Artikel Terbaru
SEDEKAH AIR: AMALAN YANG TERUS MENGALIR PAHALANYA
Air adalah sumber kehidupan yang Allah SWT karuniakan kepada seluruh makhluk-Nya. Tidak ada manusia, hewan, maupun tumbuhan yang mampu bertahan hidup tanpa air. Di dalam Islam, memberikan air kepada orang yang membutuhkan termasuk salah satu bentuk sedekah yang paling utama. Bahkan Rasulullah SAW menyebut sedekah air sebagai sedekah yang paling afdal karena manfaatnya langsung dirasakan oleh kehidupan.
Di berbagai daerah Indonesia, terutama ketika musim kemarau panjang datang, masih banyak masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Sumur mengering, mata air menyusut, dan warga harus berjalan jauh hanya untuk memperoleh beberapa jerigen air. Pada kondisi seperti ini, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus ibadah yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Berikut keutamaan sedekah air berdasarkan Al-Qur'an, hadis.
A. Keutamaan Sedekah Air dalam Al-Qur'an
1. Air Adalah Sumber Kehidupan
Allah SWT berfirman: "Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya' : 30)
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kehidupan di bumi berasal dari air. Air bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi tanda kebesaran Allah yang menopang keberlangsungan seluruh makhluk. Karena air menjadi sebab kehidupan, maka membantu orang memperoleh air berarti ikut menjaga kehidupan yang Allah amanahkan.
2. Allah Menurunkan Air Sebagai Rahmat
Allah SWT berfirman: "Dialah yang menurunkan air hujan dari langit untuk kamu; sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan." (QS. An-Nahl : 10)
Air disebut sebagai rahmat Allah. Maka ketika seorang mukmin berbagi air kepada sesama, ia sedang menjadi perantara turunnya rahmat Allah kepada orang lain.
3. Perintah Berbuat Kebaikan
Allah SWT berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan." (QS. Al-Maidah : 2)
Sedekah air merupakan implementasi nyata dari perintah saling menolong dalam kebaikan.
B. Keutamaan Sedekah Air dalam Hadis Nabi
1. Sedekah yang Paling Utama
Dari Sa'ad bin Ubadah RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia. Sedekah apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Memberikan air." (HR. Abu Dawud No. 1679 dan An-Nasa'i)
Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah air memiliki kedudukan yang sangat tinggi dibandingkan bentuk sedekah lainnya karena manfaatnya sangat luas karena Air dibutuhkan semua orang, air menyelamatkan kehidupan, air menjadi kebutuhan primer yang tidak dapat digantikan.
2. Memberi Minum Mendapat Ampunan Allah
Rasulullah SAW bersabda: "Ada seorang laki-laki yang sangat kehausan, lalu ia turun ke sumur dan minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing menjulurkan lidah karena haus. Laki-laki itu kembali turun ke sumur, mengambil air dengan sepatunya, lalu memberi minum anjing tersebut. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari No. 2363 dan Muslim No. 2244)
3. Pahala Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631)
Sedekah air merupakan amalan yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan. Melalui sedekah air, kita membantu menghilangkan dahaga, menjaga kesehatan, memudahkan orang beribadah, sekaligus menjadi jalan menyelamatkan kehidupan. Rasulullah SAW bahkan menyebut memberikan air sebagai salah satu sedekah yang paling utama, dan selama air itu terus dimanfaatkan, pahalanya akan terus mengalir sebagai sedekah jariyah.
Menyediakan sumur, tandon, saluran, maupun fasilitas air bersih adalah contoh sedekah jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Teladan terbaik datang dari Utsman bin Affan RA yang membeli Sumur Raumah di Madinah lalu mewakafkannya untuk kepentingan umat, sehingga manfaatnya terus dirasakan hingga kini.
Di tengah musim kemarau dan krisis air bersih yang masih dialami banyak wilayah, sedekah air menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat rahmatan lil 'alamin. Semoga setiap tetes air yang kita sedekahkan menjadi sebab turunnya rahmat Allah, keberkahan rezeki, penghapus dosa, dan pahala yang terus mengalir.
MARI bergabung dalam gerakan Sedekah Air BAZNAS Kulon Progo untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak krisis air bersih. Setiap donasi yang Anda berikan menjadi ikhtiar menghadirkan air bersih bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan Sedekah Air Anda melalui: https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL21/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MENGUATKAN SEMANGAT BERZAKAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Maulid Nabi. Meskipun peringatan ini tidak diperintahkan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadis, para ulama memandang bahwa kegiatan yang bertujuan mengingat perjuangan Rasulullah, memperbanyak shalawat, mengkaji sirah nabawiyah, serta meningkatkan amal saleh merupakan perbuatan yang baik dan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan Rasulullah yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah kepedulian sosial terhadap kaum fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari zakat, infak, dan sedekah.
Rasulullah SAW dan Kepedulian Sosial
Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibundanya meninggal saat beliau berusia enam tahun. Tidak lama kemudian, kakeknya yang merawat beliau juga wafat. Pengalaman hidup sebagai yatim membuat Rasulullah SAW memahami betul kesedihan, kesulitan, dan kebutuhan orang-orang yang lemah. Allah SWT mengingatkan pengalaman tersebut dalam firman-Nya:
"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Adh-Dhuha: 6)
Karena pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, Rasulullah SAW memiliki empati yang luar biasa kepada kaum dhuafa. Beliau selalu mendorong umatnya untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan berbagi rezeki kepada sesama. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam syariat zakat sebagai salah satu rukun Islam.
Zakat sebagai Wujud Meneladani Rasulullah
Zakat bukan sekadar kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi merupakan sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
Melalui zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Dalam konteks Maulid Nabi, semangat berzakat menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, saling membantu, dan saling menguatkan.
Keteladanan Rasulullah dalam Berbagi
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau bahkan melebihi angin yang berhembus membawa manfaat ke mana-mana. Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau tidak pernah menolak orang yang meminta bantuan selama mampu memberikannya. Bahkan ketika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, beliau tetap memberikan perhatian, doa, dan solusi kepada orang yang datang meminta pertolongan.
Semangat inilah yang harus hidup dalam diri umat Islam. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya aktivitas tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Menjadikan Maulid sebagai Momentum Kebangkitan Zakat
Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sarana untuk membangkitkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan dengan membaca shalawat dan mengadakan pengajian, tetapi juga dengan mengikuti ajaran beliau dalam membangun kepedulian sosial.
Ketika umat Islam semakin sadar berzakat, maka akan semakin banyak anak yatim yang terbantu, fakir miskin yang terangkat kesejahteraannya, pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan, usaha kecil yang berkembang, serta masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah zakat menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling menolong dalam kebaikan.
Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepedulian sosial dan kedermawanan. Pengalaman hidup beliau sebagai yatim dan perjuangannya membela kaum lemah menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi.
Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan zakat secara benar dan amanah, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mampu mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, menghidupkan semangat berbagi, dan menguatkan peran zakat untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
Wallahu a'lam bish-shawab
(ditulis dari berbagai sumber)
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL07/08/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Tiga Bentuk Syukur dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Mukmin
Syukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai nikmat yang Allah anugerahkan, mulai dari kesehatan, keluarga, ilmu, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya.
Namun, syukur yang sejati bukan hanya sekadar ucapan di bibir. Islam mengajarkan bahwa syukur harus melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada Allah SWT.
1. Bersyukur dengan Hati (Asy-Syukru bil Qalbi)
Bentuk syukur yang pertama adalah bersyukur dengan hati. Syukur ini merupakan fondasi dari seluruh bentuk syukur lainnya. Seorang mukmin menyadari bahwa semua nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa cinta, ketundukan, dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa pun tanpa pertolongan-Nya.
Syukur dengan hati ditandai dengan adanya keinginan, niat, dan kesadaran untuk selalu berterima kasih kepada Allah. Hati yang bersyukur tidak mudah mengeluh, tidak iri terhadap nikmat orang lain, dan selalu merasa cukup atas karunia yang diberikan Allah. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah merasa kurang, meskipun telah memperoleh banyak kenikmatan.
2. Bersyukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil Lisan)
Bentuk syukur yang kedua adalah bersyukur dengan lisan. Syukur ini diwujudkan dengan mengucapkan pujian kepada Allah SWT, seperti kalimat yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari:
“Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Ucapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan bahwa segala keberhasilan, kemudahan, dan kebahagiaan yang kita rasakan berasal dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dan pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya.
Lisan yang terbiasa bersyukur akan terhindar dari keluhan yang berlebihan, perkataan buruk, dan sikap kufur nikmat. Sebaliknya, ia akan menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Bersyukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil Af’al)
Bentuk syukur yang ketiga adalah bersyukur melalui amal perbuatan. Inilah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan di lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Contoh syukur melalui perbuatan antara lain dengan bersedekah, berinfak, membantu sesama, menggunakan harta di jalan Allah, serta memanfaatkan seluruh nikmat untuk hal-hal yang diridhai-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172:
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 172)
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menikmati rezeki yang halal dan baik, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Jangan sampai kenikmatan yang diterima membuat seseorang lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Syukur menjadi bukti bahwa seorang hamba menyadari asal segala karunia yang ia peroleh.
Dampak Syukur dalam Kehidupan
Sikap syukur yang tertanam dalam diri seorang mukmin akan melahirkan berbagai dampak positif dalam kehidupan.
1. Melahirkan Keikhlasan dalam Beribadah
Orang yang bersyukur akan memiliki keikhlasan dalam beribadah. Ia berbuat baik bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT.
Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162:
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam."
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas seorang mukmin hendaknya dipersembahkan hanya untuk Allah SWT.
2. Menumbuhkan Sikap Tawakal
Dampak berikutnya adalah tumbuhnya sikap tawakal. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3:
Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya."
Tawakal menjadikan hati lebih tenang karena yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
3. Senantiasa Berdzikir dan Mengingat Allah
Syukur juga akan melahirkan kebiasaan berdzikir kepada Allah. Seseorang yang menyadari banyaknya nikmat yang diterima akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 45:
Artinya: "Dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."
Dzikir yang terus-menerus akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menghadirkan ketenangan dalam hidupnya.
4. Menumbuhkan Husnuzan kepada Allah
Dampak lainnya adalah munculnya sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT. Dalam kehidupan, tidak semua keinginan manusia dapat terwujud sesuai harapan. Namun orang yang bersyukur akan memahami bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah.
Ketika menghadapi kegagalan, musibah, atau cobaan, ia tidak mudah berputus asa dan tidak berburuk sangka kepada Allah. Sebaliknya, ia yakin bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik atau sedang mengajarkan pelajaran berharga bagi dirinya.
Penutup
Syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan hidup seorang mukmin. Syukur yang sempurna tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dirasakan dalam hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Melalui syukur, seorang hamba akan memperoleh keikhlasan dalam beribadah, keteguhan dalam bertawakal, kebiasaan berdzikir, serta sikap husnuzan kepada Allah SWT.
Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya, sehingga hidup menjadi lebih berkah, tenteram, dan penuh keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
Sebagai bentuk syukur mari salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya;
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
di tulis dari berbagai sumber
ARTIKEL30/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MEMULIAKAN ANAK YATIM, JALAN MENUJU KEBERKAHAN DUNIA DAN AKHIRAT
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang kehilangan sosok pelindung dalam hidupnya. Memuliakan anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah Swt.
Setiap perhatian, kasih sayang, pendidikan, pendampingan, maupun bantuan yang diberikan kepada anak yatim menjadi amal saleh yang mendatangkan keberkahan, membuka pintu rezeki, serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Berikut tujuh keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah Saw.
A. Allah Menjanjikan Surga bagi Orang yang Memelihara Anak Yatim
Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang dengan ikhlas memenuhi kebutuhan anak yatim. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa “siapa saja yang memelihara anak yatim, memberikan makan dan minum kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama ia menjaga keimanannya dan tidak melakukan dosa syirik”.
B. Berkesempatan Dekat dengan Rasulullah Saw. di Surga
Salah satu impian terbesar setiap muslim adalah dapat berkumpul bersama Rasulullah Saw. di surga. Kesempatan mulia tersebut dijanjikan kepada orang yang mengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini."
Beliau kemudian merapatkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai isyarat betapa dekatnya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan beliau kelak.
C. Mendapat Pertolongan Allah dalam Setiap Urusan
Menolong anak yatim termasuk salah satu bentuk membantu sesama muslim. Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Oleh karena itu, setiap bantuan yang diberikan kepada anak yatim, baik berupa santunan, pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan, menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
D. Digolongkan sebagai Orang-Orang Abrar
Allah Swt. memuji orang-orang yang gemar berbagi kepada anak yatim sebagai golongan abrar atau orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan."
Sebagai balasan, Allah menjanjikan berbagai kenikmatan surga bagi mereka yang senantiasa berbuat baik dengan penuh keikhlasan.
E. Memperoleh Pahala yang Terus Mengalir
Menyantuni anak yatim merupakan bagian dari mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf). Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya. Artinya, ketika bantuan yang diberikan mampu mengantarkan anak yatim menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pahala kebaikan tersebut akan terus mengalir kepada orang-orang yang telah mendukungnya.
F. Menjadi Amal Jariah yang Tidak Terputus
Mengasuh dan mendidik anak yatim hingga menjadi anak yang saleh merupakan investasi amal jangka panjang.
Rasulullah Saw. bersabda “bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.”
Kasih sayang serta pendidikan yang diberikan kepada anak yatim dapat menjadi sebab lahirnya doa-doa tulus yang terus mengalir sebagai pahala bagi orang yang telah membimbing mereka.
G. Menjadi Pelindung dari Siksa Neraka
Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lembut, serta memahami keadaan mereka akan mendapatkan perlindungan dari azab Allah pada hari kiamat. Keutamaan ini menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kepedulian Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Anak Yatim, Menyantuni anak yatim tidak harus selalu dalam bentuk uang. Memberikan kesempatan belajar, mendampingi pendidikan, memenuhi kebutuhan kesehatan, menjadi orang tua asuh, hingga menghadirkan kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang merupakan bentuk kepedulian yang sangat bernilai di sisi Allah Swt.
Melalui dukungan masyarakat, anak-anak yatim memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim melalui berbagai program santunan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan berkelanjutan. Setiap infak, sedekah, dan zakat yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai investasi akhirat. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta mengantarkan kita meraih ridha Allah Swt.
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
Diolah dari berbagai sumber
ARTIKEL10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Keutamaan Shalat Dhuha: Pembuka Rezeki, Penghapus Dosa, dan Jalan Menuju Surga
Shalat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon rezeki kepada Allah Swt., shalat dhuha juga menjadi bukti rasa syukur atas nikmat yang diberikan setiap pagi.
Dalam hadis qudsi, Allah Swt. berfirman bahwa siapa yang menjaga shalat dhuha empat rakaat pada pagi hari, maka Allah akan mencukupi seluruh kebutuhannya hingga sore hari. Janji ini menunjukkan bahwa shalat dhuha adalah amalan yang mendatangkan keberkahan dan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.
Tidak hanya itu, shalat dhuha juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam shalat wajib. Pada hari kiamat, shalat merupakan amal pertama yang dihisab. Apabila terdapat kekurangan dalam shalat fardu, maka Allah akan menyempurnakannya dengan amalan shalat sunnah, termasuk shalat dhuha.
Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa orang yang menjaga ibadah pagi dengan berdzikir hingga matahari terbit kemudian melaksanakan shalat dhuha akan memperoleh perlindungan dari siksa api neraka. Bahkan dalam hadis lainnya disebutkan, orang yang istiqamah melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua belas rakaat akan dibangunkan sebuah istana di surga.
Berikut beberapa keutamaan shalat dhuha yang disebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah Saw.:
1. Membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan hidup.
2. Menghapus dosa-dosa bagi orang yang istiqamah mengerjakannya.
3. Menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib.
4. Menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh setiap pagi.
5. Mendapat perlindungan dari siksa neraka.
6. Dibangunkan istana di surga bagi yang melaksanakannya secara rutin.
7. Dicatat sebagai golongan awwaabin, yaitu orang-orang yang senantiasa kembali dan taat kepada Allah.
8. Tidak termasuk orang-orang yang lalai dalam mengingat Allah.
Setelah menunaikan shalat dhuha, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa kepada Allah agar diberikan kemudahan, keberkahan rezeki, serta kelapangan dalam setiap urusan. Namun, ikhtiar tidak berhenti pada doa saja. Rezeki juga dapat dijemput melalui amal saleh lainnya, salah satunya adalah bersedekah. Allah Swt. menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi hamba-Nya yang gemar menginfakkan hartanya di jalan kebaikan.
Mari jadikan shalat dhuha sebagai kebiasaan harian sekaligus melengkapi ikhtiar dengan memperbanyak sedekah.
Sedekah Mudah di BAZNAS Kulon Progo : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
diolah dari berbagai sumber
ARTIKEL10/07/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
MUHARRAM: Momentum Berbagi dan Menguatkan Kepedulian Sosial
Dalam ajaran Islam, memuliakan dan menyantuni anak yatim merupakan salah satu amal yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi setiap muslim yang merawat, menjaga, dan memenuhi kebutuhan anak yatim dengan penuh kasih sayang. Semangat inilah yang menjadi inspirasi berbagai program sosial yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk meningkatkan kesejahteraan anak yatim sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan.
Bulan Muharram menjadi waktu yang istimewa untuk memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial. Santunan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan pengalaman yang mampu menumbuhkan kebahagiaan serta rasa percaya diri anak-anak yatim. Kegiatan seperti pemberian perlengkapan sekolah, belanja bersama, santunan pendidikan, hingga hiburan edukatif menjadi wujud nyata hadirnya kebersamaan dan harapan bagi masa depan mereka.
Peringatan Lebaran Anak Yatim yang berlangsung setiap Muharram sejatinya memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar agenda tahunan. Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa masih banyak anak yatim yang membutuhkan dukungan, perlindungan, dan kasih sayang. Ketika semangat gotong royong tumbuh melalui aksi berbagi, maka akan tercipta lingkungan sosial yang lebih peduli, harmonis, serta membawa keberkahan bagi semua pihak.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga, peran para muzakki, donatur, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan program pemberdayaan anak yatim. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah, transparan, dan profesional dapat disalurkan kepada penerima manfaat secara tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu mendukung pendidikan, kesehatan, dan kemandirian anak yatim dalam jangka panjang.
Melalui semangat Muharram, mari bersama-sama menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi anak-anak yatim. Setiap kepedulian yang diberikan hari ini merupakan langkah nyata untuk membangun generasi yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya, sekaligus menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi kehidupan di dunia dan akhirat. (diolah dari berbagai sumber)
MARI salurkan Zakat Infak dan sedekah Bapak/Ibu/Sdr/i melalui BAZNAS Kulon Progo untuk membantu masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan. Membayar ZIS mudah cukup klik linknya;
Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL18/06/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
TIPS MEMILIH DOMBA KURBAN SESUAI SYARIAT ISLAM
Memilih domba kurban bukan sekadar urusan teknis, tapi bagian penting dari ibadah kepada Allah SWT. Agar kurban sah dan bernilai ibadah, ada beberapa syarat yang wajib diperhatikan.
Berikut 5 tips cara memilih hewan kurban yang baik:
1. Pastikan Hewan Ternak
Umat muslim diperintahkan untuk mengkurbankan hewan ternak. Hewan ternak yang diperbolehkan adalah unta, kambing, domba, sapi, kerbau. Tentunya semua hewan ini sudah memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikurbankan.
2. Umur Hewan Kurban
Umur hewan yang dikurbankan penting karena hewan kurban memiliki umur yang disyaratkan berbeda-beda. Jika Anda ingin berkurban kambing atau domba, umur yang disyaratkan memenuhi kriteria kurban adalah yang minimal berumur 1 tahun. Kemudian, jika Anda ingin berkurban sapi atau kerbau, maka umur yang masuk kriteria kurban adalah 2 tahun.
Cara mudah untuk mengetahui usia hewan kurban adalah melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik. Selain itu, Anda juga dapat melakukan metode cek gigi hewan yakni jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), hal tersebut menandakan ternak (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.
3. Hewan Kurban Tidak Cacat
Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas. Hewan ternak yang Anda pilih haruslah hewan ternak yang sehat cuping hidungnya basah, tetapi bukan karena flu. Selain itu lihat juga bulunya yang harus bersih dan mengkilap. Cek juga pernafasan dan juga detak jantungnya.
Lebih baik lagi jika Anda menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut. Anda juga harus tahu hewan kurban menjadi tidak sah jika hewan tersebut mengalami buta sebelah atau jelas sekali kebutaanya. Jika tidak sah, maka hewan tersebut memiliki status sebagai daging biasa bukan menjadi kurban.
4. Hewan Kurban Tidak Kurus
Kondisi fisik dari hewan kurban juga perlu diperhatikan, dan pastikan calon hewan kurban memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, dan bulu tidak kusam. Karena dengan nafsu makan yang baik dan lincah, otomatis kondisi hewan akan terlihat gemuk dan tidak seperti hewan yang memiliki penyakit.
5. Pemilihan Lokasi Pembelian Hewan Kurban
Pemilihan tempat Anda membeli hewan kurban, menjadi hal yang juga tak kalah penting. Yang wajib diperhatikan adalah jangan membeli hewan kurban yang di ternak di tempat pembuangan sampah. Hewan yang dijual di lokasi seperti ini, berpotensi hewan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengonsumsinya.
Pilihlah hewan kurban yang diternak di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara, karena berpengaruh pada tingkat stres yang akan dialami oleh hewan yang berimbas pada kesehatan tubuhnya. Salah satu solusinya adalah membeli di Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di berbagai daerah. Balai Ternak BAZNAS menerapkan standar operasional prosedur ketat di 16 Balai Ternak BAZNAS seluruh Indonesia guna menghasilkan hewan ternak berkualitas.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah recording atau pencatatan ternak secara berkala. Selain itu, Balai Ternak BAZNAS juga terus melakukan berbagai langkah untuk menghasilkan kualitas ternak terbaik, salah satunya dengan penimbangan bobot ternak, pencukuran bulu domba, rutin memandikan ternak, pemberian vitamin, pemberian pakan berkualitas, dan pendampingan jika ada kondisi ternak yang bermasalah.
Anda bisa menunaikan kurban online melalui BAZNAS, MARI BERKURBAN BERSAMA BAZNAS KULON PROGO https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarkurban
Jadikan kurban Anda tahun ini lebih bermakna dengan membantu sesama dan memberdayakan peternak lokal di Kulon Progo.
Sumber :
https://baznas.go.id/artikel/baca/5-Tips-Cara-Memilih-Hewan-Kurban-yang-Baik/117
ARTIKEL30/04/2026 | Edi Kurniawan, M.M.
Hukum Zakat Fitrah dan Fidyah Online: Apakah Sah Bayar Lewat Transfer dan Aplikasi Digital? Ini Penjelasannya
Kemajuan teknologi digital kini mempermudah banyak aktivitas, termasuk dalam menunaikan kewajiban agama seperti zakat fitrah dan fidyah. Jika dahulu pembayaran dilakukan secara langsung kepada amil atau panitia masjid, sekarang semakin banyak umat Islam yang memanfaatkan transfer bank, dompet digital, hingga berbagai platform pembayaran online. Lantas, apakah pembayaran zakat fitrah dan fidyah secara daring tetap dinilai sah menurut syariat Islam?
Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum salat Idul fitri dilaksanakan. Jumlahnya sebesar satu sha’ atau kurang lebih setara 2,5 kilogram bahan makanan pokok seperti beras. Tujuan zakat fitrah adalah membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya, sekaligus menyempurnakan ibadah puasa Ramadan dari berbagai kekurangan.
Dalam perspektif fikih, sahnya zakat fitrah bergantung pada terpenuhinya rukun dan syaratnya, yaitu adanya muzakki (orang yang membayar zakat), niat, harta yang dikeluarkan sesuai ketentuan, serta penyaluran kepada mustahik. Cara atau media pembayaran bukan termasuk rukun zakat. Karena itu, pembayaran melalui transfer bank atau sistem online tetap dianggap sah selama dana benar-benar diterima oleh pihak yang berhak sebelum batas waktu yang ditentukan.
Pembayaran secara online pada dasarnya merupakan bentuk akad wakalah atau perwakilan. Muzakki memberikan kuasa kepada lembaga amil untuk menyalurkan zakatnya. Dalam ajaran Islam, akad wakalah diperbolehkan selama pihak yang diberi amanah menjalankan tugas sesuai dengan aturan syariat. Dengan demikian, zakat fitrah yang dibayarkan secara online tetap sah asalkan niat dilakukan saat transaksi dan penyaluran dilakukan tepat waktu.
Selain zakat fitrah, terdapat pula kewajiban fidyah bagi mereka yang tidak mampu berpuasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit kronis, usia lanjut, atau kondisi lain yang membuatnya tidak dapat mengganti puasa di hari lain. Fidyah dibayarkan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin, biasanya satu porsi makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Seiring perkembangan teknologi, fidyah pun kini dapat dibayarkan secara online melalui lembaga amil resmi. Sama halnya dengan zakat, yang terpenting adalah adanya niat serta memastikan fidyah tersebut benar-benar disalurkan dalam bentuk makanan atau senilai makanan kepada yang berhak menerimanya. Jika ketentuan ini terpenuhi, maka pembayaran fidyah secara daring tetap sah menurut syariat.
Kemudahan sistem digital ini menjadi solusi bagi masyarakat modern, seperti perantau, pekerja dengan mobilitas tinggi, maupun keluarga yang tinggal berjauhan. Pembayaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke tempat pengumpulan zakat. Selain praktis, sistem digital juga memungkinkan pencatatan yang lebih transparan dan akuntabel.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membayar zakat fitrah atau fidyah secara online. Pastikan memilih lembaga yang resmi dan terpercaya agar dana tersalurkan kepada mustahik. Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum salat Idulfitri, sedangkan fidyah sebaiknya ditunaikan sesegera mungkin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Jangan lupa pula untuk menghadirkan niat di dalam hati saat melakukan transaksi.
Dengan adanya kemajuan teknologi, tidak ada alasan lagi untuk menunda kewajiban zakat fitrah maupun fidyah. Metode pembayaran hanyalah sarana, sementara nilai ibadah tetap ditentukan oleh keikhlasan, ketepatan waktu, dan kesesuaian dengan tuntunan syariat.
Untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo, masyarakat dapat menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Kulon Progo yang menyediakan layanan offline maupun online. Untuk tahun 2026, sesuai SK Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo tentang besaran zakat fitrah dan fidyah ramadhan 1447 h/ 2026 m untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Adapun besaran Zakat Fitrah Ramadhan 1447 H/ 2026 M untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo :
1. Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok sebesar 2,5 kg per jiwa;
2. Kualitas beras atau makanan pokok sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari;
3. Beras atau makanan pokok dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5 kg beras;
4. Besaran zakat fitrah tahun 2026 yang digantikan dengan uang adalah Rp 15.000 /kg x 2,5 kg = Rp 37.500 per jiwa;
Pembayaran zakat fitrah dapat dimulai sejak awal Ramadhan sampai sebelum shalat Idul Fitri;
Sedangkan besaran Fidyah Ramadhan 1447 H/ 2026 M untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo sebagai beriut:
a. Besaran fidyah dalam bentuk makanan pokok yaitu 0,7 kg per jiwa dan atau diganti dalam bentuk uang Rp 10.500 per jiwa setiap hari;
b. Besaran fidyah dalam bentuk makanan siap saji senilai Rp 15.000.
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di kantor BAZNAS Kulon Progo atau bisa melalui layanan Kantor Digital berikut:
Link Zakat : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/bayarzakat
Link Sedekah : https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL23/02/2026 | Edi Kurniawan, M.M.

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →