Berita Terbaru
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (19/8/2026).
Bantuan air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan akses air, di antaranya Dusun Banaran dan Dusun Krikil di Kecamatan Girimulyo, serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi agar bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, BAZNAS melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Air bersih kami salurkan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian warga selama musim kemarau,” ujar Sodik.
Ia menegaskan, BAZNAS RI akan terus bersinergi dengan BAZNAS daerah dalam memantau perkembangan kondisi kekeringan sehingga distribusi bantuan air bersih dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, penyaluran ini merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sebagian warga harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan sumber air bersih. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan bersama BAZNAS RI.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak menghadapi dampak kekeringan sendirian. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di daerah yang sumber airnya mulai mengering,” ungkap Sugiyanta.
Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus melakukan koordinasi dan pemetaan wilayah terdampak agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Penyaluran 48.000 liter air bersih di Kulon Progo ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian zakat dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana kekeringan.
(diolah dari siaran Pers Nomor: 266/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 19 Agustus 2026)
BERITA20/08/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas.
"Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik.
Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
"BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik
"Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 263/HUM-BAZ/VIII/2026
Minggu, 16 Agustus 2026
BERITA18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK.
“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.
BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT.
“Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid.
Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 264/HUM-BAZ/VIII/2026
Senin, 17 Agustus 2026
BERITA18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih dengan menjangkau 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten di 6 provinsi di Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana.
Selain pendistribusian melalui truk tangki, bantuan tersebut juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
"Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Sodik mengatakan, untuk memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, bentuk intervensi yang diberikan BAZNAS disesuaikan dengan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air dan karakteristik setiap wilayah.
"Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," kata Sodik.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
"Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," jelas Sodik.
Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS RI akan terus mengarahkan pelaksanaan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat menjadi penguat dan membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih.
"Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (BAZNAS) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," ujar Sodik.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 252/HUM-BAZ/VIII/2026
Selasa, 11 Agustus 2026
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) membangun kolaborasi dalam menyelenggarakan program Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Keluarga Rentan melalui optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Adapun penerima manfaat program ditujukan bagi anak yatim piatu, dhuafa, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak korban bencana, anak terlantar, hingga anak dalam situasi khusus, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan LPAI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan, serta Wakil Ketua Umum 3 LPAI Ir. Titik Suharyati.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak dan penguatan keluarga rentan melalui potensi pengelolaan ZIS.
"Kami melihat banyak ruang program yang dapat disinergikan, mulai dari bantuan akses pendidikan dan beasiswa anak prasejahtera, bantuan kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di lingkungan khusus seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)," ujar Rizaludin.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar anak, Rizaludin menilai penguatan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak.
"Ketika ekonomi keluarga kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari potensi kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi," kata Rizaludin.
Untuk mendukung berbagai program tersebut, Rizaludin menjelaskan, BAZNAS memiliki sumber dana yang dihimpun dari berbagai instrumen. Selain dana zakat yang peruntukannya khusus bagi mustahik Muslim, BAZNAS juga mengelola dana infak terikat, sedekah, serta partisipasi CSR korporasi.
"Keberadaan dana infak dan CSR ini memberikan fleksibilitas bagi BAZNAS mendukung LPAI untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dari kelompok masyarakat rentan secara inklusif termasuk anak-anak di wilayah perbatasan, daerah bencana, hingga luar negeri tanpa terkendala batasan-batasan teknis penyaluran," ujarnya.
Rizaludin berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dari kelompok rentan. Ia menilai isu perlindungan anak dan kesehatan menjadi perhatian penting.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam membersamai LPAI memperkuat perlindungan anak Indonesia.
"Masalah perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, LPAI membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga negara serta lembaga zakat nasional seperti BAZNAS," ujar Samsul Ridwan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan anak-anak korban kekerasan, anak yatim piatu, anak di wilayah bencana, hingga anak pekerja migran di daerah perbatasan yang kehilangan hak dasar atas akta kelahiran, pendidikan, dan kesehatan, bisa mendapatkan hak-haknya kembali," ucapnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Divisi Ritel BAZNAS RI Arief Budiman, Kepala Divisi Digital Fahrudin, serta Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS RI Tri Hadian, S.T.
SIARAN PERS
Nomor: 256/HUM-BAZ/VIII/2026
Rabu, 12 Agustus 2026
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS-MUI Kolaborasi Digital Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi bersama Media Digital Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meningkatkan literasi zakat masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal ini dibahas dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI bertema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk Membangun Umat di Era Digital” yang diselenggarakan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kemitraan ini menjadi pijakan krusial untuk mentransformasi cara masyarakat memahami zakat di tengah melesatnya era inovasi digital dan kecerdasan buatan.
"Kolaborasi strategis antara BAZNAS RI dan Media Digital MUI ini sangat penting untuk memperkuat literasi zakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kerja sama kedua lembaga ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni peningkatan literasi zakat (Zakat Dipahami), publikasi program zakat (Zakat Dirasakan), dan mainstreaming isu aktual zakat (zakat dibucarakan).
Melalui sinergi ini, BAZNAS RI dan Media Digital MUI berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat nasional sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan umat.
"Sinergi ini kami harapkan mampu menghadirkan edukasi zakat yang jauh lebih luas, adaptif, serta mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di era modern," katanya.
Agenda workshop ini diisi oleh beberapa pembicara, antara lain Ketua MUI Bidang Infokomdigi K.H. Masduki Baidlowi, M.Si., Wasekjen Bidang Infokomdigi Dr. H. Asrori S. Karni, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Bidang Riset Digital Ismail Fahmi, Ph.D., Wakil Ketua Komdigi MUI H. Muis Sobri, M.Kom., Sekretaris Komisi Infokomdigi H.M. Alvin Nur Choironi, M.A., serta Wakil Sekretaris Bidang Media Sosial Muhyiddin Hamis Setiawan, M.I.Kom.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 290/HUM-BAZ/VII/2026
Rabu, 29 Juli 2026
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih nilai Top Brand Index tertinggi sebesar 43 persen sekaligus mempertahankan penghargaan Top Brand Award 2026 kategori zakat dan charity untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2022.
Penghargaan prestisius yang menegaskan posisi BAZNAS RI sebagai lembaga pengelola zakat tepercaya tersebut diserahkan langsung pada malam apresiasi di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, yang hadir menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pimpinan, amil, hingga relawan BAZNAS di seluruh Indonesia.
"Tentu ini adalah berkah rahmat Allah atas ikhtiar, kerja keras, harapan dan doa seluruh amilin, amilat , para relawan, dan tentunya para pimpinan BAZNAS yang telah bahu-membahu melakukan ikhtiar nyata, menjadikan zakat berdampak bukan hanya di dunia saja, tetapi juga insya Allah berdampak di akhirat untuk para donaturnya," jelas Rizaludin usai acara penghargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin memberikan apresiasi kepada para muzaki, donatur, dan munfik yang telah mengamanahkan dana kebajikan mereka untuk disalurkan secara berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mustahik yang terus berjuang meningkatkan taraf hidupnya, serta para mitra strategis yang konsisten berkolaborasi demi menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.
"Jadi ini sebuah kebanggaan karena masyarakat Indonesia memilih BAZNAS sebagai Top Brand untuk menyalurkan zakat dan amalnya," tuturnya.
Sementara itu, CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D., memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS RI yang berhasil mempertahankan penghargaan Top Brand Award untuk kelima kalinya.
Capaian berkelanjutan tersebut dinilai membuktikan bahwa kanal crowdfunding milik BAZNAS sangat populer serta memiliki basis loyalitas publik yang amat besar.
"Harapan saya tentunya penghargaan ini terus memicu motivasi, inspirasi seluruh manajemen untuk kerja keras dan kerja cerdas untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, sekaligus juga meningkatkan relasi dengan semua pelanggannya agar terus-menerus BAZNAS mampu mempertahankan Top Brand di masa-masa mendatang," ujar Handi Irawan D.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 291/HUM-BAZ/VII/2026
Kamis, 30 Juli 2026
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Melalui BAZNAS, KP2MI Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan sebesar Rp100.000.000 dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang akan disalurkan kepada masyarakat. Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan usai audiensi antara BAZNAS dan KP2MI di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Audiensi tersebut juga membahas evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperluas program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, penguatan kerja sama dengan KP2MI difokuskan pada optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi pekerja migran Indonesia, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Tanah Air.
"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," jelas Sodik.
Menurutnya, melalui sinergi tersebut, BAZNAS akan mendukung calon PMI yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan melalui bantuan pembiayaan tambahan. Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan program beasiswa pendidikan, pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga pekerja migran yang ditinggalkan di Indonesia.
Sodik menambahkan, selama bekerja di luar negeri, para PMI juga akan didorong menjadi bagian dari jaringan pemberdayaan BAZNAS melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," katanya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Drs. Mukhtarudin menyampaikan, kerja sama antara KP2MI dan BAZNAS bertujuan memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup bantuan darurat bagi PMI yang mengalami musibah di luar negeri, dukungan pembiayaan bagi calon PMI yang akan berangkat bekerja, beasiswa bagi anak pekerja migran, pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI, hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas di luar negeri.
"Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki," tutur Mukhtarudin.
Ia menambahkan, KP2MI dan BAZNAS juga akan memperkuat pertukaran data dan informasi serta menyusun Buku Saku Zakat bagi Pekerja Migran Indonesia dalam bentuk digital guna meningkatkan literasi zakat di kalangan PMI.
Turut hadir dalam agenda tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Direktur Pengumpulan Badan Negara dan Badan Swasta H. Faisal Qosim, Lc., CWC., CFRM., Kepala Divisi Pengumpulan BUMN Argo Sayoto, serta Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., Dirjen Penempatan Ahnas, S.Ag., M.Si., dan Dirjen Pemberdayaan Dr. Moh. Fachri, S.STP., M.Si.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 288/HUM-BAZ/VII/2026
Rabu, 29 Juli 2026
BERITA29/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Goes To School Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 226 Peserta
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui program BAZNAS Goes To School kembali membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Program yang merupakan bagian dari Divisi Kebencanaan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo ini menghadirkan edukasi kebencanaan bagi warga sekolah sebagai upaya mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di SD Muhammadiyah Brosot, dengan menghadirkan fasilitator dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kulon Progo, yaitu Rizka Chibriyah dan Arief Trianto H.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh berbagai materi penting mengenai kebencanaan, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, prosedur evakuasi yang aman, hingga praktik pemadaman api sederhana menggunakan kain basah sebagai upaya penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Suasana edukasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam simulasi yang diberikan oleh para fasilitator. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif membuat materi lebih mudah dipahami sehingga peserta mampu memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan siap mempraktikkannya apabila menghadapi situasi darurat.
Program ini memberikan manfaat kepada 226 peserta, yang terdiri atas 203 siswa serta 23 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Brosot. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berharap seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan bahwa Program BAZNAS Goes To School merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui jalur pendidikan.
"Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Melalui Program BAZNAS Goes To School, kami ingin membekali para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Harapannya, setiap satuan pendidikan di Kulon Progo mampu menjadi Sekolah Aman Bencana yang siap melindungi seluruh warganya ketika terjadi bencana," ujar H. Alfanuha Yushida.
Beliau menambahkan bahwa edukasi kebencanaan merupakan bagian dari upaya pencegahan yang tidak kalah penting dibandingkan penanganan saat bencana terjadi. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui BTB akan terus memperluas jangkauan Program BAZNAS Goes To School ke berbagai sekolah di wilayah Kulon Progo sebagai bentuk implementasi zakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas dan keselamatan masyarakat.
Melalui Program BAZNAS Goes To School, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo tidak hanya menyalurkan bantuan ketika terjadi bencana, tetapi juga berupaya membangun masyarakat yang tangguh melalui edukasi dan pengurangan risiko bencana. Diharapkan semakin banyak sekolah yang memiliki budaya kesiapsiagaan sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo kegiatan MTQ Pelajar SD
Dalam rangka mendukung pembinaan generasi Qur'ani sekaligus memastikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Pelajar Sekolah Dasar berjalan dengan baik, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo hadir kegiatan MTQ Pelajar SD di sejumlah kapanewon pada tanggal 20–22 Juli 2026.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.Pmat menyampaikan bahwa penugasan dibagi berdasarkan tanggal dan lokasi kegiatan, berhubung ada beberapa lokasi pelaksanaannya bersamaan.
Senin, 20 Juli 2026
Sugiyanta, S.Pd.I, di SD Negeri 1 Sremo, Kapanewon Kokap.
Selasa, 21 Juli 2026
1. Dra. Hj. Widiastuti didampingi Junjung Prabawa, S.Ak di SD Negeri Graulan, Kapanewon Wates
2. Sugiyanta, S.Pd.I didampingi Ghufron Fauzi, S.E. di SD Negeri 1 Nanggulan Kapanewon Nanggulan
3. Agus Nuryanto, S.M didampingi Isrodin Musthofa, S.Tr.S.I. di SD Negeri Lebeng, Kapanewon Sentolo
4. H. Alfanuha Yushida, M.Pmat di SD Negeri 1 Pandowan, Kapanewon Galur.
Rabu, 22 Juli 2026
1. H. Alfanuha Yushida, M.Pmat di Gedung KPN Mantep Panjatan Kapanewon Panjatan.
2. Jumanto, SH di Aula Eks UPTD Kapanewon Lendah, Kompleks SD Negeri Jatirejo, Kapanewon Lendah
3. Agus Nuryanto, S.M di SD Negeri Kalisari, Kapanewon Temon.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Goes To School Hadir di SMK Ma’arif 3 Wates, Edukasi ZIS dan Kebencanaan bagi 120 Peserta
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui Program BAZNAS Goes To School kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Edukasi Kebencanaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Kegiatan yang berlangsung di SMK Ma’arif 3 Wates pada tanggal 14 Juli 2026 ini difasilitasi oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kulon Progo, yaitu Ahmad Bahrudin dan Arief Trianto H. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya ZIS sebagai bentuk kepedulian sosial, serta edukasi kebencanaan yang meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, teknik penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga praktik pemadaman api menggunakan APAR dan kain basah.
Sebanyak 120 peserta, yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan SMK Ma’arif 3 Wates, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Tingginya partisipasi peserta membuat proses penyampaian materi berlangsung interaktif dan mudah dipahami, sehingga keterampilan dasar yang diberikan dapat dipraktikkan dengan baik.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo yang juga membidangi dan kordinator BTB, Sugiyanta, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Program BAZNAS Goes To School merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam membangun generasi yang peduli sesama sekaligus tangguh menghadapi bencana.
"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengenalkan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai sarana menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan. Harapannya, para siswa memiliki kesadaran untuk saling membantu serta mampu bertindak tepat ketika menghadapi situasi darurat," ujar Sugiyanta.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau lebih banyak satuan pendidikan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang peduli, aman, dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI dan POROZ Pererat Kolaborasi Sejahterakan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.
Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.
"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," katanya.
Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.
"Mulai dari peningkatan ekosistem manajemen BAZNAS, peningkatan sistem digitalisasi, peningkatan kompetensi amil (SDM), peningkatan koordinasi dan perluasan jaringan BAZNAS hingga UPZ desa, peningkatan sinergi lintas pemangku kepentingan, peningkatan literasi, hingga peningkatan mobilisasi penghimpunan serta pendistribusian ZIS yang adil," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk seluruh lembaga pengelola zakat harus tetap solid dan memperkuat kolaborasi agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Selain memperkuat sinergi program, Sodik menegaskan, BAZNAS juga terus mendorong penguatan regulasi pengelolaan zakat bersama berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan dana umat dapat semakin optimal.
"Dana umat memiliki potensi yang luar biasa besar untuk kemaslahatan nasional. Dana umat berfungsi strategis untuk membangun dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Masih banyak ruang pemanfaatan dana umat yang belum optimal karena keterbatasan regulasi saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan dalam mengonsolidasikan komitmen umat dalam mendorong kontribusi zakat yang berdampak nyata (impactful) bagi mustahik memang memiliki tantangan besar.
"Setidaknya ada empat pilar isu strategis yang harus kita selesaikan bersama, Konsolidasi, Kolaborasi dan Integrasi, serta penguatan regulasi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), KH. Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyambut baik komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat ruang kolaborasi dan koordinasi dengan POROZ.
Ia menegaskan kesiapan POROZ untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bersama BAZNAS demi memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
Selain penyelarasan program unggulan, Bukhori menilai terdapat tiga isu penting yang juga perlu menjadi fokus sinergi Bersama, yakni peningkatan kesejahteraan amil, sinkronisasi data mustahik, serta penguatan strategi penghimpunan zakat.
"Kami memohon arahan, bimbingan, dan ruang kolaborasi antara BAZNAS dengan POROZ," ucapnya.
Turut hadir Direktur Utama PP Lazismu, Ibnu Tsani, M.Sos., Direktur NU-Care LazisNU, Riri Kharirroh, M.A., Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, Mohammad Idris Yusuf, S.Kom.I., dan Direktur Utama LAZ Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah, Supendi, M.M.
Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syarifuddin, Direktur Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, Hidayat, S.Sos., Direktur LAZIS PUI, Irwan Umbara, Direktur Eksekutif LAZISKU KBBII, As'ad Nugroho, Direktur Al ZIS Al Washliyah, Muhammad Affan,Direktur Utama LAZNAS IKADI, H. Eddy Susianto, Ak., C.A., serta Direktur Lazia, Dr. Ahmad Afif M.El., CWC.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 261/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyinkronkan langkah dan program dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui penyelarasan program prioritas BAZNAS dengan agenda pembangunan nasional.
Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi bersama jajaran Kantor Staf Presiden (KSP) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan, 13 program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
"13 program prioritas di periode BAZNAS tahun 2026 sampai 2031 ini, dan kira-kira sebenarnya seluruhnya yang memang kita arahnya ke pengentasan kemiskinan," ujar Idy.
Menurut Idy, implementasi seluruh program tersebut disusun agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya agenda pengentasan kemiskinan.
"Intinya gini, kami siap untuk penyaluran kita ini sesuai dengan programnya pemerintah, Asta Cita, karena kita juga berelasi dengan Bappenas, terutama soal pengentasan kemiskinan, itu Asta Cita keenam," katanya.
Selain memperkuat sinergi program, BAZNAS juga terus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Regulasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang hingga saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.
Melalui penguatan regulasi tersebut, BAZNAS memproyeksikan penghimpunan zakat dari sektor ASN dan BUMN dapat mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun. Dana tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas BAZNAS dalam membantu masyarakat miskin.
"Bukan apa-apa, kita kumpulkan kan bukan untuk kita, ini untuk kita salurkan. Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Berapa banyak kita bisa selesaikan masalah bangsa ini? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Erni Juliana, menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program pengelolaan zakat dengan berbagai program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, serta penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Ia menambahkan, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah seiring rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.
"Bahwa KSP itu tugas utamanya adalah memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden terkait pengelolaan, pengendalian, dan pengawalan program-program prioritas Presiden dan isu-isu strategis," tutur Erni.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Deputi I Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional M. Hasbi Zaenal.
Sementara itu, dari jajaran Kantor Staf Presiden hadir Deputi III Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Hisbul Bahar, dan Tenaga Ahli Muda Kedeputian II Haris Budi Laksono.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 260/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Peran Masjid melalui Pembentukan UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat peran masjid menjadi pusat sinergi dan pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Diskusi Online Masjid Berdampak bertajuk "Masjid Tempat Sinergi Umat" yang digelar pada Jumat (3/7/2026).
Rizaludin mengatakan, pembentukan UPZ memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Menteri Agama, dan Peraturan BAZNAS. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan masjid, pesantren, maupun yayasan.
"Kehadiran undang-undang ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pengelolaan ZIS memenuhi prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.
"Di sinilah kami memohon bantuan dari para penyuluh agama untuk menguatkan kapasitas DKM atau takmir masjid, meningkatkan pemahaman regulasi UPZ, serta menyosialisasikan visi bersama ini. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama terus berjalan efektif dan berdampak luas," katanya.
Rizaludin menegaskan, di kepemimpinan baru, BAZNAS berkomitmen mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual, sosial, dan ekonomi umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"BAZNAS juga telah menyediakan ekosistem digital bernama Menara Masjid yang terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) untuk memudahkan pembukuan dan transparansi yang dapat dipantau langsung oleh jemaah. Sistem ini akan kita padukan dengan SIMAS (Sistem Informasi Masjid) milik Kementerian Agama," ujar Rizaludin.
Rizaludin berharap, melalui penguatan UPZ, masjid mampu menggerakkan roda sosial-ekonomi di sekitarnya, seperti menyediakan layanan kesehatan, pusat pendidikan, hingga permodalan UMKM.
"Pada tahun ini, BAZNAS memiliki 13 program prioritas, salah satunya adalah BAZNAS Microfinance Masjid, yakni program penyaluran modal usaha tanpa bunga, dengan skema Qardhul Hasan. Selain itu, ada program Renovasi Masjid Utama (ramah difabel dan lansia), serta digitalisasi kotak infak," jelasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 257/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sedang menyiapkan strategi penguatan literasi zakat umat melalui kerja sama intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan.
"Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI," jelas Idy Muzayyad usai menjadi narasumber dalam talkshow Nikah Fest di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Melalui sinergi ini, sekitar 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI di seluruh wilayah Indonesia akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.
Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.
"Ikatan Penyuluh Agama ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA," ujarnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 244/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dukung Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Miskin 2026
?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran acara Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
?Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menilai agenda penghargaan ini sangat krusial mengingat penegakan hukum di Indonesia saat ini dirasa masih kurang humanis serta cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
?"Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang memberikan apresiasi dan penghargaan, tapi ke depannya kami berharap bisa menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk bisa lebih adil, humanis, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, terkhususnya bagi kaum duafa dan warga miskin," jelas Neyla di Kantor Pusat MUI, Senin (29/6/2026).
?Melalui momentum ini, BAZNAS berharap pemberian apresiasi tersebut mampu memberikan dorongan moral yang kuat bagi para aparat hukum untuk lebih peduli pada hak-hak masyarakat kecil.
?Lebih lanjut, Neyla mengatakan sinergi lewat program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mengawal terciptanya sistem peradilan yang lebih adil dan memanusiakan manusia di Indonesia.
?"Insyaallah dari BAZNAS siap untuk senantiasa mendampingi dalam kegiatan MUI, juga lembaga-lembaga lain yang tujuannya adalah untuk memanusiakan manusia, untuk lebih menjadi manusia," katanya.
?Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., mengatakan panitia penyelenggara tengah mematangkan persiapan standardisasi penilaian untuk agenda Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026.
?Ia juga menegaskan penghargaan ini sengaja difokuskan kepada para aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga advokat, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam melakukan advokasi dan perlindungan hukum bagi kaum marginal.
?"Mudah-mudahan kita mendapatkan perorangan atau lembaga yang dapat kita berikan apresiasi sebagai penegak hukum yang sahabat dhuafa dan miskin," tutur Wahiduddin.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 247/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan transformasi tiga aktor utama zakat, yakni muzaki, amil, dan mustahik, menjadi kunci dalam mewujudkan filantropi Islam yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
Konsep tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Conference Filantropi dan Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam pemaparannya yang bertema "Transformasi Tiga Aktor Zakat dalam Mewujudkan Filantropi Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan", Rizaludin menjelaskan, selama ini kajian dan riset mengenai zakat lebih banyak berfokus pada aspek pengumpulan dana dan perubahan kondisi ekonomi mustahik.
"Selama ini, kalau bicara soal zakat, fokus kita hampir selalu ke mustahik, bagaimana cara bantu ekonomi mereka agar keluar dari kemiskinan. Padahal, ekosistem zakat itu punya tiga aktor utama: muzaki, amil, dan mustahik," jelas Rizaludin.
Menurutnya, melalui konsep yang disebut sebagai Transformasi Tiga Aktor Filantropi Islam, setiap aktor dalam ekosistem zakat memiliki peran dan proses transformasi masing-masing yang saling melengkapi.
Rizaludin menuturkan, muzaki tidak boleh dipandang hanya sebagai donor atau penyumbang dana, melainkan individu yang sedang menjalani proses transformasi spiritual melalui ibadah zakat.
Melalui zakat yang ditunaikan dengan penuh kesadaran, lanjutnya, seorang muzaki tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menyucikan jiwa dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT menuju insan kamil atau manusia paripurna.
"Melalui ibadah zakat yang bermakna, semakin sering seorang muzaki berbagi, maka akan semakin dekat pula keterhubungan spiritualnya dengan Allah, sekaligus menyempurnakan kualitas dirinya sebagai manusia yang paling bermanfaat bagi sesama," katanya.
Sementara itu, aktor kedua yaitu amil dituntut untuk terus bertransformasi menjadi pengelola zakat yang Religius, profesional, amanah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Rizaludin, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
Adapun aktor ketiga, yakni mustahik, tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi harus didorong menjadi individu yang berdaya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial sehingga mampu mandiri dan keluar dari kemiskinan.
Ia menegaskan, zakat tidak semata-mata merupakan instrumen distribusi kekayaan, melainkan sebuah sistem yang dirancang untuk menghadirkan perubahan menyeluruh bagi manusia dan masyarakat.
"Kita harus memahami bahwa zakat bukan hanya instrumen teknis untuk membagi-bagikan harta dari kaya kepada miskin, melainkan sebuah jalan transformatif yang didesain untuk menyempurnakan eksistensi manusia dan melahirkan sebuah peradaban baru yang berdaya serta berkelanjutan," ujarnya.
Melalui transformasi muzaki, amil, dan mustahik yang berjalan secara seimbang, BAZNAS meyakini filantropi Islam dapat menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan ditingkat nasional dan global.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 248/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk 200 Warga
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo kembali menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Mata Gratis. Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad 28 Juni 2026 di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, PERDAMI Yogyakarta, serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM). Sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan mata secara gratis.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kulon Progo, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan organisasi profesi dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan layanan skrining kesehatan mata secara menyeluruh yang dilakukan oleh dokter spesialis mata dan tenaga medis profesional. Pemeriksaan meliputi deteksi dini gangguan penglihatan, konsultasi kesehatan mata, serta rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing peserta.
Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan kacamata akan difasilitasi pembuatannya oleh BAZNAS Kabupaten Kulon Progo. Sementara itu, peserta yang memerlukan tindakan operasi akan mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis FKKMK UGM sesuai dengan hasil diagnosis dokter.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu implementasi pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kesehatan. Melalui program ini, manfaat zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses.
Perwakilan PERDAMI Yogyakarta mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dan berharap kegiatan pemeriksaan mata gratis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Deteksi dini diharapkan mampu mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius sehingga masyarakat dapat tetap produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, FKKMK UGM, PERDAMI Yogyakarta, seluruh tenaga medis, relawan, para muzaki, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat zakat dalam bidang kesehatan.
Melalui berbagai program kemanusiaan dan kesehatan, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan terwujud masyarakat Kulon Progo yang lebih sehat, peduli, dan sejahtera.sejahtera.
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS KP
120 Anak Ikuti Khitan Ceria BAZNAS 2026
Khitan Ceria BAZNAS 2026 digelar di Klinik PKU Muhammadiyah Wates dan PKU Muhammadiyah Nanggulan, Sabtu (27/6/2026). Program sosial yang diselenggarakan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo ini menjadi wujud nyata kepedulian kepada masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi 120 anak yang mengikuti khitan massal pada momen libur sekolah dan bulan Muharram.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat menyampaikan bahwa program ini semula menargetkan 150 peserta yang dibagi di dua lokasi, masing-masing 75 anak di PKU Muhammadiyah Wates dan 75 anak di PKU Muhammadiyah Nanggulan. Hingga hari pelaksanaan, sebanyak 69 anak mengikuti khitan di Wates dan 51 anak di Nanggulan, sehingga total peserta mencapai 120 anak.
"Masih ada kuota yang akan kami optimalkan melalui bagian pendistribusian dan pendayagunaan agar manfaat program ini semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.
Selain khitan massal, BAZNAS juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial selama bulan Muharram, di antaranya santunan bagi anak yatim di seluruh kalurahan di Kulon Progo, rihlah anak yatim bersama BAZNAS se-DIY ke Semarang dan Salatiga, serta pemeriksaan dini katarak bekerja sama dengan PERDAMI dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Alfanuha, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM membuka secara resmi pelaksanaan Khitan Ceria BAZNAS 2026, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada peserta, kemudian meninjau langsung proses khitan dan menyapa anak-anak beserta orang tua yang hadir.
Bupati mengapresiasi peran BAZNAS sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan melalui berbagai program kemanusiaan.
Menurutnya, khitan bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna penting sebagai bagian dari syariat Islam sekaligus upaya menjaga kebersihan dan kesehatan. Momentum ini juga menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
"Khitan bukan hanya sebuah tradisi, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan. Saya berharap setelah dikhitan anak-anak semakin rajin beribadah, giat belajar, taat kepada orang tua, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak baik," ungkap Bupati.
Ia juga berharap masyarakat semakin merasakan manfaat keberadaan BAZNAS sehingga kepercayaan untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS terus meningkat.
BERITA29/06/2026 | Humas BAZNAS KP
Muharam 1448 H, BAZNAS Kulon Progo Salurkan Santunan Rp220 Juta untuk 440 Anak Yatim
Memanfaatkan momentum mulia bulan Muharam 1448 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar rangkaian kegiatan program "Lebaran Anak Yatim". Sebanyak Rp 220 juta disalurkan untuk santunan 440 anak yatim yang dilakukan secara merata, di mana setiap kalurahan se-Kulon Progo diwakili oleh 5 anak yatim. Simbolis kepada perwakilan anak yatim Kapanewon Wates dilakukan pada pengajian aparat, Jumat (26/6/2026) di Masjid Agung Kulon Progo.
?Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo Sugiyanta SPdI menuturkan melalui tema "Menebar Manfaat, Menguatkan Umat", Baznas Kulon Progo berharap program Lebaran Anak Yatim ini mampu memberikan senyum kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menjadi pemantik bagi masyarakat luas untuk terus menguatkan tradisi saling berbagi di bulan Muharam yang penuh berkah.
Menurut Sugiyanta, rangkaian kegiatan ini selain bentuk kepedulian Baznas Kabupaten Kulon Progo, juga merupakan bentuk komitmen kami atas transparansi dari amanah zakat, infak, dan shodaqoh yang dikumpulkan melalui Baznas Kulon Progo. "Sekaligus, ini menjadi bukti nyata kerja sama antarlembaga pengelola ZIS dan pemerintah dalam mewujudkan sinergitas demi kemaslahatan umat," ujar Sugiyanta.
?Rangkaian program Lebaran Anak Yatim Baznas Kulon Progo tahun 2026 ini berjalan melalui tiga agenda utama: Edukasi Wisata Jasmani dan Rohani (16 Juni 2026), sebagai pembuka, Baznas Kulon Progo mengajak 30 anak yatim dari wilayah Kapanewon Kalibawang untuk melakukan rihlah (wisata religi dan edukasi) ke objek wisata Saloka Theme Park Salatiga dan Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran psikologis, kebahagiaan, sekaligus edukasi spiritual bagi anak-anak.
?Sinergi Santunan Bersama LAZ se-Kulon Progo (25 Juni 2026). Untuk memperkuat kolaborasi gerakan zakat, Baznas bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bergerak di Kulon Progo menggelar acara penyerahan santunan bersama yang bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo pada Kamis kemarin. Puncak Acara dan Penyaluran Santunan Utama (26 Juni 2026)
"Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Kulonprogo. Acara penyaluran santunan diawali secara khidmat bersamaan dengan agenda Pengajian Aparat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, menegaskan dukungan penuh jajaran birokrasi terhadap program-program kemanusiaan," pungkas Sugiyanta.
BERITA26/06/2026 | Humas BAZNAS KP

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →