WhatsApp Icon
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (19/8/2026).

Bantuan air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan akses air, di antaranya Dusun Banaran dan Dusun Krikil di Kecamatan Girimulyo, serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi agar bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, BAZNAS melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Air bersih kami salurkan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian warga selama musim kemarau,” ujar Sodik.

Ia menegaskan, BAZNAS RI akan terus bersinergi dengan BAZNAS daerah dalam memantau perkembangan kondisi kekeringan sehingga distribusi bantuan air bersih dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, penyaluran ini merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sebagian warga harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan sumber air bersih. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan bersama BAZNAS RI.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak menghadapi dampak kekeringan sendirian. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di daerah yang sumber airnya mulai mengering,” ungkap Sugiyanta.

Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus melakukan koordinasi dan pemetaan wilayah terdampak agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Penyaluran 48.000 liter air bersih di Kulon Progo ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian zakat dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana kekeringan.

(diolah dari siaran Pers Nomor: 266/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 19 Agustus 2026)

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KP
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana  (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas.

"Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik.

Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat.

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. 

"BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik

"Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 263/HUM-BAZ/VIII/2026

Minggu, 16 Agustus 2026

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK.

“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.

BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT.

“Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid.

Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 264/HUM-BAZ/VIII/2026

 

Senin, 17 Agustus 2026

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih dengan menjangkau 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten di 6 provinsi di Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana.

Selain pendistribusian melalui truk tangki, bantuan tersebut juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

"Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Sodik mengatakan, untuk memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, bentuk intervensi yang diberikan BAZNAS disesuaikan dengan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air dan karakteristik setiap wilayah.

"Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," kata Sodik.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

"Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," jelas Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS RI akan terus mengarahkan pelaksanaan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat menjadi penguat dan membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih.

"Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (BAZNAS) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," ujar Sodik.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 252/HUM-BAZ/VIII/2026

Selasa, 11 Agustus 2026

12/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) membangun kolaborasi dalam menyelenggarakan program Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Keluarga Rentan melalui optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Adapun penerima manfaat program ditujukan bagi anak yatim piatu, dhuafa, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak korban bencana, anak terlantar, hingga anak dalam situasi khusus, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan LPAI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Ketua Umum (Ketum) LPAI  Samsul Ridwan, serta Wakil Ketua Umum 3 LPAI Ir. Titik Suharyati. 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak dan penguatan keluarga rentan melalui potensi pengelolaan ZIS.

"Kami melihat banyak ruang program yang dapat disinergikan, mulai dari bantuan akses pendidikan dan beasiswa anak prasejahtera, bantuan kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di lingkungan khusus seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)," ujar Rizaludin.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar anak, Rizaludin menilai penguatan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak. 

"Ketika ekonomi keluarga kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari potensi kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi," kata Rizaludin.

Untuk mendukung berbagai program tersebut, Rizaludin menjelaskan, BAZNAS memiliki sumber dana yang dihimpun dari berbagai instrumen. Selain dana zakat yang peruntukannya khusus bagi mustahik Muslim, BAZNAS juga mengelola dana infak terikat, sedekah, serta partisipasi CSR korporasi.

"Keberadaan dana infak dan CSR ini memberikan fleksibilitas bagi BAZNAS mendukung LPAI untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dari kelompok masyarakat rentan secara inklusif termasuk anak-anak di wilayah perbatasan, daerah bencana, hingga luar negeri tanpa terkendala batasan-batasan teknis penyaluran," ujarnya.

Rizaludin berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dari kelompok rentan. Ia menilai isu perlindungan anak dan kesehatan menjadi perhatian penting.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI  Samsul Ridwan mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam membersamai LPAI memperkuat perlindungan anak Indonesia.

"Masalah perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, LPAI membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga negara serta lembaga zakat nasional seperti BAZNAS," ujar Samsul Ridwan.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan anak-anak korban kekerasan, anak yatim piatu, anak di wilayah bencana, hingga anak pekerja migran di daerah perbatasan yang kehilangan hak dasar atas akta kelahiran, pendidikan, dan kesehatan, bisa mendapatkan hak-haknya kembali," ucapnya.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Divisi Ritel BAZNAS RI Arief Budiman, Kepala Divisi Digital Fahrudin, serta Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS RI Tri Hadian, S.T.

SIARAN PERS

Nomor: 256/HUM-BAZ/VIII/2026

Rabu, 12 Agustus 2026

12/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan kinerja pengelolaan zakat nasional tahun 2025 berdasarkan Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 semakin meningkat baik dengan nilai 0,57 atau berada pada kategori stabil. Capaian tersebut menegaskan peran nyata zakat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut mengemuka pada Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2026,secara daring, Selasa (3/3/2026), yang dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal. Secara nasional, pengelolaan zakat sepanjang 2025 tercatat mampu mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan. Dari jumlah tersebut, 113.134 jiwa berasal dari kelompok miskin ekstrem. Angka itu memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama. Dari total capaian tersebut, BAZNAS RI secara langsung turut menyumbang pengentasan 18.035 jiwa dari kemiskinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (Assoc). Dr. Zainulbahar Noor., SE., MEc mengatakan, pengelolaan zakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 memiliki tujuan utama pencegahan dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, menurutnya, pengukuran dampak menjadi bagian penting untuk memastikan fungsi tersebut berjalan efektif dan terukur. “Melalui Indeks Zakat Nasional ini, kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi,” tegasnya. Ia menambahkan, tanpa instrumen seperti IZN, lembaga zakat akan kesulitan menjelaskan secara tepat dan sederhana kepada publik mengenai peran dan dampak konkret zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zainulbahar berharap IZN bisa semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, bukan hanya di internal BAZNAS tetapi juga di kalangan pemerintah, akademisi, dan lembaga lain. Ia bahkan berharap IZN dipertimbangkan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional. Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal, menjelaskan IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan BAZNAS untuk memotret kualitas dan performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengatakan, nilai IZN disusun mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga agregasi nasional. “Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah,” kata Hasbi. Pada 2025, Hasbi menyampaikan, partisipasi pengisian IZN mencapai 426 lembaga, menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai sejak tahun 2016. "Semakin banyaknya partisipasi lembaga maka hasil pengukuran, maka semakin dapat menggambarkan kondisi sebenarnya," ujarnya. Hasbi berharap, hasil IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan dan memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2026 dan selanjutnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 131/HUM-BAZ/III/2026 Selasa, 3 Maret 2026
BERITA04/03/2026 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Transparan demi Menjaga Kepercayaan Publik
BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Transparan demi Menjaga Kepercayaan Publik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi. “Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan. “Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan. “Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 114/HUM-BAZ/II/2026 Kamis, 26 Februari 2026
BERITA27/02/2026 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 102/HUM-BAZ/II/2026 Senin, 23 Februari 2026
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur bantuan dan amanah dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina dapat tersampaikan, salah satunya melalui hidangan berbuka bagi warga Palestina. "Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan. Kiai Noor mengatakan, situasi kemanusiaan yang belum stabil membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi ini membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada momentum Ramadan ketika kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat. “Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor. Lebih lanjut, ia menjelaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Kiai Noor berharap, distribusi ribuan hidangan berbuka tersebut dapat membawa manfaat nyata serta menghadirkan harapan bagi warga Palestina dalam menjalani Ramadan di tengah berbagai keterbatasan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya. Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS Ayo tunaikan Zakat, Infak, Sedekah Melalui Kantor Digital BAZNAS Kuoln Progo, Mudah, Praktis dan Hemat Waktu. Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah Sumber: SIARAN PERS Nomor: 101/HUM-BAZ/II/2026 Senin, 23 Februari 2026
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas RI
Kemenag Pastikan Dana Zakat Tetap untuk 8 Asnaf, Bukan Program MBG
Kemenag Pastikan Dana Zakat Tetap untuk 8 Asnaf, Bukan Program MBG
Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya isu mengenai penggunaan dana zakat di masyarakat. Kemenag menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan yang mengarahkan dana zakat untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menuturkan bahwa tata kelola zakat di Indonesia wajib mengikuti ketentuan syariat Islam serta aturan perundang-undangan yang berlaku. Zakat Disalurkan untuk Delapan Asnaf Penyaluran zakat tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Secara agama, penerima zakat telah ditetapkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yang menyebutkan delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu: Fakir: Orang yang tidak memiliki harta maupun pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Miskin: Memiliki pekerjaan, tetapi penghasilannya belum mencukupi kebutuhan pokok. Amil: Petugas atau lembaga resmi pengelola zakat. Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan. Riqab: Hamba sahaya yang berupaya memerdekakan diri. Gharimin: Individu yang memiliki utang untuk kebutuhan mendesak atau pokok. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Komitmen Menjaga Amanah dan Keadilan Kemenag menegaskan bahwa dana zakat merupakan amanah umat yang harus dikelola secara transparan, adil, dan merata. Fokus utama distribusi zakat adalah membantu masyarakat kurang mampu serta kelompok yang telah ditetapkan dalam kategori asnaf. Thobib Al-Asyhar kembali menegaskan bahwa penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan ketentuan hukum yang berlaku, serta tidak memiliki keterkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prioritas utama tetap diberikan kepada delapan golongan penerima yang telah ditentukan. Melalui klarifikasi ini, Kemenag berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta terus mempercayakan pengelolaan zakat kepada lembaga resmi agar manfaatnya tepat sasaran.
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Hadiri Pembukaan Safari Tarawih Kabupaten Kulon Progo 2026 M/1447 H di Gedung DPRD
BAZNAS Kulon Progo Hadiri Pembukaan Safari Tarawih Kabupaten Kulon Progo 2026 M/1447 H di Gedung DPRD
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Pembukaan Safari Tarawih Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 M/1447 H yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Kulon Progo, Senin malam (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal rangkaian Safari Tarawih Pemerintah Kabupaten Kulon Progo selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Acara pembukaan dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Safari Tarawih tingkat kabupaten ini direncanakan akan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah kapanewon di wilayah Kulon Progo. Selain melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan serta penyaluran bantuan yang bersumber dari ZIS. Kehadiran BAZNAS Kulon Progo dalam pembukaan Safari Tarawih ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kulon Progo.
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas KP
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Gelar Gerai Z-Ifthar Ramadhan 1447 H di Kapanewon Wates, Dukung UMKM Lokal
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Gelar Gerai Z-Ifthar Ramadhan 1447 H di Kapanewon Wates, Dukung UMKM Lokal
Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M sekaligus memfasilitasi pelaku usaha mikro dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri, BAZNAS RI bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menggelar Program Gerai Z-Ifthar Ramadhan 1447 H/2026 M. Program tersebut akan berlangsung selama 20 hari dan berlokasi di halaman Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kulon Progo sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Gerai Z-Ifthar Ramadhan merupakan program pemberdayaan ekonomi yang menghadirkan berbagai stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya binaan BAZNAS. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh aneka kebutuhan berbuka puasa, takjil, makanan siap saji, hingga produk khas Ramadhan dan Lebaran dengan harga terjangkau. Ketua panitia menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menyemarakkan suasana Ramadhan, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro. Momentum Ramadhan dan Idulfitri dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat kecil agar lebih optimal. Sekda Kulon Progo dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap Gerai Z-Ifthar dapat menjadi wadah promosi sekaligus memperluas pasar bagi pelaku UMKM lokal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain menjadi pusat kuliner dan kebutuhan Ramadhan, Gerai Z-Ifthar juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga selama bulan suci. Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui pemberdayaan ekonomi umat. Dengan digelarnya Program Gerai Z-Ifthar Ramadhan 1447 H/2026 M, BAZNAS berharap dapat terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kulon Progo. Ayo tunaikan Zakat, Infak, Sedekah Melalui Kantor Digital BAZNAS Kuoln Progo, Mudah, Praktis dan Hemat Waktu. Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
BERITA23/02/2026 | Humas Baznas KP
Kolaborasi Pers dan Pemkab, Baznas KP Salurkan Bantuan RTLH 
Kolaborasi Pers dan Pemkab, Baznas KP Salurkan Bantuan RTLH 
Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) berkolaborasi dengan Pemkab dan Baznas Kulonprogo menyalurkan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang dipusatkan di Pedukuhan Dengok Kalurahan Tanjungharjo Kapanewon Nanggulan, Kamis (5/2/2026) lalu. Empat penerima bantuan rehabilitasi rumah, yaitu, Supriyanto warga Dengok Tanjungharjo Nanggulan; Fredy Halimi warga Sayangan Banjararum Kalibawang; Agus Santosa warga Jatirejo Lendah dan Supriyanto warga Sukoreno Sentolo. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Kulonprogo Ambar Purwoko; Baznas Kulonprogo, perwakilan dari DPRD, Ketua PWK Asrul Sani; Kepala Dinas Kominfo Agung Kurniawan; unsur TNI-Polri, Pemerintah Kapanewon Nanggulan, perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan, perwakilan kalurahan dan unsur terkait lainnya. Wabup Kulonprogo Ambar Purwoko menuturkan bantuan ini adalah kelanjutan dari program pengentasan kemiskinan yang telah dicanangkan Pemkab melalui Baznas Kulonprogo dan mitra. Pada tahun 2026, sebanyak 60 lokasi RTLH di Kulonprogo bakal mendapat bantuan serupa, sedangkan 15 lokasi dari dana BPD. "Rumah yang layak adalah fondasi utama keluarga sejahtera. Bantuan RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol kehadiran negara," ujar Ambar. Ayo tunaikan Zakat, Infak, Sedekah Melalui Kantor Digital BAZNAS Kuoln Progo, Mudah, Praktis dan Hemat Waktu. Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
BERITA05/02/2026 | Humas Baznas KP
BAZNAS Luncurkan Tagline Ramadan 2026 “Zakat Menguatkan Indonesia”
BAZNAS Luncurkan Tagline Ramadan 2026 “Zakat Menguatkan Indonesia”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan tagline Ramadan 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”. Tema ini menegaskan peran zakat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan bahwa tema Ramadan tahun ini mengusung semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Zakat diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan, penanganan ketertinggalan, serta pemulihan masyarakat terdampak bencana. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (2/2/2026), Kiai Noor menyoroti peran zakat sebagai jaring pengaman sosial, terutama merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Sepanjang 2026, BAZNAS memprioritaskan penguatan respons kebencanaan melalui empat pilar utama, yakni Kembali ke Sekolah (pendidikan), Kembali ke Kerja (ekonomi), Kembali ke Rumah (hunian), dan Kembali ke Masjid (sarana ibadah). Selain penanganan darurat, BAZNAS juga terus mendorong program pemberdayaan jangka panjang melalui penguatan ekonomi mustahik, layanan kesehatan, serta pembinaan keagamaan berbasis masyarakat. Momentum Ramadan dinilai sebagai periode puncak kedermawanan umat. Melalui kampanye “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan zakat sebagai energi positif untuk menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi sesama. “Ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bersama agar zakat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Kiai Noor. Peluncuran tagline Ramadan 2026 ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk para deputi dan direktur yang akan mengawal implementasi program selama bulan suci Ramadan.
BERITA05/02/2026 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Jalan Sehat Milad ke-25 di Pantai Glagah
BAZNAS Kulon Progo Gelar Jalan Sehat Milad ke-25 di Pantai Glagah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan jalan sehat dalam rangka Milad BAZNAS ke-25 di Laguna Barat Pantai Glagah, Kulon Progo, pada Sabtu, 17 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan pelaksana BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jalan sehat Milad BAZNAS ke-25 menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antar BAZNAS kabupaten/kota dalam meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional dan berkelanjutan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo beserta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran Bupati Kulon Progo menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis BAZNAS Kulon Progo sebagai mitra pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS yang selama 25 tahun telah berperan aktif dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia berharap BAZNAS terus meningkatkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad BAZNAS ke-25 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat hidup sehat, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen pelayanan zakat kepada masyarakat. Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, serta ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta. Melalui momentum Milad ke-25 ini, BAZNAS Kulon Progo diharapkan semakin profesional, amanah, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan kesejahteraan umat.
BERITA17/01/2026 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulonprogo Salurkan Rp 300 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
BAZNAS Kulonprogo Salurkan Rp 300 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir di Sumatera sejumlah Rp 300 juta. yang ditransfer ke BAZNAS RI. Penyerahan bantuan dari Baznas Kulon Progo dilakukan Ketua Baznas H Alfanuha Yushida MPMat kepada Wakil Bupati Ambar Purwoko dengan disaksikan Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad MA melalui zoom meeting di Command Room Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Senin (22/12/2025). Wabup Ambar Purwoko mengungkapkan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas bencana alam tersebut. "Semua warga yang tertimpa bencana diberikan ketabahan dan kesabaran. Semoga segera pulih dan bangkit kembali. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian warga Kulon Progo. Kepada para donatur, Pemkab Kulon Progo mengucapkan terima kasih dan semoga tercatat sebagai amal ibadah," ucap Ambar. Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, BAZNAS RI sudah terjun ke Sumut, Sumbar, dan Aceh. Bantuan tanggap darurat masih terus berlangsung. Menghadapi bulan Ramadan tempat-tempat salat dan hunian merupakan hal yang mendesak. "Demikian pula permintaan anak bisa sekolah (peralatan sekolah dan lainnya), serta warga membutuhkan pekerjaan karena rata-rata sawah mereka hilang. Dengan bantuan dari Kulon Progo ini luar biasa dan akan digunakan tanggap darurat. Baznas masih membuka dapur umum 117 pos di tiga provinsi tersebut," kata Noor Achmad. Ditambahkan Ketua BAZNAS Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat, bantuan dari Baznas Kulon Progo berasal dari donasi ASN, masyarakat, serta lainnya. "Kami masih membuka donasi," ujar Alfanuha.
BERITA24/12/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS se-DIY Gelar Rakorda 2025 di Kulon Progo
BAZNAS se-DIY Gelar Rakorda 2025 di Kulon Progo
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-DIY menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahun 2025 di RM Bu Baha Kalurahan Temon Wetan Kapanewon Temon Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi dan penguatan sinergi antar Baznas kabupaten/kota se-DIY dalam meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang akuntabel dan tepat sasaran. Ketua Baznas DIY Dra H Puji Astuti mengapresiasi Baznas Kulon Progo beserta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi Rakorda dengan baik. Ia menyebut Rakorda ini sebagai momentum penting di akhir tahun untuk menyelaraskan program dan kesiapan menghadapi peningkatan aktivitas pengelolaan zakat menjelang Ramadan. "Rakorda ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menyatukan langkah. Mengingat awal tahun dan bulan Ramadan biasanya terjadi peningkatan signifikan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, maka koordinasi seperti ini sangat penting,” jelasnya. Puji Astuti juga mendorong seluruh Baznas kabupaten/kota untuk aktif menyampaikan gagasan dan isu strategis yang perlu dibahas bersama demi penguatan perannya di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan peran strategis Baznas dalam membantu masyarakat, khususnya di luar skema bantuan pemerintah reguler. Ia menyampaikan apresiasi atas transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat yang telah dijalankan Baznas. “Baznas adalah wadah yang sangat penting dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara transparan dan akuntabel. Saya telah menerima laporan secara langsung dan dapat melihat dengan jelas penyalurannya,” ujarnya. Agung juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi warga yang membutuhkan. "Sering kali saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan justru malu untuk menyampaikan. Di sinilah peran Baznas menjadi luar biasa, tidak hanya menunggu, tetapi juga aktif mendekati dan memastikan bantuan benar-benar sampai,” tambahnya. Lebih lanjut, Agung mengapresiasi inovasi Baznas Kulon Progo dalam menghadirkan program beasiswa prestasi bagi anak-anak kurang mampu, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Kulon Progo mungkin sederhana secara ekonomi, tetapi kita kaya hati. Program beasiswa ini adalah bukti kepedulian nyata untuk masa depan generasi muda,” pungkasnya. Melalui Rakorda ini, Baznas se-DIY diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah umat serta mampu memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah DIY.
BERITA22/12/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Bersama Menteri Agama RI Salurkan Bantuan Keperluan Pengungsi melalui Pemerintah Aceh
BAZNAS Bersama Menteri Agama RI Salurkan Bantuan Keperluan Pengungsi melalui Pemerintah Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyalurkan bantuan keperluan pengungsi melalui Pemerintah Aceh yang diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Aceh, Nasir, di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (18/12/2025). Penyerahan bantuan ini sebagai bentuk sinergi Kementerian Agama dan BAZNAS dalam merespons dampak bencana serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. “Saya bersama Ketua BAZNAS RI, atas nama Kementerian Agama, menyerahkan bantuan ini kepada Pemerintah Daerah Aceh. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para pengungsi,” ujar Menag Nasaruddin. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menegaskan, keterlibatan BAZNAS dalam penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Menteri Agama RI serta amanah umat yang dikelola oleh BAZNAS. “Kami, atas petunjuk dan arahan Menteri Agama RI, turut menyalurkan bantuan keperluan bagi para pengungsi. Bantuan ini merupakan amanah umat yang kami salurkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurutnya, BAZNAS RI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Aceh guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran serta mendukung proses pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali pulih. Adapun bantuan yang disalurkan mencakup berbagai keperluan pengungsi, mulai dari kebutuhan dasar, perlengkapan ibadah, perlindungan perempuan dan anak, dukungan kesehatan, hingga layanan dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 499/HUM-BAZ/XII/2025 Kamis, 18 Desember 2025
BERITA19/12/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Khitan Ceria untuk 150 Anak
BAZNAS Kulon Progo Gelar Khitan Ceria untuk 150 Anak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan Khitan Ceria BAZNAS bagi 150 anak pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan sosial ini dilaksanakan di dua titik lokasi, masing-masing diikuti oleh 75 peserta, yaitu di Bong Supit Isnanto, Wates, dan PKU Muhammadiyah Nanggulan sebagai lokasi utama pelaksanaan sekaligus tempat kegiatan ceremonial. Acara ini merupakan bagian dari program sosial dan kesehatan BAZNAS Kulon Progo yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu serta meningkatkan derajat kesehatan anak-anak, khususnya dalam pelaksanaan khitan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Pelaksanaan ceremonial dipusatkan di PKU Muhammadiyah Nanggulan dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten (Forkompimkap), pimpinan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, manajemen PKU Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta para orang tua peserta khitan. Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa kegiatan Khitan Ceria ini merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki untuk kemaslahatan umat. BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Sementara itu, Direktur PKU Muhammadiyah Nanggulan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PKU Muhammadiyah sebagai mitra pelaksana kegiatan. Ia menegaskan bahwa PKU Muhammadiyah siap mendukung program sosial kemanusiaan dengan menyediakan tenaga medis profesional serta fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai demi kenyamanan dan keselamatan peserta. Pada kesempatan yang sama, Bupati Kulon Progo dalam sambutannya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Khitan Ceria BAZNAS. Ia mengapresiasi sinergi antara BAZNAS, PKU Muhammadiyah, dan seluruh pihak terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Bupati berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan khitan berlangsung dengan tertib dan lancar. Selain layanan khitan gratis, para peserta juga menerima paket bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril agar anak-anak merasa lebih senang dan berani selama mengikuti kegiatan. Melalui kegiatan Khitan Ceria BAZNAS, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di Kabupaten Kulon Progo.
BERITA18/12/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS  Goes To School untuk Edukasi Zakat dan Mitigasi Bencana
BAZNAS Goes To School untuk Edukasi Zakat dan Mitigasi Bencana
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo bersama BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kulon Progo menggelar kegiatan BAZNAS Goes To School. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus memberikan pembekalan mengenai edukasi serta simulasi kebencanaan, Program ini dijadwalkan berlangsung pada 10, 11, 15, dan 16 Desember 2025 di enam sekolah, yaitu: 1. SDN Pepen Giripeni 2. SDN 4 Wates 3. SDIT Muadz Bin Jabal 4. SMP Muhammadiyah 1 Sentolo 5. MTs Ma’arif Nurul Dholam 6. SDN Kaligintung BAZNAS Goes To School ini dirancang sebagai bentuk sosialisasi langsung kepada siswa dan warga sekolah mengenai pentingnya ZIS dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memberikan pemahaman terkait kesiapsiagaan bencana. Melalui edukasi dan simulasi, siswa diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi situasi darurat serta lebih peka terhadap nilai-nilai kepedulian sosial. Pada akhir rangkaian kegiatan, setiap siswa akan menerima kencleng sebagai sarana latihan berinfak dan bersedekah di rumah. Hasil infak yang terkumpul nantinya akan diserahkan kembali ke sekolah untuk dicatat dan dilaporkan kepada BAZNAS. Menariknya, seluruh dana yang terhimpun akan dikembalikan kepada masing-masing sekolah untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan lingkungan sekolah tersebut. Program BAZNAS Goes To School ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan budaya filantropi sejak dini, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan pelajar Kulon Progo dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
BERITA11/12/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS RI Tetap Mengoperasikan Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Menyediakan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Bencana
BAZNAS RI Tetap Mengoperasikan Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Menyediakan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengelola dapur umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para korban banjir dan tanah longsor tercukupi setiap harinya selama masa darurat. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., mengungkapkan bahwa sejak bencana terjadi, BAZNAS segera membuka dapur umum di beberapa titik terdampak, termasuk di Palembayan. Dapur umum ini terus beroperasi untuk memastikan makanan tersedia bagi warga yang terkena dampak bencana. Hingga saat ini, tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap hari di Palembayan dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi. Saidah menegaskan bahwa dapur umum menjadi layanan yang sangat penting selama masa tanggap darurat, terutama bagi warga yang belum bisa pulang ke rumah akibat kerusakan dan ancaman longsor. Meskipun medan sulit dan cuaca buruk, tim BTB terus berupaya untuk menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. Saidah menekankan bahwa penggunaan dana zakat dalam penanggulangan bencana sangat penting untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung korban bencana dengan memastikan distribusi bantuan pangan merata. Layanan dapur umum akan tetap beroperasi selama status tanggap darurat masih berlaku, dengan kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan terus tersedia. Sebelumnya, BAZNAS juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, termasuk evakuasi, dapur air, dan dukungan logistik untuk para korban bencana.
BERITA11/12/2025 | BAZNAS RI
BAZNAS RI Terus Operasikan Dapur Umum Pasok Ribuan Porsi Makanan untuk Penyintas Bencana
BAZNAS RI Terus Operasikan Dapur Umum Pasok Ribuan Porsi Makanan untuk Penyintas Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengoperasikan Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas banjir dan tanah longsor terpenuhi setiap hari selama masa darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, sejak awal pascabencana, BAZNAS langsung mengaktifkan dapur umum di sejumlah titik terdampak, termasuk di Palembayan. Hingga kini, layanan tersebut masih beroperasi guna menjaga ketersediaan makanan bagi warga terdampak. “Dapur umum ini menjadi tumpuan bagi para penyintas yang masih berada di titik-titik pengungsian, sehingga kami memastikan produksinya tidak berhenti,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (7/12/2025). Ia menjelaskan, hingga saat ini, tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap harinya, di wilayah Palembayan. “Jumlah ini akan terus bertambah karena kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi dan distribusi terus berjalan setiap hari,” kata Saidah. Saidah menyampaikan, ribuan warga di beberapa titik pengungsian Palembayan belum dapat kembali ke rumah akibat kerusakan dan risiko longsor susulan. Kondisi ini membuat keberadaan dapur umum menjadi salah satu layanan paling mendesak dalam masa tanggap darurat. Ia menambahkan, medan sulit akibat material longsor, disertai cuaca yang buruk tidak menyurutkan langkah tim BTB dalam menyalurkan bantuan. “Akses jalan yang tertutup material longsor membuat distribusi tidak mudah. Namun dengan penuh kehati-hatian, tim BTB terus berusaha menembus lokasi-lokasi terdampak agar bantuan dapat diterima secara merata,” ujarnya. Saidah menambahkan, penanganan bencana melalui pemanfaatan dana zakat merupakan bagian dari skema pendistribusian yang ditetapkan BAZNAS RI, terutama untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. "Di Palembayan, layanan dapur umum menjadi prioritas karena sebagian besar warga kehilangan akses terhadap sumber bahan pangan," ujar Saidah. Saidah mengatakan, pemantauan kebutuhan warga dilakukan setiap hari agar bantuan yang disalurkan tetap sesuai kondisi lapangan. “Tim kami mengumpulkan data terbaru dari para penyintas sehingga layanan dapur umum dapat diatur secara lebih efektif,” ujar Saidah. Lebih lanjut, Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS untuk terus memberikan dukungan optimal kepada para korban bencana, memastikan kebutuhan pangan dapat terdistribusi secara merata. "Upaya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam," katanya. Saidah menegaskan, layanan dapur umum akan terus beroperasi selama status tanggap darurat masih berlaku. "Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra kemanusiaan diperkuat untuk memastikan bantuan tersedia secara berkesinambungan," ucapnya. Sebelumnya, BAZNAS juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, mulai dari bantuan evakuasi, dapur umum, dapur air, hingga dukungan logistik bagi para penyintas bencana. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 471/HUM-BAZ/XII/2025 Senin, 8 Desember 2025
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
BAZNAS RI Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak. Melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS RI telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi. Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya. Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik. Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari. Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa. “Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana. Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 452/HUM-BAZ/XII/2025 Kamis, 4 Desember 2025
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Gelar Servis Motor & Ganti Oli Gratis untuk 200 Driver Ojol dan Warga
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Gelar Servis Motor & Ganti Oli Gratis untuk 200 Driver Ojol dan Warga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berkolaborasi membuka Program Servis Motor & Ganti Oli Gratis sebagai bentuk dukungan kepada para driver ojek online (ojol) dan masyarakat umum yang setiap hari bekerja mencari nafkah dengan penuh dedikasi. Kegiatan ini berlangsung pada 2–3 Desember 2025 di Alun-Alun Wates sisi utara, dan menyasar 200 peserta, terdiri dari para pengemudi ojol serta warga sekitar yang mengandalkan sepeda motor sebagai alat mobilitas utama. Wakil Ketua II BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa program ini dihadirkan sebagai wujud kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat pekerja harian yang sangat bergantung pada kondisi kendaraan mereka. “Motor yang prima akan membantu kelancaran aktivitas dan insyaAllah membuka jalan rezeki yang lebih baik bagi para penerima manfaat,” ujarnya. Menariknya, seluruh proses servis dilakukan oleh mekanik handal penerima bantuan Z Auto BAZNAS, sebuah program pemberdayaan ekonomi yang melahirkan para teknisi otomotif kompeten dari kalangan mustahik. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat pengguna motor, tetapi juga memberdayakan para mekanik binaan BAZNAS. Program ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para driver dan warga. Banyak peserta mengaku terbantu karena biaya servis dan oli yang selama ini cukup menjadi beban kini dapat dinikmati secara gratis. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap dapat terus menghadirkan program-program yang bermanfaat, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Penyintas Bencana di Sumbar
BAZNAS RI Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Penyintas Bencana di Sumbar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sarolangun menyediakan layanan kesehatan gratis bagi penyintas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pos Layanan Kesehatan BAZNAS ini juga berdampingan dengan Dapur Umum BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Tidak hanya itu, BAZNAS juga telah menurunkan sejumlah layanan kemanusiaan untuk menangani banjir dan longsor di Sumatra Barat, mulai dari bantuan evakuasi, dapur umum dan dapur air, hingga distribusi berbagai logistik bagi warga terdampak. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari respons cepat BAZNAS atas meningkatnya kebutuhan medis masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar). “Dengan hadirnya layanan kesehatan ini, BAZNAS ingin memastikan kebutuhan medis masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Karena itu kami bergerak cepat menghadirkan layanan kesehatan gratis yang dapat diakses langsung oleh masyarakat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/12/2025). Saidah menjelaskan, layanan medis yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan oleh dokter, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan secara gratis. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan warga lanjut usia menjadi prioritas karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi penyakit. “Dengan langkah ini, BAZNAS berharap dapat membantu menjaga kesehatan para penyintas dan meminimalkan risiko penyakit yang sering muncul setelah bencana. Kondisi pengungsian dan perubahan lingkungan fisik pascabencana kerap memicu gangguan kesehatan yang perlu ditangani segera,” kata Saidah. Saidah mengatakan, untuk memperluas jangkauan layanan, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta tim relawan lain agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak wilayah, khususnya pada lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit diakses. Ia memastikan koordinasi terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan layanan. "Seluruh rangkaian bantuan hingga layanan kesehatan ini merupakan operasi kemanusiaan lintas wilayah gabungan yang melibatkan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumbar, serta BAZNAS kabupaten/kota," ujar Saidah. Ke depan, kata Saidah, BAZNAS juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan kesehatan berkelanjutan dan distribusi paket kebersihan bagi warga terdampak. "Upaya ini dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi masyarakat," ujarnya. Hingga kini, lanjut Saidah, tim BAZNAS masih melakukan monitoring kebutuhan warga di pengungsian dan memetakan kemungkinan penambahan titik layanan kesehatan jika situasi lapangan mengharuskan. BAZNAS juga membuka kanal donasi untuk masyarakat yang ingin berkontribusi dalam penanganan bencana Indonesia, termasuk di Sumatra Barat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 442/HUM-BAZ/XII/2025 Senin, 1 Desember 2025
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →