WhatsApp Icon
BAZNAS Kulon Progo Buka Pos Siaga Mudik

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo bersama BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menghadirkan Pos Siaga Mudik untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik. Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

Salah satu Pos Siaga Mudik BAZNAS DIY berlokasi di Masjid Al-Amin, Klebakan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, dan telah beroperasi sejak 15 Maret 2026. Posko ini direncanakan melayani pemudik hingga 19 Maret 2026, serta akan kembali dibuka saat arus balik pada 22 hingga 26 Maret 2026.

Selain itu, BAZNAS Kulon Progo juga membuka posko mudik tambahan di Masjid Agung Kulon Progo guna memperluas jangkauan pelayanan bagi para musafir yang melintas di wilayah tersebut.

Tidak hanya menghadirkan posko, BAZNAS Kulon Progo turut mendukung program “Masjid Ramah Musafir” di 27 masjid strategis yang tersebar di wilayah Kulon Progo. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo sebagai upaya menyediakan tempat istirahat yang layak dan nyaman bagi para pemudik.

Dalam pelaksanaannya, relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari Provinsi D.I. Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman dikerahkan untuk siaga di lapangan. Dukungan layanan kesehatan juga diberikan oleh Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta.

Beragam fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan pemudik, di antaranya layanan hidangan berbuka (takjil), dapur air, layanan kesehatan, tempat istirahat, tempat salat, layanan tambal ban, pengisian daya ponsel, toilet, serta akses WiFi gratis.

Kehadiran posko dan dukungan masjid ramah musafir ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh.

Selain memberikan layanan bagi pemudik, BAZNAS Kulon Progo juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Partisipasi masyarakat dalam berzakat akan sangat membantu berbagai program kemanusiaan, termasuk layanan sosial seperti Pos Siaga Mudik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

BAZNAS mengimbau kepada seluruh pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat lelah. Dengan beristirahat yang cukup, diharapkan perjalanan mudik dapat berlangsung aman, lancar, dan para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.

19/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas KP
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo kembali mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan lembaga. Berdasarkan hasil audit atas laporan keuangan Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Opini WTP merupakan bentuk opini tertinggi dalam audit laporan keuangan yang menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Capaian ini mencerminkan komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola kelembagaan yang baik dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa pencapaian opini WTP ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh pimpinan dan amil BAZNAS Kulon Progo dalam menjaga integritas serta meningkatkan kualitas sistem pengelolaan keuangan lembaga.

“Capaian opini WTP ini menjadi bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah para muzaki serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Kulon Progo,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, para muzaki, mitra kerja, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penguatan pengelolaan zakat melalui BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, penguatan sistem pelaporan keuangan, serta optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian dana zakat. Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan dana ZIS dapat semakin memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik.

Melalui berbagai program pendayagunaan zakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah advokasi, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan diraihnya opini WTP atas laporan keuangan Tahun Buku 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas, menjaga integritas, serta memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan umat.

13/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas KP
BAZNAS Ikuti Safari Tarawih 1447H Bantu Rp 104,4 Juta
Pemkab Kulon Progo melakukan kegiatan Safari Tarawih Ramadan 1447 H/2026 M tingkat kabupaten sebanyak 14 putaran. Pembukaan di Gedung DPRD Senin (23/2/2026) dan 12 Masjid di setiap kapanewon, serta penutupan Kamis (12/3/2026) Rumah Dinas Bupati.
 
Ketua Baznas Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat menuturkan, dalam putaran di 12 masjid kapanewon, BAZNAS memberikan bantuan masing-masing Rp 8,7 juta, terdiri masjid Rp 4 juta, duafa Rp4,5 juta, dan ustadz Rp 200 ribu.
 
Bupati Kulon Progo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM menuturkan, Safari Tarawih bukan sekadar kegiatan formalitas, tapi media silaturahmi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui momentum bulan suci ini. "Saya mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan diri selama menjalankan ibadah puasa. Diharapkan momentum ini bisa jadi ajang memperkuat kesatuan dan persatuan," ujarnya. 
11/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Salurkan Dana ZIS Rp3,55 Miliar untuk 8.149 Mustahik di Ramadan 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp3.558.800.000 kepada 8.149 mustahik yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Kulon Progo pada Ramadan 2026.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, di halaman depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Alfanuha, menyampaikan bahwa pendistribusian dana ZIS tahun ini dilaksanakan melalui sejumlah program unggulan daerah, yakni Kulon Progo Peduli, Kulon Progo Taqwa, dan Kulon Progo Makmur.

Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok mustahik, mulai dari bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu, dukungan kegiatan keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain melaksanakan program daerah, BAZNAS Kulon Progo juga bersinergi dengan BAZNAS RI melalui program Z-Auto dan Z-Iftar. Pada program Z-Auto, Kabupaten Kulon Progo memperoleh alokasi 100 titik layanan servis sepeda motor gratis dari target nasional sebanyak 5.000 layanan. Sebanyak 70 layanan servis diberikan langsung di lokasi kegiatan, sementara 30 layanan lainnya disalurkan melalui 15 mekanik binaan BAZNAS yang melayani para mustahik di sekitar bengkel masing-masing.

BAZNAS Kulon Progo juga melaksanakan program Z-Iftar yang dipusatkan di Kapanewon Wates sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain itu, menjelang akhir Ramadan BAZNAS berencana mendirikan Posko Mudik di wilayah Sentolo untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS turut memberikan perhatian khusus kepada para pengayuh becak. Sebanyak 75 tukang becak menerima bantuan tunai masing-masing sebesar Rp200.000. Selain bantuan tunai, BAZNAS juga menyediakan layanan servis gratis bagi 70 kendaraan, yang meliputi penggantian oli serta perbaikan ringan seperti rantai.

Alfanuha menyampaikan bahwa jumlah penyaluran dana pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2026, BAZNAS Kulon Progo menargetkan penyaluran dana sebesar Rp3,558 miliar. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan sesuai dengan prinsip “Tiga Aman”, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan hak bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal agar dapat memberikan manfaat yang luas.

Ambar juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan semangat berzakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.

05/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas KP
BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan di Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan kinerja pengelolaan zakat nasional tahun 2025 berdasarkan Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 semakin meningkat baik dengan nilai 0,57 atau berada pada kategori stabil.

Capaian tersebut menegaskan peran nyata zakat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka pada Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2026,secara daring, Selasa (3/3/2026), yang dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal.

Secara nasional, pengelolaan zakat sepanjang 2025 tercatat mampu mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan. Dari jumlah tersebut, 113.134 jiwa berasal dari kelompok miskin ekstrem. Angka itu memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama.

Dari total capaian tersebut, BAZNAS RI secara langsung turut menyumbang pengentasan 18.035 jiwa dari kemiskinan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (Assoc). Dr. Zainulbahar Noor., SE., MEc mengatakan, pengelolaan zakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 memiliki tujuan utama pencegahan dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, menurutnya, pengukuran dampak menjadi bagian penting untuk memastikan fungsi tersebut berjalan efektif dan terukur.

“Melalui Indeks Zakat Nasional ini, kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi,” tegasnya.

Ia menambahkan, tanpa instrumen seperti IZN, lembaga zakat akan kesulitan menjelaskan secara tepat dan sederhana kepada publik mengenai peran dan dampak konkret zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zainulbahar berharap IZN bisa semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, bukan hanya di internal BAZNAS tetapi juga di kalangan pemerintah, akademisi, dan lembaga lain. Ia bahkan berharap IZN dipertimbangkan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional.

Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal, menjelaskan IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan BAZNAS untuk memotret kualitas dan performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengatakan, nilai IZN disusun mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga agregasi nasional. “Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah,” kata Hasbi.

Pada 2025, Hasbi menyampaikan, partisipasi pengisian IZN mencapai 426 lembaga, menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai sejak tahun 2016. "Semakin banyaknya partisipasi lembaga maka hasil pengukuran, maka semakin dapat menggambarkan kondisi sebenarnya," ujarnya.

Hasbi berharap, hasil IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan dan memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2026 dan selanjutnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 131/HUM-BAZ/III/2026

Selasa, 3 Maret 2026

 

04/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas RI

Berita Terbaru

BAZNAS Kulon Progo Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY
BAZNAS Kulon Progo Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo turut hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar pada Selasa s.d Kamis, 7-9 Oktober 2025 di Hotel Crystal Lotus, Jalan Magelang, Yogyakarta. Kegiatan Rakorda ini dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Republik Indonesia, menandai komitmen kuat dalam memperkuat sinergi antar-BAZNAS daerah dan pusat guna optimalisasi pengelolaan zakat di wilayah DIY. Salah satu agenda utama dalam Rakorda ini adalah sesi pembinaan dan pendampingan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. Sesi ini dipandu langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Pembinaan dan Pengawasan Wilayah, Ibu Saidah Sakwan, M.A. Dalam sambutannya, Ibu Saidah menekankan pentingnya penyusunan RKAT yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan prioritas program nasional serta kebutuhan mustahik di masing-masing wilayah. Beliau juga mendorong BAZNAS daerah untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, transparansi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat. BAZNAS Kulon Progo menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas perencanaan program zakat tahun depan. Melalui Rakorda ini, diharapkan setiap BAZNAS kabupaten/kota di DIY mampu menyusun RKAT 2026 yang lebih tepat sasaran, profesional, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA10/10/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Studi Tiru Pengelolaan UPZ Desa/Kalurahan ke Baznas Ciamis
BAZNAS Kulon Progo Studi Tiru Pengelolaan UPZ Desa/Kalurahan ke Baznas Ciamis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kunjungan kerja (studi tiru) ke BAZNAS Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Selasa, 1 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik baik (best practice) dalam manajemen pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa atau kalurahan. Rombongan dari Kulon Progo dipimpin oleh jajaran BAZNAS Kulon Progo dan terdiri dari para pengurus UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini juga didampingi oleh Asisten Daerah (Asda) I Setda Kulon Progo, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kulon Progo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk KB), serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo. Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan efektivitas pengelolaan zakat di tingkat bawah, khususnya UPZ di desa dan kalurahan. “Kami ingin belajar langsung dari BAZNAS Ciamis yang telah berhasil membangun sinergi kuat dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan UPZ. Harapannya, setelah kunjungan ini, kita bisa menerapkan hal serupa di Kulon Progo,” ujarnya. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Ciamis menyambut hangat kedatangan rombongan dan memaparkan strategi-strategi yang telah dijalankan dalam pembentukan, pembinaan, serta pelaporan keuangan UPZ tingkat desa yang akuntabel dan transparan. Diskusi interaktif dan sesi tanya-jawab berlangsung antusias, memperlihatkan komitmen dari kedua pihak untuk memperkuat pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin sinergi dan transfer pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kulon Progo, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Perluas Program Z-Auto di Kulonprogo untuk Dorong Kemandirian Mustahik
BAZNAS Perluas Program Z-Auto di Kulonprogo untuk Dorong Kemandirian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kembali memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonominya melalui peluncuran program Z-Auto di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini fokus pada pengembangan usaha bengkel motor sebagai sarana peningkatan kesejahteraan dan kemandirian bagi para mustahik. Acara peluncuran berlangsung pada Rabu (24/9/2025) di Kantor Kelurahan Wates, Kulonprogo, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Bupati Kulonprogo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc. serta pejabat daerah dan pimpinan BAZNAS DIY. Menurut Saidah Sakwan, program Z-Auto bertujuan mempercepat proses transisi mustahik menjadi muzaki (pemberi zakat). Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bentuk kebaikan sosial, tetapi juga amanah yang harus dikelola dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. “Dana yang diterima harus dikelola dengan keikhlasan dan kesungguhan. Harapan kami, usaha bengkel yang dimulai dari skala kecil ini bisa terus berkembang,” ujarnya. Saidah juga menargetkan agar Z-Auto tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis di bidang otomotif, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di masyarakat. Bupati Kulonprogo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc. menyambut baik kehadiran Z-Auto. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan minat dan keterampilan mereka, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah. "Program ini adalah peluang emas untuk menyiapkan masyarakat menjadi mandiri, sesuai dengan passion mereka. Semoga membawa manfaat luas," ungkapnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program Z-Auto telah menjangkau 577 mustahik di 18 provinsi dan 77 kota/kabupaten di Indonesia. Data BAZNAS menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pendapatan peserta sebesar 42,4% setelah mengikuti program. Khusus di Kulonprogo, sebanyak 15 mustahik menerima bantuan berupa modal usaha, pelatihan mekanik, serta pendampingan intensif untuk mendukung pengembangan bengkel motor yang mereka rintis.
BERITA25/09/2025 | Humas Baznas KP
Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan: BAZNAS Kulon Progo Gelar Rapat Koordinasi Bersama UPZ
Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan: BAZNAS Kulon Progo Gelar Rapat Koordinasi Bersama UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar Rapat Koordinasi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan, BUMD, serta instansi vertikal di wilayah Kulon Progo, bertempat di RM Omah Mbeji Wates pada 11 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, serta mendorong sinergi yang lebih erat antara BAZNAS dan UPZ dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan di Kulon Progo. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, Amd, yang memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap upaya BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat miskin agar dapat naik kelas menjadi muzaki (pembayar zakat). "Sinergi antara BAZNAS, UPZ, dan seluruh elemen pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS yang telah menunjukkan tata kelola yang akuntabel," ujar Wakil Bupati dalam sambutannya. Wakil Bupati juga memberikan apresiasi atas capaian BAZNAS Kulon Progo yang meraih BAZNAS Award 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik tingkat Baznas Kabupaten/Kota. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat di Kulon Progo dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Waka I BAZNAS Kulon Progo Bidang Pengumpulan, H. Jumanto, S.H, menyampaikan bahwa penguatan peran UPZ di masing-masing instansi menjadi kunci dalam meningkatkan pengumpulan zakat yang optimal dan berkelanjutan. "Dengan sinergi dan koordinasi yang baik, kita tidak hanya menguatkan sistem pengumpulan zakat, tetapi juga memperluas manfaatnya untuk program-program pemberdayaan masyarakat. Harapannya, mustahik yang kita bantu hari ini dapat menjadi muzaki di masa depan," jelasnya. Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa poin strategis, di antaranya penyamaan persepsi tentang peran dan fungsi UPZ, peningkatan transparansi pelaporan, serta penguatan program-program produktif yang langsung menyasar pada peningkatan ekonomi masyarakat miskin. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kulon Progo berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
BERITA11/09/2025 | Humas Baznas KP
RAKOR UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo: Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pengelolaan Zakat
RAKOR UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo: Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pengelolaan Zakat
Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengelolaan zakat di tingkat kapanewon, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Rapat Koordinasi UPZ Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo pada hari ini, Rabu (10/09), bertempat di RM Dapur Semar, Wates. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh UPZ Kapanewon di wilayah Kabupaten Kulon Progo, masing-masing sebanyak dua orang peserta. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja UPZ, memperkuat pelaporan, serta menyusun rencana kerja ke depan yang lebih terarah dan berdampak. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan pentingnya kolaborasi BAZNAS dengan UPZ untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. "UPZ Kapanewon memiliki peran vital dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat. Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin memastikan setiap unit memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam mengelola zakat secara amanah dan transparan," Imbuhnya. Adapun agenda utama yang dibahas dalam rapat ini meliputi: 1. Evaluasi realisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat tahun berjalan; 2. Strategi peningkatan partisipasi muzaki; 3. Penguatan sistem pelaporan dan tata kelola UPZ yang akuntabel. 4. Penyusunan RKAT tahun 2026 Melalui kegiatan ini, UPZ Kapnewon se-Kulon Progo diharapkan dapat memperkuat sinergi dan soliditas untuk mendukung visi besar Kabupaten Kulon Progo sebagai daerah dengan pengelolaan zakat yang transparan, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA10/09/2025 | Humas Baznas KP
Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pemerataan sosial sekaligus transformasi bangsa. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 di Jakarta, Selasa (8/9/2025). Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul zakat, tetapi motor perubahan yang menjawab tantangan Indonesia menuju 2045. Ia menyebut pilar utama pembangunan manusia yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat diperkuat melalui program-program zakat. “Kalau kita bicara kualitas manusia, pilarnya selalu tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka Kemenko PMK tugasnya mengurusi itu, dan zakat bisa hadir di semua pilar tersebut,” jelasnya. Lebih jauh, ia menilai BAZNAS memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi zakat digital. Di era teknologi, transparansi dan kecepatan layanan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pengelolaan zakat juga harus adaptif. “Masa kita kalah dengan penarik bank yang tiap bulan mengingatkan nasabah? Kita mengajak pada kebaikan, maka amil zakat harus proaktif menyapa, melaporkan, dan berterima kasih kepada muzaki. Sistem digital bisa membantu semua itu,” paparnya. Ia pun mengusulkan lahirnya satu aplikasi zakat nasional yang memungkinkan masyarakat memantau secara real-time penyaluran zakat. Dengan begitu, kepercayaan publik semakin meningkat dan zakat makin dirasakan manfaatnya oleh umat. “Satu aplikasi terpadu ini tentu bisa diinisiasi oleh BAZNAS. Real-time, transparan, dan menjadi model nasional,” tambahnya. Selain itu, Prof. Warsito menekankan agar zakat tidak hanya hadir di hilir saat muncul masalah sosial, tetapi juga di hulu untuk membangun moral dan mental bangsa. “Bisakah zakat hadir di hulu? Bagaimana zakat digunakan untuk pembangunan moral dan mental bangsa, membentuk jiwa pejuang, kerja keras, dan karakter unggul? Karena kadang masalah sosial muncul dari lemahnya moral dan mental,” jelasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 319/HUM-BAZ/IX/2025 Selasa, 9 September 2025
BERITA10/09/2025 | Humas Baznas RI
Baznas serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Baznas serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran atas nama Trisno Sutaryo, warga Dusun Sangkrek RT 046/RW 012, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap. Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu telah menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Trisno Sutaryo, menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, Baznas bersama Kesra Kabupaten segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga yang tertimpa musibah. Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di lokasi kejadian, dengan dihadiri perwakilan dari Baznas Kulon Progo, staf Kesra Kabupaten, pihak kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. "Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan pasca kebakaran," ujar perwakilan dari Baznas saat menyerahkan bantuan. Trisno Sutaryo mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran rumah tinggal. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong sinergi antara berbagai pihak dalam penanganan bencana serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/09/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah. Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 308/HUM-BAZ/IX/2025 Selasa, 2 September 2025
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data Penyaluran Tepat Sasaran
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data Penyaluran Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran. Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menekankan, kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan amanah. “Ini manfaat besar bagi kita semuanya. Dan insyaallah juga menjadi bagian penting dari kita semuanya yang akan melakukan pendistribusian khususnya, maupun nanti pengumpulan berdasarkan pada data-data yang ada,” ujar Prof. Noor. Lebih lanjut, Prof. Noor menyoroti pentingnya data statistik untuk mencegah tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan data yang detail dan terstruktur, BAZNAS dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima. “Sehingga ke depan kita akan lebih efektif. Jangan sampai ada pemberian yang bertumpuk, termasuk yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian, berdasarkan pada statistik misalnya saja tentang bagaimana orang miskin ada di mana, mereka didesil berapa, itu ada semuanya, by name, by trace,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mencontohkan bagaimana data BPS mencatat fenomena sosial yang menarik, termasuk penurunan kemiskinan yang berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga. Menurutnya, hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh program BAZNAS seperti pernikahan massal. “Jangan-jangan orang yang meningkat ekonominya itu karena bantuan BAZNAS dinikahkan masal itu. Jadi ini korelasi, walaupun kemarin agak gurau, tetapi ini serius. Analisa statistik saya di situ,” ungkapnya. Prof. Noor juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS atas terwujudnya kerja sama strategis ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS yang telah menyediakan diri untuk melakukan MoU dengan BAZNAS Republik Indonesia. Ini adalah satu proses yang baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan, kolaborasi dengan BAZNAS akan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS. Ia menegaskan, data BAZNAS yang mencakup sekitar 26 juta mustahik sangat relevan untuk dipadankan dengan DTSN. “Artinya BAZNAS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemutahiran data tunggal sosial ekonomi nasional, kalau nanti mustahik yang 26 juta itu kemudian bisa kita padankan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, sehingga nanti kita bersama, bisa sama-sama tahu apakah memang orang itu betul-betul masuk kepada desil 1 atau desil 2 dari DTSN,” ujar Amalia. Amalia menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data, BAZNAS dan BPS akan saling mendukung dalam memutakhirkan DTSN secara digital dan berkelanjutan untuk memastikan keakuratan data sosial ekonomi. “Mekanismenya Bapak/Ibu nanti adalah, kami perlu menerima data dulu dari BAZNAS, karena nanti sesuai dengan Inpres nomor 4 tahun 2025, BPS memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemutahiran dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional. Ini sesuatu peran yang strategis, dan peran BAZNAS menjadi sangat kritikal dan penting,” tegasnya. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS RI pada kesempatan ini juga menganugerahkan BAZNAS Award 2025 kategori Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat kepada BPS atas kontribusinya dalam mendukung pengelolaan zakat berbasis data. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 304/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA01/09/2025 | Humas Baznas RI
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam penghimpunan zakat yang semakin membaik. Terutama dalam menggerakkan hati masyarakat sehingga mempercayakan zakatnya dilakukan melalui BAZNAS RI. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Rakornas BAZNAS RI di Jakarta, Kamis (28/08/2025). “Dari sisi output ada peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan penggalangan zakatnya dan ini adalah indikator kerja yang sangat bagus. Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS saat ini juga semakin baik dan meningkat, ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah hari ini kita saling memiliki rasa percaya yang bagus,” kata Anis. Anis juga mengaku bersyukur dan berterima kasih karena Indonesia memiliki BAZNAS sebagai lembaga yang mewakili pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan. BAZNAS selalu sigap dan menjadi yang terdepan untuk hadir membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia. Menurut Anis, apa yang dilakukan BAZNAS selama ini dalam membantu masyarakat di manapun berada telah mencuri perhatian, bahkan ke negara konflik seperti Palestina yang sejak 2023 hingga 2025 masih dibombardir oleh Israel, tidak luput mendapatkan perhatian BAZNAS. Masyarakat jadi tahu bahwa BAZNAS selalu hadir di tengah-tengah mereka dan siap membantu. “BAZNAS melakukan pendistribusian sebagian besar zakat dari masyarakat secara tepat sasaran, seperti yang kita lihat bersama-sama masalah Palestina juga BAZNAS terus menerus memberikan bantuan,” tutur Anis. Karenanya Anis mendorong masyarakat untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Tidak hanya zakat, tetapi infak dan sedekah juga dapat disalurkan melalui BAZNAS. “Saya mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, bantuannya sedekahnya melalui BAZNAS,” kata Anis. Anis Matta juga menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat. Karenanya Anis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS. “Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan ini walaupun saya merasa sebenarnya apa yang kita lakukan ini memang kewajiban kita semua,” tutup Anis. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 302/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS saat Terima BAZNAS Awards 2025
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS saat Terima BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penguatan gerakan zakat di Indonesia, salah satunya adalah komedian senior Alfiansyah Bustami atau Komeng. Acara BAZNAS Awards 2025 ini menjadi rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI. Dalam kesempatan itu, Komeng mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS RI yang dinilainya memiliki banyak program nyata untuk membantu masyarakat. Ia juga menilai zakat yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk mustahik tetapi juga bagi pembangunan bangsa. “Jangan lupa berzakat ya. Banyak program-program BAZNAS yang bermanfaat. Tadi saya baru mendengar ada satu pekerja di luar negeri itu satu sarjana. Wah itu top lah. Pokoknya zakat banyak membantu menyejahterakan dan menjadikan orang biasa menjadi orang,” ujar Komeng. Komeng menjadi salah satu dari sejumlah publik figur yang menerima penghargaan dalam BAZNAS Awards 2025. Selain Komeng, nama-nama lain seperti Harabdu Tohar alias Bedu hingga Ivan Gunawan juga turut mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, pemerintah daerah, hingga mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Acara BAZNAS Awards 2025 tidak hanya memberikan apresiasi kepada artis yang peduli terhadap gerakan zakat, tetapi juga kepada pemerintah daerah, lembaga amil zakat, insan media, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis yang selama ini mendukung program-program BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 301/HUM-BAZ/VIII/2025 Jum'at, 29 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS dan Pemda Kulon Progo Salurkan Bantuan RTLH, Aladin, dan Jamban
BAZNAS dan Pemda Kulon Progo Salurkan Bantuan RTLH, Aladin, dan Jamban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada warga kurang mampu. Bantuan tersebut meliputi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan Atap, Lantai, dan Dinding (Aladin), serta program jambanisasi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di satu titik lokasi, yaitu di Padukuhan Boro, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kulon Progo, Pemerintah Kapanewon Galur, pamong kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Berikut ini adalah daftar penerima bantuan: Bantuan RTLH 1. Suparman, warga Boro I RT 2 RW 1, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur 2. Wagilah, warga Kalibuko RT 12 RW 4, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap 3. Ngadiran, warga Kalibuko RT 9 RW 3, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap 4. Yudi Prastiyo, warga Nglengkong RT 13 RW 4, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo Bantuan Aladin Nariman, warga Wonopeti RT 27 RW 13, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur Bantuan Jambanisasi Basro Atmojo, warga Pulo Pedukuhan III RT 12 RW 6, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur Bantuan Aladin dan Jamban Miskinem, warga Bonorejo RT 5 RW 3, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa seluruh bantuan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara akuntabel dan transparan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan taraf hunian warga kurang mampu di wilayah Kulon Progo. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS dan lembaga lainnya guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendukung pencapaian target-target pembangunan daerah, khususnya dalam bidang sosial dan kesehatan lingkungan. Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan perubahan nyata dalam kehidupan mereka, serta semakin termotivasi untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi dan sosial.
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas KP
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025 Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025 Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya. Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 298/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 295/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Alex Kurniawan Operator SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan sebagai Operator SIMBA Terbaik Wilayah Barat dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025. Penghargaan ini diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah melalui platform SIMBA secara tertib, akurat, dan tepat waktu. Operator SIMBA dari Kulon Progo dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan profesional, mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H.Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. “Kami mengapresiasi kerja keras operator SIMBA yang menjadi ujung tombak dalam pelaporan dan pengelolaan data zakat. Penghargaan ini membuktikan bahwa SDM di BAZNAS Kulon Progo mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya. SIMBA merupakan sistem yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan zakat secara nasional. Peran operator sangat penting untuk memastikan data yang disajikan tepat, real-time, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan penghargaan ini, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem pelaporan digital guna mendukung tata kelola zakat yang lebih modern, profesional, dan terpercaya.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan bergengsi dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik BAZNAS Kabupaten. Penghargaan ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang profesional dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Afanuha Yushida, M.PMat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim BAZNAS Kulon Progo dan dukungan berbagai pihak. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, akuntabilitas laporan, dan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat,” ujarnya. Ajang BAZNAS AWARDS merupakan agenda tahunan yang digelar oleh BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga pengelola zakat yang menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang. Penilaian dilakukan secara ketat dan objektif oleh tim independen. Prestasi ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kulon Progo sebagai lembaga yang terpercaya dalam pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ke depan, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS RI Berperan Strategis dalam Menurunkan Angka Kemiskinan di Indonesia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran penting dalam upaya menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kerja sama dengan BAZNAS RI dalam penyaluran bantuan dianggap krusial untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh para mustahik. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di hari kedua acara tersebut. Amalia menyampaikan bahwa per 8 Agustus 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,8 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan sebanyak 23,85 juta orang. Mayoritas penduduk miskin berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur menjadi daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak. Amalia mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk miskin berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga dengan pendidikan hanya lulusan SD. Mayoritas dari mereka bekerja di sektor pertanian atau sektor informal tanpa jaminan kesehatan. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan dalam menjamin kesejahteraan keluarga miskin menjadi sorotan utama. Presiden Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat khusus untuk masyarakat miskin dengan harapan agar mereka tidak putus sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memutus lingkaran kemiskinan dalam keluarga miskin tersebut. Kerjasama antara BPS dan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN) juga ditawarkan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran berdasarkan data yang akurat. Amalia menekankan bahwa kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan membantu dalam proses pemutakhiran DTSEN sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan fokus pada empat komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan, yaitu beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan, diharapkan intervensi untuk meringankan beban masyarakat miskin dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
BERITA28/08/2025 | Humas
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
JAKARTA - Pungkas Bahjuri Ali, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, mengungkapkan bahwa zakat memiliki peran krusial dalam pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta pada Rabu (27/8/2025). Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Ali menyoroti pentingnya peran zakat bukan hanya sebagai bantuan untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, terutama saat ketimpangan masih menjadi tantangan besar walaupun tingkat kemiskinan secara nasional telah menurun di bawah 10 persen. Dia menekankan perlunya sinergi antara program BAZNAS dan agenda pembangunan pemerintah, serta mendorong integrasi program zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam RPJMD guna mencapai target RPJMN dengan lebih efektif. Ali menekankan potensi zakat nasional yang besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, yang harus dikelola dengan baik untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat dianggap sebagai kunci kesuksesan dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia menyimpulkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan pengelolaan yang transparan dan dukungan teknologi digital, yang diharapkan dapat membantu mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia secara signifikan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memuji kontribusi BAZNAS RI dalam perlindungan fakir miskin dan kelompok rentan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Muzani dalam acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025. Muzani menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan fakir miskin, anak terlantar, serta kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, negara menggunakan anggaran APBN dan program-program pemerintah, serta melalui lembaga seperti BAZNAS yang mengelola dana zakat. Menurut Muzani, BAZNAS berperan penting dalam membantu negara mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat. Tujuan negara bukan hanya kekuatan militer dan polisi, tetapi juga terwujudnya masyarakat merdeka dan bebas dari kemiskinan. Muzani menekankan pentingnya keterlibatan BAZNAS dalam memperkuat program Astacita menuju Indonesia merdeka. Rakornas ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta perwakilan dari instansi terkait dan BAZNAS di seluruh Indonesia. **Sumber:** [Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil](/Rakornas-BAZNAS-2025-Ketua-MPR-Apresiasi-Peran-BAZNAS-Melindungi-Rakyat-Kecil/)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
BAZNAS RI Resmi Meluncurkan AAZRI, Menguatkan Peran Amil untuk Maksimalkan Potensi Zakat Nasional Pada Selasa, 26 Agustus 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dengan tujuan memperkuat peran amil dari tingkat pusat hingga desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan optimalisasi potensi zakat nasional guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara resmi meluncurkan AAZRI pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurut Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., pembentukan AAZRI merupakan komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil dan mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya AAZRI, jumlah amil zakat di Indonesia bisa mencapai satu juta, yang akan berperan dalam mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI bukan hanya wadah formal belaka, namun juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan potensi zakat di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap peluncuran AAZRI. Ia berpendapat bahwa langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Muzani juga menyoroti pentingnya peran amil zakat sebagai pahlawan dalam membangun bangsa. Muzani juga menambahkan bahwa langkah BAZNAS merupakan upaya nyata dalam memanfaatkan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa tujuan negara yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau polisi, tetapi juga oleh kondisi rakyat yang sehat, sejahtera, dan mandiri.
BERITA27/08/2025 | BAZNAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →