WhatsApp Icon
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama berbagai program strategis, mulai dari inovasi lingkungan hingga bidang riset zakat, dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Audiensi tersebut membahas rencana kolaborasi yang mencakup 13 program prioritas, mulai dari penerapan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah karya para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama terkait pengelolaan zakat, hingga kerja sama program pemberdayaan masyarakat.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. yang menghadiri agenda tersebut.

Sodik menegaskan kesiapan BAZNAS RI untuk mendukung program ICMI yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan para mustahik serta sejalan dengan 13 program prioritas yang dimiliki BAZNAS RI.

Ia juga membahas peluang kolaborasi program penyediaan air bersih, pengolahan sampah berbasis teknologi ilmuwan ICMI, serta penguatan modal usaha berbasis masjid dan Mualaf Center yang berada dalam bimbingan ICMI.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik dan mengapresiasi rencana kerja sama yang berfokus pada kolaborasi program nyata serta rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarkedua lembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari pihak BAZNAS RI, yaitu Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara itu, jajaran pengurus ICMI yang hadir meliputi Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 266/HUM-BAZ/IX/2026

 

Rabu, 30 September 2026

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi yang tersebar di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini masih terus bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan warga setempat. 

Pembangunan huntara tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak sembilan unit, meliputi lima unit di Desa Gololijun, tiga unit di Desa Satar Kampas, dan satu unit di Desa Satar Punda Barat, serta satu unit di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kelurahan Ite Jaya.

"Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," jelas Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat, mulai dari makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang bagi para penyintas.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya," ujarnya.

Selain 10 unit huntara, BAZNAS RI juga telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih, 84.250 porsi makanan dapur umum, memberi layanan kesehatan untuk 821 pasien, mendirikan empat masjid darurat hingga tiga sekolah darurat untuk membantu penyintas gempa bumi di NTT.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 261/HUM-BAZ/IX/2026

Senin, 28 September 2026

29/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalukan bantuan sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. 

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman. 

Menag Nasaruddin menilai,  kebutuhan pesantren masih sangat besar sehingga diperlukan gotong royong antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat. Menag Nasaruddin berharap program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama.

Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan ikhtiar BAZNAS untuk turut serta menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran santri bisa berjalan lebih optimal. Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 337/HUM-BAZ/IX/2026

 

Rabu, 16 September 2026

17/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Resmi Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 di 246 perguruan tinggi bagi mahasiswa aktif program D4/S1.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 ini dibuka di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Sebanyak 112 perguruan tinggi merupakan kampus di bawah Kemendiktisaintek, sedangkan 134 lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. 

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kolaborasi strategis dengan Kemendiktisaintek merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerataan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. 

Sodik menyampaikan, pendidikan salah satu sektor penting dalam pengentasan kemiskinan, karena itu BAZNAS menaruh perhatian besar pada pendidikan. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi  sebesar 27 persen," ujar Sodik.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengapresiasi kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan. Kami juga berharap hal ini dapat menstimulasi lembaga-lembaga filantropi untuk semakin memberikan kontribusinya melalui BAZNAS," ujarnya.

Ia berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat sehingga akses pendidikan tinggi semakin luas dan mampu membuka peluang bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Dalam kesempatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan perluasan akses pendidikan menjadi salah satu fokus BAZNAS melalui pengembangan program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyampaikan, pada 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi sekitar Rp220 miliar per tahun.

Idy mengatakan program tersebut telah berkembang menjadi ekosistem yang besar. Hingga kini tercatat 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

“Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Idy.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa mulai semester 5 dengan prioritas bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM), serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Program ini juga menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, dan penyandang disabilitas.

Adapun bantuan pendidikan yang diberikan, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruaan tinggi prioritas dan Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan diberikan selama empat semester.

Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D.; Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berikut alur seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri tahun 2026 

- Pendaftaran Melalui Website Pendaftaran beasiswa.baznas.go.id : 9–27 September 2026

- Seleksi Administrasi Kampus : 28 September – 4 Oktober 2026

- Pengumuman Lulus Administrasi : 4 Oktober 2026

- Wawancara oleh Tim Seleksi Kampus : 5–18 Oktober 2026

- Masa Sanggah : 19–25 Oktober 2026

- Pengumuman Akhir : 28 Oktober 2026

Sumber: 

SIARAN PERS

Nomor: 321/HUM-BAZ/IX/2026

Kamis, 10 September 2026

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih penghargaan Indonesia Most Reputable Companies Award 2026 dengan nilai 81,8 dan predikat Very Good dari Majalah SWA Group dan Business Digest di Jakarta, Kamis (10/9/2026). 

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan kedua yang diraih BAZNAS setelah melalui proses penilaian yang ketat. Dalam penilaian tersebut, BAZNAS dinilai sangat baik dalam mengidentifikasi masalah, menyusun konsep program dan strategi, serta menghasilkan dampak dan keberlanjutan dari program yang dijalankan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., yang menerima langsung penghargaan tersebut, mengatakan capaian itu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi BAZNAS dalam menjaga reputasi serta kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja terbaik dalam pengelolaan zakat.

"Ini tentu merupakan apresiasi dari luar yang patut kita syukuri. BAZNAS pada 2024 juga sempat meraih penghargaan ini, dan alhamdulillah pada 2026 kita kembali mendapatkannya. Artinya, BAZNAS mendapat kepercayaan dari publik sebagai lembaga yang bereputasi, memiliki citra positif, dan berkelanjutan dalam menjalankan manajemen perusahaan," kata Rizaludin.

Menurut Rizaludin, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi BAZNAS untuk terus menjaga reputasi dan kepercayaan yang telah diberikan publik.

"Mempertahankan reputasi tersebut tentu tidak mudah. Karena itu, kami mengajak kepada seluruh tim manajemen BAZNAS, amilin dan amilat BAZNAS, semuanya, untuk terus menjaga reputasi dan citra positif BAZNAS ini. Sekecil apa pun, harus terus kita jaga. Poinnya adalah bagaimana keberlanjutan BAZNAS sendiri," ujarnya.

Menurut Rizaludin, menjaga kepercayaan publik harus dijawab dengan pengelolaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "BAZNAS harus tetap memberikan manfaat dan kebaikan untuk umat, baik kepada muzakinya maupun kepada mustahiknya," ujarnya.

Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang terus mempercayakan donasinya kepada BAZNAS.

"Tentu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mustahik yang mau terus bekerja sama dan berjuang bersama BAZNAS menciptakan momen-momen terbaik serta menciptakan kemandirian-kemandirian yang tentunya akan bermanfaat bagi warga dan lingkungan, serta memperkokoh dan memperkuat Indonesia," ucap Rizaludin

Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, amil dan amilat BAZNAS yang selama ini bekerja bahu-membahu membangun citra positif dan reputasi BAZNAS.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk terus menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat keberlanjutan pengelolaan zakat di Indonesia.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 323/HUM-BAZ/IX/2026

 

Jumat, 11 September 2026

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama berbagai program strategis, mulai dari inovasi lingkungan hingga bidang riset zakat, dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Audiensi tersebut membahas rencana kolaborasi yang mencakup 13 program prioritas, mulai dari penerapan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah karya para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama terkait pengelolaan zakat, hingga kerja sama program pemberdayaan masyarakat. "Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. yang menghadiri agenda tersebut. Sodik menegaskan kesiapan BAZNAS RI untuk mendukung program ICMI yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan para mustahik serta sejalan dengan 13 program prioritas yang dimiliki BAZNAS RI. Ia juga membahas peluang kolaborasi program penyediaan air bersih, pengolahan sampah berbasis teknologi ilmuwan ICMI, serta penguatan modal usaha berbasis masjid dan Mualaf Center yang berada dalam bimbingan ICMI. "Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik dan mengapresiasi rencana kerja sama yang berfokus pada kolaborasi program nyata serta rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarkedua lembaga. "Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya. Turut hadir dalam agenda tersebut dari pihak BAZNAS RI, yaitu Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM. Sementara itu, jajaran pengurus ICMI yang hadir meliputi Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 266/HUM-BAZ/IX/2026 Rabu, 30 September 2026
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi yang tersebar di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini masih terus bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan warga setempat. Pembangunan huntara tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak sembilan unit, meliputi lima unit di Desa Gololijun, tiga unit di Desa Satar Kampas, dan satu unit di Desa Satar Punda Barat, serta satu unit di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kelurahan Ite Jaya. "Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," jelas Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026). Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat, mulai dari makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang bagi para penyintas. "Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya," ujarnya. Selain 10 unit huntara, BAZNAS RI juga telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih, 84.250 porsi makanan dapur umum, memberi layanan kesehatan untuk 821 pasien, mendirikan empat masjid darurat hingga tiga sekolah darurat untuk membantu penyintas gempa bumi di NTT. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 261/HUM-BAZ/IX/2026 Senin, 28 September 2026
BERITA29/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalukan bantuan sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. “Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman. Menag Nasaruddin menilai, kebutuhan pesantren masih sangat besar sehingga diperlukan gotong royong antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat. Menag Nasaruddin berharap program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama. Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan ikhtiar BAZNAS untuk turut serta menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran santri bisa berjalan lebih optimal. Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 337/HUM-BAZ/IX/2026 Rabu, 16 September 2026
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Resmi Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Resmi Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 di 246 perguruan tinggi bagi mahasiswa aktif program D4/S1. Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 ini dibuka di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Sebanyak 112 perguruan tinggi merupakan kampus di bawah Kemendiktisaintek, sedangkan 134 lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kolaborasi strategis dengan Kemendiktisaintek merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerataan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. "Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. Sodik menyampaikan, pendidikan salah satu sektor penting dalam pengentasan kemiskinan, karena itu BAZNAS menaruh perhatian besar pada pendidikan. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujar Sodik. "Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ucapnya. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengapresiasi kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. "Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan. Kami juga berharap hal ini dapat menstimulasi lembaga-lembaga filantropi untuk semakin memberikan kontribusinya melalui BAZNAS," ujarnya. Ia berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat sehingga akses pendidikan tinggi semakin luas dan mampu membuka peluang bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya. Dalam kesempatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan perluasan akses pendidikan menjadi salah satu fokus BAZNAS melalui pengembangan program beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Idy menyampaikan, pada 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi sekitar Rp220 miliar per tahun. Idy mengatakan program tersebut telah berkembang menjadi ekosistem yang besar. Hingga kini tercatat 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly. “Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Idy. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa mulai semester 5 dengan prioritas bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM), serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Program ini juga menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, dan penyandang disabilitas. Adapun bantuan pendidikan yang diberikan, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruaan tinggi prioritas dan Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan diberikan selama empat semester. Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Turut hadir Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D.; Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berikut alur seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri tahun 2026 - Pendaftaran Melalui Website Pendaftaran beasiswa.baznas.go.id : 9–27 September 2026 - Seleksi Administrasi Kampus : 28 September – 4 Oktober 2026 - Pengumuman Lulus Administrasi : 4 Oktober 2026 - Wawancara oleh Tim Seleksi Kampus : 5–18 Oktober 2026 - Masa Sanggah : 19–25 Oktober 2026 - Pengumuman Akhir : 28 Oktober 2026 Sumber: SIARAN PERS Nomor: 321/HUM-BAZ/IX/2026 Kamis, 10 September 2026
BERITA14/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih penghargaan Indonesia Most Reputable Companies Award 2026 dengan nilai 81,8 dan predikat Very Good dari Majalah SWA Group dan Business Digest di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Penghargaan tersebut merupakan penghargaan kedua yang diraih BAZNAS setelah melalui proses penilaian yang ketat. Dalam penilaian tersebut, BAZNAS dinilai sangat baik dalam mengidentifikasi masalah, menyusun konsep program dan strategi, serta menghasilkan dampak dan keberlanjutan dari program yang dijalankan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., yang menerima langsung penghargaan tersebut, mengatakan capaian itu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi BAZNAS dalam menjaga reputasi serta kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja terbaik dalam pengelolaan zakat. "Ini tentu merupakan apresiasi dari luar yang patut kita syukuri. BAZNAS pada 2024 juga sempat meraih penghargaan ini, dan alhamdulillah pada 2026 kita kembali mendapatkannya. Artinya, BAZNAS mendapat kepercayaan dari publik sebagai lembaga yang bereputasi, memiliki citra positif, dan berkelanjutan dalam menjalankan manajemen perusahaan," kata Rizaludin. Menurut Rizaludin, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi BAZNAS untuk terus menjaga reputasi dan kepercayaan yang telah diberikan publik. "Mempertahankan reputasi tersebut tentu tidak mudah. Karena itu, kami mengajak kepada seluruh tim manajemen BAZNAS, amilin dan amilat BAZNAS, semuanya, untuk terus menjaga reputasi dan citra positif BAZNAS ini. Sekecil apa pun, harus terus kita jaga. Poinnya adalah bagaimana keberlanjutan BAZNAS sendiri," ujarnya. Menurut Rizaludin, menjaga kepercayaan publik harus dijawab dengan pengelolaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "BAZNAS harus tetap memberikan manfaat dan kebaikan untuk umat, baik kepada muzakinya maupun kepada mustahiknya," ujarnya. Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang terus mempercayakan donasinya kepada BAZNAS. "Tentu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mustahik yang mau terus bekerja sama dan berjuang bersama BAZNAS menciptakan momen-momen terbaik serta menciptakan kemandirian-kemandirian yang tentunya akan bermanfaat bagi warga dan lingkungan, serta memperkokoh dan memperkuat Indonesia," ucap Rizaludin Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, amil dan amilat BAZNAS yang selama ini bekerja bahu-membahu membangun citra positif dan reputasi BAZNAS. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk terus menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat keberlanjutan pengelolaan zakat di Indonesia. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 323/HUM-BAZ/IX/2026 Jumat, 11 September 2026
BERITA14/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan bantuan air bersih kepada para penyintas gempa bumi di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan air bersih tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat terdampak, sekaligus untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi pascagempa yang masih menyulitkan aktivitas dan akses terhadap sejumlah kebutuhan pokok. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya BAZNAS membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi pascagempa. “BAZNAS hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, salah satunya kebutuhan air bersih. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan membantu mereka melewati masa tanggap darurat,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, BAZNAS akan terus berupaya memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan disalurkan dengan memperhatikan kebutuhan mendesak para penyintas di wilayah terdampak gempa. “Dalam situasi seperti ini, kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. BAZNAS akan terus berkoordinasi dan berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya. Selain mendistribusikan air bersih, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan bagi penyintas gempa NTT, mulai dari paket logistik dan makanan, penyediaan dapur umum, layanan kesehatan, hingga pembangunan masjid darurat. Berbagai layanan tersebut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung para penyintas selama masa tanggap darurat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 312/HUM-BAZ/IX/2026 Selasa, 8 September 2026
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Kunjungan Studi Tiru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 1-2 September 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan mengunjungi BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kabupaten Brebes sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan studi tiru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan pelaksana BAZNAS se-DIY. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik baik (best practices) dalam tata kelola zakat, mulai dari strategi penghimpunan, manajemen kelembagaan, digitalisasi layanan zakat, hingga sistem penyaluran yang efektif, transparan, dan akuntabel. Di BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, rombongan mendapatkan paparan mengenai penguatan tata kelola organisasi, inovasi penghimpunan ZIS, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Sementara itu, di BAZNAS Kabupaten Brebes, peserta mempelajari implementasi program-program unggulan, pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta manajemen pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan pengalaman dalam mengembangkan tata kelola zakat di Kulon Progo. “Kami memperoleh banyak inspirasi dan praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat penghimpunan, penyaluran, serta tata kelola BAZNAS Kulon Progo agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan yang difasilitasi BAZNAS Provinsi DIY ini, diharapkan seluruh BAZNAS kabupaten/kota di DIY semakin mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat secara modern, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik, sehingga peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFR., menyampaikan pentingnya penguatan literasi filantropi Islam yang modern, khususnya di kalangan generasi muda, guna meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu tamu pada Sesi Inspirasi dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang diselenggarakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). Rizaludin mengatakan, penguatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. Hal itu, tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan BAZNAS secara berkala. “Dari riset BAZNAS sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," ujar Rizaludin. Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi zakat di Indonesia. "Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya. Dari kondisi tersebut, Rizaludin menilai, pendidikan filantropi Islam penting diberikan sejak dini. Menurutnya, pembelajaran tersebut juga perlu memberikan pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong perubahan perilaku. Ia juga mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan praktik, seperti manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler filantropi Islam. Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang dikembangkannya di BAZNAS melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat. "Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," jelasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2026 Minggu, 6 September 2026
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Layanan ini hadir berkat sinergi antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Sulteng, dan pemerintah daerah dengan mengerahkan tim medis gabungan, mulai dari dokter, perawat, dan analis. Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis, hingga pemberian obat dan vitamin secara gratis. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut layanan kesehatan pascabencana ini ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik korban sekaligus mencegah komplikasi penyakit lanjutan, terutama bagi kelompok lansia. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memulihkan kondisi fisik para korban pascabencana serta mengingatkan pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan pascabencana penting untuk membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan mereka tetap menjadi perhatian selama masa pemulihan. Idy juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak banjir bandang di Parigi Moutong. “Mari kita bersama-sama mengulurkan tangan dan memanjatkan doa terbaik agar saudara-saudara kita di Parigi Moutong diberikan kekuatan serta ketabahan untuk segera bangkit dari masa sulit ini,” ujar Idy. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah warga dengan keluhan dan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, seperti kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan asam urat tinggi. Keluhan lain yang ditemukan antara lain dispepsia, ISPA, hipertensi, myalgia, serta diare akut. Bencana banjir bandang yang melanda Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) telah merusak puluhan rumah dan melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi. Berdasarkan data terkini BPBD, sebanyak 32 jiwa dari 10 KK masih menempati tenda PMI dan Kemensos. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 307/HUM-BAZ/IX/2026 Jumat, 4 September 2026
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bagikan Masker 
BAZNAS Bagikan Masker 
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan upaya ini menjadi bentuk respons tanggap darurat BAZNAS dalam melindungi kesehatan masyarakat dari risiko gangguan saluran pernapasan akibat abu vulkanik. "Aksi sigap ini kami lakukan untuk meminimalkan dampak buruk abu vulkanik terhadap kondisi kesehatan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (7/9/2026). Di kawasan Jabodetabek, tim BAZNAS membagikan masker kepada para pengguna jalan di sepanjang Jalan Raya Matraman, Jakarta, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah Sawangan dan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat. Sementara itu, di Provinsi Lampung, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran turut menggelar aksi sosial serupa dengan membagikan masker secara langsung kepada warga terdampak di Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran. "Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kondisi kesehatan dan selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama terpapar abu vulkanik," tutur Idy. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 309/HUM-BAZ/IX/2026 Senin, 7 September 2026
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Blora Studi Tiru ke BAZNAS Kulon Progo
BAZNAS Kabupaten Blora Studi Tiru ke BAZNAS Kulon Progo
BAZNAS Kabupaten Blora melaksanakan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk mempelajari strategi penghimpunan, penyaluran, dan manajemen pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada hari Senin, 31 Agustus 2026 Rombongan BAZNAS Kabupaten Blora diterima oleh jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Kulon Progo di Kantor BAZNAS Kulon Progo. Kegiatan diisi dengan diskusi dan berbagi praktik baik mengenai optimalisasi penghimpunan ZIS melalui penguatan UPZ, sinergi dengan pemerintah daerah, serta pemanfaatan layanan digital. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Blora juga mempelajari sistem penyaluran program yang tepat sasaran serta tata kelola kelembagaan, mulai dari pengelolaan SDM, SOP, administrasi, hingga pelaporan dan monitoring program. Studi tiru ini diharapkan menjadi referensi bagi BAZNAS Kabupaten Blora dalam meningkatkan kinerja pengelolaan ZIS agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla
BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain membantu proses pemadaman, BAZNAS juga memberikan dukungan kepada petugas dan masyarakat yang terdampak karhutla melalui pendirian dapur air, distribusi masker, serta makanan ringan. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar dan Kalsel. "Sudah beberapa hari pemadaman karhutla dilakukan. Tim BTB kami terjunkan untuk membantu penanganan karhutla yang hingga kini masih menyisakan titik api dan asap," kata Sodik dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026). Sodik menyampaikan, dalam penanganan karhutla, BAZNAS tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para petugas dan masyarakat sekitar dapat terpenuhi. "BAZNAS terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Dapur air disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum dan menjaga kondisi fisik petugas selama bertugas di lapangan, serta bagi masyarakat yang terdampak karhutla," ujarnya. Sodik menyampaikan, di tengah kondisi udara yang terdampak asap, BAZNAS menyalurkan masker kepada petugas dan masyarakat sekitar. Selain itu, BAZNAS turut menyalurkan makanan ringan untuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas dan masyarakat. "Akibat kebakaran ini, asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah, bahkan sampai ke negeri tetangga. Karena itu, kebutuhan masker sangat penting saat ini. Jangan sampai banyak masyarakat yang terdampak mengalami gangguan kesehatan pernapasan," kata Sodik. Lebih lanjut, Sodik mengatakan BAZNAS terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan respons penanganan karhutla berjalan efektif. Koordinasi dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. "Hingga saat ini, Tim BTB terus berupaya membantu memadamkan api. Kami berharap kebakaran hutan dan lahan ini segera padam sehingga dampaknya tidak semakin meluas dan berkepanjangan," ujarnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 306/HUM-BAZ/IX/2026 Kamis, 3 September 2026
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Tanah Air. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Haji dan Umrah RI Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., M.Si., Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Rahardjo, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta jajaran Kemenhaj RI dan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan BAZNAS siap memfasilitasi penunaian DAM Haji Indonesia di Tanah Air. Sodik menilai, besarnya potensi DAM dari jemaah haji Indonesia apabila dapat dilaksanakan di Tanah Air akan memberikan dampak positif yang lebih luas. Salah satunya melalui pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program perbaikan gizi, termasuk dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. "Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik. Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., menyambut baik rencana pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, dengan terus memperhatikan terkait dari sisi hukum, syariah, kesehatan hewan, dan regulasi, termasuk fatwa-fatwa. Ia menyampaikan, MUI saat ini mungkin masih dengan fatwa yang ada. Namun, perlu mengkaji metodologi penentuan hukumnya. Sebagaimana disampaikan oleh pihak MUI, fatwa itu bukan kitab suci sehingga bisa disesuaikan atau diperbarui melalui pembahasan metodologi hukum yang tepat. "Mengenai pembayaran DAM, apakah pembayaran dilakukan di Saudi atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan, selain pelaksanaan DAM di Indonesia, BAZNAS siap menerima daging DAM yang telah diolah di Arab Saudi untuk kemudian dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan BAZNAS di berbagai daerah. "Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ujar Rizaludin. Rizaludin memperkirakan, apabila skema tersebut dapat direalisasikan, daging DAM yang diolah dan dikemas dapat mencapai sekitar 4-5 juta kaleng. Jumlah tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat besar, terutama untuk masyarakat terdampak bencana dan penerima program perbaikan gizi. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, M.Si., Deputi I BAZNAS RI, H. Arifin Purwakananta, M.Ikom., Stafsus BAZNAS RI, Umar Hadi Gumilar, S.Pd Sumber: SIARAN PERS Nomor: 302/HUM-BAZ/IX/2026 Rabu, 2 September 2026
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih
BAZNAS RI dan BAZNAS Kulon Progo Salurkan 48.000 Liter Air Bersih
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (19/8/2026). Bantuan air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan akses air, di antaranya Dusun Banaran dan Dusun Krikil di Kecamatan Girimulyo, serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi agar bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, BAZNAS melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. “BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Air bersih kami salurkan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian warga selama musim kemarau,” ujar Sodik. Ia menegaskan, BAZNAS RI akan terus bersinergi dengan BAZNAS daerah dalam memantau perkembangan kondisi kekeringan sehingga distribusi bantuan air bersih dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, penyaluran ini merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sebagian warga harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan sumber air bersih. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan bersama BAZNAS RI. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak menghadapi dampak kekeringan sendirian. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di daerah yang sumber airnya mulai mengering,” ungkap Sugiyanta. Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus melakukan koordinasi dan pemetaan wilayah terdampak agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Penyaluran 48.000 liter air bersih di Kulon Progo ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian zakat dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana kekeringan. (diolah dari siaran Pers Nomor: 266/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 19 Agustus 2026)
BERITA20/08/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). "Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026). Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas. "Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik. Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat. Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. "BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik "Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya. Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 263/HUM-BAZ/VIII/2026 Minggu, 16 Agustus 2026
BERITA18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. ?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK. “Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026). Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai. BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT. “Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid. Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 264/HUM-BAZ/VIII/2026 Senin, 17 Agustus 2026
BERITA18/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih dengan menjangkau 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, 14 kabupaten di 6 provinsi di Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana. Selain pendistribusian melalui truk tangki, bantuan tersebut juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. "Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Sodik mengatakan, untuk memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, bentuk intervensi yang diberikan BAZNAS disesuaikan dengan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air dan karakteristik setiap wilayah. "Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," kata Sodik. Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. "Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," jelas Sodik. Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS RI akan terus mengarahkan pelaksanaan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat menjadi penguat dan membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih. "Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (BAZNAS) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," ujar Sodik. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 252/HUM-BAZ/VIII/2026 Selasa, 11 Agustus 2026
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) membangun kolaborasi dalam menyelenggarakan program Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Keluarga Rentan melalui optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Adapun penerima manfaat program ditujukan bagi anak yatim piatu, dhuafa, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak korban bencana, anak terlantar, hingga anak dalam situasi khusus, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan LPAI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan, serta Wakil Ketua Umum 3 LPAI Ir. Titik Suharyati. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak dan penguatan keluarga rentan melalui potensi pengelolaan ZIS. "Kami melihat banyak ruang program yang dapat disinergikan, mulai dari bantuan akses pendidikan dan beasiswa anak prasejahtera, bantuan kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di lingkungan khusus seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)," ujar Rizaludin. Selain pemenuhan kebutuhan dasar anak, Rizaludin menilai penguatan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak. "Ketika ekonomi keluarga kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari potensi kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi," kata Rizaludin. Untuk mendukung berbagai program tersebut, Rizaludin menjelaskan, BAZNAS memiliki sumber dana yang dihimpun dari berbagai instrumen. Selain dana zakat yang peruntukannya khusus bagi mustahik Muslim, BAZNAS juga mengelola dana infak terikat, sedekah, serta partisipasi CSR korporasi. "Keberadaan dana infak dan CSR ini memberikan fleksibilitas bagi BAZNAS mendukung LPAI untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dari kelompok masyarakat rentan secara inklusif termasuk anak-anak di wilayah perbatasan, daerah bencana, hingga luar negeri tanpa terkendala batasan-batasan teknis penyaluran," ujarnya. Rizaludin berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dari kelompok rentan. Ia menilai isu perlindungan anak dan kesehatan menjadi perhatian penting. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam membersamai LPAI memperkuat perlindungan anak Indonesia. "Masalah perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, LPAI membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga negara serta lembaga zakat nasional seperti BAZNAS," ujar Samsul Ridwan. "Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan anak-anak korban kekerasan, anak yatim piatu, anak di wilayah bencana, hingga anak pekerja migran di daerah perbatasan yang kehilangan hak dasar atas akta kelahiran, pendidikan, dan kesehatan, bisa mendapatkan hak-haknya kembali," ucapnya. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Divisi Ritel BAZNAS RI Arief Budiman, Kepala Divisi Digital Fahrudin, serta Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS RI Tri Hadian, S.T. SIARAN PERS Nomor: 256/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 12 Agustus 2026
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS-MUI Kolaborasi Digital Tingkatkan Literasi Zakat
BAZNAS-MUI Kolaborasi Digital Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi bersama Media Digital Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meningkatkan literasi zakat masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal ini dibahas dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI bertema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk Membangun Umat di Era Digital” yang diselenggarakan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kemitraan ini menjadi pijakan krusial untuk mentransformasi cara masyarakat memahami zakat di tengah melesatnya era inovasi digital dan kecerdasan buatan. "Kolaborasi strategis antara BAZNAS RI dan Media Digital MUI ini sangat penting untuk memperkuat literasi zakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026). Menurutnya, kerja sama kedua lembaga ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni peningkatan literasi zakat (Zakat Dipahami), publikasi program zakat (Zakat Dirasakan), dan mainstreaming isu aktual zakat (zakat dibucarakan). Melalui sinergi ini, BAZNAS RI dan Media Digital MUI berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat nasional sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan umat. "Sinergi ini kami harapkan mampu menghadirkan edukasi zakat yang jauh lebih luas, adaptif, serta mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di era modern," katanya. Agenda workshop ini diisi oleh beberapa pembicara, antara lain Ketua MUI Bidang Infokomdigi K.H. Masduki Baidlowi, M.Si., Wasekjen Bidang Infokomdigi Dr. H. Asrori S. Karni, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Bidang Riset Digital Ismail Fahmi, Ph.D., Wakil Ketua Komdigi MUI H. Muis Sobri, M.Kom., Sekretaris Komisi Infokomdigi H.M. Alvin Nur Choironi, M.A., serta Wakil Sekretaris Bidang Media Sosial Muhyiddin Hamis Setiawan, M.I.Kom. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 290/HUM-BAZ/VII/2026 Rabu, 29 Juli 2026
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026  Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi
BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026  Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih nilai Top Brand Index tertinggi sebesar 43 persen sekaligus mempertahankan penghargaan Top Brand Award 2026 kategori zakat dan charity untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2022. Penghargaan prestisius yang menegaskan posisi BAZNAS RI sebagai lembaga pengelola zakat tepercaya tersebut diserahkan langsung pada malam apresiasi di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, yang hadir menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pimpinan, amil, hingga relawan BAZNAS di seluruh Indonesia. "Tentu ini adalah berkah rahmat Allah atas ikhtiar, kerja keras, harapan dan doa seluruh amilin, amilat , para relawan, dan tentunya para pimpinan BAZNAS yang telah bahu-membahu melakukan ikhtiar nyata, menjadikan zakat berdampak bukan hanya di dunia saja, tetapi juga insya Allah berdampak di akhirat untuk para donaturnya," jelas Rizaludin usai acara penghargaan. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin memberikan apresiasi kepada para muzaki, donatur, dan munfik yang telah mengamanahkan dana kebajikan mereka untuk disalurkan secara berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mustahik yang terus berjuang meningkatkan taraf hidupnya, serta para mitra strategis yang konsisten berkolaborasi demi menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas. "Jadi ini sebuah kebanggaan karena masyarakat Indonesia memilih BAZNAS sebagai Top Brand untuk menyalurkan zakat dan amalnya," tuturnya. Sementara itu, CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D., memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS RI yang berhasil mempertahankan penghargaan Top Brand Award untuk kelima kalinya. Capaian berkelanjutan tersebut dinilai membuktikan bahwa kanal crowdfunding milik BAZNAS sangat populer serta memiliki basis loyalitas publik yang amat besar. "Harapan saya tentunya penghargaan ini terus memicu motivasi, inspirasi seluruh manajemen untuk kerja keras dan kerja cerdas untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, sekaligus juga meningkatkan relasi dengan semua pelanggannya agar terus-menerus BAZNAS mampu mempertahankan Top Brand di masa-masa mendatang," ujar Handi Irawan D. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 291/HUM-BAZ/VII/2026 Kamis, 30 Juli 2026
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →