Berita Terbaru
BAZNAS dan Kemensos RI Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dengan Kemensos yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Sosial KH. Saifullah Yusuf, S.I.P., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik penguatan sinergi bersama Kemensos. Menurutnya, BAZNAS memiliki sejumlah program prioritas yang beririsan langsung dengan program-program Kemensos.
"Program tersebut mulai dari bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), beasiswa pendidikan, pembangunan sekolah, layanan kesehatan, pembinaan usaha kecil, dakwah, hingga program kemanusiaan," jelas Sodik.
Sodik menjelaskan, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS akan diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem dan kelompok rentan.
“Program-program tersebut akan lebih terkoordinasi dan lebih terfokus sehingga tidak sebatas distribusi charity berbagi, tetapi sesuatu yang berdampak. Program Kemensos dan program BAZNAS akan kami superimpose untuk menemukan prioritas-prioritas yang nanti digarap bersama,” ujar Sodik.
Lebih lanjut, Sodik mengatakan, kolaborasi dengan Kemensos juga diharapkan dapat memperkuat mobilisasi zakat, infak, dan sedekah secara nasional. "Kami juga akan mengoptimalkan UPZ di lingkungan Kemensos agar potensi zakat bisa maksimal," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan program bersama antara Kemensos dan BAZNAS nantinya akan berpedoman pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pemerintah dalam menjalankan intervensi sosial.
“Intinya kami bersama BAZNAS ingin mendukung program strategis Bapak Presiden Prabowo dan kemudian akhirnya punya dampak yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saifullah menjelaskan, kolaborasi ke depan akan diperkuat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, termasuk melalui pemberdayaan orang tua siswa dan bantuan RTLH bagi keluarga miskin ekstrem.
“Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas (ekonominya). Karena itu kami membutuhkan dukungan BAZNAS untuk membantu keluarga-keluarga tertentu yang belum bisa diintervensi melalui anggaran pemerintah,” kata Saifullah.
“Sebelumnya, kami telah bekerja sama dengan BAZNAS dalam relokasi 118 keluarga nelayan di Mesuji, Lampung dan 93 keluarga nelayan di Indramayu. Program tersebut sudah selesai dan terus kami dampingi dalam rangka pemberdayaan keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saifullah menegaskan, Kemensos berkomitmen dalam mengoptimalkan UPZ di lingkungan Kemensos dan mengajak seluruh staf di lingkungan kementeriannya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
"Kami juga akan mengajak masyarakat umum bila yang memiliki kelebihan rezeki bisa juga menyalurkan lewat BAZNAS dan sepenuhnya nanti dipergunakan membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu yang ada di dalam DTSEN," kata Saifullah.
Turut hadir Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqin, Tenaga Ahli Menteri Bidang Konsolidasi Program Pengentasan Kemiskinan Fajar Wahyu Hermawan, beserta jajaran BAZNAS dan Kemensos.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 252/HUM-BAZ/V/2026
Kamis, 7 Mei 2026
BERITA08/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Berikan Pelatihan Terapis Spa Syariah Bagi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan pelatihan keterampilan vokasi terapis spa dan pijat syariah bagi 40 mustahik dari kalangan perempuan, sebagai upaya strategis menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Kota Tangerang, Banten, Rabu (6/5/2026). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan H.Idy Muzayyad, S.HI, M.Si., Ketua BAZNAS Kota Tangerang KH. M. Aslie Elhusyairy, S.Ag., Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik, Deden Kuswanda, serta Founder Latifa Spa Academy Verawati, S.IP.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS RI turut berkolaborasi bersama BAZNAS Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy dengan jaringan mitra lebih dari 30 perusahaan di bidang Spa dan Wellness.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H.Idy Muzayyad, S.HI, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat untuk kegiatan produktif yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi mustahik.
“Ini merupakan pelatihan vokasi untuk terapis spa, bekam dan pijat syariah. Kami bekerja sama dengan Latifa Spa Academy yang telah memiliki pengalaman di bidang tersebut. Harapannya, setelah pelatihan selesai, peserta dapat langsung bekerja dan meningkatkan kondisi ekonominya,” katanya.
Idy menambahkan, program ini sejalan dengan tujuan pengelolaan zakat, yakni mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. Setidaknya, peserta dapat menjadi munfiq yang turut berkontribusi melalui zakat, infak dan sedekah.
Idy menyampaikan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada aspek syariah sebagai nilai utama. Menurutnya, pentingnya menghadirkan layanan spa, bekam dan pijat yang sesuai syariat, bukan sekadar label. “Yang ingin kami bangun bukan sekadar keterampilan, tetapi juga ekosistem usaha yang sesuai syariah dan membawa keberkahan,” ujar Idy.
Idy juga menyampaikan apresiasi untuk semua pihak , khususnya BAZNAS Kota Tangerang dan mitra Latifa Spa Academy dalam pelaksanaan program pelatihan vokasi tersebut.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tangerang H. M. Aslie Elhusyairy, S.Ag., menyambut baik dan mengapresiasi program pelatihan keterampilan vokasi terapis spa dan pijat syariah.
“Program ini sejalan dengan dua tugas utama kami (BAZNAS), yaitu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata, khususnya bagi kaum perempuan,” ujar Aslie.
Salah satu peserta pelatihan, Rika Dewi Yanti (34), yang merupakan Ibu Rumah Tangga, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai, kesempatan ini sangat berharga karena pelatihan serupa umumnya memerlukan biaya besar.
“Saya sangat senang karena pelatihan ini gratis dan difasilitasi oleh BAZNAS. Biasanya pelatihan seperti ini berbayar dan cukup mahal, jadi ini sangat membantu kami, khususnya ibu rumah tangga seperti saya ini,” kata Rika.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak perempuan. “Terima kasih BAZNAS atas program yang sangat bermanfaat ini. Semoga ke depan semakin banyak perempuan yang diberdayakan dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 251/HUM-BAZ/V/2026
Kamis, 7 Mei 2026
BERITA07/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bersama Henan Asset Management Dirikan 10 Titik Sanitasi Layak dan Tempat Wudu di Tiga Provinsi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) meresmikan sarana Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kecamatan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). Program ini menyasar penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat prasejahtera.
Peresmian STBM di Marunda ini merupakan serangkaian program pembangunan sanitasi dan tempat wudu yang tersebar di 10 titik di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan total anggaran Rp581 juta.
Peresmian ini dihadiri Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Kepala Divisi Penyaluran UPZ dan CSR Ajat Sudarjat, Kepala Divisi Zakat Perusahaan Argo Sayoto, Senior Vice President Henan Asset Management, Ari Citra Asmara, Ketua DPS Henan Asset Management Prof. Dr. Mohammad Baharun, S.H., M.A., anggota DPS Dr. Rofiqul Umam, S.H., M,H., Wakil Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Dr. KH. A. Nur Alam Bakhtir, M.A., Kasubbag TU Kemenag Kota Jakarta Utara Mursidih, MM, Camat Cilincing, Depika Romadi, Lurah Marunda Victor Hotma Parulian Deo, dan Ketua Masjid Jami Attausiyah M. Agus Muslim.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menjelaskan program STBM ini bersumber dari Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berasal dari dana CSR Henan Asset Management sebesar Rp581 juta.
“Semoga dana CSR ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua untuk membantu masyarakat,” ujar Imdad di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Imdad melanjutkan, pendistribusian STBM ini dilakukan secara serentak di 10 titik di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sasarannya adalah daerah yang betul-betul membutuhkan, sehingga masyarakat memiliki akses ke air bersih dan sarana untuk bersuci yang layak.
“Lokasinya ada di komplek pemukiman, di pondok pesantren, musala dan lembaga pendidikan, dan kita nilai mereka sangat membutuhkan. Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada Henan Asset yang hingga kini menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam mensuport program BAZNAS untuk kesejahteraan dan kesehatan para mustahik,” ujar Imdad.
Imdad menambahkan, fokus BAZNAS adalah mendukung masyarakat kurang beruntung agar bisa mengakses air bersih, sehingga aktivitas pendidikan dan ibadah berjalan dengan baik dan lancar. “Wudunya nyaman, istinjanya nyaman, ibadahnya makin khusyuk, dan semoga masjidnya makin ramai, makin bermanfaat dan berkah,” kata Imdad.
Senior Vice President Henan Asset Management, Ari Citra Asmara menegaskan komitmen perusahaan untuk menyalurkan dana CSR secara tepat guna. “Dengan bangga kami bisa hadir di sini untuk memberikan kontribusi dalam peresmian program STBM. Kami terus berkomitmen mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat,” ujar Ari.
Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari nilai manfaatnya dan kontribusinya kepada masyarakat. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi masyarakat, dan sebuah usaha tidak akan berjalan optimal jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab sosial yang berhasil. Itulah yang menjadi latar belakang kami,” ujar Ari.
Ari juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang sejak lama menjadi mitra terpercaya Henan Asset Management dalam membantu menyalurkan aksi kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kami melihat BAZNAS adalah salah satu lembaga yang dapat diaudit dan sangat akuntabel. Bahkan, kami sudah bekerja sama cukup lama dengan BAZNAS dalam berbagai kegiatan lainnya. Karena itu mewakili Henan Asset, saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah membantu kami menyalurkan kebaikan ini. Semoga apa yang kita lakukan bermanfaat bagi semua warga,” ujarnya.
Ketua Masjid Jami Attausiyah M. Agus Muslim menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Henan Asset atas pembangunan sanitasi dan area wudu di lingkungan masjid. Menurutnya program STBM ini sangat bermanfaat bagi para pelajar dan masyarakat sekitar yang sering beraktivitas di masjid.
“Sebelumnya kalau mau wudu atau menggunakan toilet itu selalu antre panjang, tetapi sejak dibangun 2 kamar kecil dan tempat wudu jadi tidak begitu antre lagi. Masyarakat senang, murid-murid juga senang,” kata Agus.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 250/HUM-BAZ/V/2026
Rabu, 6 Mei 2026
BERITA07/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Se-Indonesia Siap Layani Masyarakat Laksanakan Ibadah Kurban 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan BAZNAS se-Indonesia dalam melayani masyarakat menunaikan ibadah kurban Iduladha 2026 melalui penguatan layanan serta optimalisasi program kurban dan DAM.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertema “Perencanaan Kampanye Kurban dan DAM Nasional” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (5/5/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., menegaskan, momentum Iduladha harus direspons dengan kerja kolektif seluruh jajaran BAZNAS di Indonesia. Ia menekankan, pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam memaksimalkan potensi kurban tahun ini.
“Momentum kurban sudah di depan mata. Kami berharap seluruh BAZNAS di Indonesia dapat bergerak bersama untuk mengoptimalkan potensi kurban,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan menjelaskan, penguatan layanan dilakukan melalui optimalisasi berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas partisipasi masyarakat.
Ia menambahkan, strategi penguatan juga dilakukan melalui pendekatan fundraising by law dan fundraising by marketing, termasuk melibatkan ASN, pegawai BUMN/BUMD, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta pemanfaatan platform digital.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Kurban BAZNAS RI Mohan menyampaikan, distribusi kurban BAZNAS pada 2026 ditargetkan menjangkau hingga 6.000 setara doka, sementara program DAM diproyeksikan mencapai 10.000 setara doka.
“Untuk memastikan kualitas dan ketepatan sasaran, BAZNAS fokus pada kesiapan pasokan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat. Hingga saat ini, telah terkonsolidasi sebanyak 2.781 ekor ternak dari Balai Ternak BAZNAS dan mitra pemberdayaan peternak,” katanya.
Melalui upaya ini, BAZNAS berharap pelaksanaan kurban 2026 dapat berjalan optimal, memberikan manfaat yang luas, serta memperkuat kesejahteraan peternak dan masyarakat penerima manfaat.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 247/HUM-BAZ/V/2026
Rabu, 6 Mei 2026
BERITA07/05/2026 | Humas BAZNAS RI
Sukses Berkarier di Luar Negeri, Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS Dirikan Platform Edukasi
Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di Malaysia, Niko Syahputra, sukses berkarier sebagai pengajar di sekolah internasional sekaligus mendirikan platform pendidikan BrainBoost Education guna membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Niko Syahputra merupakan salah satu alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS di Malaysia yang menempuh studi di Albukhary International University dengan jurusan Elementary Education (Honours).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Niko. Ia menilai, keberhasilan tersebut mencerminkan bagaimana pengelolaan zakat melalui program pendidikan mampu menjadi katalis perubahan sosial.
“Alhamdulillah, Beasiswa Cendekia BAZNAS kembali mencetak generasi unggul. Dari penerima manfaat (mustahik), tumbuh menjadi pribadi yang memberi manfaat dan menciptakan peluang bagi orang lain,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Lebih lanjut, Idy menjelaskan, program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. "Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan berkualitas," ujarnya.
Idy menegaskan, BAZNAS akan terus mengembangkan program beasiswa agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas dampak zakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Niko Syahputra adalah salah satu bukti nyata bagaimana Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu membentuk generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memberi dampak. Karena pada akhirnya, pendidikan terbaik bukan hanya yang mengangkat derajat diri, tetapi juga yang mampu mengangkat kehidupan banyak orang,” ujar Idy.
“Bagi kami, pendidikan menjadi salah satu senjata ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Kami berharap keberhasilan Niko sebagai alumni penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia, khususnya penerima beasiswa lainnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Alumni BCB, Niko Syahputra mengungkapkan, perjalanannya sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi titik awal yang membawanya hingga berada pada posisi saat ini, sekaligus membuka jalan kariernya di dunia pendidikan internasional.
Niko berharap, program Beasiswa Cendekia BAZNAS terus diperluas sehingga bisa menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan.
“Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar profesi, tetapi sebuah jalan pengabdian. Setiap ilmu yang dibagikan dan setiap anak yang dibimbing adalah investasi nyata untuk masa depan yang lebih baik,” kata Niko.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 246/HUM-BAZ/V/2026
Rabu, 6 Mei 2026
BERITA07/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Salurkan Bantuan Rp.30 Juta pada Pembukaan BBGRM 2026
BAZNAS Kulon Progo menyalurkan bantuan senilai total Rp. 30.000.000 dalam rangka pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 yang digelar di wilayah Kapanewon Galur dan Kapanewon Panjatan.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan Aladin (Atap, Lantai, Dinding), serta renovasi sarana ibadah.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Buapti Kulon Progo didamping Waka IV BAZNAS Kulon Progo Dra.Hj. Widiastuti. Adapun rincian penerima bantuan sebagai berikut:
1. Tukimin, warga Dagansari, Kembangan, menerima bantuan RTLH sebesar Rp. 20.000.000
2. Sumadi, warga Wonosari, Krembangan, menerima bantuan program Aladin sebesar Rp. 5.000.000
3. Renovasi Masjid Nurrusalam mendapatkan bantuan sebesar Rp. 5.000.000.
BERITA06/05/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS RI dan Kedubes Türkiye Jajaki Kerja Sama Strategis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Duta Besar Republik Türkiye untuk Indonesia di Kedutaan Besar Türkiye, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan kesiapan BAZNAS untuk menjalin kerja sama melalui delapan program strategis yang telah disiapkan. Ia menegaskan, hubungan antara BAZNAS RI dan pihak Türkiye selama ini telah terjalin sangat erat, baik melalui Kedutaan Besar, lembaga pemerintah, maupun yayasan, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial.
“Kerja sama antara BAZNAS RI dan pihak Türkiye telah berjalan sangat erat, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial,” ujar Sodik.
Sodik menambahkan, rekam jejak kemitraan tersebut telah melahirkan berbagai program konkret, di antaranya penghargaan kepada Turkish Cooperation and Coordination Agency (T?KA) sebagai Best International Corporate Partner pada ajang BAZNAS Awards 2025 atas kontribusinya dalam mendukung program pengembangan ekonomi.
Selain itu, Sodik menambahkan, kerja sama pemberdayaan ekonomi juga telah dijajaki bersama T?KA oleh BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, di antaranya melalui pengembangan program Kafe Difabis Coffee and Tea, Pesantren Tahfiz Difabel, serta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
Sodik menyebutkan, BAZNAS RI juga telah melakukan dialog kemanusiaan dan pengelolaan zakat bersama pihak Kedutaan Besar Türkiye, termasuk audiensi dengan Atase Agama Kedutaan Türkiye pada Februari 2025 guna memperkuat sinergi dalam peningkatan kesejahteraan umat.
Dalam aspek kemanusiaan, lanjut Sodik, BAZNAS RI turut berperan aktif dalam penanganan bencana gempa di Türkiye pada 2023 dengan berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Türkiye di Indonesia dan AFAD untuk menyalurkan bantuan berupa dana, logistik, selimut, serta obat-obatan, sekaligus menerjunkan tim tanggap bencana ke lokasi terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menyoroti pentingnya kesinambungan program pemberdayaan di sektor pendidikan. Ia berharap sinergi dengan pemerintah Türkiye dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendukung optimalisasi program beasiswa pendidikan dan pengembangan Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB).
“Kami sangat berharap kolaborasi strategis ini terus berjalan secara berkelanjutan, terutama dalam memfasilitasi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta memperkuat program beasiswa dan operasional Sekolah Cendekia BAZNAS,” ujar Zainut.
Sementara itu, Duta Besar Republik Türkiye untuk Indonesia, Prof. Dr. Talip Küçükcan, menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia yang memiliki lembaga resmi negara dalam pengelolaan zakat dan dana sosial keagamaan seperti BAZNAS.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama multisektor melalui lembaga resmi di bawah pemerintah Türkiye, seperti Türkiye Diyanet Vakf? (TDV), T?KA, K?z?lay, dan AFAD.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS RI, Wakil Ketua, Kepala Divisi Pengumpulan Luar Negeri, Kepala Bagian Humas, serta Atase Agama Kedutaan Besar Türkiye di Indonesia.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 242/HUM-BAZ/V/2026
Selasa, 5 Mei 2026
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dirikan Empat Tenda Sekolah untuk Ratusan Anak di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengoperasikan empat unit tenda sekolah bagi anak-anak pengungsi di wilayah Az-Zawayda, Gaza Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons atas hancurnya fasilitas pendidikan formal akibat konflik yang berkepanjangan, sehingga kebutuhan akan ruang belajar darurat menjadi sangat mendesak.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut, kehadiran tenda sekolah ini sebagai bentuk komitmen berkelanjutan bangsa Indonesia dalam mendukung masa depan Palestina. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan semangat belajar anak-anak di tengah situasi sulit.
"Kami memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam situasi perang. Tenda-tenda ini adalah simbol harapan agar anak-anak Gaza tetap memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan," jelas Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Pembangunan sekolah darurat yang berlokasi di dekat Kamp "Ard Az-Zaitoun" ini disebutnya menampung sekitar 550 hingga 600 pelajar, baik laki-laki maupun perempuan. Fasilitas ini juga akan menerapkan sistem pendidikan formal dengan menggunakan kurikulum asli Palestina guna memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Menurutnya, selain materi akademik, sekolah ini juga membuka program tambahan berupa kelas pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sejauh ini telah diminati oleh sekitar 100 pendaftar. Sodik Mudjahid menegaskan, BAZNAS akan terus mengawal operasional sekolah ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh para pengungsi di wilayah Az-Zawayda dan sekitarnya.
“Pengawasan operasional di lapangan dilakukan langsung oleh mitra lokal, Darul Quran Alkarim Wassunah, guna menjamin distribusi bantuan dan proses belajar berjalan lancar. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan psikologis anak-anak Gaza melalui lingkungan sekolah yang aman dan terstruktur di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Sodik menjelaskan, untuk menjaga efektivitas belajar, jadwal kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi empat sesi berdasarkan gender dan tingkatan kelas, mulai dari jenjang SD hingga SMP. Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas empat unit tenda yang tersedia di lokasi pengungsian tersebut.
Kehadiran sekolah darurat ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh anak-anak di Gaza yang telah lama merindukan suasana belajar. Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti sekolah darurat saat anak-anak tersebut secara serempak meneriakkan orasi yang menegaskan identitas dan kehormatan bangsa mereka. Dengan suara lantang, mereka berseru, "Kemuliaan dan keabadian bagi para syuhada kita yang saleh dan Al-Quds milik kita"
Seruan ini menjadi bukti bahwa selain mengejar ilmu pengetahuan, sekolah darurat ini juga menjadi ruang bagi generasi muda Gaza untuk merawat ingatan dan harapan akan masa depan tanah air mereka.
Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 239/HUM-BAZ/V/2026
Senin, 4 Mei 2026
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS RI
Wamenag RI Dorong BAZNAS Perkuat Program Pemberdayaan Umat
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum., mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperkuat program pemberdayaan umat dengan mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam acara BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 yang digelar di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dan Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum., mengatakan pendekatan zakat harus bergeser dari sekadar bantuan karitatif menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Zakat tidak hanya untuk memberi, tetapi untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki yang mandiri. Dengan demikian, lembaga zakat bukan sekadar institusi filantropi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” kata Romo.
Ia menambahkan, penguatan peran tersebut memerlukan integrasi data, konsolidasi kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan zakat semakin efektif dan tepat sasaran.
"Saat ini, terdapat estimasi bahwa dengan Rp32 triliun, kemiskinan dapat diturunkan sebesar 2,21 persen atau sekitar 577.138 jiwa. Sementara dengan Rp40,51 triliun, dapat mengentaskan sekitar 1,35 juta jiwa, berdasarkan hitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS)," jelas Romo.
"Jika potensi zakat sebesar Rp327 triliun dapat dihimpun secara optimal, maka tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun zakat dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, selama ini program pemberdayaan mustahik yang ada di BAZNAS sudah berjalan dengan baik. Ia menegaskan, komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas program melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"BAZNAS juga telah mengonsolidasikan kekuatan dengan berbagai pihak, seperti Tim Koperasi Merah Putih untuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta koordinasi dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian untuk optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian," kata Sodik.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menekankan pentingnya dukungan regulasi dari Kementerian Agama untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional, khususnya dalam memperkuat program pemberdayaan umat.
Rizaludin mengatakan, BAZNAS optimistis dapat mencapai target penghimpunan sebesar Rp160 triliun pada 2031, atau setara dengan 50 persen dari total potensi zakat nasional.
"Kuncinya adalah harmoni antara BAZNAS dan Kemenag. Sebagai pengelola, BAZNAS harus merasa nyaman dan leluasa bergerak dengan dukungan payung hukum yang kuat demi kemaslahatan umat," ujarnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 223/HUM-BAZ/IV/2026
Kamis, 23 April 2026
BERITA23/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Pimpinan BAZNAS RI Ajak Kaum Muda Manfaatkan Peluang Beasiswa BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat khususnya dari kalangan muda untuk memanfaatkan peluang program penguatan pendidikan berbasis zakat yang diselenggarakan BAZNAS dalam bentuk Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dalam acara Halal Bihalal IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta di Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026). Turut hadir Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D.
Dalam kesempatan itu, Idy memaparkan materi bertajuk “Peran BAZNAS dalam Penguatan Pendidikan untuk Menciptakan Generasi Unggul Masa Depan”.
Ia menegaskan, pendidikan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya tujuan Asta Cita dalam membangun generasi unggul.
Idy menjelaskan, program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda dari keluarga prasejahtera.
“Program BCB merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini selaras dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN serta Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Idy.
Idy menambahkan, hingga saat ini program BCB telah bekerja sama dengan 223 kampus, yang terdiri dari 171 perguruan tinggi di seluruh Indonesia serta 52 Ma’had Aly.
Dari kerja sama tersebut, Idy menyampaikan, program Beasiswa Cendekia BAZNAS terus menunjukkan dampak dan jangkauan yang semakin luas. “Alhamdulillah, beasiswa Cendekia BAZNAS telah menjangkau sebanyak 2.904 penerima manfaat pada 2025 dari berbagai latar belakang dan jenjang pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan terhadap program BCB juga datang dari kalangan akademisi. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., menyampaikan apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung sektor pendidikan melalui program beasiswa.
Ia berharap program tersebut dapat terus diperluas agar semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.“Para kader muda silakan memanfaatkan peluang kuliah dan bekerja di luar negeri melalui program BAZNAS,” ujar Noorhaidi.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 218/HUM-BAZ/IV/2026
Sabtu, 18 April 2026
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LinkAja Perkuat Kolaborasi, Perluas Akses Digital ZIS bagi Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dan LinkAja Syariah memperkuat sinergi strategis dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui layanan digital yang terintegrasi di aplikasi LinkAja dan LinkAja Syariah.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperluas akses layanan keuangan syariah digital sekaligus mendorong inklusi keuangan di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman berzakat yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Direktur Komersial LinkAja Muhammad Rendi Nugraha, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., AVP Account Management - Sharia, Irfan Chair, beserta jajaran.
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyambut baik penguatan kerja sama strategis ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional.
“BAZNAS tanpa kolaborasi itu mustahil. Oleh karena itu, kami membuka seluas-luasnya ruang kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk dengan LinkAja dan LinkAja Syariah untuk menjangkau para muzaki yang ingin menunaikan ZIS dengan mudah,” ujar Zainut.
“Dengan penghimpunan yang meningkat, kita juga dapat menjangkau lebih luas mustahik hingga pelosok Indonesia yang membutuhkan bantuan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, praktis, dan transparan dalam berzakat.
“Dengan diperkuatnya kerja sama ini, kami berharap penghimpunan ZIS dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup mustahik. Kami juga berharap ekosistem syariah semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Komersial (CCO) LinkAja Muhammad Rendi Nugraha menegaskan bahwa LinkAja dan LinkAja Syariah terus berkomitmen untuk memperkuat peran sebagai platform keuangan digital yang mendukung ekosistem filantropi Islam di Indonesia.
“Melalui kolaborasi ini, LinkAja dan LinkAja Syariah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ZIS secara digital kapan saja dan di mana saja, sekaligus memastikan proses yang aman, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem BAZNAS,” ujar Rendi.
Ia menambahkan, LinkAja akan terus mengembangkan fitur dan layanan pembayaran digital, termasuk integrasi dengan berbagai kanal dan platform BAZNAS, guna memperluas jangkauan penghimpunan ZIS serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi.
“Dengan dukungan teknologi dan jaringan ekosistem yang luas, kami berharap dapat memperkuat literasi serta adopsi donasi digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi para mustahik,” tutupnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 215/HUM-BAZ/IV/2026
Jumat, 17 April 2026
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), baik di dalam maupun luar negeri.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum., beserta jajarannya, di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (15/4/2026),
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan apresiasi atas dukungan Bappenas dalam upaya bersama mengoptimalkan potensi ZIS.
"Ada berbagai sumber zakat yang sangat potensial, seperti lembaga pemerintah, BUMN dan BUMD, TNI-Polri, sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor jasa, perdagangan, dan keuangan. Selain itu, potensi juga berasal dari zakat perusahaan, dana sosial keagamaan, serta zakat profesi dari kalangan tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif," jelas Sodik.
Lebih lanjut, Sodik juga menyoroti besarnya potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri. Ia menilai, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
“UPZ di KBRI dapat dibentuk tanpa dana besar dan bahkan dapat mendukung kegiatan pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri. Karena itu, kami memohon dukungan Bappenas untuk bersama-sama memaksimalkan potensi tersebut,” ujar Sodik.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Bappenas juga mendukung pengadaan DTSEN. “Data ini mencakup kelompok masyarakat yang termasuk mustahik dan muzaki. Dengan izin akses data, hal ini merupakan aset yang luar biasa bagi fungsi BAZNAS dalam mobilisasi pendayagunaan BAZNAS,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya terhadap BAZNAS, khususnya dalam pemanfaatan DTSEN untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pemerataan distribusi ZIS.
"Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi. Pemanfaatan DTSEN pada dasarnya boleh, integrasi data sangat mungkin dilakukan, sepanjang sesuai dengan tujuan dan dasar hukumnya jelas," ujar Rachmat.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilai sudah menunjukkan capaian positif. Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.
“Indikasinya jelas, potensi zakat mencapai sekitar Rp327 triliun, tetapi realisasinya baru sekitar 10 persen,” ujarnya.
Rachmat menambahkan, peningkatan tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Ia menilai tidak realistis jika capaian langsung melonjak signifikan dalam waktu singkat, namun target jangka menengah tetap memungkinkan untuk dicapai.
“Dengan arahan Presiden, target lima tahun menuju sekitar Rp162 triliun sangat memungkinkan, mengingat potensi yang besar. Kami (Bappenas) mendukung BAZNAS untuk mencapai potensi ZIS demi kesejahteraan umat dan keberkahan bangsa," ujarnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 214/HUM-BAZ/IV/2026
Jumat, 17 April 2026
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Bantuan 15.000 Paket Sembako BAZNAS Diterima Masyarakat Palestina
Bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dari masyarakat Indonesia berupa 15.000 paket sembako telah diterima masyarakat Gaza, Palestina.
Masyarakat Gaza menyambut dengan bahagia dan penuh haru bantuan paket sembako BAZNAS. Sebelumnya, bantuan tersebut telah dilepas secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI pada Februari 2026 sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia dalam membantu rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis berkepanjangan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI sekaligus Sekretaris Satgas Palestina, Dr. KH. Subhan Cholid, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan di Gaza.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses pengiriman dan koordinasi lintas negara yang panjang, bantuan yang berasal dari masyarakat Indonesia akhirnya tiba dan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Gaza,” ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Subhan menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut melibatkan kerja sama dengan mitra internasional, seperti Misr Alkhoir di Mesir, guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara tepat.
“Bantuan tersebut adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus segera kami (BAZNAS) distribusikan secara bertanggung jawab melalui mitra terpercaya di lapangan. Kami memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada seluruh pihak yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Subhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung proses penyaluran bantuan tersebut, mulai dari para muzaki, para amil hingga mitra di lapangan.
Ia menegaskan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan perannya sebagai lembaga pengelola zakat nasional dalam menyalurkan amanah masyarakat Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina secara berkelanjutan.
Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 207/HUM-BAZ/IV/2026
Senin, 13 April 2026
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memfasilitasi tata kelola dam utk para jemaah haji Indonesia yang akan membayarkan dam nya di tanah air.
Hal ini akan memberikan dampak dan manfaat peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok negeri.
Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa baznas dan kemenhaj sama sama sebagai bagian dari pemerintah.
Pengelolaan ibadah haji berada di bawah Kemenhaj, sementara layanan dam di dalam negeri difasilitasi secara maksimum oleh BAZNAS. Walo begitu,kemenhaj juga membuka kesempatan bagi lembaga lain spt LAZ dan KBIH untuk turut berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya dapat berjalan secara kolaboratif dan inklusif.
“Tata kelola dam oleh BAZNAS, bukan tahun pertama, dan kami telah memiliki prosedur dan standar pengelolaan yang tertib, mulai dari fasilitas pembayaran hingga penyalurannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Baznas terus melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen dam haji,dengan memastikan transparansi dalam seluruh proses tersebut, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang dapat diakses oleh jemaah. “kami juga menerbitkan sertifikat bagi mudhohi. Lebih dari itu,pelaksanaan dam ini tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga berdampak ekonomi karena melibatkan peternak UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemenhaj yang memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam penunaian dam haji, baik dilakukan di Tanah Air maupun di Tanah Suci.
Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat inklusif karena melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan.
“Ke depan, kerja sama tidak hanya pada aspek dam, tetapi juga mencakup zakat, infak, dan sedekah dari para calon jemaah maupun mereka yang telah menunaikan ibadah haji, tentu tetap dalam batas-batas anjuran dan mengikuti syariat dan azas mabfaat.
Maka dari itu kami agar para jemaah yang ibadah haji nya dikelola oleh lembaga pemerintah,
maka dalam pengelolaan dam nya juga dipercayakan dan dibayarkan kpd lembaga resmi pemerintah yakni BAZNAS ” katanya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 205/HUM-BAZ/IV/2026
Jumat, 10 April 2026
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat Untuk Kesejahteraan Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakat memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan melalui integrasi program pengelolaan zakat yang menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini disepakati dalam agenda audiensi BAZNAS RI dan Kemendes PDT di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Berbagai program kolaborasi akan dilaksanakan, seperti pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa. Langkah ini dinilai sebagai strategi paling krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat langsung dari lingkungan terkecil. Selain itu, terdapat kolaborasi yang menyentuh sektor produktif, seperti pengembangan peternakan desa melalui Program Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi warga melalui sinergi bersama koperasi-koperasi di tingkat desa.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyebut "Desa Zakat" di Kabupaten Ciamis akan menjadi percontohan pertama untuk kolaborasi ini dan akan segera diadaptasi di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang dalam waktu dekat.
“Untuk percontohan, kita sudah memiliki role model desa zakat di Ciamis yang masyarakatnya memiliki kesadaran zakat tinggi, dan wilayah itu akan menjadi salah satu referensi utama kita. Selain Ciamis, dalam waktu dekat kami memproyeksikan Kabupaten Serang sebagai area pengembangan berikutnya untuk memperkuat kolaborasi strategis antara BAZNAS dan Kemendes,” jelas Sodik dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut, BAZNAS akan menyinergikan program-program pemberdayaan tersebut dengan basis data dan jaringan luas yang dimiliki kementerian hingga ke tingkat terkecil. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi desa yang kuat melalui pembentukan UPZ Desa sebagai motor penggeraknya.
"Salah satu yang paling strategis dari BAZNAS adalah pembentukan UPZ Desa. Nah, itu yang jadi concern atau strateginya BAZNAS bersama Menteri Desa hari ini untuk mengolaborasikan program-program seperti balai ternak dan koperasi desa agar bisa diberdayakan di desa-desa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaborasi bersama BAZNAS RI yang dinilai sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun desa. Ia memandang integrasi program pemberdayaan seperti UPZ Desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang tepat sasaran.
“Kementerian Desa memang ingin sekali mengintegrasikan dan berkolaborasi melalui program-program yang ada bersama BAZNAS. Ternyata saat dibahas, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa kita lakukan, dan salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa yang menjadi fokus utama kami bersama Ketua BAZNAS hari ini,” tuturnya.
Yandri menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk program kolaborasi bersama BAZNAS RI, termasuk terkait sosialisasi program agar informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Nantinya, kolaborasi BAZNAS dan Kemendes juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer-influencer agar dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Audiensi strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Delegasi BAZNAS RI dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM. Dari pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, hadir Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., didampingi Sekretaris Jenderal, Dr. Taufik Madjid, S.Sos., M.Si., serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 198/HUM-BAZ/IV/2026
Rabu, 8 April 2026
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus memperkuat sinergi dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional Rp327 triliun serta mendorong integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan nasional.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Teni Widuriyanti., Wali Kota Subulussalam Aceh H.M. Rasyid Bancin., beserta jajarannya.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, optimalisasi potensi zakat menjadi salah satu amanat Presiden yang perlu segera diwujudkan. Ia menyebutkan, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun.
"Terdapat beberapa arahan Presiden bagi kami (pengelola zakat), di antara optimalisasi potensi zakat, integrasi data dan program BAZNAS dengan berbagai pihak, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga level desa dan kecamatan, serta digitalisasi pengelolaan zakat," jelas Sodik.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, ke depan juga akan ada rencana revisi Undang-Undang Zakat untuk memperkuat integrasi kebijakan. Ia turut mengapresiasi Bappenas yang telah menetapkan zakat sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional.
“Zakat sudah mulai menjadi bagian dari mainstream ekonomi nasional. Karena itu diperlukan koordinasi dan integrasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk dengan Kementerian PPN/Bappenas dan BPS, khususnya dalam hal data, program, dan kebijakan, termasuk rencana revisi Undang-Undang Zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan siap mendukung upaya BAZNAS dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional, dengan target pertumbuhan hingga 100 persen.
Ia mengungkapkan, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp327 triliun, namun realisasinya baru sekitar 10 persen. “Dengan demikian, ada peluang untuk meningkatkan capaian menjadi 20 hingga 30 persen. Bahkan, kenaikan dari 10 persen ke 20 persen saja sudah berarti peningkatan sebesar 100 persen,” ujarnya.
Ia menilai zakat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu langkah sistematis. “Pendekatan tidak hanya dari sisi syariat, tetapi juga tata kelola, teknologi, dan kebijakan, termasuk program pemberdayaan dan regulasi,” ujarnya.
Rachmat juga mendorong pemetaan asnaf mustahik berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran zakat secara nasional agar lebih tepat sasaran.
"Pengembangan program kolaboratif ZISWAF Indonesia Emas juga akan terus diperkuat dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan sosial," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dalam penguatan integrasi data dan pemetaan potensi zakat secara lebih komprehensif.
“Kami siap menindaklanjuti. Potensi zakat perlu dihitung lebih mendalam dan granular, misalnya berdasarkan jumlah penduduk Muslim dan kelompok wajib zakat,” ujar Amalia.
Ia menambahkan, BPS bersama BAZNAS akan melakukan pembaruan perhitungan potensi zakat melalui survei atau sensus pada 2026 guna menghasilkan data yang lebih akurat.
“Ke depan, kami juga dapat menyediakan informasi berbasis desil untuk memetakan mustahik, sehingga penyaluran zakat lebih tepat sasaran,” katanya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 196/HUM-BAZ/IV/2026
Rabu, 8 April 2026
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kulon Progo Buka Pos Siaga Mudik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo bersama BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menghadirkan Pos Siaga Mudik untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik. Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
Salah satu Pos Siaga Mudik BAZNAS DIY berlokasi di Masjid Al-Amin, Klebakan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, dan telah beroperasi sejak 15 Maret 2026. Posko ini direncanakan melayani pemudik hingga 19 Maret 2026, serta akan kembali dibuka saat arus balik pada 22 hingga 26 Maret 2026.
Selain itu, BAZNAS Kulon Progo juga membuka posko mudik tambahan di Masjid Agung Kulon Progo guna memperluas jangkauan pelayanan bagi para musafir yang melintas di wilayah tersebut.
Tidak hanya menghadirkan posko, BAZNAS Kulon Progo turut mendukung program “Masjid Ramah Musafir” di 27 masjid strategis yang tersebar di wilayah Kulon Progo. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo sebagai upaya menyediakan tempat istirahat yang layak dan nyaman bagi para pemudik.
Dalam pelaksanaannya, relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari Provinsi D.I. Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman dikerahkan untuk siaga di lapangan. Dukungan layanan kesehatan juga diberikan oleh Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta.
Beragam fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan pemudik, di antaranya layanan hidangan berbuka (takjil), dapur air, layanan kesehatan, tempat istirahat, tempat salat, layanan tambal ban, pengisian daya ponsel, toilet, serta akses WiFi gratis.
Kehadiran posko dan dukungan masjid ramah musafir ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh.
Selain memberikan layanan bagi pemudik, BAZNAS Kulon Progo juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Partisipasi masyarakat dalam berzakat akan sangat membantu berbagai program kemanusiaan, termasuk layanan sosial seperti Pos Siaga Mudik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
BAZNAS mengimbau kepada seluruh pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat lelah. Dengan beristirahat yang cukup, diharapkan perjalanan mudik dapat berlangsung aman, lancar, dan para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo kembali mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan lembaga. Berdasarkan hasil audit atas laporan keuangan Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Opini WTP merupakan bentuk opini tertinggi dalam audit laporan keuangan yang menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Capaian ini mencerminkan komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola kelembagaan yang baik dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa pencapaian opini WTP ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh pimpinan dan amil BAZNAS Kulon Progo dalam menjaga integritas serta meningkatkan kualitas sistem pengelolaan keuangan lembaga.
“Capaian opini WTP ini menjadi bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah para muzaki serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Kulon Progo,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, para muzaki, mitra kerja, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penguatan pengelolaan zakat melalui BAZNAS.
BAZNAS Kabupaten Kulon Progo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, penguatan sistem pelaporan keuangan, serta optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian dana zakat. Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan dana ZIS dapat semakin memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik.
Melalui berbagai program pendayagunaan zakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah advokasi, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan diraihnya opini WTP atas laporan keuangan Tahun Buku 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas, menjaga integritas, serta memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan umat.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Ikuti Safari Tarawih 1447H Bantu Rp 104,4 Juta
Pemkab Kulon Progo melakukan kegiatan Safari Tarawih Ramadan 1447 H/2026 M tingkat kabupaten sebanyak 14 putaran. Pembukaan di Gedung DPRD Senin (23/2/2026) dan 12 Masjid di setiap kapanewon, serta penutupan Kamis (12/3/2026) Rumah Dinas Bupati.
Ketua Baznas Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat menuturkan, dalam putaran di 12 masjid kapanewon, BAZNAS memberikan bantuan masing-masing Rp 8,7 juta, terdiri masjid Rp 4 juta, duafa Rp4,5 juta, dan ustadz Rp 200 ribu.
Bupati Kulon Progo Dr R Agung Setyawan ST MSc MM menuturkan, Safari Tarawih bukan sekadar kegiatan formalitas, tapi media silaturahmi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui momentum bulan suci ini. "Saya mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan diri selama menjalankan ibadah puasa. Diharapkan momentum ini bisa jadi ajang memperkuat kesatuan dan persatuan," ujarnya.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Salurkan Dana ZIS Rp3,55 Miliar untuk 8.149 Mustahik di Ramadan 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp3.558.800.000 kepada 8.149 mustahik yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Kulon Progo pada Ramadan 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, di halaman depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Alfanuha, menyampaikan bahwa pendistribusian dana ZIS tahun ini dilaksanakan melalui sejumlah program unggulan daerah, yakni Kulon Progo Peduli, Kulon Progo Taqwa, dan Kulon Progo Makmur.
Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok mustahik, mulai dari bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu, dukungan kegiatan keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain melaksanakan program daerah, BAZNAS Kulon Progo juga bersinergi dengan BAZNAS RI melalui program Z-Auto dan Z-Iftar. Pada program Z-Auto, Kabupaten Kulon Progo memperoleh alokasi 100 titik layanan servis sepeda motor gratis dari target nasional sebanyak 5.000 layanan. Sebanyak 70 layanan servis diberikan langsung di lokasi kegiatan, sementara 30 layanan lainnya disalurkan melalui 15 mekanik binaan BAZNAS yang melayani para mustahik di sekitar bengkel masing-masing.
BAZNAS Kulon Progo juga melaksanakan program Z-Iftar yang dipusatkan di Kapanewon Wates sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain itu, menjelang akhir Ramadan BAZNAS berencana mendirikan Posko Mudik di wilayah Sentolo untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS turut memberikan perhatian khusus kepada para pengayuh becak. Sebanyak 75 tukang becak menerima bantuan tunai masing-masing sebesar Rp200.000. Selain bantuan tunai, BAZNAS juga menyediakan layanan servis gratis bagi 70 kendaraan, yang meliputi penggantian oli serta perbaikan ringan seperti rantai.
Alfanuha menyampaikan bahwa jumlah penyaluran dana pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2026, BAZNAS Kulon Progo menargetkan penyaluran dana sebesar Rp3,558 miliar. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan sesuai dengan prinsip “Tiga Aman”, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan hak bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal agar dapat memberikan manfaat yang luas.
Ambar juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan semangat berzakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.
BERITA05/03/2026 | Humas Baznas KP

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →