Berita Terkini
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas.
"Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik.
Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
"BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik
"Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 263/HUM-BAZ/VIII/2026
Minggu, 16 Agustus 2026
18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK.
“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.
BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT.
“Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid.
Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 264/HUM-BAZ/VIII/2026
Senin, 17 Agustus 2026
18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih dengan menjangkau 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten di 6 provinsi di Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana.
Selain pendistribusian melalui truk tangki, bantuan tersebut juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
"Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Sodik mengatakan, untuk memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, bentuk intervensi yang diberikan BAZNAS disesuaikan dengan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air dan karakteristik setiap wilayah.
"Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," kata Sodik.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
"Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," jelas Sodik.
Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS RI akan terus mengarahkan pelaksanaan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat menjadi penguat dan membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih.
"Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (BAZNAS) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," ujar Sodik.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 252/HUM-BAZ/VIII/2026
Selasa, 11 Agustus 2026
12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
Agenda Pimpinan

Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Senin
Tanggal : 27 Juli 2026
Waktu : 08.00 WIB
Acara : Pembukaan Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD Tk. Kabupaten
Tempat : Ruang Sadewa Disdikpora
Petugas :
1. H. Agus Nuryanto
2. Edi Kurniawan
28-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Pengajian Aparat Kapanewon Kalibawang
INFORMASI KEGIATAN
Hari : Rabu
Tanggal : 8 Juli 2026
Waktu : 07.00 WIB
Acara : Pengajian Aparat Kap. Dan penyaluran sembako
Tempat : Halaman Kapanewon Kalibawang
Petugas :
1. Jumanto, S.H
2. Ghufron Fauzi, S.E
08-07-2026 | Edi Kurniawan, M.M.

RAKORDA BAZNAS Se DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Albasta Resto Asram Edupark, Jalan Puspita Baru, Jomblang, Mlati, Sleman.
Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar BAZNAS kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program, meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, serta menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat (Ketua), H. Jumanto, SH (Wakil Ketua I), Sugiyanta, S.Pd.I (Wakil Ketua II), H. Agus Nuryanto, S.M (Wakil Ketua III), Dra. Hj. RR. Widiastuti (Wakil Ketua IV) serta didampingi oleh pelaksana Ira Rahmawati, S.Pd.I dan Ghufron Fauzi, S.E.
24-06-2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Berita Pendistribusian

Bantuan transportasi pengobatan
Penyaluran Bantuan transportasi pengobatan an Siti Ernawati Pedukuhan II Garongan Panjatan. Diserahkan kepada KPKD/OLO
13/08/2026 | Humas BAZNAS KP

Bantuan transportasi pengobatan
Penyerahan Bantuan transportasi pengobatan an Cantika Dinar Larasati Kembang Margosari Pengasih. Diserahkan kepada orang tua
13/08/2026 | Humas BAZNAS KP

Bantuan Renovasi Mushola
Penyaluran Bantuan Renovasi Mushola Nurul Huda SD N Carikan, Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo
11/08/2026 | Humas BAZNAS KP
Artikel Terbaru
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah.
Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial
Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya:
"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6)
Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam.
Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah
Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan.
Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan.
Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat
Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial.
Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan.
Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi.
Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
Wallahu a'lam bish-shawab
(ditulis dari berbagai sumber)
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya.
Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT.
1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi)
Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya.
Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan.
2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan)
Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari:
“Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya.
Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al)
Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172:
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172)
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh.
Dampak Syukur dalam Kehidupan
Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan.
1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah
Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT.
Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162:
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam."
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT.
2. Menumbuhkan Sikap Tawakal
Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3:
Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya."
Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah
Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45:
Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."
Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya.
4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah
Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah.
Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya.
Penutup
Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT.
Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya;
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
di tulis dari berbagai sumber
30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang kehilangan sosok pelindung dalam hidupnya. Memuliakan anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah Swt.
Setiap perhatian, kasih sayang, pendidikan, pendampingan, maupun bantuan yang diberikan kepada anak yatim menjadi amal saleh yang mendatangkan keberkahan, membuka pintu rezeki, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Berikut tujuh keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah Saw.
A. Allah Menjanjikan Surga bagi Orang yang Memelihara Anak Yatim
Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang dengan ikhlas memenuhi kebutuhan anak yatim. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa “siapa saja yang memelihara anak yatim, memberikan makan dan minum kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama ia menjaga keimanannya dan tidak melakukan dosa syirik”.
B. Berkesempatan Dekat dengan Rasulullah Saw. di Surga
Salah satu impian terbesar setiap muslim adalah dapat berkumpul bersama Rasulullah Saw. di surga. Kesempatan mulia tersebut dijanjikan kepada orang yang mengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini."
Beliau kemudian merapatkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai isyarat betapa dekatnya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan beliau kelak.
C. Mendapat Pertolongan Allah dalam Setiap Urusan
Menolong anak yatim termasuk salah satu bentuk membantu sesama muslim. Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Oleh karena itu, setiap bantuan yang diberikan kepada anak yatim, baik berupa santunan, pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan, menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
D. Digolongkan sebagai Orang-Orang Abrar
Allah Swt. memuji orang-orang yang gemar berbagi kepada anak yatim sebagai golongan abrar atau orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan."
Sebagai balasan, Allah menjanjikan berbagai kenikmatan surga bagi mereka yang senantiasa berbuat baik dengan penuh keikhlasan.
E. Memperoleh Pahala yang Terus Mengalir
Menyantuni anak yatim merupakan bagian dari mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf). Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Artinya, ketika bantuan yang diberikan mampu mengantarkan anak yatim menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pahala kebaikan tersebut akan terus mengalir kepada orang-orang yang telah mendukungnya.
F. Menjadi Amal Jariah yang Tidak Terputus
Mengasuh dan mendidik anak yatim hingga menjadi anak yang saleh merupakan investasi amal jangka panjang.
Rasulullah Saw. bersabda “bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.”
Kasih sayang serta pendidikan yang diberikan kepada anak yatim dapat menjadi sebab lahirnya doa-doa tulus yang terus mengalir sebagai pahala bagi orang yang telah membimbing mereka.
G. Menjadi Pelindung dari Siksa Neraka
Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lembut, serta memahami keadaan mereka akan mendapatkan perlindungan dari azab Allah pada hari kiamat. Keutamaan ini menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kepedulian Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Anak Yatim, Menyantuni anak yatim tidak harus selalu dalam bentuk uang. Memberikan kesempatan belajar, mendampingi pendidikan, memenuhi kebutuhan kesehatan, menjadi orang tua asuh, hingga menghadirkan kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang merupakan bentuk kepedulian yang sangat bernilai di sisi Allah Swt.
Melalui dukungan masyarakat, anak-anak yatim memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim melalui berbagai program santunan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan berkelanjutan. Setiap infak, sedekah, dan zakat yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai investasi akhirat. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta mengantarkan kita meraih ridha Allah Swt.
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
Diolah dari berbagai sumber
10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
BAZNAS TV
Bedah Rumah RTLH
Penulis: Humas BaznasKP
Bantuan ALADIN
Penulis: Humas BaznasKP






