WhatsApp Icon
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama berbagai program strategis, mulai dari inovasi lingkungan hingga bidang riset zakat, dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Audiensi tersebut membahas rencana kolaborasi yang mencakup 13 program prioritas, mulai dari penerapan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah karya para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama terkait pengelolaan zakat, hingga kerja sama program pemberdayaan masyarakat.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. yang menghadiri agenda tersebut.

Sodik menegaskan kesiapan BAZNAS RI untuk mendukung program ICMI yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan para mustahik serta sejalan dengan 13 program prioritas yang dimiliki BAZNAS RI.

Ia juga membahas peluang kolaborasi program penyediaan air bersih, pengolahan sampah berbasis teknologi ilmuwan ICMI, serta penguatan modal usaha berbasis masjid dan Mualaf Center yang berada dalam bimbingan ICMI.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik dan mengapresiasi rencana kerja sama yang berfokus pada kolaborasi program nyata serta rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarkedua lembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari pihak BAZNAS RI, yaitu Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara itu, jajaran pengurus ICMI yang hadir meliputi Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 266/HUM-BAZ/IX/2026

 

Rabu, 30 September 2026

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi yang tersebar di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini masih terus bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan warga setempat. 

Pembangunan huntara tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak sembilan unit, meliputi lima unit di Desa Gololijun, tiga unit di Desa Satar Kampas, dan satu unit di Desa Satar Punda Barat, serta satu unit di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kelurahan Ite Jaya.

"Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," jelas Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat, mulai dari makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang bagi para penyintas.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya," ujarnya.

Selain 10 unit huntara, BAZNAS RI juga telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih, 84.250 porsi makanan dapur umum, memberi layanan kesehatan untuk 821 pasien, mendirikan empat masjid darurat hingga tiga sekolah darurat untuk membantu penyintas gempa bumi di NTT.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 261/HUM-BAZ/IX/2026

Senin, 28 September 2026

29/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalukan bantuan sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. 

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman. 

Menag Nasaruddin menilai,  kebutuhan pesantren masih sangat besar sehingga diperlukan gotong royong antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat. Menag Nasaruddin berharap program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama.

Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan ikhtiar BAZNAS untuk turut serta menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran santri bisa berjalan lebih optimal. Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 337/HUM-BAZ/IX/2026

 

Rabu, 16 September 2026

17/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Resmi Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 di 246 perguruan tinggi bagi mahasiswa aktif program D4/S1.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 ini dibuka di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Sebanyak 112 perguruan tinggi merupakan kampus di bawah Kemendiktisaintek, sedangkan 134 lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. 

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kolaborasi strategis dengan Kemendiktisaintek merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerataan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. 

Sodik menyampaikan, pendidikan salah satu sektor penting dalam pengentasan kemiskinan, karena itu BAZNAS menaruh perhatian besar pada pendidikan. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi  sebesar 27 persen," ujar Sodik.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengapresiasi kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan. Kami juga berharap hal ini dapat menstimulasi lembaga-lembaga filantropi untuk semakin memberikan kontribusinya melalui BAZNAS," ujarnya.

Ia berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat sehingga akses pendidikan tinggi semakin luas dan mampu membuka peluang bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Dalam kesempatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan perluasan akses pendidikan menjadi salah satu fokus BAZNAS melalui pengembangan program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyampaikan, pada 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi sekitar Rp220 miliar per tahun.

Idy mengatakan program tersebut telah berkembang menjadi ekosistem yang besar. Hingga kini tercatat 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

“Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Idy.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa mulai semester 5 dengan prioritas bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM), serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Program ini juga menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, dan penyandang disabilitas.

Adapun bantuan pendidikan yang diberikan, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruaan tinggi prioritas dan Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan diberikan selama empat semester.

Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D.; Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berikut alur seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri tahun 2026 

- Pendaftaran Melalui Website Pendaftaran beasiswa.baznas.go.id : 9–27 September 2026

- Seleksi Administrasi Kampus : 28 September – 4 Oktober 2026

- Pengumuman Lulus Administrasi : 4 Oktober 2026

- Wawancara oleh Tim Seleksi Kampus : 5–18 Oktober 2026

- Masa Sanggah : 19–25 Oktober 2026

- Pengumuman Akhir : 28 Oktober 2026

Sumber: 

SIARAN PERS

Nomor: 321/HUM-BAZ/IX/2026

Kamis, 10 September 2026

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih penghargaan Indonesia Most Reputable Companies Award 2026 dengan nilai 81,8 dan predikat Very Good dari Majalah SWA Group dan Business Digest di Jakarta, Kamis (10/9/2026). 

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan kedua yang diraih BAZNAS setelah melalui proses penilaian yang ketat. Dalam penilaian tersebut, BAZNAS dinilai sangat baik dalam mengidentifikasi masalah, menyusun konsep program dan strategi, serta menghasilkan dampak dan keberlanjutan dari program yang dijalankan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., yang menerima langsung penghargaan tersebut, mengatakan capaian itu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi BAZNAS dalam menjaga reputasi serta kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja terbaik dalam pengelolaan zakat.

"Ini tentu merupakan apresiasi dari luar yang patut kita syukuri. BAZNAS pada 2024 juga sempat meraih penghargaan ini, dan alhamdulillah pada 2026 kita kembali mendapatkannya. Artinya, BAZNAS mendapat kepercayaan dari publik sebagai lembaga yang bereputasi, memiliki citra positif, dan berkelanjutan dalam menjalankan manajemen perusahaan," kata Rizaludin.

Menurut Rizaludin, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi BAZNAS untuk terus menjaga reputasi dan kepercayaan yang telah diberikan publik.

"Mempertahankan reputasi tersebut tentu tidak mudah. Karena itu, kami mengajak kepada seluruh tim manajemen BAZNAS, amilin dan amilat BAZNAS, semuanya, untuk terus menjaga reputasi dan citra positif BAZNAS ini. Sekecil apa pun, harus terus kita jaga. Poinnya adalah bagaimana keberlanjutan BAZNAS sendiri," ujarnya.

Menurut Rizaludin, menjaga kepercayaan publik harus dijawab dengan pengelolaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "BAZNAS harus tetap memberikan manfaat dan kebaikan untuk umat, baik kepada muzakinya maupun kepada mustahiknya," ujarnya.

Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang terus mempercayakan donasinya kepada BAZNAS.

"Tentu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mustahik yang mau terus bekerja sama dan berjuang bersama BAZNAS menciptakan momen-momen terbaik serta menciptakan kemandirian-kemandirian yang tentunya akan bermanfaat bagi warga dan lingkungan, serta memperkokoh dan memperkuat Indonesia," ucap Rizaludin

Rizaludin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, amil dan amilat BAZNAS yang selama ini bekerja bahu-membahu membangun citra positif dan reputasi BAZNAS.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk terus menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat keberlanjutan pengelolaan zakat di Indonesia.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 323/HUM-BAZ/IX/2026

 

Jumat, 11 September 2026

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025 Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025 Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya. Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 298/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 295/HUM-BAZ/VIII/2025 Kamis, 28 Agustus 2025
BERITA29/08/2025 | Humas Baznas RI
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Operator SIMBA BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Operator Terbaik pada BAZNAS AWARDS 2025
Alex Kurniawan Operator SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan sebagai Operator SIMBA Terbaik Wilayah Barat dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025. Penghargaan ini diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah melalui platform SIMBA secara tertib, akurat, dan tepat waktu. Operator SIMBA dari Kulon Progo dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan profesional, mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H.Alfanuha Yushida, M.PMat, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. “Kami mengapresiasi kerja keras operator SIMBA yang menjadi ujung tombak dalam pelaporan dan pengelolaan data zakat. Penghargaan ini membuktikan bahwa SDM di BAZNAS Kulon Progo mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya. SIMBA merupakan sistem yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan zakat secara nasional. Peran operator sangat penting untuk memastikan data yang disajikan tepat, real-time, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan penghargaan ini, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem pelaporan digital guna mendukung tata kelola zakat yang lebih modern, profesional, dan terpercaya.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
BAZNAS Kulon Progo Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik di BAZNAS AWARDS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meraih penghargaan bergengsi dalam ajang BAZNAS AWARDS 2025 untuk kategori Laporan Keuangan Terbaik BAZNAS Kabupaten. Penghargaan ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang profesional dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, H. Afanuha Yushida, M.PMat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim BAZNAS Kulon Progo dan dukungan berbagai pihak. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, akuntabilitas laporan, dan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat,” ujarnya. Ajang BAZNAS AWARDS merupakan agenda tahunan yang digelar oleh BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga pengelola zakat yang menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang. Penilaian dilakukan secara ketat dan objektif oleh tim independen. Prestasi ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kulon Progo sebagai lembaga yang terpercaya dalam pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ke depan, BAZNAS Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas KP
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Rapat Koordinasi Nasional 2025: Peran Strategis BAZNAS dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS RI Berperan Strategis dalam Menurunkan Angka Kemiskinan di Indonesia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran penting dalam upaya menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kerja sama dengan BAZNAS RI dalam penyaluran bantuan dianggap krusial untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh para mustahik. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di hari kedua acara tersebut. Amalia menyampaikan bahwa per 8 Agustus 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,8 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan sebanyak 23,85 juta orang. Mayoritas penduduk miskin berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur menjadi daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak. Amalia mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk miskin berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga dengan pendidikan hanya lulusan SD. Mayoritas dari mereka bekerja di sektor pertanian atau sektor informal tanpa jaminan kesehatan. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan dalam menjamin kesejahteraan keluarga miskin menjadi sorotan utama. Presiden Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat khusus untuk masyarakat miskin dengan harapan agar mereka tidak putus sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memutus lingkaran kemiskinan dalam keluarga miskin tersebut. Kerjasama antara BPS dan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN) juga ditawarkan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran berdasarkan data yang akurat. Amalia menekankan bahwa kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan membantu dalam proses pemutakhiran DTSEN sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan fokus pada empat komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan, yaitu beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan, diharapkan intervensi untuk meringankan beban masyarakat miskin dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
BERITA28/08/2025 | Humas
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
Zakat Berperan Signifikan dalam Pembangunan Negara
JAKARTA - Pungkas Bahjuri Ali, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, mengungkapkan bahwa zakat memiliki peran krusial dalam pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta pada Rabu (27/8/2025). Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Ali menyoroti pentingnya peran zakat bukan hanya sebagai bantuan untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, terutama saat ketimpangan masih menjadi tantangan besar walaupun tingkat kemiskinan secara nasional telah menurun di bawah 10 persen. Dia menekankan perlunya sinergi antara program BAZNAS dan agenda pembangunan pemerintah, serta mendorong integrasi program zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam RPJMD guna mencapai target RPJMN dengan lebih efektif. Ali menekankan potensi zakat nasional yang besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, yang harus dikelola dengan baik untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat dianggap sebagai kunci kesuksesan dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia menyimpulkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan pengelolaan yang transparan dan dukungan teknologi digital, yang diharapkan dapat membantu mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia secara signifikan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Apresiasi Ketua MPR terhadap Peran BAZNAS pada Rakornas BAZNAS 2025
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memuji kontribusi BAZNAS RI dalam perlindungan fakir miskin dan kelompok rentan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Muzani dalam acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025. Muzani menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan fakir miskin, anak terlantar, serta kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, negara menggunakan anggaran APBN dan program-program pemerintah, serta melalui lembaga seperti BAZNAS yang mengelola dana zakat. Menurut Muzani, BAZNAS berperan penting dalam membantu negara mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat. Tujuan negara bukan hanya kekuatan militer dan polisi, tetapi juga terwujudnya masyarakat merdeka dan bebas dari kemiskinan. Muzani menekankan pentingnya keterlibatan BAZNAS dalam memperkuat program Astacita menuju Indonesia merdeka. Rakornas ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta perwakilan dari instansi terkait dan BAZNAS di seluruh Indonesia. **Sumber:** [Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil](/Rakornas-BAZNAS-2025-Ketua-MPR-Apresiasi-Peran-BAZNAS-Melindungi-Rakyat-Kecil/)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
Asosiasi Amil Zakat Indonesia (AAZRI) Diperkenalkan oleh BAZNAS RI
BAZNAS RI Resmi Meluncurkan AAZRI, Menguatkan Peran Amil untuk Maksimalkan Potensi Zakat Nasional Pada Selasa, 26 Agustus 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dengan tujuan memperkuat peran amil dari tingkat pusat hingga desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan optimalisasi potensi zakat nasional guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara resmi meluncurkan AAZRI pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurut Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., pembentukan AAZRI merupakan komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil dan mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya AAZRI, jumlah amil zakat di Indonesia bisa mencapai satu juta, yang akan berperan dalam mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI bukan hanya wadah formal belaka, namun juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan potensi zakat di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap peluncuran AAZRI. Ia berpendapat bahwa langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Muzani juga menyoroti pentingnya peran amil zakat sebagai pahlawan dalam membangun bangsa. Muzani juga menambahkan bahwa langkah BAZNAS merupakan upaya nyata dalam memanfaatkan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa tujuan negara yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau polisi, tetapi juga oleh kondisi rakyat yang sehat, sejahtera, dan mandiri.
BERITA27/08/2025 | BAZNAS
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 oleh Menteri Agama Indonesia
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 oleh Menteri Agama Indonesia
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema "Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita" sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menekankan bahwa Rakornas BAZNAS menjadi kesempatan penting dan tepat untuk mengkoordinasikan program zakat dengan Asta Cita guna mencapai kesejahteraan yang merata bagi umat. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita dilakukan melalui program-program nyata yang sejalan dengan misi mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi, serta membangun secara inklusif dan adil. Kiai Noor menyebut bahwa melalui Rakornas ini, BAZNAS bertekad untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil guna memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi salah satu pilar untuk mencapai Asta Cita dan mempercepat pencapaian kesejahteraan umat serta visi Indonesia Emas 2045. Dia menambahkan bahwa performa penghimpunan zakat oleh BAZNAS mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Kiai Noor juga mengungkapkan peningkatan jumlah muzaki hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada tahun 2024, yang mencerminkan kesadaran berzakat yang semakin meningkat di masyarakat. BAZNAS juga mencatatkan peran aktif di tingkat internasional, terutama dalam sumbangan kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp375 miliar dan menyalurkannya sebesar Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. Rakornas BAZNAS 2025 juga memberikan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Kiai Noor menandaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus pemicu semangat untuk semua yang terlibat dalam pengelolaan zakat. Harapan besar dari Rakornas ini adalah munculnya langkah-langkah konkret yang lebih memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Kiai Noor menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan ibadah individu, tetapi juga bagian dari keterlibatan bersama bangsa dalam mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Rakornas kali ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020-2025. Kiai Noor berharap penerusnya dapat melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang sudah ada, serta berpesan agar estafet kepemimpinan selanjutnya tetap menjaga dan memperluas dampak positif bagi kesejahteraan umat dan pembangunan bangsa.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
Peresmian Lumbung Pangan Komoditas Jagung di Banguncipto Sentolo
Peresmian Lumbung Pangan Komoditas Jagung di Banguncipto Sentolo
Wakil Bupati Kulon Progo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo meresmikan Program Lumbung Pangan Komoditas Jagung yang berlokasi di Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo. Acara ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat. Program Lumbung Pangan Jagung ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Melalui penyediaan lumbung pangan, hasil panen jagung dapat dikelola dengan baik sehingga harga lebih stabil, ketersediaan bahan pangan terjaga, serta memberi nilai tambah bagi para petani. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Program ini bukan sekadar penyimpanan hasil panen, tetapi menjadi strategi bersama dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Dengan adanya lumbung pangan jagung, kita berharap petani semakin sejahtera dan masyarakat luas merasakan manfaatnya, ungkap Wakil Bupati. Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat menambahkan bahwa program ini selaras dengan misi BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, melainkan juga menghadirkan program produktif dan berkelanjutan. Kami ingin para petani yang selama ini menjadi mustahik, nantinya bisa tumbuh menjadi muzakki. Lumbung pangan ini adalah salah satu ikhtiar menuju kemandirian umat,” jelasnya. Peresmian ini ditandai dengan penanaman jagung bersama oleh jajaran pemerintah daerah, Baznas, Polri, perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat. Dengan hadirnya program ini, diharapkan ketahanan pangan berbasis komoditas jagung di Kulon Progo semakin kuat dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
BERITA25/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp. 80 triliun. Potensi ini dapat diarahkan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan, BAZNAS hadir bukan sekadar meminta bantuan kepada perusahaan, melainkan menawarkan kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, tapi ingin hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Dari zakat, infak, sedekah, maupun CSR, orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. “Perusahaan melihat BAZNAS sebagai lembaga terpercaya, bereputasi, dengan jaringan luas di masyarakat. BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa CSR merupakan peluang yang harus dijemput dengan serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak sekadar menyalurkan dana, tapi juga punya kekuatan program, jaringan, serta kemampuan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah yang menjadikan CSR bersama BAZNAS lebih berdaya guna dan berkelanjutan,” tutur Arifin. Arifin juga mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan paradigma “GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable)” yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya. Melalui sinergi CSR bersama perusahaan, BAZNAS berharap dana sosial yang besar di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 278/HUM-BAZ/VIII/2025 Rabu, 20 Agustus 2025
BERITA21/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Jalin Kerja Sama dengan BLK untuk Pelatihan Mekanik Z Auto
BAZNAS Kulon Progo Jalin Kerja Sama dengan BLK untuk Pelatihan Mekanik Z Auto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menyelenggarakan pelatihan mekanik Z Auto bagi penerima program Z Auto BAZNAS RI. Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BAZNAS Kulon Progo dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo yang berlangsung di aula BLK. Penandatanganan dilakukan sebagai wujud sinergi dalam memberdayakan mustahik melalui peningkatan keterampilan kerja yang sesuai kebutuhan industri. Ketua BAZNAS Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan upaya nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. “Melalui pelatihan mekanik Z Auto, kami berharap para peserta dapat memiliki keterampilan yang siap pakai, sehingga mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo mengapresiasi langkah BAZNAS dalam memberikan akses pelatihan bagi masyarakat. “Kerja sama ini penting agar penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki bekal keahlian yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya. Pelatihan mekanik Z Auto ini diikuti oleh penerima program Z Auto BAZNAS RI yang telah terpilih sebelumnya. Mereka akan mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung di bengkel otomotif, dengan pendampingan instruktur profesional dari BLK. Melalui program ini, BAZNAS Kulon Progo berharap dapat mencetak tenaga terampil di bidang otomotif sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis keterampilan.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kirimkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza.
BAZNAS Kirimkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan seberat 80 ton yang disiapkan oleh BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan. Bantuan ini disalurkan secara serentak dengan momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap awal ini. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat di Gaza. "Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menyebutkan bahwa paket bantuan tersebut disiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar dapat tiba dengan selamat di lokasi penerima. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan," kata Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan 80 tahun kemerdekaannya. "Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan bukti kepedulian masyarakat Indonesia yang sedang merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas," ujarnya.
BERITA17/08/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Empat Tahun Pertahankan Top Brand
BAZNAS RI Empat Tahun Pertahankan Top Brand
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini berhasil dipertahankan selama empat tahun berturut-turut, menjadi bukti kepercayaan publik yang semakin meningkat terhadap tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang dijalankan secara profesional. Penghargaan Top Brand Award 2025 diterima secara langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. di Jimbaran, Bali, Selasa malam (12/8/2025). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mempertahankan predikat ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga dorongan kuat bagi BAZNAS untuk terus menjaga amanah masyarakat. “BAZNAS dapat anugerah TOP BRAND 2025 sebagai lembaga zakat dan amal peringkat pertama pilihan masyarakat, tentu ini membahagiakan buat kami apalagi selama empat tahun berturut-turut, bahkan tahun ini skornya juga naik jadi 43.7 persen, ini adalah pemicu buat BAZNAS agar tetap bekerja secara amanah, profesional dan berdampak,” ujar Rizaludin. Ia menambahkan, pencapaian ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen BAZNAS bersama masyarakat, baik para muzaki maupun para mustahik. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan menjadi modal penting untuk memperluas manfaat zakat di masa mendatang. “Tentunya BAZNAS ingin berterima kasih kepada Muzaki dan masyarakat yang memilih BAZNAS sebagai tempat beramal serta kepada Mustahik yang berjuang bersama BAZNAS untuk bangkit,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan bahwa penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan pelayanan terbaik. Ia menilai pengelolaan zakat tidak hanya soal distribusi dana, tetapi juga menghadirkan perubahan positif dan pengalaman berkesan bagi penerima manfaat maupun donatur. “Raihan ini bagian dari pertanggungjawaban BAZNAS kepada masyarakat dan seluruh mitra BAZNAS. Ke depan tentu kami akan menjaga terus kompetensi utama kami sebagai pengelola dana amal dan zakat yang bisa memberi pelayanan, pengalaman serta perubahan positif bagi para donatur dan penerima manfaatnya,” kata dia. Top Brand Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada merek-merek terbaik di Indonesia berdasarkan hasil survei konsumen yang dilakukan oleh lembaga riset independen Frontier, bekerja sama dengan Majalah Marketing. Penghargaan ini telah menjadi indeks merek terbesar di Indonesia selama 25 tahun, melibatkan ribuan merek dan ratusan kategori produk dengan tiga kriteria penilaian: mind share, market share dan comitment share. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 358/HUM-BAZ/VIII/2025 Rabu, 13 Agustus 2025
BERITA13/08/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Gelar Rakor Semesteran Bersama LAZ
BAZNAS Kulon Progo Gelar Rakor Semesteran Bersama LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Semesteran bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra, yakni LAZISMU, LAZISNU, dan LAZ Agen Sedekah. Kegiatan ini digelar dalam rangka penguatan pelaporan, peningkatan akuntabilitas, dan sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kulon Progo. Rakor dilaksanakan di Aula BAZNAS Kulon Progo dan dihadiri oleh pimpinan serta perwakilan dari masing-masing LAZ. Dalam kesempatan ini, masing-masing lembaga menyampaikan laporan pelaksanaan program, penyaluran dana ZIS, serta inovasi pemberdayaan yang telah dijalankan selama semester pertama tahun 2025. Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.PMat dalam sambutannya menyampaikan pentingnya koordinasi dan keterbukaan antar-lembaga pengelola zakat agar manfaat zakat dapat dirasakan secara luas, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih. “Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, menjaga transparansi pelaporan, dan merancang sinergi program ke depan,” ungkapnya. Selain paparan laporan, rakor juga membahas potensi kolaborasi dalam berbagai program sosial seperti bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan penanganan kemiskinan ekstrem yang menjadi fokus bersama. Dengan adanya rakor ini, diharapkan kerja sama antara BAZNAS dan seluruh LAZ mitra di Kulon Progo dapat semakin solid dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi mustahik.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo Serahkan Snellen Chart dalam Aksi Bergizi
BAZNAS Kulon Progo Serahkan Snellen Chart dalam Aksi Bergizi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Aksi Bergizi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kulon Progo di SMP Negeri 1 Temon. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kulon Progo menyerahkan secara simbolis Snellen Chart sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan mata di lingkungan sekolah. Penyerahan simbolis dilakukan di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan yang bertujuan mendorong gaya hidup sehat dan bergizi di kalangan remaja. Snellen Chart, yang digunakan untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan, diserahkan langsung oleh perwakilan BAZNAS Kulon Progo kepada pihak sekolah. Waka II Baznas Kulon Progo, Sugiyanta, S.Pd.I menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari program Kulon Progo Sehat, yang tidak hanya berfokus pada bantuan medis, tetapi juga pada penguatan fasilitas dan edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan. "Kami berharap Snellen Chart ini bisa dimanfaatkan untuk skrining kesehatan mata para siswa secara berkala, karena penglihatan yang baik sangat penting untuk proses belajar mereka," ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo mengapresiasi sinergi dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kulon Progo, dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi mendukung kesehatan anak-anak dan remaja di Kulon Progo secara berkelanjutan.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS dan BLK Kulon Progo sinergi dukung Program Z-Auto
BAZNAS dan BLK Kulon Progo sinergi dukung Program Z-Auto
Kulon Progo, 5 Agustus 2025 : Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kulon Progo menggelar koordinasi bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo dalam rangka pelatihan bagi penerima manfaat Program Z-Auto, sebuah program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS RI yang menyasar mustahik di sektor otomotif di wilayah Kulon Progo. Kegiatan koordinasi ini berlangsung di kantor Baznas Kulon Progo dan dihadiri oleh perwakilan pengelola BLK, serta pendamping Program Z-Auto dari BAZNAS RI. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun kurikulum pelatihan, menetapkan jadwal, serta memastikan kesiapan teknis dan fasilitas pelatihan yang akan diberikan kepada para peserta. Ketua BAZNAS Kulon Progo menyampaikan bahwa Program Z-Auto merupakan salah satu bentuk konkret pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan, yang diharapkan mampu membuka peluang kerja atau usaha mandiri bagi para mustahik. "Melalui pelatihan ini, penerima manfaat akan dibekali keterampilan otomotif, seperti servis motor, tune-up, hingga perbaikan ringan, yang nantinya dapat menjadi bekal usaha mandiri," ujarnya. Sementara itu, perwakilan BLK Kulon Progo menyambut baik kerja sama ini dan siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pelatihan. Pihaknya menilai program ini sangat strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di Kulon Progo, khususnya bagi kalangan yang belum memiliki akses keterampilan kerja. Program Z-Auto sendiri merupakan bagian dari program pemberdayaan mustahik yang diinisiasi BAZNAS RI dengan fokus pada sektor jasa otomotif roda dua, termasuk pelatihan teknis dan bantuan peralatan kerja. Dengan koordinasi ini, diharapkan proses pelatihan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat dan membawa manfaat nyata bagi para peserta dalam membangun kemandirian ekonomi.
BERITA05/08/2025 | Humas Baznas KP
BANTUAN RTLH UNTUK WARGA TUKSONO SENTOLO
BANTUAN RTLH UNTUK WARGA TUKSONO SENTOLO
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak lima warga di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, menerima bantuan RTLH masing-masing sebesar Rp. 20.000.000. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Balai Kalurahan Tuksono dan diserahkan langsung oleh Asisten Daerah I (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, yang didampingi oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kulon Progo, H. Jumanto. Dalam sambutannya, Asda I menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak. "Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kulon Progo, H. Jumanto, menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya menyalurkan dana ZIS secara tepat sasaran dan sesuai prinsip syariah. "Program RTLH adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang langsung dirasakan oleh mustahik. Semoga membawa keberkahan bagi semua pihak," ungkapnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat setempat yang berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain di Kulon Progo.
BERITA31/07/2025 | Humas Baznas KP
Mobil Operasional BAZNAS Alami Kendala Saat Verifikasi Bantuan di Pegunungan Menoreh
Mobil Operasional BAZNAS Alami Kendala Saat Verifikasi Bantuan di Pegunungan Menoreh
Kulon Progo — Tim BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melakukan survei verifikasi lapangan terhadap pemohon bantuan di wilayah pegunungan Menoreh, Rabu (16/7). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip syariah. Namun dalam perjalanan, mobil operasional BAZNAS mengalami kendala teknis di tepi jurang yang curam. Situasi ini mengharuskan tim untuk meminta bantuan warga setempat guna menarik kendaraan agar tidak membahayakan. Meski sempat tertunda, proses verifikasi tetap dilanjutkan dengan semangat dan kehati-hatian agar tepat sasaran. BAZNAS Kulon Progo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu dan menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga pelosok wilayah.
BERITA16/07/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS Salurkan Rp 235,9 Juta untuk Anak Yatim dan Masjid
BAZNAS Salurkan Rp 235,9 Juta untuk Anak Yatim dan Masjid
Kulon Progo, 7 Juli 2025: Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 H yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati dam Wakil Bupati Kulon Progo dan dihadiri oleh para perwakilan anak yatim serta tamu undangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 476 anak yatim menerima santunan pada kegiatan tahun ini. Anak-anak tersebut terdiri dari: 413 anak berasal dari usulan 88 kalurahan se-Kulon Progo, 20 anak berasal dari mitra PT Patria, 3 anak dari Panti Asuhan Wates, serta 25 anak dari UPZ Kemenag yang telah disalurkan sebelumnya pada tanggal 4 Juli 2025. “Alhamdulillah, ini adalah bentuk nyata sinergi zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat serta dukungan mitra yang kita salurkan tepat sasaran. Kami berharap santunan ini bisa menjadi penguat semangat dan kebahagiaan bagi adik-adik yatim di momentum 10 Muharam ini,” ujar Ketua BAZNAS Kulon Progo dalam sambutannya. Pada acara penyerahan hari ini, hadir sebanyak 96 anak sebagai perwakilan penerima, yang terdiri dari: 40 anak dari Kapanewon Wates, 53 anak dari Kapanewon Panjatan, dan 3 anak dari Panti Asuhan Wates. Selain santunan kepada anak yatim, BAZNAS Kulon Progo juga menyalurkan bantuan untuk salah satu masjid di wilayah Kulon Progo sebesar Rp 15.000.000, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sarana ibadah masyarakat. Secara keseluruhan, total dana yang disalurkan mencapai Rp 235.900.000, dengan rincian sebagai berikut: Rp 214.500.000 untuk santunan anak yatim, Rp 15.000.000 untuk bantuan masjid, dan Rp 6.400.000 untuk operasional penyaluran melalui UPZ. Dana kegiatan ini bersumber dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Kulon Progo serta partisipasi mitra, termasuk dukungan dari PT Patria. Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi tinggi atas upaya BAZNAS dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah wujud empati dan tanggung jawab sosial yang patut terus diperkuat. “Momentum 10 Muharam ini menjadi pengingat untuk memperkuat solidaritas sosial kita. Semoga para anak yatim kita tumbuh menjadi generasi yang tangguh, beriman, dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Kulon Progo.
BERITA07/07/2025 | Humas Baznas KP
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →