Berita Terbaru
Melalui BAZNAS, KP2MI Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan sebesar Rp100.000.000 dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang akan disalurkan kepada masyarakat. Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan usai audiensi antara BAZNAS dan KP2MI di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Audiensi tersebut juga membahas evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperluas program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, penguatan kerja sama dengan KP2MI difokuskan pada optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi pekerja migran Indonesia, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Tanah Air.
"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," jelas Sodik.
Menurutnya, melalui sinergi tersebut, BAZNAS akan mendukung calon PMI yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan melalui bantuan pembiayaan tambahan. Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan program beasiswa pendidikan, pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga pekerja migran yang ditinggalkan di Indonesia.
Sodik menambahkan, selama bekerja di luar negeri, para PMI juga akan didorong menjadi bagian dari jaringan pemberdayaan BAZNAS melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," katanya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Drs. Mukhtarudin menyampaikan, kerja sama antara KP2MI dan BAZNAS bertujuan memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup bantuan darurat bagi PMI yang mengalami musibah di luar negeri, dukungan pembiayaan bagi calon PMI yang akan berangkat bekerja, beasiswa bagi anak pekerja migran, pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI, hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas di luar negeri.
"Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki," tutur Mukhtarudin.
Ia menambahkan, KP2MI dan BAZNAS juga akan memperkuat pertukaran data dan informasi serta menyusun Buku Saku Zakat bagi Pekerja Migran Indonesia dalam bentuk digital guna meningkatkan literasi zakat di kalangan PMI.
Turut hadir dalam agenda tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Direktur Pengumpulan Badan Negara dan Badan Swasta H. Faisal Qosim, Lc., CWC., CFRM., Kepala Divisi Pengumpulan BUMN Argo Sayoto, serta Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., Dirjen Penempatan Ahnas, S.Ag., M.Si., dan Dirjen Pemberdayaan Dr. Moh. Fachri, S.STP., M.Si.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 288/HUM-BAZ/VII/2026
Rabu, 29 Juli 2026
BERITA29/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Goes To School Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 226 Peserta
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui program BAZNAS Goes To School kembali membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Program yang merupakan bagian dari Divisi Kebencanaan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo ini menghadirkan edukasi kebencanaan bagi warga sekolah sebagai upaya mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di SD Muhammadiyah Brosot, dengan menghadirkan fasilitator dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kulon Progo, yaitu Rizka Chibriyah dan Arief Trianto H.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh berbagai materi penting mengenai kebencanaan, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, prosedur evakuasi yang aman, hingga praktik pemadaman api sederhana menggunakan kain basah sebagai upaya penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Suasana edukasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam simulasi yang diberikan oleh para fasilitator. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif membuat materi lebih mudah dipahami sehingga peserta mampu memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan siap mempraktikkannya apabila menghadapi situasi darurat.
Program ini memberikan manfaat kepada 226 peserta, yang terdiri atas 203 siswa serta 23 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Brosot. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berharap seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan bahwa Program BAZNAS Goes To School merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui jalur pendidikan.
"Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Melalui Program BAZNAS Goes To School, kami ingin membekali para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Harapannya, setiap satuan pendidikan di Kulon Progo mampu menjadi Sekolah Aman Bencana yang siap melindungi seluruh warganya ketika terjadi bencana," ujar H. Alfanuha Yushida.
Beliau menambahkan bahwa edukasi kebencanaan merupakan bagian dari upaya pencegahan yang tidak kalah penting dibandingkan penanganan saat bencana terjadi. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui BTB akan terus memperluas jangkauan Program BAZNAS Goes To School ke berbagai sekolah di wilayah Kulon Progo sebagai bentuk implementasi zakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas dan keselamatan masyarakat.
Melalui Program BAZNAS Goes To School, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo tidak hanya menyalurkan bantuan ketika terjadi bencana, tetapi juga berupaya membangun masyarakat yang tangguh melalui edukasi dan pengurangan risiko bencana. Diharapkan semakin banyak sekolah yang memiliki budaya kesiapsiagaan sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo kegiatan MTQ Pelajar SD
Dalam rangka mendukung pembinaan generasi Qur'ani sekaligus memastikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Pelajar Sekolah Dasar berjalan dengan baik, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo hadir kegiatan MTQ Pelajar SD di sejumlah kapanewon pada tanggal 20–22 Juli 2026.
Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.Pmat menyampaikan bahwa penugasan dibagi berdasarkan tanggal dan lokasi kegiatan, berhubung ada beberapa lokasi pelaksanaannya bersamaan.
Senin, 20 Juli 2026
Sugiyanta, S.Pd.I, di SD Negeri 1 Sremo, Kapanewon Kokap.
Selasa, 21 Juli 2026
1. Dra. Hj. Widiastuti didampingi Junjung Prabawa, S.Ak di SD Negeri Graulan, Kapanewon Wates
2. Sugiyanta, S.Pd.I didampingi Ghufron Fauzi, S.E. di SD Negeri 1 Nanggulan Kapanewon Nanggulan
3. Agus Nuryanto, S.M didampingi Isrodin Musthofa, S.Tr.S.I. di SD Negeri Lebeng, Kapanewon Sentolo
4. H. Alfanuha Yushida, M.Pmat di SD Negeri 1 Pandowan, Kapanewon Galur.
Rabu, 22 Juli 2026
1. H. Alfanuha Yushida, M.Pmat di Gedung KPN Mantep Panjatan Kapanewon Panjatan.
2. Jumanto, SH di Aula Eks UPTD Kapanewon Lendah, Kompleks SD Negeri Jatirejo, Kapanewon Lendah
3. Agus Nuryanto, S.M di SD Negeri Kalisari, Kapanewon Temon.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Goes To School Hadir di SMK Ma’arif 3 Wates, Edukasi ZIS dan Kebencanaan bagi 120 Peserta
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melalui Program BAZNAS Goes To School kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Edukasi Kebencanaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Kegiatan yang berlangsung di SMK Ma’arif 3 Wates pada tanggal 14 Juli 2026 ini difasilitasi oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kulon Progo, yaitu Ahmad Bahrudin dan Arief Trianto H. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya ZIS sebagai bentuk kepedulian sosial, serta edukasi kebencanaan yang meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, teknik penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga praktik pemadaman api menggunakan APAR dan kain basah.
Sebanyak 120 peserta, yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan SMK Ma’arif 3 Wates, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Tingginya partisipasi peserta membuat proses penyampaian materi berlangsung interaktif dan mudah dipahami, sehingga keterampilan dasar yang diberikan dapat dipraktikkan dengan baik.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo yang juga membidangi dan kordinator BTB, Sugiyanta, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Program BAZNAS Goes To School merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam membangun generasi yang peduli sesama sekaligus tangguh menghadapi bencana.
"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengenalkan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai sarana menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan. Harapannya, para siswa memiliki kesadaran untuk saling membantu serta mampu bertindak tepat ketika menghadapi situasi darurat," ujar Sugiyanta.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau lebih banyak satuan pendidikan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang peduli, aman, dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI dan POROZ Pererat Kolaborasi Sejahterakan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.
Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.
"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," katanya.
Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.
"Mulai dari peningkatan ekosistem manajemen BAZNAS, peningkatan sistem digitalisasi, peningkatan kompetensi amil (SDM), peningkatan koordinasi dan perluasan jaringan BAZNAS hingga UPZ desa, peningkatan sinergi lintas pemangku kepentingan, peningkatan literasi, hingga peningkatan mobilisasi penghimpunan serta pendistribusian ZIS yang adil," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk seluruh lembaga pengelola zakat harus tetap solid dan memperkuat kolaborasi agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Selain memperkuat sinergi program, Sodik menegaskan, BAZNAS juga terus mendorong penguatan regulasi pengelolaan zakat bersama berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan dana umat dapat semakin optimal.
"Dana umat memiliki potensi yang luar biasa besar untuk kemaslahatan nasional. Dana umat berfungsi strategis untuk membangun dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Masih banyak ruang pemanfaatan dana umat yang belum optimal karena keterbatasan regulasi saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan dalam mengonsolidasikan komitmen umat dalam mendorong kontribusi zakat yang berdampak nyata (impactful) bagi mustahik memang memiliki tantangan besar.
"Setidaknya ada empat pilar isu strategis yang harus kita selesaikan bersama, Konsolidasi, Kolaborasi dan Integrasi, serta penguatan regulasi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), KH. Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyambut baik komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat ruang kolaborasi dan koordinasi dengan POROZ.
Ia menegaskan kesiapan POROZ untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bersama BAZNAS demi memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
Selain penyelarasan program unggulan, Bukhori menilai terdapat tiga isu penting yang juga perlu menjadi fokus sinergi Bersama, yakni peningkatan kesejahteraan amil, sinkronisasi data mustahik, serta penguatan strategi penghimpunan zakat.
"Kami memohon arahan, bimbingan, dan ruang kolaborasi antara BAZNAS dengan POROZ," ucapnya.
Turut hadir Direktur Utama PP Lazismu, Ibnu Tsani, M.Sos., Direktur NU-Care LazisNU, Riri Kharirroh, M.A., Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, Mohammad Idris Yusuf, S.Kom.I., dan Direktur Utama LAZ Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah, Supendi, M.M.
Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syarifuddin, Direktur Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, Hidayat, S.Sos., Direktur LAZIS PUI, Irwan Umbara, Direktur Eksekutif LAZISKU KBBII, As'ad Nugroho, Direktur Al ZIS Al Washliyah, Muhammad Affan,Direktur Utama LAZNAS IKADI, H. Eddy Susianto, Ak., C.A., serta Direktur Lazia, Dr. Ahmad Afif M.El., CWC.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 261/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyinkronkan langkah dan program dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui penyelarasan program prioritas BAZNAS dengan agenda pembangunan nasional.
Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi bersama jajaran Kantor Staf Presiden (KSP) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan, 13 program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
"13 program prioritas di periode BAZNAS tahun 2026 sampai 2031 ini, dan kira-kira sebenarnya seluruhnya yang memang kita arahnya ke pengentasan kemiskinan," ujar Idy.
Menurut Idy, implementasi seluruh program tersebut disusun agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya agenda pengentasan kemiskinan.
"Intinya gini, kami siap untuk penyaluran kita ini sesuai dengan programnya pemerintah, Asta Cita, karena kita juga berelasi dengan Bappenas, terutama soal pengentasan kemiskinan, itu Asta Cita keenam," katanya.
Selain memperkuat sinergi program, BAZNAS juga terus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Regulasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang hingga saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.
Melalui penguatan regulasi tersebut, BAZNAS memproyeksikan penghimpunan zakat dari sektor ASN dan BUMN dapat mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun. Dana tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas BAZNAS dalam membantu masyarakat miskin.
"Bukan apa-apa, kita kumpulkan kan bukan untuk kita, ini untuk kita salurkan. Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Berapa banyak kita bisa selesaikan masalah bangsa ini? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Erni Juliana, menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program pengelolaan zakat dengan berbagai program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, serta penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Ia menambahkan, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah seiring rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.
"Bahwa KSP itu tugas utamanya adalah memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden terkait pengelolaan, pengendalian, dan pengawalan program-program prioritas Presiden dan isu-isu strategis," tutur Erni.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Deputi I Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional M. Hasbi Zaenal.
Sementara itu, dari jajaran Kantor Staf Presiden hadir Deputi III Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Hisbul Bahar, dan Tenaga Ahli Muda Kedeputian II Haris Budi Laksono.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 260/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Peran Masjid melalui Pembentukan UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat peran masjid menjadi pusat sinergi dan pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Diskusi Online Masjid Berdampak bertajuk "Masjid Tempat Sinergi Umat" yang digelar pada Jumat (3/7/2026).
Rizaludin mengatakan, pembentukan UPZ memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Menteri Agama, dan Peraturan BAZNAS. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan masjid, pesantren, maupun yayasan.
"Kehadiran undang-undang ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pengelolaan ZIS memenuhi prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.
"Di sinilah kami memohon bantuan dari para penyuluh agama untuk menguatkan kapasitas DKM atau takmir masjid, meningkatkan pemahaman regulasi UPZ, serta menyosialisasikan visi bersama ini. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama terus berjalan efektif dan berdampak luas," katanya.
Rizaludin menegaskan, di kepemimpinan baru, BAZNAS berkomitmen mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual, sosial, dan ekonomi umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"BAZNAS juga telah menyediakan ekosistem digital bernama Menara Masjid yang terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) untuk memudahkan pembukuan dan transparansi yang dapat dipantau langsung oleh jemaah. Sistem ini akan kita padukan dengan SIMAS (Sistem Informasi Masjid) milik Kementerian Agama," ujar Rizaludin.
Rizaludin berharap, melalui penguatan UPZ, masjid mampu menggerakkan roda sosial-ekonomi di sekitarnya, seperti menyediakan layanan kesehatan, pusat pendidikan, hingga permodalan UMKM.
"Pada tahun ini, BAZNAS memiliki 13 program prioritas, salah satunya adalah BAZNAS Microfinance Masjid, yakni program penyaluran modal usaha tanpa bunga, dengan skema Qardhul Hasan. Selain itu, ada program Renovasi Masjid Utama (ramah difabel dan lansia), serta digitalisasi kotak infak," jelasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 257/HUM-BAZ/VII/2026
Senin, 6 Juli 2026
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sedang menyiapkan strategi penguatan literasi zakat umat melalui kerja sama intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan.
"Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI," jelas Idy Muzayyad usai menjadi narasumber dalam talkshow Nikah Fest di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Melalui sinergi ini, sekitar 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI di seluruh wilayah Indonesia akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.
Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.
"Ikatan Penyuluh Agama ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA," ujarnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 244/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dukung Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Miskin 2026
?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran acara Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
?Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menilai agenda penghargaan ini sangat krusial mengingat penegakan hukum di Indonesia saat ini dirasa masih kurang humanis serta cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
?"Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang memberikan apresiasi dan penghargaan, tapi ke depannya kami berharap bisa menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk bisa lebih adil, humanis, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, terkhususnya bagi kaum duafa dan warga miskin," jelas Neyla di Kantor Pusat MUI, Senin (29/6/2026).
?Melalui momentum ini, BAZNAS berharap pemberian apresiasi tersebut mampu memberikan dorongan moral yang kuat bagi para aparat hukum untuk lebih peduli pada hak-hak masyarakat kecil.
?Lebih lanjut, Neyla mengatakan sinergi lewat program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mengawal terciptanya sistem peradilan yang lebih adil dan memanusiakan manusia di Indonesia.
?"Insyaallah dari BAZNAS siap untuk senantiasa mendampingi dalam kegiatan MUI, juga lembaga-lembaga lain yang tujuannya adalah untuk memanusiakan manusia, untuk lebih menjadi manusia," katanya.
?Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., mengatakan panitia penyelenggara tengah mematangkan persiapan standardisasi penilaian untuk agenda Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026.
?Ia juga menegaskan penghargaan ini sengaja difokuskan kepada para aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga advokat, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam melakukan advokasi dan perlindungan hukum bagi kaum marginal.
?"Mudah-mudahan kita mendapatkan perorangan atau lembaga yang dapat kita berikan apresiasi sebagai penegak hukum yang sahabat dhuafa dan miskin," tutur Wahiduddin.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 247/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan transformasi tiga aktor utama zakat, yakni muzaki, amil, dan mustahik, menjadi kunci dalam mewujudkan filantropi Islam yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
Konsep tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Conference Filantropi dan Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam pemaparannya yang bertema "Transformasi Tiga Aktor Zakat dalam Mewujudkan Filantropi Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan", Rizaludin menjelaskan, selama ini kajian dan riset mengenai zakat lebih banyak berfokus pada aspek pengumpulan dana dan perubahan kondisi ekonomi mustahik.
"Selama ini, kalau bicara soal zakat, fokus kita hampir selalu ke mustahik, bagaimana cara bantu ekonomi mereka agar keluar dari kemiskinan. Padahal, ekosistem zakat itu punya tiga aktor utama: muzaki, amil, dan mustahik," jelas Rizaludin.
Menurutnya, melalui konsep yang disebut sebagai Transformasi Tiga Aktor Filantropi Islam, setiap aktor dalam ekosistem zakat memiliki peran dan proses transformasi masing-masing yang saling melengkapi.
Rizaludin menuturkan, muzaki tidak boleh dipandang hanya sebagai donor atau penyumbang dana, melainkan individu yang sedang menjalani proses transformasi spiritual melalui ibadah zakat.
Melalui zakat yang ditunaikan dengan penuh kesadaran, lanjutnya, seorang muzaki tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menyucikan jiwa dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT menuju insan kamil atau manusia paripurna.
"Melalui ibadah zakat yang bermakna, semakin sering seorang muzaki berbagi, maka akan semakin dekat pula keterhubungan spiritualnya dengan Allah, sekaligus menyempurnakan kualitas dirinya sebagai manusia yang paling bermanfaat bagi sesama," katanya.
Sementara itu, aktor kedua yaitu amil dituntut untuk terus bertransformasi menjadi pengelola zakat yang Religius, profesional, amanah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Rizaludin, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
Adapun aktor ketiga, yakni mustahik, tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi harus didorong menjadi individu yang berdaya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial sehingga mampu mandiri dan keluar dari kemiskinan.
Ia menegaskan, zakat tidak semata-mata merupakan instrumen distribusi kekayaan, melainkan sebuah sistem yang dirancang untuk menghadirkan perubahan menyeluruh bagi manusia dan masyarakat.
"Kita harus memahami bahwa zakat bukan hanya instrumen teknis untuk membagi-bagikan harta dari kaya kepada miskin, melainkan sebuah jalan transformatif yang didesain untuk menyempurnakan eksistensi manusia dan melahirkan sebuah peradaban baru yang berdaya serta berkelanjutan," ujarnya.
Melalui transformasi muzaki, amil, dan mustahik yang berjalan secara seimbang, BAZNAS meyakini filantropi Islam dapat menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan ditingkat nasional dan global.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 248/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk 200 Warga
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo kembali menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Mata Gratis. Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad 28 Juni 2026 di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, PERDAMI Yogyakarta, serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM). Sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan mata secara gratis.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kulon Progo, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan organisasi profesi dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan layanan skrining kesehatan mata secara menyeluruh yang dilakukan oleh dokter spesialis mata dan tenaga medis profesional. Pemeriksaan meliputi deteksi dini gangguan penglihatan, konsultasi kesehatan mata, serta rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing peserta.
Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan kacamata akan difasilitasi pembuatannya oleh BAZNAS Kabupaten Kulon Progo. Sementara itu, peserta yang memerlukan tindakan operasi akan mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis FKKMK UGM sesuai dengan hasil diagnosis dokter.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu implementasi pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kesehatan. Melalui program ini, manfaat zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses.
Perwakilan PERDAMI Yogyakarta mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dan berharap kegiatan pemeriksaan mata gratis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Deteksi dini diharapkan mampu mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius sehingga masyarakat dapat tetap produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, FKKMK UGM, PERDAMI Yogyakarta, seluruh tenaga medis, relawan, para muzaki, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat zakat dalam bidang kesehatan.
Melalui berbagai program kemanusiaan dan kesehatan, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan terwujud masyarakat Kulon Progo yang lebih sehat, peduli, dan sejahtera.sejahtera.
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS KP
120 Anak Ikuti Khitan Ceria BAZNAS 2026
Khitan Ceria BAZNAS 2026 digelar di Klinik PKU Muhammadiyah Wates dan PKU Muhammadiyah Nanggulan, Sabtu (27/6/2026). Program sosial yang diselenggarakan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo ini menjadi wujud nyata kepedulian kepada masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi 120 anak yang mengikuti khitan massal pada momen libur sekolah dan bulan Muharram.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat menyampaikan bahwa program ini semula menargetkan 150 peserta yang dibagi di dua lokasi, masing-masing 75 anak di PKU Muhammadiyah Wates dan 75 anak di PKU Muhammadiyah Nanggulan. Hingga hari pelaksanaan, sebanyak 69 anak mengikuti khitan di Wates dan 51 anak di Nanggulan, sehingga total peserta mencapai 120 anak.
"Masih ada kuota yang akan kami optimalkan melalui bagian pendistribusian dan pendayagunaan agar manfaat program ini semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.
Selain khitan massal, BAZNAS juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial selama bulan Muharram, di antaranya santunan bagi anak yatim di seluruh kalurahan di Kulon Progo, rihlah anak yatim bersama BAZNAS se-DIY ke Semarang dan Salatiga, serta pemeriksaan dini katarak bekerja sama dengan PERDAMI dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Alfanuha, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM membuka secara resmi pelaksanaan Khitan Ceria BAZNAS 2026, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada peserta, kemudian meninjau langsung proses khitan dan menyapa anak-anak beserta orang tua yang hadir.
Bupati mengapresiasi peran BAZNAS sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan melalui berbagai program kemanusiaan.
Menurutnya, khitan bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna penting sebagai bagian dari syariat Islam sekaligus upaya menjaga kebersihan dan kesehatan. Momentum ini juga menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
"Khitan bukan hanya sebuah tradisi, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan. Saya berharap setelah dikhitan anak-anak semakin rajin beribadah, giat belajar, taat kepada orang tua, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak baik," ungkap Bupati.
Ia juga berharap masyarakat semakin merasakan manfaat keberadaan BAZNAS sehingga kepercayaan untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS terus meningkat.
BERITA29/06/2026 | Humas BAZNAS KP
Muharam 1448 H, BAZNAS Kulon Progo Salurkan Santunan Rp220 Juta untuk 440 Anak Yatim
Memanfaatkan momentum mulia bulan Muharam 1448 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar rangkaian kegiatan program "Lebaran Anak Yatim". Sebanyak Rp 220 juta disalurkan untuk santunan 440 anak yatim yang dilakukan secara merata, di mana setiap kalurahan se-Kulon Progo diwakili oleh 5 anak yatim. Simbolis kepada perwakilan anak yatim Kapanewon Wates dilakukan pada pengajian aparat, Jumat (26/6/2026) di Masjid Agung Kulon Progo.
?Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo Sugiyanta SPdI menuturkan melalui tema "Menebar Manfaat, Menguatkan Umat", Baznas Kulon Progo berharap program Lebaran Anak Yatim ini mampu memberikan senyum kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menjadi pemantik bagi masyarakat luas untuk terus menguatkan tradisi saling berbagi di bulan Muharam yang penuh berkah.
Menurut Sugiyanta, rangkaian kegiatan ini selain bentuk kepedulian Baznas Kabupaten Kulon Progo, juga merupakan bentuk komitmen kami atas transparansi dari amanah zakat, infak, dan shodaqoh yang dikumpulkan melalui Baznas Kulon Progo. "Sekaligus, ini menjadi bukti nyata kerja sama antarlembaga pengelola ZIS dan pemerintah dalam mewujudkan sinergitas demi kemaslahatan umat," ujar Sugiyanta.
?Rangkaian program Lebaran Anak Yatim Baznas Kulon Progo tahun 2026 ini berjalan melalui tiga agenda utama: Edukasi Wisata Jasmani dan Rohani (16 Juni 2026), sebagai pembuka, Baznas Kulon Progo mengajak 30 anak yatim dari wilayah Kapanewon Kalibawang untuk melakukan rihlah (wisata religi dan edukasi) ke objek wisata Saloka Theme Park Salatiga dan Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran psikologis, kebahagiaan, sekaligus edukasi spiritual bagi anak-anak.
?Sinergi Santunan Bersama LAZ se-Kulon Progo (25 Juni 2026). Untuk memperkuat kolaborasi gerakan zakat, Baznas bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bergerak di Kulon Progo menggelar acara penyerahan santunan bersama yang bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo pada Kamis kemarin. Puncak Acara dan Penyaluran Santunan Utama (26 Juni 2026)
"Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Kulonprogo. Acara penyaluran santunan diawali secara khidmat bersamaan dengan agenda Pengajian Aparat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, menegaskan dukungan penuh jajaran birokrasi terhadap program-program kemanusiaan," pungkas Sugiyanta.
BERITA26/06/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni Rp120 Juta
BAZNAS Kulon Progo terus komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Bantuan Rumah Layak Huni. Sebanyak 6 keluarga penerima manfaat dari Kapanewon Wates, Sentolo, Kokap, dan Girimulyo menerima bantuan dengan total nilai Rp120.000.000, sebagai upaya menghadirkan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak. penyerahan di Padukuhan Gadingan, Kapanewon Wates pada hari selasa 9 Juni 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, A.Md., Wakil Ketua BAZNAS Kulon Progo Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sugiyanta, S.Pd.I., Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para penerima manfaat dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Kulon Progo dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan.
"Pembangunan kesejahteraan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong, zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," ungkap Ambar Purwoko.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai kepedulian sosial sebagai kekuatan bersama dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga Kulon Progo.
Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kulon Progo Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sugiyanta, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh para muzaki dan munfik kepada BAZNAS Kulon Progo.
"Setiap amanah yang dititipkan masyarakat kami kelola untuk memberikan manfaat yang nyata. Bantuan rumah layak huni tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta harapan baru bagi keluarga penerima manfaat," jelasnya.
Melalui program ini, enam keluarga kini dapat menempati rumah yang lebih layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Namun demikian, masih banyak masyarakat di Kulon Progo yang membutuhkan dukungan serupa agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman dan bermartabat.
Oleh karena itu, BAZNAS Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat budaya berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi investasi kebaikan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan sesama.
BERITA09/06/2026 | Humas BAZNAS KP
Perkuat Tata Kelola ZIS, BAZNAS RI Konsisten Terapkan Sistem Manajemen Mutu Berstandar Internasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menyempurnakan sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui penerapan Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 secara konsisten di seluruh unit BAZNAS di Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga profesionalitas lembaga, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan BAZNAS RI.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Refreshment Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Konsultan ISO BAZNAS Ir. Boby IM Sibarani, Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI Resti Vurwarin, S.E., Ak., serta para kepala divisi dan kepala bagian dari seluruh unit kerja BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, penerapan standar ISO di seluruh unit kerja BAZNAS tidak hanya berfungsi untuk menjamin kualitas layanan, tetapi juga mendorong efisiensi dalam tata kelola organisasi. Dengan demikian, peningkatan mutu dapat berjalan beriringan dengan penguatan efektivitas dan efisiensi kerja.
"Kita harus bertumpu pada mutu dan pada kualitas. Karena saat ini orientasi masyarakat adalah pada kualitas layanan yang diberikan," ujar Sodik.
Sodik menilai, penerapan standar mutu juga perlu diperluas ke berbagai unit layanan dan program pemberdayaan BAZNAS. Menurutnya, setiap sektor memiliki standar yang harus dipenuhi untuk memastikan kualitas layanan yang optimal, baik di bidang kesehatan, pertanian, peternakan, maupun sektor lainnya.
Sodik menyampaikan, saat ini BAZNAS menerapkan ISO 9001:2015 sebagai kerangka utama sistem manajemen mutu. Namun, ke depan BAZNAS perlu mengembangkan penerapan standar mutu lainnya yang relevan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program dan layanan di berbagai unit kerja, termasuk program-program pemberdayaan mustahik.
"Dengan mutu yang baik dan efisiensi yang semakin meningkat, Insyaallah para muzaki dan para donatur akan semakin percaya dan semakin puas terhadap kinerja yang kita (BAZNAS) lakukan," ujar Sodik.
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menegaskan, BAZNAS sebagai lembaga utama pengelolaan zakat nasional terus berkomitmen melakukan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan guna menghadirkan layanan yang semakin profesional, akuntabel dan berkualitas.
"Perlu kita ingat kembali bahwa komitmen ini bukanlah hal baru. Ini merupakan kelanjutan yang secara konsisten kita lakukan sejak tahun 2010," ujar Zainut.
Zainut menyampaikan, selain penerapan standar internasional, yakni Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, BAZNAS turut menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 di seluruh lini kerja organisasi.
Lebih lanjut, Zainut mengatakan implementasi kedua standar tersebut diperkuat oleh berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011, hingga Keputusan Sestama BAZNAS RI Nomor 009 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengendali Dokumen Sistem Manajemen ISO 9001 dan ISO 37001 pada unit kerja BAZNAS.
Ia menilai, sistem manajemen mutu ISO menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh proses kerja organisasi berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
"Tujuannya tidak lain untuk memastikan bahwa produk atau layanan zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lain yang diamanahkan kepada BAZNAS mampu memenuhi persyaratan mutu muzaki dan mustahik serta patuh pada regulasi yang menjadi acuan kita bersama," jelas Zainut.
Zainut berharap, kegiatan penyegaran sistem manajemen mutu dapat menjadi momentum bagi seluruh insan BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat budaya kerja yang profesional.
Sementara itu, Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., mengatakan, penerapan ISO menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola organisasi agar tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Alhamdulillah memang kita tiap tahun selalu mendapat sertifikasi ISO. Namun tujuan kami bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan memperbaiki tata kelola dan juga mendorong berbagai perbaikan di tiap lini kerja sehingga BAZNAS semakin profesional dan semakin dipercaya oleh umat," ujar Ahmad Hambali.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 308/HUM-BAZ/VI/2026
Selasa, 9 Juni 2026
BERITA09/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Bank Indonesia Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama Bank Indonesia (BI), mengajak para kreator konten untuk ikut memperkuat literasi zakat.
Hal itu mengemuka dalam Training of Trainer (ToT) Kreator Konten (Content Creator) sebagai rangkaian kegiatan Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatra di Hotel Santika, Palembang, Sumsel, Kamis (4/6/2026). ESyar Sumatera 2026 yang berlangsung hingga Sabtu (6/6/2026), mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang digelar Bank Indonesia. Mengajak serta para kreator konten, tentu akan sangat efektif memperkuat literasi zakat sebagai bagian dari kekuatan keuangan sosial Islam yang menggerakkan ekonomi umat,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Selain ToT Kreator Konten, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah, serta ToT Sertifikasi Nazhir Wakaf, dengan total 150 peserta dari berbagai daerah di Sumatra.
Menurut Yudhiarma, kegiatan ini merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi dan literasi ekonomi syariah yang mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Kabag Humas yang juga Pemred Kantor Digital, Yudhiarma MK, menjadi pemateri ToT Kreator Konten, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy). Yudhiarma menyampaikan materi tentang "Zakat News Network (ZNN): Strategi Publikasi Media Konvergensi", di mana BAZNAS RI memanfaatkan berbagai kanal media untuk publikasi dan dakwah zakat. Yakni, dari media konvensional sampai digital, dari media daring sampai media sosial yang dalam lima tahun (2021-2025) mengalami kemajuan signifikan dengan jangkauan (reach) dari ribuan menjadi jutaan.
Sebagai contoh, Ndari menjelaskan, Kantor Digital yang kini memiliki 420 website dengan enam juta pembaca, reach Youtube yang naik dari 1.198.983 pada 2021 menjadi 24.637.108 tahun 2025, X (Twitter) 309.628 (2021) menjadi 1.804.224 (2025) dan sebagainya.
Selain memberikan materi secara teori, Yudhiarma mengajak peserta memanfaatkan AI dengan tools Gemini, Deepseek, ChatGPT, untuk membuat berita dan artikel lainnya.
“Saat ini dengan AI atau Artificial Intelijen bisa lebih mudah. Terutama dalam membuat konten-konten baik itu bagi kreator konten maupun wartawan,” ujar Yudhiarma saat menyampaikan materi, Kamis (4/6/2025).
Meski demikian, ia mengingatkan Kode Etika Jurnalistik (KEJ) dan Peraturan Dewan Pers. Sebab, imbuh dia, secanggih apapun, AI adalah robot.
Yudhiarma menjelaskan, kini media massa juga menggunakan AI. Karena banyak perusahaan media membuat aturan sendiri tentang penggunaan AI dan mengingat ada kebutuhan untuk mengatur penggunaan AI pada industri media, maka Dewan Pers berinisiatif membentuk dan menyusun pedoman. Pedoman ini tertuang dalam Peraturan Dewan Pers No. 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik.
Sebagai informasi, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemprov Sumsel, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel, kementerian/lembaga terkait, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya, menyelenggarakan berbagai side event edukatif dan kompetitif sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera.
Pada kegiatan ToT Kreator Konten, peserta dibekali berbagai materi mengenai ekonomi dan keuangan syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan berdampak.
ToT ini mengusung tema “From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah”, yang merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi dan literasi ekonomi syariah yang mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Sementara itu, ToT Dai dan Daiyah diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi dan keuangan syariah secara komprehensif, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pengembangan ekonomi umat melalui pendekatan dakwah yang relevan dan aplikatif.
Pada saat yang bersamaan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Sertifikasi Nazhir Wakaf sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yang berasal dari regulator, praktisi, akademisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, sehingga diharapkan mampu memperkaya wawasan dan meningkatkan kapasitas para peserta.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 306/HUM-BAZ/VI/2026
Minggu, 7 Juni 2026
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan paket daging kurban kepada sekitar 2.500 jiwa pengungsi Palestina yang berada di Kairo, Mesir.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan program distribusi daging kurban ini adalah bentuk kepedulian nyata dari masyarakat Indonesia dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi Palestina yang berada di Mesir.
"Program distribusi daging kurban ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi Palestina di Mesir," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, melalui program internasional ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan hingga ke berbagai belahan dunia.
Aksi kemanusiaan global ini diharapkan dapat meringankan beban penderitaan warga Palestina sekaligus mempererat tali persaudaraan antarnegara Islam.
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya membawa berkah bagi para pengungsi Palestina, tetapi juga menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi para pekurban di tanah air," ujar Sodik Mudjahid.
Sebelumnya, penyaluran paket daging kurban tersebut dilaksanakan langsung di Aula Ridwan, Masjid As-Salam, Ahmed El-Zomor, Nasr City, Kairo, pada Senin (1/6/2026). Turut menghadiri proses penyaluran bantuan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso mengapresiasi bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia bagi para pengungsi Gaza.
Kuncoro Giri Waseso mendoakan agar penyaluran hewan kurban tersebut berjalan lancar serta mampu mendatangkan kemaslahatan yang luas bagi warga yang membutuhkan.
"Kami berharap hewan-hewan kurban ini diterima dari kami, dan kami berdoa kepada Allah semoga hal ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengungsi asal Gaza yang berada di Mesir sejak Desember 2023, Asyraf Muhammad, memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS RI pada momentum Iduladha kali ini.
"Kami berterima kasih kepada lembaga BAZNAS atas usahanya yang luar biasa dalam mendukung saudara-saudara kami warga Palestina di sini, di Republik Arab Mesir, dalam menyalurkan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha yang penuh berkah," ujar Asyraf Muhammad.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 305/HUM-BAZ/VI/2026
Sabtu, 6 Juni 2026
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan HIPKA Kerja Sama Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) berkolaborasi dalam mengoptimalkan program pemberdayaan guna meningkatkan kesejahteraan mustahik serta mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) tentang optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), serta sinergi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi produktif mustahik.
Penandatanganan MOU dilakukan di Menara KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah KADIN yang mewakili Ketua Umum KADIN Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Asosiasi/Himpunan/ALB KADIN Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Fiskal dan Moneter sekaligus Ketua Umum HIPKA H. Kamrussamad, Ph.D., Wakil Ketua Umum Bidang Perkebunan KADIN atau yang mewakili Arif Rachmat, serta para anggota KADIN lainnya.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, BAZNAS saat ini tengah mengarahkan fokus pendistribusian dari yang sebelumnya dominan bersifat bantuan langsung menjadi lebih berimbang antara bantuan dan pemberdayaan.
Ia mengatakan, perubahan pendekatan tersebut bertujuan agar zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
"Karena itu, kami membutuhkan dukungan dunia usaha, termasuk KADIN, agar program-program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Sodik menjelaskan, dalam bidang pendistribusian dan pendayagunaan, BAZNAS memiliki berbagai program unggulan, antara lain Beasiswa BAZNAS, Rumah Layak Huni, BAZNAS Tanggap Bencana, Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Zmart, ZChicken, Santripreneur, Kampung Zakat, hingga program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.
Selain memperkuat program pemberdayaan, Sodik mengatakan, BAZNAS juga terus mendorong peningkatan penghimpunan dana zakat nasional. Ia menyampaikan, hingga saat ini penghimpunan zakat masih didominasi oleh sektor individu, sementara potensi zakat dari badan usaha, lembaga swasta, dan profesi masih sangat besar untuk dikembangkan.
Sodik menambahkan, dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, optimalisasi penghimpunan dari berbagai sektor akan semakin mendekatkan realisasi pengumpulan zakat pada potensi yang tersedia.
Sodik mengatakan, acara yang digelar KADIN dan HIPKA serta dihadiri pimpinan dan pengurus KADIN itu diharapkan menjadi awal kerja sama antara BAZNAS dan KADIN dalam mobilisasi dan pemberdayaan dana ZIS.
"Terima kasih kepada KADIN dan seluruh anggota KADIN yang telah mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Semoga kerja sama ini dapat terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Sodik.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Asosiasi/Himpunan/ALB KADIN Benny Soetrisno menyatakan dukungannya terhadap upaya penguatan ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS RI sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pada dasarnya, gerakan BAZNAS merupakan gerakan yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan semangat kebersamaan. Gerakan ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita, sehingga dapat menjadi sarana untuk bekerja sama dengan baik demi kemajuan bersama," kata Benny.
Benny berharap kolaborasi antara KADIN dan BAZNAS dapat terus diperkuat guna memperluas dampak program-program ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan dana sosial keagamaan yang berkelanjutan demi menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
KADIN Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi seluruh pelaku usaha di Indonesia, baik skala besar maupun kecil, yang bergerak di sektor usaha negara, koperasi, maupun swasta.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 304/HUM-BAZ/VI/2026
Jumat, 5 Juni 2026
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Alfamidi menggelar seremoni penyaluran hewan kurban dari hasil sedekah konsumen Alfamidi, yang dipusatkan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (29/5/2026).
Dalam seremoni tersebut, disalurkan sedekah kurban berupa 85 ekor domba/kambing (doka), 29 ekor sapi, serta 5 ekor sapi yang diproduksi menjadi 1.750 kaleng daging olahan siap saji senilai Rp1.459.262.234 atau Rp1,45 miliar lebih.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan seluruh hewan kurban ini merupakan amanah murni dari konsumen yang sukarela menyedekahkan sebagian uangnya saat berbelanja di jaringan ritel tersebut.
"Kami memastikan bahwa sedekah dari para konsumen Alfamidi ini dikelola secara transparan dan diwujudkan dalam bentuk hewan kurban untuk disalurkan kepada yang berhak," ujar Idy Muzayyad di Sleman, Jumat (29/5/2026).
Idy juga menambahkan bahwa partisipasi aktif konsumen melalui donasi kecil di kasir ini terbukti mampu memberikan dampak sosial kemanusiaan yang sangat besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program kolaborasi ini, seluruh bantuan daging kurban tersebut akan langsung didistribusikan secara tepat sasaran kepada ribuan keluarga penerima manfaat di berbagai daerah.
"Kami ingin memastikan masyarakat prasejahtera yang selama ini kesulitan mendapatkan daging bisa merasakan asupan protein berkualitas, sehingga keceriaan hari raya benar-benar nyata dirasakan di meja makan mereka," ujar Idy.
Sementara itu, Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menyebut program ini merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan dalam menyalurkan amanah donasi yang dititipkan oleh para konsumen.
Kerja sama strategis antara Alfamidi dan BAZNAS RI dalam mengelola dana kemanusiaan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten guna memperluas jangkauan program sosial di masa mendatang.
Terima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah menyisihkan uang kembalian pada saat berbelanja. Sekecil apapun donasi yang diberikan, akan menjadi bagian dari kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan," tutur Retriantina.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 298/HUM-BAZ/VI/2026
Rabu, 3 Juni 2026
BERITA04/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 1.240 kambing dam jemaah haji tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan gizi para mustahik di berbagai provinsi sekaligus memberdayakan peternak lokal di tanah air.
Penyaluran ini diawali secara simbolis melalui Seremonial Penyaluran Program Dam Haji 2026 di Balai Ternak BAZNAS Desa Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jumat (29/5/2026), dengan mengoptimalkan pasokan dari 43 Balai Ternak di 7 provinsi termasuk pemotongan 50 ekor domba hasil budidaya peternak binaan setempat.
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. menyebut penyaluran hewan dam ini bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan bentuk tanggung jawab mulia yang dipercayakan oleh para jemaah haji kepada BAZNAS.
"Hewan dam yang hari ini akan diserahkan, bukan sekadar komoditas pangan biasa, melainkan sebuah amanah yang sangat besar, yang sangat mulia, titipan dari para jemaah haji kita," jelas Zainut Tauhid dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program berkelanjutan yang sudah berjalan sejak 2024 ini murni bertujuan memfasilitasi jemaah yang membayar denda haji di tanah air guna memberikan dampak sosial berupa penyediaan daging bagi mustahik sekaligus memberdayakan peternak rakyat tanpa masuk ke wilayah perbedaan pandangan keagamaan.
Penyaluran daging dam ini, kata Zainut, sekaligus memperkuat kontribusi program Balai Ternak BAZNAS yang saat ini telah mencapai 103 titik di 15 provinsi dalam memberikan bantuan modal, sarana produksi, hingga pendampingan usaha demi meningkatkan kesejahteraan para peternak mustahik.
"BAZNAS pada posisi memfasilitasi bagi para hujaj yang menitipkan damnya kepada kami, dan kami pastikan bahwa dam itu kami akan salurkan kepada mustahik, orang-orang yang betul-betul membutuhkan," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyebutkan pemotongan dam di dalam negeri sejatinya sudah dirintis sejak 2025 sebagai langkah strategis pemerintah agar kontribusi jemaah haji bisa berdampak nyata bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, ia menyebut total 1.240 hewan dam ini merupakan bagian yang dikelola secara khusus oleh BAZNAS, sementara sebagian jemaah haji ada pula yang menitipkannya lewat lembaga keagamaan lain.
"Ini salah satu inisiatif dari Kementerian Haji yang sekarang melaksanakan haji, dan kita patut menghargai upaya ini dalam rangka memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi ini kembali ke tanah air dalam bentuk ternak yang kemudian dagingnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," katanya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Pemalang Bagus Sutopo, S.STP, M.AP., mendorong penguatan kolaborasi bersama BAZNAS dalam memaksimalkan potensi pemanfaatan daging dam jemaah haji.
Melalui program penataan yang dikoordinasikan oleh BAZNAS, kata dia, dana ataupun hasil pengelolaan dam jemaah haji asal Indonesia kini dapat disalurkan kembali ke tanah air untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Pemalang.
"Kalau melalui Baznas, tentu dari hasil apa yang diperoleh ini langsung dinikmati oleh saudara-saudara kita yang ada di tanah air. Kalau kita lihat pembayaran di sana mungkin, mohon maaf, di Saudi Arabia dan sebagainya, ya hanya bisa dinikmati di sana. Tapi ini betul-betul bermanfaat kepada masyarakat yang ada di tanah air," tuturnya.
Turut hadir dalam acara ini Pj. Sekda Pemalang Endro Johan Kusuma, AP, M.Si yang mewakili Bupati Kabupaten Pemalang, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Dr. H. Saiful Mujab, M.A, Ketua Tim Penggerak PKK dr. Noor Faizah Maenofi, M.Kes, Asisten Pemkesra Sekda Kab. Pemalang Drs. Tutuko Raharjo, M.Si, Ketua BAZNAS Kabupaten Pemalang H. Agus Nurkholis, S.T., beserta jajaran, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pemalang Dr. H. Sarif Hidayat, S.Ag, M.Si, jajaran Forkopimda Kabupaten Pemalang, jajaran Pemerintah Daerah Kecamatan dan Desa Warungpring, serta para peternak mustahik anggota kelompok Lestari Makmur Balai Ternak BAZNAS.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 292/HUM-BAZ/V/2026
Sabtu, 29 Mei 2026
BERITA02/06/2026 | Humas BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →