WhatsApp Icon
BAZNAS RI dan POROZ Pererat Kolaborasi Sejahterakan Umat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.

Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.

"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," katanya.

Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.

"Mulai dari peningkatan ekosistem manajemen BAZNAS, peningkatan sistem digitalisasi, peningkatan kompetensi amil (SDM), peningkatan koordinasi dan perluasan jaringan BAZNAS hingga UPZ desa, peningkatan sinergi lintas pemangku kepentingan, peningkatan literasi, hingga peningkatan mobilisasi penghimpunan serta pendistribusian ZIS yang adil," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk seluruh lembaga pengelola zakat harus tetap solid dan memperkuat kolaborasi agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Selain memperkuat sinergi program, Sodik menegaskan, BAZNAS juga terus mendorong penguatan regulasi pengelolaan zakat bersama berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan dana umat dapat semakin optimal.

"Dana umat memiliki potensi yang luar biasa besar untuk kemaslahatan nasional. Dana umat berfungsi strategis untuk membangun dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Masih banyak ruang pemanfaatan dana umat yang belum optimal karena keterbatasan regulasi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan dalam mengonsolidasikan komitmen umat dalam mendorong kontribusi zakat yang berdampak nyata (impactful) bagi mustahik memang memiliki tantangan besar. 

"Setidaknya ada empat pilar isu strategis yang harus kita selesaikan bersama, Konsolidasi, Kolaborasi dan Integrasi, serta penguatan regulasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), KH. Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyambut baik komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat ruang kolaborasi dan koordinasi dengan POROZ.

Ia menegaskan kesiapan POROZ untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bersama BAZNAS demi memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.

Selain penyelarasan program unggulan, Bukhori menilai terdapat tiga isu penting yang juga  perlu menjadi fokus sinergi Bersama, yakni peningkatan kesejahteraan amil, sinkronisasi data mustahik, serta penguatan strategi penghimpunan zakat.

"Kami memohon arahan, bimbingan, dan ruang kolaborasi antara BAZNAS dengan POROZ," ucapnya.

Turut hadir Direktur Utama PP Lazismu, Ibnu Tsani, M.Sos., Direktur NU-Care LazisNU, Riri Kharirroh, M.A., Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, Mohammad Idris Yusuf, S.Kom.I., dan Direktur Utama LAZ Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah, Supendi, M.M.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syarifuddin, Direktur Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, Hidayat, S.Sos., Direktur LAZIS PUI, Irwan Umbara, Direktur Eksekutif LAZISKU KBBII, As'ad Nugroho, Direktur Al ZIS Al Washliyah, Muhammad Affan,Direktur Utama LAZNAS IKADI, H. Eddy Susianto, Ak., C.A., serta Direktur Lazia, Dr. Ahmad Afif M.El., CWC.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 261/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyinkronkan langkah dan program dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui penyelarasan program prioritas BAZNAS dengan agenda pembangunan nasional. 

Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi bersama jajaran Kantor Staf Presiden (KSP) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan, 13 program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

"13 program prioritas di periode BAZNAS tahun 2026 sampai 2031 ini, dan kira-kira sebenarnya seluruhnya yang memang kita arahnya ke pengentasan kemiskinan," ujar Idy.

Menurut Idy, implementasi seluruh program tersebut disusun agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya agenda pengentasan kemiskinan.

"Intinya gini, kami siap untuk penyaluran kita ini sesuai dengan programnya pemerintah, Asta Cita, karena kita juga berelasi dengan Bappenas, terutama soal pengentasan kemiskinan, itu Asta Cita keenam," katanya.

Selain memperkuat sinergi program, BAZNAS juga terus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Regulasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang hingga saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.

Melalui penguatan regulasi tersebut, BAZNAS memproyeksikan penghimpunan zakat dari sektor ASN dan BUMN dapat mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun. Dana tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas BAZNAS dalam membantu masyarakat miskin.

"Bukan apa-apa, kita kumpulkan kan bukan untuk kita, ini untuk kita salurkan. Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Berapa banyak kita bisa selesaikan masalah bangsa ini? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Erni Juliana, menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program pengelolaan zakat dengan berbagai program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, serta penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Ia menambahkan, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah seiring rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.

"Bahwa KSP itu tugas utamanya adalah memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden terkait pengelolaan, pengendalian, dan pengawalan program-program prioritas Presiden dan isu-isu strategis," tutur Erni.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Deputi I Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional M. Hasbi Zaenal.

Sementara itu, dari jajaran Kantor Staf Presiden hadir Deputi III Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Hisbul Bahar, dan Tenaga Ahli Muda Kedeputian II Haris Budi Laksono.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 260/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Peran Masjid melalui Pembentukan UPZ

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat peran masjid menjadi pusat sinergi dan pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Diskusi Online Masjid Berdampak bertajuk "Masjid Tempat Sinergi Umat" yang digelar pada Jumat (3/7/2026). 

Rizaludin mengatakan, pembentukan UPZ memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Menteri Agama, dan Peraturan BAZNAS. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan masjid, pesantren, maupun yayasan. 

"Kehadiran undang-undang ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pengelolaan ZIS memenuhi prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.

"Di sinilah kami memohon bantuan dari para penyuluh agama untuk menguatkan kapasitas DKM atau takmir masjid, meningkatkan pemahaman regulasi UPZ, serta menyosialisasikan visi bersama ini. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama terus berjalan efektif dan berdampak luas," katanya. 

Rizaludin menegaskan, di kepemimpinan baru, BAZNAS berkomitmen mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual, sosial, dan ekonomi umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

"BAZNAS juga telah menyediakan ekosistem digital bernama Menara Masjid yang terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) untuk memudahkan pembukuan dan transparansi yang dapat dipantau langsung oleh jemaah. Sistem ini akan kita padukan dengan SIMAS (Sistem Informasi Masjid) milik Kementerian Agama," ujar Rizaludin. 

Rizaludin berharap, melalui penguatan UPZ, masjid mampu menggerakkan roda sosial-ekonomi di sekitarnya, seperti menyediakan layanan kesehatan, pusat pendidikan, hingga permodalan UMKM. 

"Pada tahun ini, BAZNAS memiliki 13 program prioritas, salah satunya adalah BAZNAS Microfinance Masjid, yakni program penyaluran modal usaha tanpa bunga, dengan skema Qardhul Hasan. Selain itu, ada program Renovasi Masjid Utama (ramah difabel dan lansia), serta digitalisasi kotak infak," jelasnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 257/HUM-BAZ/VII/2026

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sedang menyiapkan strategi penguatan literasi zakat umat melalui kerja sama intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan.

"Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI," jelas Idy Muzayyad usai menjadi narasumber dalam talkshow Nikah Fest di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Melalui sinergi ini, sekitar 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI di seluruh wilayah Indonesia akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.

Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.

"Ikatan Penyuluh Agama ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA," ujarnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 244/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dukung Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Miskin 2026

?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran acara Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

?Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menilai agenda penghargaan ini sangat krusial mengingat penegakan hukum di Indonesia saat ini dirasa masih kurang humanis serta cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

?"Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang memberikan apresiasi dan penghargaan, tapi ke depannya kami berharap bisa menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk bisa lebih adil, humanis, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, terkhususnya bagi kaum duafa dan warga miskin," jelas Neyla di Kantor Pusat MUI, Senin (29/6/2026). 

?Melalui momentum ini, BAZNAS berharap pemberian apresiasi tersebut mampu memberikan dorongan moral yang kuat bagi para aparat hukum untuk lebih peduli pada hak-hak masyarakat kecil.

?Lebih lanjut, Neyla mengatakan sinergi lewat program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mengawal terciptanya sistem peradilan yang lebih adil dan memanusiakan manusia di Indonesia.

?"Insyaallah dari BAZNAS siap untuk senantiasa mendampingi dalam kegiatan MUI, juga lembaga-lembaga lain yang tujuannya adalah untuk memanusiakan manusia, untuk lebih menjadi manusia," katanya.

?Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., mengatakan panitia penyelenggara tengah mematangkan persiapan standardisasi penilaian untuk agenda Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026.

?Ia juga menegaskan penghargaan ini sengaja difokuskan kepada para aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga advokat, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam melakukan advokasi dan perlindungan hukum bagi kaum marginal.

?"Mudah-mudahan kita mendapatkan perorangan atau lembaga yang dapat kita berikan apresiasi sebagai penegak hukum yang sahabat dhuafa dan miskin," tutur Wahiduddin.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 247/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

BAZNAS, Saatnya Pemuda Menjadi Pelopor Zakat untuk Mensejahterakan Umat
BAZNAS, Saatnya Pemuda Menjadi Pelopor Zakat untuk Mensejahterakan Umat
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengajak para pemuda dan pemudi di seluruh wilayah Kulon Progo untuk menjadi pelopor gerakan zakat, sebagai bentuk pengamalan semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial terhadap sesama. Ketua BAZNAS Kulon Progo, H.Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan bahwa semangat yang diwariskan para pemuda tahun 1928 hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan umat. “Jika pada 1928 para pemuda berikrar menyatukan bangsa melalui Sumpah Pemuda, maka hari ini kita lanjutkan semangat itu dengan bersatu dalam kebaikan dan kepedulian sosial. Pemuda harus menjadi pelopor zakat, infak, dan sedekah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat,” ujar Alfanuha. BAZNAS Kulon Progo selama ini terus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk kalangan muda, dalam 5 program. Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga sarana strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemuda hari ini harus menjadi penggerak, bukan sekadar pengikut. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita wujudkan perubahan sosial melalui zakat. Karena dengan zakat, kita bisa membangun masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan,” tambah Alfanuha.
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS KP
Top Excellent Award 2025 BAZNAS RI
Top Excellent Award 2025 BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan “Top Excellent Award 2025 - 5 Pilar Media” sebagai Trusted Zakat Fundraising in Innovative Social Responsibility Programs. Top Excellence Award 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Five Pilar Event Management dan 5 Pilar Media Communication, bekerja sama dengan National Awarding Research Center serta diliput oleh 5 Pilar YouTube Channel. Penghargaan ini ditujukan bagi lembaga pendidikan, perusahaan, dan profesional yang berhasil menciptakan inovasi serta menjaga kredibilitas dan integritas di bidangnya masing-masing. Tujuannya, untuk mendorong para pelaku pendidikan dan profesional di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta dukungan para muzaki yang terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola zakat di BAZNAS semakin diakui publik, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan inovasi program sosial. Kami terus berkomitmen agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025). Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga relevansi dan efektivitas pengelolaan zakat di era modern. Menurutnya, BAZNAS terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan komunitas, melalui pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan program zakat. “Kolaborasi dengan mitra strategis merupakan langkah nyata dalam memperluas dampak zakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS tidak hanya menjadi lembaga penyalur dana sosial, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan,” imbuhnya. Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang berlangsung di Sunlake Waterfront Sunter Hotel, Jakarta, dan diterima oleh Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI. Apa yang kita lakukan semata-mata untuk kemaslahatan umat dan menjalankan tanggung jawab moral dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran. Penghargaan ini menjadi penyemangat agar kami terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya. BAZNAS RI dalam beberapa tahun terakhir secara aktif menghadirkan berbagai inovasi program seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Layanan Kesehatan Kapal Bergerak RSB, Santripreneur, Balai Ternak, ZChicken, Zmart, Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), juga berbagai program lainnya. Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Sumber: SIARAN PERS Nomor: 399/HUM-BAZ/X/2025 Senin, 27 Oktober 2025
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo dan RSB DIY Gelar Bakti Sosial di PESAWAT
BAZNAS Kulon Progo dan RSB DIY Gelar Bakti Sosial di PESAWAT
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Rumah Sehat Baznas (RSB) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan bakti sosial di Pesantren Al-Quran Wates (PESAWAT), Selasa (21/10). Kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh sekitar 120 santri dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan pondok. Rangkaian kegiatan meliputi pembinaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) diikuti 20 santri dan pemeriksaan kesehatan umum bagi 100 santri. Ketua BAZNAS Kulon Progo, H. Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial serta bentuk sinergi antara lembaga zakat dan layanan kesehatan umat. “Kami ingin memastikan bahwa para santri, sebagai generasi penerus bangsa, mendapatkan perhatian yang layak dalam hal kesehatan dan pembinaan lingkungan pesantren yang sehat,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari RSB DIY, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen terus mendukung kegiatan kemanusiaan di berbagai wilayah DIY, termasuk pesantren-pesantren yang membutuhkan pendampingan kesehatan. “Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi agar para santri mampu menjaga kebersihan dan kesehatan diri di lingkungan pesantren,” katanya. Para santri terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan umum, serta penyuluhan kesehatan. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan dasar kepada pengelola Poskestren agar dapat melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kulon Progo dan RSB DIY dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kesehatan berbasis pesantren.
BERITA23/10/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Resmi Kantongi Kekancingan Tanah dari Kadipaten Pakualaman
BAZNAS Kulon Progo Resmi Kantongi Kekancingan Tanah dari Kadipaten Pakualaman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo kini resmi memiliki kekancingan atas tanah yang digunakan sebagai kantor operasional. Penandatanganan surat kekancingan dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, antara Kadipaten Pakualaman dan BAZNAS Kulon Progo, bertempat di kantor BAZNAS Kulon Progo. Acara penandatanganan ini turut dihadiri oleh Penghageng Kawedanan Hageng Kesentanan Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta, G.P.H. Wijoyo Harumurti, beserta tim dari Kadipaten. Dari pihak BAZNAS Kulon Progo, hadir Ketua BAZNAS H. Alfanuha Yushida, M.PMat didampingi pelaksana Bidang IV Edi Kurniawan, S.Th.I., M.M. Penandatanganan surat kekancingan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kelembagaan BAZNAS Kulon Progo, karena memberikan kepastian hukum atas penggunaan tanah yang selama ini digunakan sebagai pusat kegiatan lembaga. Dalam sambutannya, G.P.H. Wijoyo Harumurti menyampaikan bahwa kekancingan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Kadipaten Pakualaman terhadap kegiatan sosial-keagamaan yang dijalankan BAZNAS. “Kadipaten Pakualaman memiliki komitmen untuk mendukung lembaga-lembaga yang berperan aktif dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kekancingan ini dapat menjadi landasan yang kuat bagi BAZNAS Kulon Progo dalam mengoptimalkan peran dan pelayanannya,” ujar beliau. Ketua BAZNAS Kulon Progo, H. Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kadipaten Pakualaman. “Ini adalah amanah besar yang akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan umat. Semoga dengan status kekancingan ini, BAZNAS Kulon Progo dapat semakin memperkuat kiprah dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel,” ungkapnya. Penandatanganan ini juga menjadi simbol sinergi antara Kadipaten Pakualaman dan BAZNAS Kulon Progo dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Dengan status kekancingan yang telah sah, BAZNAS Kulon Progo kini memiliki dasar hukum yang kuat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan dan pelayanan sosial berbasis zakat.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo turut hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar pada Selasa s.d Kamis, 7-9 Oktober 2025 di Hotel Crystal Lotus, Jalan Magelang, Yogyakarta. Kegiatan Rakorda ini dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Republik Indonesia, menandai komitmen kuat dalam memperkuat sinergi antar-BAZNAS daerah dan pusat guna optimalisasi pengelolaan zakat di wilayah DIY. Salah satu agenda utama dalam Rakorda ini adalah sesi pembinaan dan pendampingan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. Sesi ini dipandu langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Pembinaan dan Pengawasan Wilayah, Ibu Saidah Sakwan, M.A. Dalam sambutannya, Ibu Saidah menekankan pentingnya penyusunan RKAT yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan prioritas program nasional serta kebutuhan mustahik di masing-masing wilayah. Beliau juga mendorong BAZNAS daerah untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, transparansi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat. BAZNAS Kulon Progo menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas perencanaan program zakat tahun depan. Melalui Rakorda ini, diharapkan setiap BAZNAS kabupaten/kota di DIY mampu menyusun RKAT 2026 yang lebih tepat sasaran, profesional, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA10/10/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Studi Tiru Pengelolaan UPZ Desa/Kalurahan ke Baznas Ciamis
BAZNAS Kulon Progo Studi Tiru Pengelolaan UPZ Desa/Kalurahan ke Baznas Ciamis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kunjungan kerja (studi tiru) ke BAZNAS Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Selasa, 1 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik baik (best practice) dalam manajemen pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa atau kalurahan. Rombongan dari Kulon Progo dipimpin oleh jajaran BAZNAS Kulon Progo dan terdiri dari para pengurus UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini juga didampingi oleh Asisten Daerah (Asda) I Setda Kulon Progo, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kulon Progo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk KB), serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo. Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan efektivitas pengelolaan zakat di tingkat bawah, khususnya UPZ di desa dan kalurahan. “Kami ingin belajar langsung dari BAZNAS Ciamis yang telah berhasil membangun sinergi kuat dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan UPZ. Harapannya, setelah kunjungan ini, kita bisa menerapkan hal serupa di Kulon Progo,” ujarnya. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Ciamis menyambut hangat kedatangan rombongan dan memaparkan strategi-strategi yang telah dijalankan dalam pembentukan, pembinaan, serta pelaporan keuangan UPZ tingkat desa yang akuntabel dan transparan. Diskusi interaktif dan sesi tanya-jawab berlangsung antusias, memperlihatkan komitmen dari kedua pihak untuk memperkuat pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin sinergi dan transfer pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kulon Progo, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Perluas Program Z-Auto di Kulonprogo untuk Dorong Kemandirian Mustahik
BAZNAS Perluas Program Z-Auto di Kulonprogo untuk Dorong Kemandirian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kembali memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonominya melalui peluncuran program Z-Auto di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini fokus pada pengembangan usaha bengkel motor sebagai sarana peningkatan kesejahteraan dan kemandirian bagi para mustahik. Acara peluncuran berlangsung pada Rabu (24/9/2025) di Kantor Kelurahan Wates, Kulonprogo, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Bupati Kulonprogo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc. serta pejabat daerah dan pimpinan BAZNAS DIY. Menurut Saidah Sakwan, program Z-Auto bertujuan mempercepat proses transisi mustahik menjadi muzaki (pemberi zakat). Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bentuk kebaikan sosial, tetapi juga amanah yang harus dikelola dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. “Dana yang diterima harus dikelola dengan keikhlasan dan kesungguhan. Harapan kami, usaha bengkel yang dimulai dari skala kecil ini bisa terus berkembang,” ujarnya. Saidah juga menargetkan agar Z-Auto tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis di bidang otomotif, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di masyarakat. Bupati Kulonprogo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc. menyambut baik kehadiran Z-Auto. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan minat dan keterampilan mereka, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah. "Program ini adalah peluang emas untuk menyiapkan masyarakat menjadi mandiri, sesuai dengan passion mereka. Semoga membawa manfaat luas," ungkapnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program Z-Auto telah menjangkau 577 mustahik di 18 provinsi dan 77 kota/kabupaten di Indonesia. Data BAZNAS menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pendapatan peserta sebesar 42,4% setelah mengikuti program. Khusus di Kulonprogo, sebanyak 15 mustahik menerima bantuan berupa modal usaha, pelatihan mekanik, serta pendampingan intensif untuk mendukung pengembangan bengkel motor yang mereka rintis.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS KP
Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan: BAZNAS Kulon Progo Gelar Rapat Koordinasi Bersama UPZ
Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan: BAZNAS Kulon Progo Gelar Rapat Koordinasi Bersama UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar Rapat Koordinasi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan, BUMD, serta instansi vertikal di wilayah Kulon Progo, bertempat di RM Omah Mbeji Wates pada 11 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, serta mendorong sinergi yang lebih erat antara BAZNAS dan UPZ dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan di Kulon Progo. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, Amd, yang memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap upaya BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat miskin agar dapat naik kelas menjadi muzaki (pembayar zakat). "Sinergi antara BAZNAS, UPZ, dan seluruh elemen pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS yang telah menunjukkan tata kelola yang akuntabel," ujar Wakil Bupati dalam sambutannya. Wakil Bupati juga memberikan apresiasi atas capaian BAZNAS Kulon Progo yang meraih BAZNAS Award 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik tingkat Baznas Kabupaten/Kota. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat di Kulon Progo dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Waka I BAZNAS Kulon Progo Bidang Pengumpulan, H. Jumanto, S.H, menyampaikan bahwa penguatan peran UPZ di masing-masing instansi menjadi kunci dalam meningkatkan pengumpulan zakat yang optimal dan berkelanjutan. "Dengan sinergi dan koordinasi yang baik, kita tidak hanya menguatkan sistem pengumpulan zakat, tetapi juga memperluas manfaatnya untuk program-program pemberdayaan masyarakat. Harapannya, mustahik yang kita bantu hari ini dapat menjadi muzaki di masa depan," jelasnya. Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa poin strategis, di antaranya penyamaan persepsi tentang peran dan fungsi UPZ, peningkatan transparansi pelaporan, serta penguatan program-program produktif yang langsung menyasar pada peningkatan ekonomi masyarakat miskin. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kulon Progo berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
BERITA11/09/2025 | Humas Baznas KP
RAKOR UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo: Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pengelolaan Zakat
RAKOR UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo: Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pengelolaan Zakat
Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengelolaan zakat di tingkat kapanewon, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Rapat Koordinasi UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo pada hari ini, Rabu (10/09), bertempat di RM Dapur Semar, Wates. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh UPZ Kapanewon di wilayah Kabupaten Kulon Progo, masing-masing sebanyak dua orang peserta. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja UPZ, memperkuat pelaporan, serta menyusun rencana kerja ke depan yang lebih terarah dan berdampak. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan pentingnya kolaborasi BAZNAS dengan UPZ untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. "UPZ Kapanewon memiliki peran vital dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat. Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin memastikan setiap unit memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam mengelola zakat secara amanah dan transparan," Imbuhnya. Adapun agenda utama yang dibahas dalam rapat ini meliputi: 1. Evaluasi realisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat tahun berjalan; 2. Strategi peningkatan partisipasi muzaki; 3. Penguatan sistem pelaporan dan tata kelola UPZ yang akuntabel. 4. Penyusunan RKAT tahun 2026 Melalui kegiatan ini, UPZ Kapnewon se-Kulon Progo diharapkan dapat memperkuat sinergi dan soliditas untuk mendukung visi besar Kabupaten Kulon Progo sebagai daerah dengan pengelolaan zakat yang transparan, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA10/09/2025 | Humas Baznas KP
Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pemerataan sosial sekaligus transformasi bangsa. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 di Jakarta, Selasa (8/9/2025). Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul zakat, tetapi motor perubahan yang menjawab tantangan Indonesia menuju 2045. Ia menyebut pilar utama pembangunan manusia yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat diperkuat melalui program-program zakat. “Kalau kita bicara kualitas manusia, pilarnya selalu tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka Kemenko PMK tugasnya mengurusi itu, dan zakat bisa hadir di semua pilar tersebut,” jelasnya. Lebih jauh, ia menilai BAZNAS memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi zakat digital. Di era teknologi, transparansi dan kecepatan layanan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pengelolaan zakat juga harus adaptif. “Masa kita kalah dengan penarik bank yang tiap bulan mengingatkan nasabah? Kita mengajak pada kebaikan, maka amil zakat harus proaktif menyapa, melaporkan, dan berterima kasih kepada muzaki. Sistem digital bisa membantu semua itu,” paparnya. Ia pun mengusulkan lahirnya satu aplikasi zakat nasional yang memungkinkan masyarakat memantau secara real-time penyaluran zakat. Dengan begitu, kepercayaan publik semakin meningkat dan zakat makin dirasakan manfaatnya oleh umat. “Satu aplikasi terpadu ini tentu bisa diinisiasi oleh BAZNAS. Real-time, transparan, dan menjadi model nasional,” tambahnya. Selain itu, Prof. Warsito menekankan agar zakat tidak hanya hadir di hilir saat muncul masalah sosial, tetapi juga di hulu untuk membangun moral dan mental bangsa. “Bisakah zakat hadir di hulu? Bagaimana zakat digunakan untuk pembangunan moral dan mental bangsa, membentuk jiwa pejuang, kerja keras, dan karakter unggul? Karena kadang masalah sosial muncul dari lemahnya moral dan mental,” jelasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 319/HUM-BAZ/IX/2025 Selasa, 9 September 2025
BERITA10/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS serahkan bantuan untuk korban kebakaran
BAZNAS serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran atas nama Trisno Sutaryo, warga Dusun Sangkrek RT 046/RW 012, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap. Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu telah menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Trisno Sutaryo, menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, Baznas bersama Kesra Kabupaten segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga yang tertimpa musibah. Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di lokasi kejadian, dengan dihadiri perwakilan dari Baznas Kulon Progo, staf Kesra Kabupaten, pihak kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. "Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan pasca kebakaran," ujar perwakilan dari Baznas saat menyerahkan bantuan. Trisno Sutaryo mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran rumah tinggal. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong sinergi antara berbagai pihak dalam penanganan bencana serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah. Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2025 Selasa, 2 September 2025
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data Penyaluran Tepat Sasaran
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data Penyaluran Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran. Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menekankan, kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan amanah. “Ini manfaat besar bagi kita semuanya. Dan insyaallah juga menjadi bagian penting dari kita semuanya yang akan melakukan pendistribusian khususnya, maupun nanti pengumpulan berdasarkan pada data-data yang ada,” ujar Prof. Noor. Lebih lanjut, Prof. Noor menyoroti pentingnya data statistik untuk mencegah tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan data yang detail dan terstruktur, BAZNAS dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima. “Sehingga ke depan kita akan lebih efektif. Jangan sampai ada pemberian yang bertumpuk, termasuk yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian, berdasarkan pada statistik misalnya saja tentang bagaimana orang miskin ada di mana, mereka didesil berapa, itu ada semuanya, by name, by trace,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mencontohkan bagaimana data BPS mencatat fenomena sosial yang menarik, termasuk penurunan kemiskinan yang berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga. Menurutnya, hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh program BAZNAS seperti pernikahan massal. “Jangan-jangan orang yang meningkat ekonominya itu karena bantuan BAZNAS dinikahkan masal itu. Jadi ini korelasi, walaupun kemarin agak gurau, tetapi ini serius. Analisa statistik saya di situ,” ungkapnya. Prof. Noor juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS atas terwujudnya kerja sama strategis ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS yang telah menyediakan diri untuk melakukan MoU dengan BAZNAS Republik Indonesia. Ini adalah satu proses yang baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan, kolaborasi dengan BAZNAS akan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS. Ia menegaskan, data BAZNAS yang mencakup sekitar 26 juta mustahik sangat relevan untuk dipadankan dengan DTSN. “Artinya BAZNAS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemutahiran data tunggal sosial ekonomi nasional, kalau nanti mustahik yang 26 juta itu kemudian bisa kita padankan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, sehingga nanti kita bersama, bisa sama-sama tahu apakah memang orang itu betul-betul masuk kepada desil 1 atau desil 2 dari DTSN,” ujar Amalia. Amalia menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data, BAZNAS dan BPS akan saling mendukung dalam memutakhirkan DTSN secara digital dan berkelanjutan untuk memastikan keakuratan data sosial ekonomi. “Mekanismenya Bapak/Ibu nanti adalah, kami perlu menerima data dulu dari BAZNAS, karena nanti sesuai dengan Inpres nomor 4 tahun 2025, BPS memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemutahiran dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional. Ini sesuatu peran yang strategis, dan peran BAZNAS menjadi sangat kritikal dan penting,” tegasnya. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS RI pada kesempatan ini juga menganugerahkan BAZNAS Award 2025 kategori Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat kepada BPS atas kontribusinya dalam mendukung pengelolaan zakat berbasis data. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 304/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA01/09/2025 | Humas Baznas RI
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam penghimpunan zakat yang semakin membaik. Terutama dalam menggerakkan hati masyarakat sehingga mempercayakan zakatnya dilakukan melalui BAZNAS RI. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Rakornas BAZNAS RI di Jakarta, Kamis (28/08/2025). “Dari sisi output ada peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan penggalangan zakatnya dan ini adalah indikator kerja yang sangat bagus. Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS saat ini juga semakin baik dan meningkat, ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah hari ini kita saling memiliki rasa percaya yang bagus,” kata Anis. Anis juga mengaku bersyukur dan berterima kasih karena Indonesia memiliki BAZNAS sebagai lembaga yang mewakili pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan. BAZNAS selalu sigap dan menjadi yang terdepan untuk hadir membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia. Menurut Anis, apa yang dilakukan BAZNAS selama ini dalam membantu masyarakat di manapun berada telah mencuri perhatian, bahkan ke negara konflik seperti Palestina yang sejak 2023 hingga 2025 masih dibombardir oleh Israel, tidak luput mendapatkan perhatian BAZNAS. Masyarakat jadi tahu bahwa BAZNAS selalu hadir di tengah-tengah mereka dan siap membantu. “BAZNAS melakukan pendistribusian sebagian besar zakat dari masyarakat secara tepat sasaran, seperti yang kita lihat bersama-sama masalah Palestina juga BAZNAS terus menerus memberikan bantuan,” tutur Anis. Karenanya Anis mendorong masyarakat untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Tidak hanya zakat, tetapi infak dan sedekah juga dapat disalurkan melalui BAZNAS. “Saya mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, bantuannya sedekahnya melalui BAZNAS,” kata Anis. Anis Matta juga menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat. Karenanya Anis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS. “Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan ini walaupun saya merasa sebenarnya apa yang kita lakukan ini memang kewajiban kita semua,” tutup Anis. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 302/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS saat Terima BAZNAS Awards 2025
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS saat Terima BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penguatan gerakan zakat di Indonesia, salah satunya adalah komedian senior Alfiansyah Bustami atau Komeng. Acara BAZNAS Awards 2025 ini menjadi rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI. Dalam kesempatan itu, Komeng mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS RI yang dinilainya memiliki banyak program nyata untuk membantu masyarakat. Ia juga menilai zakat yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk mustahik tetapi juga bagi pembangunan bangsa. “Jangan lupa berzakat ya. Banyak program-program BAZNAS yang bermanfaat. Tadi saya baru mendengar ada satu pekerja di luar negeri itu satu sarjana. Wah itu top lah. Pokoknya zakat banyak membantu menyejahterakan dan menjadikan orang biasa menjadi orang,” ujar Komeng. Komeng menjadi salah satu dari sejumlah publik figur yang menerima penghargaan dalam BAZNAS Awards 2025. Selain Komeng, nama-nama lain seperti Harabdu Tohar alias Bedu hingga Ivan Gunawan juga turut mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, pemerintah daerah, hingga mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Acara BAZNAS Awards 2025 tidak hanya memberikan apresiasi kepada artis yang peduli terhadap gerakan zakat, tetapi juga kepada pemerintah daerah, lembaga amil zakat, insan media, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis yang selama ini mendukung program-program BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 301/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS dan Pemda Kulon Progo Salurkan Bantuan RTLH, Aladin, dan Jamban
BAZNAS dan Pemda Kulon Progo Salurkan Bantuan RTLH, Aladin, dan Jamban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada warga kurang mampu. Bantuan tersebut meliputi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan Atap, Lantai, dan Dinding (Aladin), serta program jambanisasi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di satu titik lokasi, yaitu di Padukuhan Boro, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kulon Progo, Pemerintah Kapanewon Galur, pamong kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Berikut ini adalah daftar penerima bantuan: Bantuan RTLH 1. Suparman, warga Boro I RT 2 RW 1, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur 2. Wagilah, warga Kalibuko RT 12 RW 4, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap 3. Ngadiran, warga Kalibuko RT 9 RW 3, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap 4. Yudi Prastiyo, warga Nglengkong RT 13 RW 4, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo Bantuan Aladin Nariman, warga Wonopeti RT 27 RW 13, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur Bantuan Jambanisasi Basro Atmojo, warga Pulo Pedukuhan III RT 12 RW 6, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur Bantuan Aladin dan Jamban Miskinem, warga Bonorejo RT 5 RW 3, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa seluruh bantuan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara akuntabel dan transparan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan taraf hunian warga kurang mampu di wilayah Kulon Progo. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS dan lembaga lainnya guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendukung pencapaian target-target pembangunan daerah, khususnya dalam bidang sosial dan kesehatan lingkungan. Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan perubahan nyata dalam kehidupan mereka, serta semakin termotivasi untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi dan sosial.
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas KP
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025 Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025 Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya. Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 298/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 295/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Alex Kurniawan Operator SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan sebagai Operator SIMBA Terbaik Wilayah Barat dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025. Penghargaan ini diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah melalui platform SIMBA secara tertib, akurat, dan tepat waktu. Operator SIMBA dari Kulon Progo dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan profesional, mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H.Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. “Kami mengapresiasi kerja keras operator SIMBA yang menjadi ujung tombak dalam pelaporan dan pengelolaan data zakat. Penghargaan ini membuktikan bahwa SDM di BAZNAS Kulon Progo mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya. SIMBA merupakan sistem yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan zakat secara nasional. Peran operator sangat penting untuk memastikan data yang disajikan tepat, real-time, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan penghargaan ini, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem pelaporan digital guna mendukung tata kelola zakat yang lebih modern, profesional, dan terpercaya.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan bergengsi dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik BAZNAS Kabupaten. Penghargaan ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang profesional dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Afanuha Yushida, M.PMat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim BAZNAS Kulon Progo dan dukungan berbagai pihak. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, akuntabilitas laporan, dan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat,” ujarnya. Ajang BAZNAS AWARDS merupakan agenda tahunan yang digelar oleh BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga pengelola zakat yang menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang. Penilaian dilakukan secara ketat dan objektif oleh tim independen. Prestasi ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kulon Progo sebagai lembaga yang terpercaya dalam pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ke depan, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →