid. Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto, Direktur Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, serta Kepala Biro Media dan Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati. Selain itu, hadir pula Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM Dr. H. Wahiddudin Adams, S.H., M.A., Penelaah Teknis Kebijakan LAN RI Evy Trisulo, S.H., M.H., Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah 3 KemenPANRB Ugi Cahyo Setiono, S.Kom., serta Jajaran Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI yang diwakili oleh Suratman, S.H., M.H., Edi Hayat, Anton S., Moh. Hasyim, Wahyu Maulana, Faisal Nasution, Abu Bakar, dan Faizah Zuhdi. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 433/HUM-BAZ/X/2026 Rabu, 28 Oktober 2026
30/10/2026 | Humas BAZNAS RI

Agenda Pimpinan

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS se DIY
Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS se DIY
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (ketua), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil ketua II), H.Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah se DIY yang diadakan oleh BAZNAS provinsi DIY dengan Tuan Rumah Baznas Kabupaten Bantul yang bertempat di Joglo Yoso Bantul.

15-05-2024 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS Kulon Progo Hadiri FGD Lintas Sektoral
BAZNAS Kulon Progo Hadiri FGD Lintas Sektoral
Kamis 16 Mei 2024, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (ketua), menghadiri FGD Lintas Sektoral Sinergi pemkab dan kemenag dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk penguatan moderasi beragama di kabupaten Kulon progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung PLHUT Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kulon Progo. Adapun penyelenggara FGD adalah Kementrian Agama Kabupaten Kulon Progo, dengan narasumber Kepala Bappeda Ir Muh Aris Nugroho MMA.

16-05-2024 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS Kulon Progo Hadiri Rakornas BAZNAS 2026
BAZNAS Kulon Progo Hadiri Rakornas BAZNAS 2026
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran pada hari Selasa-Jumat (13-16 Oktober 2026). Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” sebagai upaya memperkuat sinergi dan optimalisasi pengelolaan zakat di Indonesia. Pembukaan Rakornas dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar dan jajaran pimpinan BAZNAS RI. Keikutsertaan BAZNAS Kulon Progo dalam Rakornas ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola zakat, serta mendorong program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kulon Progo. Adapun Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo yang hadir H.Alfanuha Yushida, M.PMat (Ketua), H.Jumanto, SH (Waka I), Sugiyanta, S.Pd.I (Waka II), H.Agus Nuryanta, S.M. (Waka III), dan Dra. Hj. Widiastuti (Waka IV).

14-10-2026 | Humas BAZNAS KP

Artikel Terbaru

SHALAT DAN ZAKAT: Solusi Permasalahan Umat
SHALAT DAN ZAKAT: Solusi Permasalahan Umat
Shalat dan zakat merupakan dua ibadah utama yang selalu disebut berdampingan dalam Al-Qur'an sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Shalat membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT sekaligus membentuk akhlak, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" (QS. Al-'Ankabut: 45). Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama (HR. Tirmidzi), sehingga menjadi solusi bagi krisis moral dan spiritual yang dihadapi umat. Di sisi lain, zakat adalah solusi Islam terhadap persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Allah SWT berfirman, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka" (QS. At-Taubah: 103). Melalui zakat, harta menjadi lebih berkah, kebutuhan fakir miskin terpenuhi, serta tumbuh rasa kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat. Pengelolaan zakat yang amanah juga mampu memperkuat ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Shalat dan zakat menyempurnakan iman karena menggabungkan hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Allah SWT menjanjikan pahala dan ketenangan bagi orang yang beriman, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat (QS. Al-Baqarah: 277). Oleh karena itu, ketika umat istiqamah menjaga shalat dan menunaikan zakat, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, saling menolong, dan memperoleh keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. Shalat dan zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi solusi nyata bagi berbagai permasalahan umat. Shalat memperbaiki hati, akhlak, dan kedisiplinan hidup, sedangkan zakat mengatasi kemiskinan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan keadilan sosial. Apabila keduanya diamalkan secara istiqamah, akan lahir masyarakat yang bertakwa, peduli, dan berkemajuan sebagaimana cita-cita Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
18/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MANFAAT ZAKAT
MANFAAT ZAKAT
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki manfaat besar bagi fakir dan miskin sebagai golongan utama penerima zakat (mustahik). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin...” (QS. At-Taubah: 60). Melalui zakat, kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, kesehatan, dan pendidikan dapat terpenuhi, sekaligus menjadi sarana pemerataan kesejahteraan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang mampu (QS. Al-Hasyr: 7). Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya kepedulian sosial melalui sabdanya, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa zakat tidak hanya membantu fakir miskin bertahan hidup, tetapi juga mendorong mereka menjadi pribadi yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan sehingga memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup. Kisah Khalifah Umar bin Khattab RA menjadi teladan nyata kepedulian terhadap fakir miskin. Ketika menemukan seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan, Umar memikul sendiri gandum dari Baitul Mal dan memasakkan makanan hingga mereka kenyang. Kisah ini menunjukkan bahwa zakat dan kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, zakat tidak hanya meringankan beban kaum dhuafa, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan keberkahan, keadilan sosial, dan mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan.
11/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BENCANA, ZAKAT, DAN SYUKUR
BENCANA, ZAKAT, DAN SYUKUR
Bencana dapat datang tanpa mengenal waktu. Dalam sekejap, rumah dapat rusak, harta benda hilang, mata pencaharian terhenti, dan kehidupan masyarakat berubah. Di tengah ujian tersebut, Islam mengajarkan kesabaran kepada mereka yang terdampak sekaligus kepedulian kepada mereka yang diberikan kemampuan untuk membantu. Bencana bukan hanya tentang kehilangan. Di balik sebuah musibah, terdapat pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, solidaritas, dan rasa syukur. Bagi mereka yang sedang diuji, musibah menjadi momentum untuk bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT. Sementara bagi mereka yang masih diberikan kelapangan, musibah menjadi pengingat bahwa setiap nikmat adalah amanah yang semestinya diwujudkan dalam kebaikan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. 1. Bencana dan Ujian Kehidupan Allah SWT telah mengingatkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian dalam kehidupannya. Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155) Ayat tersebut mengajarkan bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Bencana dapat menjadi ujian yang berat bagi masyarakat yang terdampak, terutama ketika mereka kehilangan rumah, harta, pekerjaan, bahkan orang-orang yang mereka cintai. Karena itu, ketika musibah terjadi, respons yang seharusnya tumbuh bukanlah saling menyalahkan, melainkan kesabaran, doa, gotong royong, dan kepedulian. Allah SWT berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11) Bagi orang beriman, musibah tidak berarti berhenti berharap. Selalu ada ruang untuk bangkit, saling menguatkan, dan mengambil hikmah dari setiap keadaan. 2. Bencana Menumbuhkan Kepedulian Ketika melihat saudara kita kehilangan tempat tinggal, kesulitan mendapatkan makanan, kekurangan air bersih, atau kehilangan sumber penghasilan, kita mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesulitan mereka. Namun, kita dapat mengambil bagian untuk meringankannya. Islam mengajarkan bahwa orang-orang beriman memiliki hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim) Hadis tersebut menggambarkan pentingnya solidaritas. Ketika sebagian masyarakat mengalami kesulitan, masyarakat lainnya tidak seharusnya tinggal diam. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk: tenaga, makanan, air bersih, pakaian, layanan kesehatan, dukungan pemulihan, maupun bantuan finansial melalui zakat, infak, dan sedekah. 3. Zakat sebagai Wujud Kepedulian kepada Sesama Zakat merupakan salah satu rukun Islam sekaligus bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Allah SWT berfirman: “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43) Zakat mengajarkan bahwa di dalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita terdapat kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan...” (QS. At-Taubah: 60) Ayat tersebut menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dalam konteks kebencanaan, masyarakat yang terdampak dapat menjadi penerima zakat apabila mereka termasuk dalam kategori mustahik, misalnya menjadi fakir atau miskin akibat kehilangan harta dan sumber penghidupan. Karena itu, penyaluran zakat kepada korban bencana harus tetap memperhatikan ketentuan syariat dan status penerimanya sebagai mustahik. Sementara itu, untuk kebutuhan kemanusiaan yang lebih luas dan tidak secara langsung terkait dengan penerima zakat, infak dan sedekah dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat terdampak. Dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan mereka. BAZNAS juga menempatkan program kemanusiaan sebagai salah satu ruang pendistribusian zakat kepada mustahik yang terdampak bencana. Selain itu Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai Wujud Syukur. Zakat memiliki ketentuan dan penerima yang telah ditetapkan oleh syariat. Sementara infak dan sedekah memiliki cakupan pemberian yang lebih luas. Keduanya dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari menempatkan zakat bukan hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Mari menjadikan infak bukan sekadar pemberian, tetapi sebagai wujud rasa syukur. Mari menjadikan sedekah bukan hanya sebagai amal pribadi, tetapi juga sebagai jalan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di tengah bencana, kepedulian kita dapat menjadi bagian dari proses pemulihan. 4. Syukur Ketika Allah Memberikan Keselamatan Ketika bencana terjadi di suatu daerah, sebagian dari kita mungkin berada dalam keadaan aman. Rumah masih berdiri, keluarga masih berkumpul, pekerjaan masih berjalan, dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. Keadaan tersebut merupakan nikmat yang patut disyukuri. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7) Namun, syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah. Syukur juga berarti menggunakan nikmat Allah SWT untuk kebaikan. Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, salah satu bentuk syukurnya adalah menunaikan zakat dan membantu orang yang membutuhkan. Ketika Allah memberikan kesehatan, kita dapat menggunakannya untuk membantu sesama. Ketika Allah memberikan keselamatan dari bencana, kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan hadir membantu saudara-saudara yang sedang diuji. Dengan demikian, syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan. 5. Membantu Sesama, Meringankan Kesulitan Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi orang yang membantu meringankan kesulitan saudaranya. “Barang siapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim) Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa membantu sesama bukanlah sebuah kerugian. Apa yang kita berikan mungkin terlihat kecil di mata manusia, tetapi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan. Sebungkus makanan mungkin sederhana bagi kita, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang sedang kehilangan sumber makanan. Sejumlah uang mungkin tidak besar bagi kita, tetapi dapat membantu memenuhi kebutuhan seseorang yang kehilangan penghasilan. Setetes kepedulian mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dapat menjadi gelombang solidaritas yang besar. 6. Musibah Menjadi Momentum Kebaikan Bencana mengajarkan kepada kita bahwa harta, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan keselamatan adalah nikmat yang sangat berharga. Hari ini kita mungkin sedang berada dalam keadaan lapang. Namun, kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita di masa mendatang. Karena itu, selagi Allah SWT memberikan kemampuan, mari menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak infak serta sedekah. Ketika saudara kita tertimpa musibah, mari hadir dengan kepedulian. Ketika mereka kehilangan, mari membantu. Ketika mereka lemah, mari menguatkan. Ketika mereka kehilangan harapan, mari bersama-sama menghadirkan kembali harapan. Sebab, syukur yang sejati bukan hanya tentang menikmati nikmat yang kita miliki, tetapi juga tentang menggunakan nikmat tersebut untuk memberi manfaat kepada sesama. Pada akhirnya, bencana mengajarkan tiga hal penting. Pertama, sabar ketika diuji. Musibah adalah bagian dari kehidupan dan orang beriman diajarkan untuk bersabar serta memohon pertolongan Allah SWT. Kedua, bersyukur ketika diberikan keselamatan dan kelapangan. Nikmat yang kita rasakan adalah amanah yang harus dijaga dan digunakan untuk kebaikan. Ketiga, berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan kepedulian dan membantu meringankan beban sesama. (ditulis dari berbagai sumber)
04/09/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

BAZNAS TV

Bedah Rumah RTLH

Penulis: Humas BaznasKP

Bantuan ALADIN

Penulis: Humas BaznasKP