WhatsApp Icon
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Kurban Berkah untuk Palestina, Sediakan Beragam Pilihan Hewan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan layanan Kurban Berkah untuk Palestina guna memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban yang ditujukan khusus bagi warga Palestina.

Adapun pilihan hewan kurban dalam program tersebut, di antaranya Doka Reguler dengan berat sekitar 35 kilogram seharga Rp5,9 juta, Doka Premium dengan berat sekitar 45 kilogram seharga Rp9 juta, Sapi Al Quds dengan berat sekitar 450 kilogram dibanderol seharga Rp59 juta, serta pilihan 1/7 sapi dalam bentuk kaleng dengan berat sekitar 20 kilogram seharga Rp5,9 juta.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas manfaat kurban, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah konflik kemanusiaan, seperti di Palestina.

“BAZNAS ingin menghadirkan solusi agar masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban sekaligus membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, momentum Iduladha menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, terutama bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai kesulitan.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan, seluruh proses pengadaan hingga penyaluran hewan kurban dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prinsip syariah, serta memperhatikan kualitas dan kelayakan hewan.

"Pengemasan dalam bentuk kaleng juga menjadi salah satu solusi untuk memastikan daging kurban dapat bertahan lebih lama dan menjangkau penerima manfaat secara lebih luas," jelas Sodik.

Sodik juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan program Kurban Berkah untuk Palestina sebagai sarana berbagi dan menunjukkan solidaritas kemanusiaan.

"Dalam genggaman ponsel, masyarakat kini dapat dengan mudah menunaikan ibadah kurban untuk Palestina melalui berbagai kanal yang disediakan BAZNAS. Tidak hanya praktis, tapi juga aman dan terpercaya karena dikelola secara profesional serta sesuai dengan prinsip syariah," jelas Sodik.

Sempurnakan ibadah kurban dengan bantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Setiap helai bulu hewan kurban adalah kebaikan, dan setiap suap dagingnya adalah kekuatan bagi mereka.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 272/HUM-BAZ/V/2026

Senin, 18 Mei 2026

18/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Waka BAZNAS RI: Zakat, Fondasi Kebangkitan Ilmu di Nusantara

Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengatakan zakat bukan sekadar ritual fiskal, melainkan mesin peradaban dan fondasi utama bagi kebangkitan ilmu pengetahuan di Nusantara. Dana umat disebutnya memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan dan melestarikan kekayaan intelektual yang diwariskan oleh para pujangga besar di kepulauan ini. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Perayaan Sidang Pujangga Persuratan di Nusantara yang diselenggarakan di Universiti Malaya, Malaysia, Sabtu (16/5/2026). Acara ini mengusung tema besar mengenai upaya menyambung kembali tradisi persuratan Melayu-Indonesia dengan peradaban Islam. 

"Zakat adalah instrumen peradaban. Dalam sejarah Islam, dari zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz hingga ke era para ulama Nusantara, zakat bukan sekadar ritual fiskal ia adalah mesin redistribusi ilmu dan kesejahteraan, yang memungkinkan tumbuhnya madrasah, pesantren, majlis ilmu, dan karya-karya persuratan yang agung," jelasnya.

Zainut mengatakan, forum ini menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para pujangga besar seperti Syeikh Hamzah Fansuri, Syeikh Nuruddin al-Raniri, Syeikh Abdur Ra'uf al-Fansuri, Sunan Bonang, Buya Hamka, hingga Syed Muhammad Naquib al-Attas yang karya-karyanya lahir dari dukungan ekosistem keuangan Islam yang kuat. 

“Keberadaan dana umat melalui zakat, infak, dan wakaf terbukti menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan literasi serta perkembangan persuratan di Nusantara hingga saat ini,” jelasnya. 

Ia juga menekankan, forum ini memiliki kedudukan yang sangat strategis bagi masa depan literasi dan keilmuan. Ia menyebut kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan warisan intelektual para ulama terdahulu tetap terjaga dan tidak hilang ditelan oleh perkembangan zaman.

"Ia bukan sekadar perayaan akademis. Ia adalah ikrar kolektif bahwa kita, generasi hari ini, tidak akan membiarkan tradisi keilmuan para ulama dan pujangga Nusantara tenggelam ditelan zaman," tuturnya.

Acara ini turut dihadiri oleh para tokoh hingga mahasiswa, yaitu Yang Mulia Kebawah Duli Paduka Baginda Tengku Ampuan Pahang Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah Binti Almarhum Sultan Iskandar Al-Haj. Turut hadir mendampingi, Vice Chancellor Universiti Malaya Profesor Dato' Seri Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman, serta Timbalan Naib Canselor (Hal Ehwal Pelajar) Universiti Malaya Prof. Dr. Zamri Radzi. Selain itu, hadir pula Pengarah Program Perayaan Sidang Pujangga Persuratan di Nusantara Muhammad Haikal bin Amin Anwar, yang didampingi oleh para ulama, cendekiawan, akademisi, panelis dari Malaysia dan Indonesia, hingga para mahasiswa.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 271/HUM-BAZ/V/2026

Senin, 18 Mei 2026

18/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Perluas Syiar Kurban Berkah Berdayakan Desa, Ajak Generasi Muda Tunaikan Kurban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar kegiatan “Semarak Kurban Berkah Berdayakan Desa” di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Rabu (13/5/2026), sebagai upaya memperluas syiar ibadah kurban sekaligus mengajak masyarakat menunaikan kurban melalui BAZNAS.

Dalam kegiatan itu, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan gratis, demo kopi ZCoffee, konter layanan kurban BAZNAS, layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga pembagian makanan olahan kurban kepada pengunjung.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menghadirkan layanan kurban yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi, seperti di Terowongan Kendal, Sudirman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendekatkan layanan kurban kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa kurban bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga sarana membantu saudara-saudara yang membutuhkan, termasuk di Palestina,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Rizaludin mengatakan, selain menghadirkan layanan informasi dan edukasi, BAZNAS juga menyediakan layanan konsultasi kurban bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai tata cara pelaksanaan kurban, pilihan hewan kurban, hingga lokasi distribusi kurban oleh BAZNAS.

Sementara itu, Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS, Tri Hadian, S.T., mengatakan, kegiatan di ruang publik seperti Terowongan Kendal menjadi bagian dari strategi dakwah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ibadah kurban dan zakat.

“Tempat ini sangat strategis karena banyak masyarakat yang melintas setiap hari. Jadi, syiar kurban bisa lebih mudah menjangkau masyarakat, terutama para pekerja yang mungkin selama ini telah memiliki kemampuan untuk berzakat dan berkurban, namun belum memiliki cukup waktu untuk mencari informasi terkait layanan kurban,” ujar Tri.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung. Salah satunya Aysil (27), pegawai swasta, yang mengaku baru mengetahui berbagai layanan kurban dan sosial BAZNAS setelah mengunjungi stan layanan di Terowongan Kendal. Ia juga merasa terbantu dengan layanan kesehatan gratis dan sajian ZCoffee yang disediakan bagi para pekerja dan pengguna transportasi umum.

“Menurut aku edukasi seperti ini harus sering dilakukan karena mungkin masih banyak anak muda yang belum tahu. Tadi juga senang bisa dapat layanan kesehatan gratis, apalagi buat pekerja yang sering bawa shoulder bag kayak aku,” kata Aysil.

Senada dengan hal tersebut, Widi (29), pegawai swasta, menilai kampanye kurban yang dilakukan BAZNAS di Terowongan Kendal cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurutnya, keberadaan stan layanan kurban BAZNAS di ruang publik yang menghadirkan interaksi langsung dengan masyarakat membuat informasi lebih mudah diterima, terutama oleh kalangan muda.

“Eksposurnya dapat banget sih. Orang yang lalu-lalang di sini jadi lebih aware sama BAZNAS dan layanan kurbannya. Harapannya kampanye seperti ini bisa lebih diperluas lagi supaya menjangkau audiens yang lebih muda,” ujar Widi.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 270/HUM-BAZ/V/2026

Jumat, 15 Mei 2026

18/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Bank Aladin Syariah Hadirkan Kemudahan Layanan Kurban Digital

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Bank Aladin Syariah meluncurkan layanan pembayaran kurban digital melalui aplikasi Aladin untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban secara praktis, aman, dan terintegrasi secara daring.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan dalam acara Launching Layanan Pembayaran Kurban dan Penyerahan Hewan Kurban di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si.,  Deputi 1 Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi, Direktur Digital Banking Arief Satrio Putra, beserta jajarannya.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengapresiasi inovasi fitur kurban di aplikasi Aladin yang memungkinkan masyarakat melakukan ibadah kurban hanya dalam hitungan detik. Kehadiran layanan digital ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam memberikan kemudahan, keamanan, serta transparansi bagi umat yang ingin menunaikan kurban.

“Hadirnya fitur kurban di aplikasi Aladin Syariah membuat masyarakat kini bisa berkurban hanya dalam hitungan detik. Ini insyaallah terwujud nyata untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadahnya yang dijamin keamanannya, transparansi, dan hal itu kami sampaikan terima kasih," jelas Zainut dalam sambutannya.

Menurutnya, selain aspek kemudahan akses, BAZNAS menjamin bahwa pengelolaan hewan kurban akan dijalankan dengan standar kepatuhan yang ketat. Seluruh proses, mulai dari pengadaan hingga pendistribusian, dipastikan memenuhi prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan mudhohi dan memastikan bantuan sampai kepada pihak yang tepat.

"Kami berkomitmen memastikan bahwa menjamin pengelolaan hewan kurban sesuai syariat dan aturan yang berlaku. Dipastikan Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi donasi sapi kurban yang diserahkan oleh Bank Aladin Syariah dan berkomitmen untuk mengelola amanah tersebut secara profesional. Zainut berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut melalui berbagai inovasi ke depannya.

“BAZNAS dan Bank Aladin Syariah bukanlah mitra baru. Kita telah berjalan berdampingan yang cukup lama dalam penguatan ekonomi umat. Kami mencatat dengan baik jejak kebaikan Bank Aladin Syariah, mulai dari penyaluran bencana sebesar Rp400 juta untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana di Sumatera pada Desember 2025 lalu. Juga dukungan melalui Pos Siaga Mudik BAZNAS,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah melalui penguatan kolaborasi dengan BAZNAS RI, khususnya dalam mempermudah akses ibadah kurban. Dalam kerja sama ini, Bank Aladin Syariah mengintegrasikan fitur pembayaran kurban ke dalam aplikasinya untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang praktis, aman, dan terintegrasi bagi para nasabah.

Selain meluncurkan fitur digital, sinergi ini juga diwarnai dengan penyerahan sapi kurban secara simbolis sebagai wujud dukungan terhadap program kemaslahatan umat. Dia juga berharap inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat modern di perkotaan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial nyata hingga ke wilayah pedesaan.

"Melalui aplikasi Bank Aladin Syariah, nasabah dapat melakukan pembayaran kurban secara lebih praktis, memilih hewan kurban, hingga menyelesaikan pembayaran dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi. Bersama BAZNAS Republik Indonesia, kami berharap layanan ini dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas agar tercapainya kurban berkah, berdaya,” tuturnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 269/HUM-BAZ/V/2026

Kamis, 14 Mei 2026

18/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS dan BSI Hadirkan Layanan Digital DAM Haji dan Kurban, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Nasional

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan fitur “Menu Kurban dan Pembayaran DAM Haji” pada aplikasi BYOND by BSI. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah digital sekaligus memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban dan pembayaran DAM Haji secara praktis, aman, dan transparan dalam satu genggaman.

Melalui kolaborasi ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam beribadah, tetapi juga ikut berkontribusi memperluas manfaat sosial bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah Indonesia. Terlebih DAM dan kurban dibayarkan dalam nilai rupiah sehingga memperkuat mata uang nasional. 

Dana DAM dan kurban yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan dioptimalkan untuk mendukung program peningkatan kesejahteraan umat di seluruh Indonesia.

Peluncuran kerja sama tersebut dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (11/5/2026), dan dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia H.M. Afief Mundzir, S.Ag., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS RI dan BSI.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan kurban agar semakin mudah diakses masyarakat luas melalui platform digital.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan kurban dan pembayaran DAM yang aman, transparan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beribadah. Digitalisasi ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini BAZNAS mengusung kampanye “Kurban Berkah Berdayakan Desa” dengan melibatkan peternak binaan di berbagai wilayah Indonesia sebagai penyedia hewan kurban. Program tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat menunaikan ibadah kurban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan peternak lokal dan penguatan rantai ekonomi umat.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan BYOND by BSI terus dikembangkan sebagai superapps finansial, sosial, dan spiritual yang mampu menghadirkan kemudahan layanan syariah bagi masyarakat.

“Melalui fitur ini, nasabah dapat melakukan pembayaran DAM Haji dan kurban dengan lebih praktis, cepat, dan transparan. Nasabah juga dapat memantau prosesnya mulai dari pemilihan hewan hingga penyalurannya. Ini merupakan bagian dari komitmen BSI menghadirkan layanan digital yang tidak hanya modern, tetapi juga memberikan nilai sosial dan spiritual,” jelas Anggoro.

Ia optimistis kolaborasi BSI dan BAZNAS akan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkurban dan memperkuat literasi keuangan sosial syariah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj RI H.M. Afief Mundzir, S.Ag., M.Si., menyampaikan transformasi digital yang dilakukan Kementerian Haji bersama BAZNAS dan BSI merupakan langkah strategis untuk memudahkan masyarakat menunaikan kurban dan DAM sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

"Kita (Indonesia) punya potensi besar yang saat ini mungkin belum tergarap secara baik dan saat inilah kemudian menjadi titik awal dan titik tonggak bersama untuk menuju peradaban besar di Republik ini melalui sektor filantropi bersama dengan BAZNAS dan BSI," ujarnya.

Afief menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah memberikan pilihan kepada jemaah haji terkait pelaksanaan DAM, baik dilakukan di Arab Saudi maupun di Indonesia. "Untuk DAM yang dilaksanakan di Tanah Air, penyalurannya akan dikelola bersama BAZNAS dan BSI agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.

Adapun tata cara pembayaran DAM Haji dan kurban melalui BYOND by BSI yaitu nasabah login ke aplikasi BYOND by BSI, memilih menu “Berbagi”, kemudian klik banner “Bayar DAM”. Selanjutnya nasabah memilih jenis hewan, memasukkan nominal dan doa, melakukan konfirmasi data, memasukkan PIN, dan transaksi selesai dilakukan.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 260/HUM-BAZ/V/2026

 

Selasa, 12 Mei 2026

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024, yang diadakan Business Digest bersama Majalah SWA, di Jakarta, Rabu (9/10/2024). Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan terbaik kepada muzaki. Tak hanya itu, prestasi ini juga makin mengukuhkan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang terus berinovasi dalam melayani muzaki, demi mendapat kepuasan dan keberlanjutan hubungan dengan para donatur. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan rasa syukurnya atas kinerja BAZNAS yang mampu meneruskan catatan positif sehingga dapat meraih penghargaan nasional. Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti pengelolaan zakat di Indonesia mendapat pengakuan berbagai pihak, yang sekaligus menambah semangat BAZNAS untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat. "Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ujar Rizaludin. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan mengenai pentingnya strategi layanan prima dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Ia menekankan bahwa layanan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat. "Kualitas layanan yang tinggi akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi," kata Rizaludin. Menurut Rizaludin, strategi layanan prima tidak hanya berkaitan dengan interaksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi. "Dengan memanfaatkan platform digital, institusi zakat dapat menjangkau lebih banyak calon donatur dan mempermudah proses pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen zakat," ucapnya. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana zakat mereka dikelola dan disalurkan. "Oleh karena itu, institusi zakat perlu menyediakan laporan yang jelas dan mudah diakses untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat," tandasnya. Rizaludin berharap, pencapaian BAZNAS ini semakin memicu perkembangan dunia filantropi di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat dalam skala yang lebih luas dan menguatkan program pengentasan kemiskinan. “Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat pengelola zakat di Indonesia. Semoga BAZNAS mampu menjadi lembaga utama bagi pembayar zakat dan lembaga utama yang menyejahterakan umat," tutupnya Sumber: SIARAN PERS Nomor: 493/HUM-BAZ/X/2024 Rabu, 9 Oktober 2024
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas RI
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penandatanganan MoU tersebut diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Senin, (7/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan, poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut merupakan sinkronisasi dan pelaksanaan program kesejahteraan sosial yaitu rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan penanganan fakir miskin. Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dibangun juga mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Banyak hal yang bisa kita kerja samakan dan sinergikan dengan Kemensos RI terutama pengentasan kemiskinan. Mudah-mudahan kerjasama ke depan semakin baik lagi, dan lebih intens untuk pengentasan kemiskinan," kata Kiai Noor. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, diantara program dari kerja sama tersebut adalah penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, khususnya nelayan. "Tadi banyak yang kami bicarakan dengan BAZNAS. Tapi akan fokus kepada beberapa hal, salah satu di antaranya itu adalah kami ingin membangun satu perkampungan, khususnya mungkin perkampungan nelayan," kata Gus Ipul sapaan akrabnya. Gus Ipul menambahkan, daerah yang menjadi target utama adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem serta pemukiman kumuh. "Pasti ada kriteria yang ditetapkan, misalnya rumahnya tidak layak huni, lantainya masih tanah, kemudian dindingnya rusak," imbuh Gus Ipul. Sementara itu, data yang akan digunakan dalam program ini akan mengacu pada pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi tak menutup kemungkinan akan mengkombinasikannya dengan data lain. Sebab Kemensos RI dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial serta peningkatan sumber daya manusia dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Kami akan assesmen dulu kelayakan rumah-rumahnya, setelah itu bersama-sama membangun program," pungkasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 489/HUM-BAZ/X/2024 Senin, 7 Oktober 2024
BERITA08/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana mengadakan program Sekolah Tanggap Bencana (STB), bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA. mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama di daerah yang sering terdampak bencana. "Program Sekolah Tanggap Bencana ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi para siswa, kami juga telah melaksanakan program ini di beberapa sekolah di Jakarta, Depok, dan Bogor," ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (3/10/2024). “Melalui program ini kami ingin menciptakan generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Para siswa ini nantinya akan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya. Dalam kegiatan ini, kata Saidah, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang bencana alam, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menyelamatkan diri, memberikan pertolongan pertama, dan mengenali tanda-tanda bencana. Saidah juga menekankan, pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. program ini diinisiasi sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan. “Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat setempat. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak agar lebih efektif,” tambahnya. Sekolah Tanggap Bencana BAZNAS ini telah diselenggarakan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa seperti di sekolah Al-Azhar Asyuhada, SDT Pelita Hati, MI Al-Wathoniyah, SMPN 02 Jakarta, MIT Nurul Iman, SDN Menteng Atas 01, SMK Farmako Medika dan SDIT - MA Al-Muchtari. Kegiatan Sekolah Tanggap Bencana ini merupakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan civitas sekolah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dengan kegiatan dan aktivitas yang mengedukasi, menyenangkan, dan melibatkan langsung peserta. Bagi sekolah yang ingin berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program ini dapat menghubungi Kantor Pusat BAZNAS RI di Jl. Matraman Raya No.134 Kb. Manggis, Kec. Matraman, Jakarta 13150. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 483/HUM-BAZ/X/2024 Kamis, 3 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia, Senin malam (1/10/2024). Acara tersebut diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Fadilah bin Haji Yusol. Turut hadir antara lain Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar Abdul Ghoni, Prof. Dr. drg. H. Chairul Tanjung, MBA., Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Dr. (HC) Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa, dan Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., serta tamu undangan lainnya. “Kami bekerja sama dengan pemerintah (Indonesia) yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Kiai Noor dalam acara bertema ‘Memperkasa Ekonomi Madani Melalui Sinergi Serangkaian Serantau’. Kiai Noor mengungkapkan, mengentaskan masyarakat dari lembah kemiskinan tidaklah mudah. Saat ini, lanjutnya, BAZNAS RI tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik menjadi muzaki pada 2025 mendatang. “Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” katanya. “Program BAZNAS Microfinance Masjid akan sangat membantu meningkatkan ekonomi jemaah masjid. Nantinya, jemaah hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali ke jemaah lain yang membutuhkan,” tambahnya. Kiai Noor menambahkan, selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, BAZNAS RI juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif, sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang. “Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain. Itulah cara pergerakan kami dalam membantu menyejahterakan umat dari lembah kemiskinan,” paparnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program dari BAZNAS. “Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu. Alhamdulillah apa yang kita lakukan sudah berjalan,” pungkasnya. Sumber: SIARAN PERS Nomor: 482/HUM-BAZ/X/2024 Rabu, 2 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Jadikan Masjid Sebagai Episentrum Kesejahteraan Baru
BAZNAS RI Jadikan Masjid Sebagai Episentrum Kesejahteraan Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan mengoptimalkan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi episentrum kesejahteraan baru bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, pada sesi pleno “Penyaluran” Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis malam (26/9/2024). BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) merupakan program penyaluran dana ZIS dalam bentuk fasilitasi permodalan usaha dalam program pendayagunaan Zakat-Infak-Sedekah khususnya Pengusaha-Mustahik jemaah masjid dalam kelompok usaha mikro dan ultra mikro, di mana masjid menjadi mitra utama BAZNAS dalam melaksanakan program. “BMM ini adalah BAZNAS Microfinance Masjid, di mana bentuknya adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang akan dikelola oleh DKM masjid, untuk memberdayakan jemaah di sekitar masjid yang punya UKM (Usaha Kecil Menengah),” ujar Saidah. Menurutnya, BMM ini juga akan menjadi salah satu program prioritas nasional BAZNAS tahun 2025 mendatang. “BAZNAS ingin hadir sebagai ikhtiar menyelamatkan jemaah dari hal-hal yang menjerumuskan, salah satunya melalui program yang berbasis dari masjid yang diisi dengan kegiatan maslahat, di antaranya melalui program BMM,” jelasnya. Menurut Saidah, arah pengembangan BMM adalah terbentuknya koperasi syariah berbasis masjid sebagai simpul pengembangan potensi sosial ekonomi umat. "Kita memiliki BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, maka dari itu kita akan mendorong program ini untuk kegiatan ekonomi umat yang bentuknya seperti ini, maka kehidupan ekonomi umat akan lebih berkembang, sehingga masjid ini bisa menjadi episentrum kesejahteraan baru," imbuhnya. Saidah berharap, program ini dapat mendorong perekonomian masyarakat khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar masjid. “Karena lewat program ini diharapkan dapat membantu para mustahik untuk memiliki pendapatan yang lebih stabil, bahkan menjadikan mereka sebagai muzaki,” pungkas Saidah. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Muhammad Imdadun Rahmat, M.Si, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita". Sumber: SIARAN PERS Nomor: 473/HUM-BAZ/IX/2024 Jum'at, 27 September 2024
BERITA27/09/2024 | Humas Baznas RI
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Siapkan 10 Program Prioritas Tahun 2025
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Siapkan 10 Program Prioritas Tahun 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah menyiapkan 10 program prioritas untuk tahun 2025 sebagai upaya membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dalam Sesi Pleno III "Penyaluran" Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia tahun 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis malam (26/9/2024). "Pada tahun 2025, BAZNAS telah menyiapkan 10 program prioritas yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi perekonomian masyarakat," ujar Imdadun. Dia menjelaskan, program-program tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program-program berbasis teknologi yang akan meningkatkan efisiensi dan cakupan distribusi zakat kepada yang berhak menerimanya. "Melalui program-program prioritas ini, BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan material, namun juga pada pemberdayaan yang berkelanjutan," katanya. Imdadun menegaskan, BAZNAS ingin memastikan bahwa masyarakat yang menerima bantuan zakat, infak, dan sedekah dapat mandiri secara ekonomi, sehat secara jasmani, dan memiliki akses pendidikan yang layak. "Dengan demikian, kita tidak hanya membantu mereka untuk bertahan, tapi juga memberikan mereka peluang untuk berkembang," katanya. Dalam kesempatan itu, Imdadun mengungkapkan 10 Program Prioritas BAZNAS Tahun 2025 yaitu, Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). "Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta, kami optimis, target pengentasan kemiskinan dapat tercapai. Mari kita jadikan zakat sebagai solusi efektif dalam menciptakan keadilan sosial," pungkasnya. Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita". Sumber: SIARAN PERS Nomor: 472/HUM-BAZ/IX/2024 Jum'at, 27 September 2024
BERITA27/09/2024 | Humas Baznas RI
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang dihadiri sebanyak 1.200 peserta di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu. "Sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia. "Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekarang penduduk kita 236 juta penduduk adalah Muslim, sebuah jumlah yang sangat besar, tentu saja potensi zakat kita juga masih sangat besar untuk bisa kita gali dan kita kelola dengan baik. Sebab itu saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan terobosan-terobosan melalui edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita". Sumber SIARAN PERS Nomor: 468/HUM-BAZ/IX/2024 Rabu, 25 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat untuk dapat mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam (25/9/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS. "Kesadaran berzakat ini harus betul-betul ditumbuhkan, harus dipegang betul karena kalau tidak, suatu saat nanti orang-orang akan berzakat karena dipaksa, dan itu tidak bagus," katanya. Muhadjir menjelaskan, zakat semestinya tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban yang dipaksakan, tapi betul-betul berasal dari keikhlasan dan keimanan. Menurutnya, zakat yang timbul dari kesadaran pribadi lebih utama daripada zakat yang dipaksakan. "Zakat itu kalau tidak salah artinya kan mensucikan, membersihkan, mensucikan harta kita diantaranya ya itu, kemungkinan ada unsur-unsur riba di dalam setiap transaksi yang kita lakukan, maka kita sucikan, kita bersihkan dengan zakat," tuturnya. "Intinya zakat itu adalah alat untuk membersihkan berbagai macam transaksi, berbagai macam hal yang ada di dalam harta kita, karena itu mestinya karena iman, masing-masing orang punya kesadaran sendiri-sendiri, terutama termasuk jumlah zakatnya," imbuh Muhadjir. Lebih lanjut Muhadjir menambahkan, zakat merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap wilayah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. "Zakat adalah mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap tempat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan inti dari keadilan sosial adalah kesetaraan," ucapnya. Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita". Sumber: SIARAN PERS Nomor: 470/HUM-BAZ/IX/2024 Kamis, 26 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 diselenggarakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). Acara ini merupakan yang pertama dalam sejarah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN adalah tonggak sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan. "Ini bukan hanya momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangkitan Indonesia melalui keberadaan Ibu Kota Negara yang baru," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi antara Pemerintah dan BAZNAS. "Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan BAZNAS," katanya. Menurut Kiai Noor, penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN sangat membanggakan, sebab pembangunan IKN yang sedang berlangsung merupakan yang paling unik di dunia. "Ini membuktikan bahwa BAZNAS adalah sahabat Bapak Presiden Joko Widodo. Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia di mata dunia," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa Rakornas BAZNAS 2024 bertujuan memperkuat tata kelola zakat nasional, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal dan terintegrasi antara BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. "Tujuan Rakornas ini adalah untuk meningkatkan tata kelola kinerja pengelolaan ZIS-DSKL secara nasional dalam rangka mencapai visi dan misi BAZNAS tahun 2025, sehingga ZIS-DSKL dapat menyejahterakan mustahik secara nasional melalui BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dari dua ormas besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS se-Indonesia, termasuk dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita." Sumber: SIARAN PERS Nomor: 467/HUM-BAZ/IX/2024 Rabu, 25 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Sinergi dengan Panewu dan Lurah se Kulon Progo
BAZNAS Kulon Progo Sinergi dengan Panewu dan Lurah se Kulon Progo
Senin, 23 September 2024. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengadakan sosialisasi dan optimalisasi ZIS kepada Panewu dan Lurah Se Kabupaten kulon Progo yang bertempat di gedung Adikarto Komplek Pemkab. Kulon Progo. Ketua BAZNAS H. Alfanuha Yushida, M.PMat Dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini diselenggarakan sebagai media informasi program Baznas yang sudah ataupun belum terealisasi. selain itu juga sebagai motifasi para pamong kalurahan dan UPZ kapanewon untuk mengoptimalkan potensi perolehan ZIS dan peningkatan data muzaki/munfik. Setiap kalurahan dan Kapanewon diharapkan untuk dapat memfasilitasi warganya yang layak untuk mengajukan bantuan ke baznas sesuai dengan program-program yang ada, Imbuh Alfan. Menurut Kabag Kesra, Drs Agus Hidayat, MSi dalam sambutannya bahwa keberadaan baznas dengan 5 programnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum dan secara kusus dapat mendukung program-program pemda. Oleh karena itu mohon dukungan untuk optimalisasi dalam penghimpunan agar semakin luas masyarakat yang menerima manfaatnya.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS KP
Operator SiMBA Kulon Progo Hadiri RAKERNIS IT 2024
Operator SiMBA Kulon Progo Hadiri RAKERNIS IT 2024
Selasa, 17 September 2024. Alex Kurniawan dan Ghufron Fauzi, S.E pelaksana Bidang I sekaligus operator SiMBA Baznas Kabupaten Kulon Progo mengahadiri Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) IT 2024 bidang Trasformasi Digital Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional RI. Rakernis ini dilaksankan selama tiga hari, sejak 17-19 September 2024, berlokasi di Hotel Novotel Gajah Mada Jakarta. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS RI, pada Selasa 17/09/2024. Kegiatan RAKERNIS IT 2024 merupakan tahun kedua yang digelar oleh BAZNAS RI. Rakernis IT 2024 ini di ikuti oleh sekitar 230 Amil Pelaksana (operator SiMBA) BAZNAS se Indonesia dan juga dihadiri langsung oleh unsur pimpinan BAZNAS RI dan para Direktur BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad saat membuka kegiatan RAKERNIS IT 2024 menyampaikan bahwa digitalisasi dan teknologi harus menjadi satu keharusan di BAZNAS. “Digitalisasi ini di merupakan instruksi dari Presiden sejak awal periode kepemimpinan kami dan kami sambut dengan baik dan terus di perbaiki salah satunya dengan mengoptimalkan SiMBA”, jelasnya. “IT dalam pengelolaan zakat harus dijalankan oleh semua BAZNAS dan LAZ dan juga sampai ke UPZ-UPZ”, tambahnya.
BERITA17/09/2024 | Humas Baznas KP
Payung dan Tenda untuk PKL dan KWT
Payung dan Tenda untuk PKL dan KWT
Ahad 8 September 2024, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo Sugiyanta, S.Pd.I (Waka II), di dampingi pelaksana Ghufron Fauzi, SE. menyerahan secara simbolis bantuan payung dan tenda untuk PKL dan KWT oleh PJ Bupati Kulon Progo dalam acara kick off & launching logo hari jadi Kulon Progo ke 73.
BERITA09/09/2024 | Humas Baznas KP
Rapat Koordinasi UPZ Kapanewon
Rapat Koordinasi UPZ Kapanewon
Selasa, 30 Juli 2024. Baznas Kabupaten Kulon Progo mengadakan rapat koordinasi UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Kapanewon Se Kabupaten kulon Progo yang bertempat di RM Dapur semar. Ketua Baznas H. Alfanuha Yushida, M.PMat Dalam sambutannya bahwa rakor ini diselenggarakan sebagai media evaluasi dan merencanakan program tahun yang akan datang. selain itu juga sebagai motifasi para UPZ kapanewon untuk mengoptimalkan potensi perolehan ZIS dan peningkatan data muzaki/ munfik di setiap Kapanewon tersebut dengan menampilkan data pengumpulan dan penyaluran ZIS di Kalurahan dan Kapanewon, Imbuh Alfan. Dalam rakor disampaikan juga teknis pengisian Rencana Kerja Anggaran Tahunan tiap kapanewon agar segera dikumpulkan maksimal di 31 Agustus 2024 ungkap H.Agus Nuryanto, Waka III Baznas Kabupaten Kulon Progo.
BERITA30/08/2024 | Humas Baznas KP
Penyerahan bantuan RTLH
Penyerahan bantuan RTLH
Sabtu, 27 Juli 2024. Badan Amil Zakat Nasional bersama Kesra Setda Kabupaten Kulon Progo menyalurkan bantuan RTLH (Bedah Rumah, Aladin dan Jamban) di Kapanewon Pemhasih kepada 5 penerima yang terdiri dari 3 Penerima bedah rumah dan 1 penerima aladin serta 1 orang penerima bantuan jamban. Penyerahan dilakukan oleh Sugiyanta, S.Pd.I Waka II dan Kabag Kesra didamping 1 pelaksana. Adapun penerima bantuan tersebut adalah: penerima bedah rumah yakni Sutrismadi, Jemali, Tri Wahyudi, dan Eko Waluyo (penerima aladin). Adapun penerima Jambanisasi adalah Sariman.
BERITA29/07/2024 | Humas Baznas KP
Lebaran Yatim, BAZNAS Kulon Progo Santuni 480 Yapitu 
Lebaran Yatim, BAZNAS Kulon Progo Santuni 480 Yapitu 
Dalam 10 Muharam atau Lebaran Yatim, BAZNAS Kabupaten Kulonprogo menyantuni anak yatim piatu (yapitu) sebanyak 480 anak dengan nominal total sejumlah Rp 240 juta atau per anak Rp 500 ribu. Saat penyerahan simbolis bersama Kemenag Kulonprogo, LAZ masing-masing Lazisnu, Lazismu, dan Agen Sedekah, Baznas memberikan perlengkapan alat tulis (ATK) dan uang untuk lima anak kepada 5 penerima. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian BAZNAS Kulonprogo Sugiyanta SPdI menuturkan, acara "Lebaran Yatim: Berbagi Cinta Berlimpah Berkah" pada Selasa (16/07/2024) simbolis dilakukan di PLHUT Kankemenag setempat bersama LAZ dan Kemenag. "Penyaluran santunan untuk anak yapitu yang lain, Baznas bekerja sama dengan UPZ Kapanewon. Sehingga UPZ Kapanewon yang menyerahkan kepada yapitu di masing-masing kapanewon," ucapnya.
BERITA22/07/2024 | Humas BAZNAS KP
Infak Balai Ternak Berkah Harjo
Infak Balai Ternak Berkah Harjo
Jumat, 22 Juli 2024. Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kulon Progo menerima infak dari kelompok ternak Berkah harjo Rp. 1000.000 Penyerahan dilakukan langsung oleh anggota kelompok ternak bersama pendamping Balai ternak.
BERITA22/07/2024 | Humas Baznas KP
Penyerahan bantuan RTLH
Penyerahan bantuan RTLH
Jumat, 19 Juli 2024. Badan Amil Zakat Nasional bersama Kesra Setda Kabupaten Kulon Progo menyalurkan bantuan RTLH (Bedah Rumah dan Aladin) di Kapanewon Panjatan kepada 5 penerima yang terdiri dari 4 Penerima bedah rumah dan 1 penerima aladin. Penyerahan dilakukan oleh Sugiyanta, S.Pd.I Waka II dan Kabag Kesra didamping 2 pelaksana. Adapun penerima bantuan tersebut adalah: penerima bedah rumah yakni Sumija, Kirah, (Ngadiran, Kardoyo warga nanggulan), dan Sudarmanto (penerima aladin).
BERITA19/07/2024 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kulon Progo jadi Objek Observasi Simba 
BAZNAS Kulon Progo jadi Objek Observasi Simba 
Dalam rangka pengembangan standar tata kelola dan sistem pelaporan untuk BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota, BAZNAS RI mengadakan program "Observasi Standar Tata Kelola dan Sistem Pelaporan". Untuk pelaksanaan awal, BAZNAS Kabupaten Kulonprogo menjadi objek observasi standar tata kelola dan sistem pelaporan terkait penggunaan Sistem Manajemen Informasi (Simba) tersebut bersama Kabupaten Siak Riau dan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Observasi di Kulonprogo dilaksanakan pada 8 hingga 12 Juli 1024. Diungkapkan Ketua BAZNAS Kulonprogo H Alfanuha Yushida, kenapa kita menjadi objek observasi, karena BAZNAS Kulonprogo telah menggunakan aplikasi Simba secara aktif selaku koordinator pengelolaan zakat. "Di DIY, baru Kulonprogo yang diobservasi," ujar Alfan, belum lama ini.
BERITA15/07/2024 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Dua Audit Dalam Satu Tahun
BAZNAS Dua Audit Dalam Satu Tahun
Tahun 2024 ini, audit BAZNAS Kabupaten Kulonprogo berlangsung dua kali. Bila tahun-tahun sebelumnya hanya satu kali yakni hanya dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dan berturut-turut dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Kita jadi dua audit, selain dari KAP yang setiap tahun sudah berlangsung, bulan Juni kemarin ada Audit Syariah yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kantor Kementerian Agama RI," ujar Ketua BAZNAS Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat, beberapa waktu lalu. Dijelaskan Alfanuha, Audit Syariah berlangsung enam hari, Senin hingga Jumat pengecekan administrasi dan sebagainya. Sedangkan Sabtu ada Exit Meeting atau paparan hasil audit. "Saat paparan hasil, adapula dari Pemkab (diwakili Bagian Kesra), Kanwil Kemenag DIY dan Kemenag Kulonprogo. Hasil dari audit adalah baik," imbuh Alfan.
BERITA15/07/2024 | Humas BAZNAS KP
Kemenag-BAZNAS KP Gelar Basic Traning Juleha bagi Takmir 
Kemenag-BAZNAS KP Gelar Basic Traning Juleha bagi Takmir 
Kankemenag Kulonprogo bekerja sama dengan BAZNAS setempat menggelar Basic Training Singkat Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi takmir masjid/musala. Ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemahaman penyembelihan hewan berkaki empat. Selain teori juga dilakukan praktik penyembelihan hewan yakni dua ekor domba. "Harapan jangka dekat, mereka bisa melaksanakan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan ketentuan syariat Islam, dan ketentuan kesehatan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan," ungkap Kepala Kankemenag Kabupaten Kulonprogo HM Wahib Jamil SAg MPd saat membuka acara, di Aula PLHUT Kankemenag setempat, Kamis (13/06/2024). Jangka menengahnya, bisa menjadi bagian dari juru sembelih halal di rumah pemotongan hewan atau tempat personal yang nantinya akan mensupport pengadaan daging beberapa rumah makan atau pengusaha-pengusaha. Sehingga pada saatnya akan dilakukan persertifikatan halal. "Kemenag nanti akan mengeluarkan Sertifikat Basic Training Juru Sembelih. Ini bisa menjadi tanda bahwa para peserta sudah mendapatkan bekal pemahaman teknis terkait dengan tata cara penyembelihan hewan sesuai dengan Standar Kompetensi," kata Jamil. Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat berterima kasih kepada Kemenag atas fasilitasinya. "Kami berterima kasih pula kepada Muzaki atas donasinya, sehingga acara berkaitan juru sembelih sesuai syariah ini bisa dibiayai oleh Baznas Kulonprogo," sembari menambahkan bahwa suplai hewan kurban dari Baznas Kulonprogo yakni dari Balai Ternak ada 65 kambing, nanti sebanyak 30 ekor masuk Baznas DIY, dan 35 ekor di Kulonprogo, namun masih menunggu juga dari Baznas RI ada tambahan. Ditambahkan Putut Proboseto AN Ketua Juru Sembelih Halal Kulonprogo sebagai narasumber, penyelenggaraan ini untuk mempersiapkan juru sembelih halal di tingkat masjid-masjid, sehingga yang diharapkan penyembelihan pada Idul Adha menjadi terstandarisasi tata cara penyembelihannya. Yaitu, higienis, sanitasi, agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat bermutu tinggi. "Kalau masalah kendala selama ini, di lapangan yakni dari penyembelih adalah alat. Peralatan yang mereka gunakan ada yang belum standar. Kalau kita melaksanakan penyembelihan dan pengelolaan daging maka alatnya harus standar. Misalkan, pisau harus terbuat dari stainless steel yang nomor satu, sehingga menjamin higiene dan sanitasi dalam tata laksananya. Sehingga dagingnya bersih atau tidak kotor," ujarnya.
BERITA13/06/2024 | Humas BAZNAS KP
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →