Berita Terbaru
Baznas dan Bupati Kulon Progo, Salurkan Bantuan Rp 20 Juta untuk Korban Kebakaran di Nanggulan
Kulon Progo - Jumat, 2 Mei 2025: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo bersama Bupati Kulon Progo melakukan kunjungan langsung ke lokasi kebakaran yang terjadi di wilayah Nanggulan. Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan parah pada satu rumah warga. Sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat, Baznas Kulon Progo menyalurkan bantuan dana sebesar Rp20.000.000 untuk membantu proses perbaikan rumah yang terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kulon Progo menyampaikan rasa prihatin dan dukacita atas musibah yang dialami warga. Ia juga mengapresiasi peran Baznas dalam memberikan bantuan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kehadiran kita di sini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah dan Baznas terhadap masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan membantu proses pemulihan tempat tinggal yang rusak akibat kebakaran,” ujar Bupati Kulon Progo.
Ketua Baznas Kulon Progo menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Kulon Progo Peduli, yang terus berupaya hadir dalam situasi darurat di tengah masyarakat.
Baznas Kulon Progo juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergotong royong dan memperkuat solidaritas sosial, dengan meningkatkan pembayaran ZIS melalui Baznas Kulon Progo.
BERITA02/05/2025 | Humas Baznas KP
Presiden dan Wapres Tunaikan Zakat melalui BAZNAS RI
Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Pelaksanaan Zakat Istana ini dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Direksi BUMN, Pejabat Kementerian Lembaga, serta para kepala daerah yang bersama-sama menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.
Penyerahan zakat Presiden dan Wapres diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si., dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, sebagaimana kewajiban amil mendoakan muzaki.
Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan, "Dengan berzakat, kita dapat berbagi dengan sesama, menolong kaum dhuafa, meringankan beban hidup mereka, dan menghindarkan hidup dari sifat kikir."
“Berzakat adalah cerminan sikap gotong royong dan upaya mengurangi ketimpangan sosial serta pemerataan kesejahteraan. Semoga zakat yang kita keluarkan akan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga turut mengapresiasi kinerja BAZNAS. "Saya menghormati kerja keras saudara-saudara (BAZNAS) yang juga diapresiasi di luar negeri, di Palestina, di Timur Tengah. Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS."
Presiden Prabowo juga berharap, pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS harus dilakukan secara transparan dan efektif, harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, dan harus dilaksanakan dengan pengelolaan yang sebersih-bersihnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Hari ini Kamis, 27 Maret 2025, bertepatan dengan 27 Ramadhan 1446 H, merupakan hari yang sangat istimewa dan membanggakan bagi kita semua. Kita patut bersyukur atas perkenan Bapak Presiden Prabowo untuk melanjutkan jejak baik dalam pelaksanaan Zakat Istana bersama Bapak Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka, serta didampingi oleh segenap pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri kabinet Merah Putih, serta panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan pimpinan BUMN," ujar Kiai Noor.
Menurutnya, momentum Zakat Istana hari ini menjadi pengingat kuat akan akar spiritual dan sosial dari zakat itu sendiri.
"Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS untuk mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kepercayaan ini mencerminkan kepedulian negara terhadap pemenuhan kewajiban keagamaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor juga menyampaikan kinerja pengelolaan zakat dalam 4 tahun terakhir dari tahun 2021–2024 yang semakin meningkat.
"Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah tahun 2021 sebesar Rp14 triliun, tahun 2022 sebesar Rp22,4 triliun, tahun 2023 sebesar Rp32,3 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp40,4 triliun, dan target tahun 2025 ini sebesar Rp50 triliun," ujarnya.
Sementara itu, lanjut Kiai Noor, pengumpulan BAZNAS RI (pusat) sendiri tahun 2021 sebesar Rp517 miliar, tahun 2022 sebesar Rp634 miliar, tahun 2023 sebesar Rp882 miliar, tahun 2024 sebesar Rp1,12 triliun, dan target tahun 2025 sebesar Rp1,35 triliun.
"Adapun penyalurannya, pada tahun 2021, jumlah penyaluran zakat sebesar Rp14,04 …
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 188/HUM-BAZ/III/2025
Kamis, 27 Maret 2025
BERITA28/03/2025 | Humas Baznas RI
Baznas KP Salurkan ZIS Rp 3,59 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo dalam Ramadan 1446 H/2025 M ini, menyalurkan Zakat Infak sebesar Rp 3.597.070.000. Salah satu seremoni penyerahan bantuan untuk pengayuh becak, pasukan kuning, dan lainnya, dilakukan oleh Bupati Kulonprogo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM, Rabu (12/03/2025), di Plengkung Rumah Dinas Bupati.
Diungkapkan Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat, zakat infak tersebut berasal dari para mudzaki atau warga yang wajib membayar zakatnya yaitu terbesar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo, kemudian swasta dan masyarakat.
"Penyaluran di bulan Ramadan ini untuk 7.500 penerima manfaat. Mulai dari Kaum Rois, Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) jenjang TK sampai SMP dari Disdikporan dan Kankemenag, Guru Ngaji di Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Madrasah, serta tenaga honorer dan relawan di Pemkab Kulonprogo. Kami juga salurkan ke warga duafa binaan Rutan Kelas IIB Wates," katanya sambil menambahkan penyaluran dilakukan diantaranya lewat kegiatan Safari Tarawih tingkat kabupaten dan di tiap kapanewon.
Alfanuha lebih lanjut menuturkan, penyaluran ini diharapkan bisa membantu dan meringankan beban masyarakat Kulonprogo yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya. Terutama untuk Hari Raya Idul Fitri nanti. "Semoga bantuannya memberikan manfaat bagi para mustahik dan pahala bagi para mudzaki," ujarnya.
Program penyaluranan zakat infak dari Baznas ini, menurut Bupati Kulonprogo Agung Setyawan, merupakan bentuk solidaritas sosial. Ia menilai kegiatan itu harus terus dipertahankan. Sebab program itu menjadi wadah untuk membangun kebersamaan di antara sesama. Terutama untuk saling membantu dan peduli terhadap kondisi orang lain. "Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa empati terhadap sesama," ucap Agung.
BERITA13/03/2025 | Humas Baznas KP
Dampingi Wapres Gibran, Ketua BAZNAS RI Tinjau dan Bantu Korban Banjir
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau dan memberikan bantuan untuk korban bencana banjir, di Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025).
Wapres Gibran bersama Kiai Noor mengecek rumah warga yang terdampak banjir, meski jalan perumahan Pondok Gede Permai Bekasi masih penuh dengan lumpur sisa banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan komitmen BAZNAS bersinergi bersama pemerintah untuk terus membantu warga terdampak banjir di Jabodetabek.
“BAZNAS hadir untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Kami memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan dapat membantu kebutuhan mendesak warga,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan BAZNAS mencakup berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak berupa Hidangan Berkah Ramadhan untuk sahur dan berbuka puasa. Bantuan ini diharapkan bisa membantu para korban tetap menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi sulit.
“Tadi pagi alhamdulillah BAZNAS mendistribusikan 2.200 porsi Hidangan Berkah Ramadhan untuk sahur bagi korban bencana banjir di beberapa kawasan Jakarta. Bantuan ini menyasar beberapa wilayah terdampak banjir di Jakarta, seperti Pengadegan, Binawan, Jatinegara, Manggarai, Kebon Pala, dan Kebon Manggis, kita juga siapkan hidangan untuk berbuka,” ungkap Kiai Noor.
Selain itu, Kiai Noor melanjutkan, sejak terjadinya banjir tim BAZNAS merespons cepat dengan melakukan evakuasi warga terdampak banjir. BAZNAS juga memberikan layanan kesehatan gratis, pemberian multivitamin, hygiene kit, hingga layanan dapur air bersih.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan warga di tengah kondisi banjir yang rawan penyakit.
Kiai Noor menambahkan, BAZNAS akan terus berperan aktif dalam berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam aksi solidaritas dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan. Setiap kontribusi yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka, dan semoga banjir yang sedang melanda ini segera surut, ” ucapnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 106/HUM-BAZ/III/2025
Rabu, 5 Maret 2025
BERITA06/03/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Serukan Masyarakat untuk Perkuat Bantuan bagi Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia, menunjukkan komitmennya untuk membangun kembali Gaza dan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat dukungan serta bantuan untuk warga Palestina.
Dalam kesempatan itu, BAZNAS menyampaikan bahwa mereka telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp120 miliar kepada masyarakat Palestina, dengan lebih dari 407.350 warga Palestina menjadi penerima manfaat, dan jumlah ini terus bertambah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam arahan yang diberikan dalam Rapat Koordinasi Khusus “Membasuh Luka Palestina” yang diadakan di Jakarta baru-baru ini. Acara ini dihadiri oleh 150 perwakilan dari LAZ dan UPZ yang menyumbangkan infaknya melalui BAZNAS.
“Ini membuktikan bahwa Indonesia hadir di Palestina, Indonesia hadir di Gaza. Secara politis, kekuatan umat Islam Indonesia sangat besar di mata internasional,” kata Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, meskipun bantuan kemanusiaan dari Indonesia mungkin tidak sebesar yang diberikan negara-negara Arab, namun kehadiran umat Muslim Indonesia di Gaza sangat berarti bagi rakyat Palestina di wilayah tersebut.
“Mungkin kita kalah dalam jumlah dengan negara-negara Arab dalam membangun Gaza, tetapi kekuatan umat Islam Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, artinya pengaruh umat Islam Indonesia sangat besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengungkapkan bahwa bantuan dari Indonesia juga memberikan jawaban atas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengusulkan agar warga Gaza dipindahkan ke tempat lain.
“Keberadaan negara-negara, termasuk Indonesia, sangat penting untuk membuktikan bahwa Gaza tidak ditinggalkan oleh umat Islam Indonesia dan umat lain di seluruh dunia, karena saya yakin banyak juga umat non-Muslim yang peduli dengan nasib Gaza,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga menambahkan, bahwa Malaysia berencana untuk membangun beberapa fasilitas publik di Gaza, seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid, yang serupa dengan rencana BAZNAS RI.
“Saya mendengar bahwa Malaysia juga akan membantu Gaza. Perdana Menteri Malaysia, Prof. Dr. Anwar Ibrahim, mengatakan akan membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid yang sama dengan yang kami cita-citakan. Nilainya sekitar Rp400 miliar, hampir sama dengan yang kami rencanakan,” kata Kiai Noor.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM menambahkan, bahwa BAZNAS RI akan memanfaatkan situasi pasca-perang atau setelah disepakatinya gencatan senjata antara pejuang Palestina dan militer Israel.
“Kami menyambut kondisi pascaperang ini dan akan melakukan koordinasi strategi bersama pemerintah Indonesia. Suasana ini berbeda dengan saat perang, ketika kami tidak bisa berbuat banyak. Gencatan senjata harus dimanfaatkan untuk membangun kawasan Indonesia di Gaza,” kata Kiai Ajat.
“Kami berkumpul di bulan Syakban ini, semoga niat baik kami dimudahkan oleh Allah dan diberi kesempatan untuk bersama-sama ke Gaza. Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Sumber: Humas Baznas RI
BERITA14/02/2025 | Humas Baznas RI
Disalurkan Bantuan RTLH Baznas Rp 80 Juta
Bantuan Baznas Kulonprogo untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 80 juta diserahkan Penjabat (Pj) Bupati Ir Srie Nurkyatsiwi MMA kepada 4 penerima manfaat di Gunung Rego Hargorejo Kokap, Kamis (13/2/2025). Keempat penerima manfaat bantuan RTLH, terdiri Syolichin warga Hargorejo, serta 3 warga Kalirejo yakni Sarwiji Al Paitu, Muhaimin, Parjo, yang masing-masing menerima manfaat berupa uang sebesar Rp 20 juta.
Pj Bupati Kulonprogo Ir Srie Nurkyatsiwi MMA berharap melalui bantuan ini dapat membantu sebagian masyarakat untuk memiliki kehidupan yang layak, baik itu dari segi tempat tinggal, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Tempat tinggal ini menjadi kebutuhan utama, jadi harapannya dengan tempat tinggal yang layak, yang tinggal didalamnya juga akan lebih sejahtera," kata Siwi.
Siwi mendorong semua pihak untuk bergerak bersama dan membangun kepedulian bersama untuk menyelesaikan permasalahan RTLH yang masih belum dapat tertangani seluruhnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. "Secara bertahap nanti rumah tidak layak huni dan kebutuhan-kebutuhan lainnya terus akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, ke depan mungkin bisa menggandeng perguruan tinggi untuk membantu desain rumahnya" kata Siwi.
Dikatakan Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat, bantuan RTLH ini merupakan yang kedua di tahun 2025, yang pertama beberapa hari lalu di wilayah Lendah senilai Rp 60 juta untuk tiga penerima manfaat. Dan di wilayah Kokap ini Rp 80 juta. "Target tahun 2025 ini Baznas akan membedah sebanyak 60 RTLH," ungkapnya.
Panewu Anom Kokap R Nur Ariwibowo SIP MM menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan warga Kokap. "Memang di Kokap kondisinya seperti ini, stunting masih tinggi, data kemiskinan juga ada, kemudian bantuan rumah tidak layak huni masih terus akan kami ajukan," kata Nur.
BERITA13/02/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS RI Pertahankan ISO Anti-Suap, Perkuat Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yakni ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan SNI ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
BAZNAS terus menguatkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI dan perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno.
"Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Prof. Kiai Noor menegaskan, sebagai lembaga pengelola zakat nasional, BAZNAS RI berkomitmen untuk terus menyempurnakan manajemennya sesuai standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah untuk memastikan pengelolaan zakat berlangsung efektif, efisien, dan dapat dipercaya.
"Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 adalah sistem yang mengarahkan organisasi untuk menjaga kualitas, manajemen mutu, dan memastikan pelayanan memenuhi standar pelanggan serta mematuhi peraturan yang berlaku," ujar Kiai Noor.
Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 menunjukkan komitmen BAZNAS untuk menjalankan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi dan suap.
"BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah mengikuti audit resertifikasi dengan lingkup layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, distribusi, dan pendukungnya oleh Garuda Sertifikasi Indonesia," tambahnya.
Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan pegawai BAZNAS RI atas kerja kerasnya dalam mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut.
Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor SE, Mec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi semangat bagi BAZNAS untuk terus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan umat. Ia juga menegaskan bahwa prestasi ini mengindikasikan bahwa manajemen BAZNAS telah memenuhi standar yang berlaku.
"Keberhasilan ini juga memperkuat BAZNAS dalam mengelola ZIS dengan menerapkan sistem manajemen mutu yang berstandar internasional di seluruh unit kerja BAZNAS," katanya.
Sementara itu, Eko Sutrisno, perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, memberikan apresiasi terhadap pencapaian BAZNAS RI dalam mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menunjukkan komitmen BAZNAS untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas, serta berinovasi sesuai tuntutan zaman.
"Selamat kepada BAZNAS atas keberhasilan mempertahankan dua sertifikat ISO. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap BAZNAS tetap terjaga, dan BAZNAS menjadi pionir bagi lembaga amil zakat di Indonesia dan regional. BAZNAS telah berani mengimplementasikan ISO Anti Penyuapan," ujarnya.
Eko juga berharap BAZNAS dapat mempertahankan capaian ini dan memperluas implementasi ISO di tingkat BAZNAS Daerah, sehingga transparansi dan akuntabilitas terus terjaga.
Sebagai informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2018 dari WQA-APAC. Sejak 2017 hingga kini, BAZNAS RI telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Sedangkan untuk ISO 37001:2016, BAZNAS memulai penerapan pada tahun 2019 dan terus memperoleh sertifikasi dari berbagai badan sertifikasi.
SUMBER: Humas Baznas RI
BERITA12/02/2025 | Humas Baznas RI
Baznas Kulon Progo Beri Penghargaan
Baznas Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi/penghargaan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan perusahaan yang telah berperan dalam pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) selama tahun 2024.
Penyerahan dilakukan dalam Rakor dengan UPZ OPD dan Perusahaan, oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Seta Kulon Progo Drs Jazil Ambar Was'an dan
Haris Widiyanto SH dari UPZ Kemenag dengan didampingi Ketua Baznas H Alfanuha Yushida MPMat serta Waka 1 Baznas H Jumanto SH, di RM Dapur Semar Kamis (6/2/2025).
Para penerima penghargaan adalah
Rumah Sakit Swasta di Kulon Progo yang Berpartisipasi dalam Menghimpun ZIS dengan Jumlah Setoran Sedekah Terbesar ke Baznas Kulon Progo Tahun 2024 RSU Rizki Amalia Temon, Perusahaan Swasta PT Sung Chang Indonesia Wates, Toko Swalayan HW, Restoran atau Rumah Makan Ayam Goreng Bu Hartin Resto, Influencer atau Afiliator yang Berpartisipasi dalam Menunaikan Zakat Cici Melda Kristina.
Sedangkan UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang Keseluruhan Pegawainya telah Menunaikan Zakat Penghasilan dari Gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) melalui Baznas Kabupaten Kulon Progo Tahun 2024 Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kulon Progo, Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda, Bagian Umum Setda, Bagian Administrasi Perekonomian Setda, dan Dinas Pariwisata.
UPZ OPD dengan Peningkatan Jumlah Munfik ke Muzaki Terbaik Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan. UPZ Instansi Vertikal dengan Penghimpunan Terbaik Tahun 2024 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kulon Progo.
BERITA12/02/2025 | Humas Baznas KP
Baznas Bedah 3 RTLH, Rumah Kebutuhan Primer
Kebutuhan perumahan atau permukiman merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Kegiatan dalam membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini merupakan keperpihakan Pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait apa yang dibutuhkan masyarakat.
"Kegiatan ini komitmen kita semua untuk kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Apa yang menjadi komitnen tidak ada artinya tanpa ada partisipasi dari semuanya. Bantuan, gotong royong tidak hanya berupa rupiah, tetapi bisa juga pikiran dan tenaga, saling mendukung adalah modal utama masyarakat dalam kegiatan bedah RTLH tersebut," ujar Pj Bupati Kulon Progo Ir Srie Nurkyatsiwi MMA saat menyerahkan bantuan untuk RTLH dan Aladin dari Baznas Kulon Progo.
Bantuan Rp 60 juta untuk RTLH 3 rumah yakni rumah Ngatijem Gulurejo, Klimin dan Surono Bumirejo atau @ Rp 20 juta. Sedangkan Atap Lantai Dinding (Aladin) 3 rumah @Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta atau Rp 20 juta, untuk Rubiyanto Jatirejo, Ahmad Isnaini Ngentakrejo, Suprihatin Pleret Panjatan. Kegiatan ini juga dalam rangka HUT ke-24 Baznas, yang penyerahan bantuan dipusatkan di Rumah Ngatijem Pengkol RT 61/RW 24 Gulurejo Lendah, Kamis (30/1).
Siwi menerangkan, bahwa gerakan kepedulian dan kesetiakawanan sosial untuk nengatasi RTLH ini mengacu pada regulasi Bupati Kulonprogo sejak tanggal 23 Desember 2011. "Kegiatan RTLH tersebut memberikan manfaat, karena rumah yang sudah diperbaiki maka aktivitas ekonomi menjadi lancar dengan rumah nyaman. Untuk itu terus dengan kepedulian sosial dan bergotong royong," kata Siwi sembari menambahkan bahwa Baznas selalu menjadi mitra dalam situasi apapun, ketika musim hujan ada bencana banjir, longsor, dan musim kemarau kekeringan, ketika ada kesulitan yang keroyokan selalu bersama.
Ditambahkan Wakil Ketua 1 Baznas Kulon Progo H Jumanto SH, bedah 3 rumah atau RTLH itu merupakan pertama di tahun 2025. Pada tahun 2023 sudah dibedah RTLH sebanyak 45 rumah atau senilai Rp 917.500.000 dan tahun 2024 ada 65 RTLH atau senilai Rp 1.280.000.000. Target tahun 2025 ini membedah sebanyak 60 RTLH. "Setiap proposal yang masuk terkait RTLH selalu kita survei bersama Bagian Kesra Setda," ucap Jumanto.
BERITA30/01/2025 | Humas Baznas KP
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengajian HUT Baznas
Baznas Kabupaten Kulonprogo menjadi penyelenggara Pengajian bagi Aparat di Masjid Agung Kulonprogo, Jumat (17/01/2025). Pengajian dengan pembicara Ustadz Dr dr H Sagiran SpB (K) KL Mkes FICS dari Yogyakarta tersebut bertepatan dengan HUT ke-24 Baznas. Tagline HUT adalah Cahaya Zakat Keajaiban Muzaki dan dan Mustahik. Selain pengajian juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis.
Diungkapkan Sagiran, masalah utama yang dihadapi lanjut usia (lansia) adalah kesehatan fisik dan mental. Sekitar 92 persen lansia menderita sedikitnya satu penyakit kronis dan 77 persen menderita dua penyakit kronis, termasuk jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Selain itu, masalah kesehatan mental mempengaruhi lansia termasuk alzheimer, demensia, dan depresi. "Menurut Peraturan Presiden No 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, yang dimaksud dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas," paparnya.
Dalam data BPS Tahun 2020, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 10,6 persen dari total jumlah penduduk, sekitar 28,7 juta orang. Pada tahun 2035, diperkirakan sudah mencapai 16,5 persen dari jumlah total penduduk, sekitar 49,6 juta orang. "Alquran telah mengingatkan bahwa seseorang pada saat lanjut usia akan mengalami berbagai kelemahan fisik, sehingga memerlukan perawatan ekstra sebagaimana kepada anak-anak yang masih kecil," tandas Sagiran.
Menjaga kesehatan lansia dalam landasan Islam adalah dengan penguatan aqidah (apa yang diyakini) dan syariah (apa yang dilakukan). Role model kesehatan dalam Islam adalah Rasul. Sebagaimana yang tertuang dalam Hadist (tentang mengisi lambung 1/3 makanan, 1/3 air, 1/3 udara). "Diantara yang dapat lansia lakukan diantaranya menjaga pola makan. Makan yang dianjurkan seperti beras merah, bayam, protein tanpa lemak, telur, minum air putih setidaknya 8 gelas per hari," ujarnya.
Wakil Ketua 1 Baznas Kulonprogo H Jumanto SH menguraikan terkait rangkaian HUT ke-24 Baznas di Kulonprogo dimulai dengan pemeriksaan kesehatan mata, Khitanan Massal, Jumat Berkah bagi nasi box 1.200 untuk warga di 12 kapanewon, khusus Wates dipusatkan di Masjid Agung Kulonprogo. "Pengajian Aparat kebetulan bulan Januari Baznas mendapat giliran perdana, juga diisi dengan layanan kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sehat Baznas (RSB) Yogyakarta l," ujar Jumanto.
BERITA17/01/2025 | Humas Baznas KP
Walk and Fun Baznas se DIY, Milad Baznas ke 24 Tahun 2025
Kulon Progo, 12 Januari 2025 : Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangkaian Milad Baznas ke 24 Tahun 2025. Kegiatan di laksanakan berpusat di kantor Baznas Provinsi DIY sebagai tuan rumah penyelenggara. Adapun peserta jalan sehat adalah seluruh Pimpinan dan pelaksana Baznas se Provinsi DIY.
BERITA13/01/2025 | Humas Baznas KP
50 Relawan BTB Kulon Progo ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Simpang Lima, Semarang
Kulon Progo, 13 Desember 2024 : BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melepas 50 relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan di Lapangan Simpang Lima, Semarang. Pelepasan relawan berlangsung di halaman Masjid Agung Kulon Progo, pukul 07.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh Sugiyanta, S.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo.
Rombongan relawan diberangkatkan menggunakan satu bus, dengan pimpinan rombongan langsung dipimpin oleh H. Alfanuha Yusida, M.P.Mat., sebagai ketua Baznas Kab Kulon Progo Kegiatan ini menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS yang berlangsung selama tiga hari, 13-15 Desember 2024, di Semarang.
Apel Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi dan kolaborasi antar BTB di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah. Sugiyanta, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang berkomitmen dalam misi kemanusiaan ini. “Kami bangga melepas para relawan yang akan mengikuti apel ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi bencana, demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Apel ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan meningkatkan kompetensi relawan dalam merespons bencana secara cepat dan terorganisir. Selain itu, Rakornas yang diselenggarakan juga akan menjadi forum strategis untuk membahas program-program kemanusiaan yang lebih baik ke depan.
Relawan yang dikirim oleh BAZNAS Kulon Progo merupakan bagian dari kekuatan BTB nasional yang senantiasa siap menjalankan misi kemanusiaan, mendukung visi BAZNAS sebagai lembaga yang selalu hadir untuk masyarakat.
SALAM TANGGUH
BERITA13/12/2024 | Humas Baznas KP
Baznas Bantu Modal Usaha Bagi PKL
Rabu, 13 November 2024. Baznas Kabupaten Kulon Progo mengadakan kegiatan penyaluran bantuan tambahan modal usaha bagi Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) sekitaran kantor Baznas Kulon Progo yang bertempat di balai Nikah KUA Wates.
Ketua Baznas H. Alfanuha Yushida, M.PMat Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) sekitaran kantor Baznas Kulon Progo yang akan dibantu sejumlah 26 orang. Bantuan yang diberikan berupa payung dan uang senilai Rp. 500.000 Imbuh Alfan.
Edi perwakilan dari disdagin dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Baznas Kulon Progo yang telah memperhatikan PKL binaan Dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Kulon progo dengan memberikan tambahan modal usaha dan payung, semoga bermanfaat bagi PKl dan usahanya dapat meningkat.
BERITA14/11/2024 | Humas Baznas KP
Baznas Kulonprogo Beri Sirup untuk 321 Anak Stunting
Jumat, 8 November 2024. Di Kabupaten Kulonprogo masih terdapat 2.152 anak stunting dengan usia hingga 5 tahun. Sebagai upaya mendukung program penurunan stunting tersebut, Baznas Kulonprogo memberikan sirup asupan zat besi bagi 321 anak stunting.
Kegiatan tersebut, Baznas Kulonprogo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Penyerahan simbolis kepada 20 anak di wilayah Puskesmas Sentolo 1 dilakukan oleh Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr Sri Budi Utami MKes, Wakil Ketua (Waka) 1 Baznas Kulonprogo H Jumanto SH, Panewu Sentolo R Sigit Purnomo SIP, dan Kepala Puskesmas 1 dr Renny Lo, di Puskesmas tersebut, Jumat (8/11/2024). Khusus Puskesmas Sentolo 1 selain sirup untuk memenuhi kebutuhan zat besi ditambah makanan pendamping. Sedangkan penetesan sirup oleh Kadinas Kesehatan.
Waka 1 Baznas Kulonprogo Jumanto menyatakan bantuan tersebut berasal dari zakat yang disetor Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat ke Baznas. "Kemudian diwujudkan dalam berbagai program, diantaranya Kulonprogo Sehat yakni salah satunya penanganan masalah stunting. Ini sesuai program dari Pemerintah dan Baznas Pusat serta Pemkab Kulonprogo," ujar Jumanto.
Dikatakan Kadinas Kesehatan Kulonprogo Sri Budi Utami, bantuan dari Baznas berwujud bantuan sirup pemenuhan kebutuhan zat besi. Stunting sebagian besar disebabkan asupannya. Sirup tersebut dikonsumsi anak, harapannya membantu menanggulangi stunting.
BERITA12/11/2024 | Humas Baznas KP
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges” di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 494/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 9 Oktober 2024
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024, yang diadakan Business Digest bersama Majalah SWA, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan terbaik kepada muzaki. Tak hanya itu, prestasi ini juga makin mengukuhkan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang terus berinovasi dalam melayani muzaki, demi mendapat kepuasan dan keberlanjutan hubungan dengan para donatur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan rasa syukurnya atas kinerja BAZNAS yang mampu meneruskan catatan positif sehingga dapat meraih penghargaan nasional.
Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti pengelolaan zakat di Indonesia mendapat pengakuan berbagai pihak, yang sekaligus menambah semangat BAZNAS untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat.
"Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ujar Rizaludin.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan mengenai pentingnya strategi layanan prima dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Ia menekankan bahwa layanan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat.
"Kualitas layanan yang tinggi akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi," kata Rizaludin.
Menurut Rizaludin, strategi layanan prima tidak hanya berkaitan dengan interaksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi.
"Dengan memanfaatkan platform digital, institusi zakat dapat menjangkau lebih banyak calon donatur dan mempermudah proses pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen zakat," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana zakat mereka dikelola dan disalurkan.
"Oleh karena itu, institusi zakat perlu menyediakan laporan yang jelas dan mudah diakses untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat," tandasnya.
Rizaludin berharap, pencapaian BAZNAS ini semakin memicu perkembangan dunia filantropi di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat dalam skala yang lebih luas dan menguatkan program pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat pengelola zakat di Indonesia. Semoga BAZNAS mampu menjadi lembaga utama bagi pembayar zakat dan lembaga utama yang menyejahterakan umat," tutupnya
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 493/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 9 Oktober 2024
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas RI
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Penandatanganan MoU tersebut diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Senin, (7/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan, poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut merupakan sinkronisasi dan pelaksanaan program kesejahteraan sosial yaitu rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan penanganan fakir miskin.
Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dibangun juga mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
"Banyak hal yang bisa kita kerja samakan dan sinergikan dengan Kemensos RI terutama pengentasan kemiskinan. Mudah-mudahan kerjasama ke depan semakin baik lagi, dan lebih intens untuk pengentasan kemiskinan," kata Kiai Noor.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, diantara program dari kerja sama tersebut adalah penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, khususnya nelayan.
"Tadi banyak yang kami bicarakan dengan BAZNAS. Tapi akan fokus kepada beberapa hal, salah satu di antaranya itu adalah kami ingin membangun satu perkampungan, khususnya mungkin perkampungan nelayan," kata Gus Ipul sapaan akrabnya.
Gus Ipul menambahkan, daerah yang menjadi target utama adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem serta pemukiman kumuh.
"Pasti ada kriteria yang ditetapkan, misalnya rumahnya tidak layak huni, lantainya masih tanah, kemudian dindingnya rusak," imbuh Gus Ipul.
Sementara itu, data yang akan digunakan dalam program ini akan mengacu pada pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi tak menutup kemungkinan akan mengkombinasikannya dengan data lain.
Sebab Kemensos RI dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial serta peningkatan sumber daya manusia dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
"Kami akan assesmen dulu kelayakan rumah-rumahnya, setelah itu bersama-sama membangun program," pungkasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 489/HUM-BAZ/X/2024
Senin, 7 Oktober 2024
BERITA08/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana mengadakan program Sekolah Tanggap Bencana (STB), bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA. mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama di daerah yang sering terdampak bencana.
"Program Sekolah Tanggap Bencana ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi para siswa, kami juga telah melaksanakan program ini di beberapa sekolah di Jakarta, Depok, dan Bogor," ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
“Melalui program ini kami ingin menciptakan generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Para siswa ini nantinya akan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, kata Saidah, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang bencana alam, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menyelamatkan diri, memberikan pertolongan pertama, dan mengenali tanda-tanda bencana.
Saidah juga menekankan, pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. program ini diinisiasi sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan.
“Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat setempat. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak agar lebih efektif,” tambahnya.
Sekolah Tanggap Bencana BAZNAS ini telah diselenggarakan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa seperti di sekolah Al-Azhar Asyuhada, SDT Pelita Hati, MI Al-Wathoniyah, SMPN 02 Jakarta, MIT Nurul Iman, SDN Menteng Atas 01, SMK Farmako Medika dan SDIT - MA Al-Muchtari.
Kegiatan Sekolah Tanggap Bencana ini merupakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan civitas sekolah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dengan kegiatan dan aktivitas yang mengedukasi, menyenangkan, dan melibatkan langsung peserta.
Bagi sekolah yang ingin berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program ini dapat menghubungi Kantor Pusat BAZNAS RI di Jl. Matraman Raya No.134 Kb. Manggis, Kec. Matraman, Jakarta 13150.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 483/HUM-BAZ/X/2024
Kamis, 3 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia, Senin malam (1/10/2024).
Acara tersebut diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Fadilah bin Haji Yusol. Turut hadir antara lain Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar Abdul Ghoni, Prof. Dr. drg. H. Chairul Tanjung, MBA., Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Dr. (HC) Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa, dan Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., serta tamu undangan lainnya.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah (Indonesia) yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Kiai Noor dalam acara bertema ‘Memperkasa Ekonomi Madani Melalui Sinergi Serangkaian Serantau’.
Kiai Noor mengungkapkan, mengentaskan masyarakat dari lembah kemiskinan tidaklah mudah. Saat ini, lanjutnya, BAZNAS RI tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik menjadi muzaki pada 2025 mendatang.
“Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” katanya.
“Program BAZNAS Microfinance Masjid akan sangat membantu meningkatkan ekonomi jemaah masjid. Nantinya, jemaah hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali ke jemaah lain yang membutuhkan,” tambahnya.
Kiai Noor menambahkan, selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, BAZNAS RI juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif, sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang.
“Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain. Itulah cara pergerakan kami dalam membantu menyejahterakan umat dari lembah kemiskinan,” paparnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program dari BAZNAS.
“Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu. Alhamdulillah apa yang kita lakukan sudah berjalan,” pungkasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 482/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 2 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Jadikan Masjid Sebagai Episentrum Kesejahteraan Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan mengoptimalkan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi episentrum kesejahteraan baru bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, pada sesi pleno “Penyaluran” Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis malam (26/9/2024).
BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) merupakan program penyaluran dana ZIS dalam bentuk fasilitasi permodalan usaha dalam program pendayagunaan Zakat-Infak-Sedekah khususnya Pengusaha-Mustahik jemaah masjid dalam kelompok usaha mikro dan ultra mikro, di mana masjid menjadi mitra utama BAZNAS dalam melaksanakan program.
“BMM ini adalah BAZNAS Microfinance Masjid, di mana bentuknya adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang akan dikelola oleh DKM masjid, untuk memberdayakan jemaah di sekitar masjid yang punya UKM (Usaha Kecil Menengah),” ujar Saidah.
Menurutnya, BMM ini juga akan menjadi salah satu program prioritas nasional BAZNAS tahun 2025 mendatang.
“BAZNAS ingin hadir sebagai ikhtiar menyelamatkan jemaah dari hal-hal yang menjerumuskan, salah satunya melalui program yang berbasis dari masjid yang diisi dengan kegiatan maslahat, di antaranya melalui program BMM,” jelasnya.
Menurut Saidah, arah pengembangan BMM adalah terbentuknya koperasi syariah berbasis masjid sebagai simpul pengembangan potensi sosial ekonomi umat.
"Kita memiliki BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, maka dari itu kita akan mendorong program ini untuk kegiatan ekonomi umat yang bentuknya seperti ini, maka kehidupan ekonomi umat akan lebih berkembang, sehingga masjid ini bisa menjadi episentrum kesejahteraan baru," imbuhnya.
Saidah berharap, program ini dapat mendorong perekonomian masyarakat khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar masjid.
“Karena lewat program ini diharapkan dapat membantu para mustahik untuk memiliki pendapatan yang lebih stabil, bahkan menjadikan mereka sebagai muzaki,” pungkas Saidah.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Muhammad Imdadun Rahmat, M.Si, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya.
Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 473/HUM-BAZ/IX/2024
Jum'at, 27 September 2024
BERITA27/09/2024 | Humas Baznas RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →