Berita Terbaru
Disalurkan Bantuan RTLH Baznas Rp 80 Juta
Bantuan Baznas Kulonprogo untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 80 juta diserahkan Penjabat (Pj) Bupati Ir Srie Nurkyatsiwi MMA kepada 4 penerima manfaat di Gunung Rego Hargorejo Kokap, Kamis (13/2/2025). Keempat penerima manfaat bantuan RTLH, terdiri Syolichin warga Hargorejo, serta 3 warga Kalirejo yakni Sarwiji Al Paitu, Muhaimin, Parjo, yang masing-masing menerima manfaat berupa uang sebesar Rp 20 juta.
Pj Bupati Kulonprogo Ir Srie Nurkyatsiwi MMA berharap melalui bantuan ini dapat membantu sebagian masyarakat untuk memiliki kehidupan yang layak, baik itu dari segi tempat tinggal, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Tempat tinggal ini menjadi kebutuhan utama, jadi harapannya dengan tempat tinggal yang layak, yang tinggal didalamnya juga akan lebih sejahtera," kata Siwi.
Siwi mendorong semua pihak untuk bergerak bersama dan membangun kepedulian bersama untuk menyelesaikan permasalahan RTLH yang masih belum dapat tertangani seluruhnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. "Secara bertahap nanti rumah tidak layak huni dan kebutuhan-kebutuhan lainnya terus akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, ke depan mungkin bisa menggandeng perguruan tinggi untuk membantu desain rumahnya" kata Siwi.
Dikatakan Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat, bantuan RTLH ini merupakan yang kedua di tahun 2025, yang pertama beberapa hari lalu di wilayah Lendah senilai Rp 60 juta untuk tiga penerima manfaat. Dan di wilayah Kokap ini Rp 80 juta. "Target tahun 2025 ini Baznas akan membedah sebanyak 60 RTLH," ungkapnya.
Panewu Anom Kokap R Nur Ariwibowo SIP MM menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan warga Kokap. "Memang di Kokap kondisinya seperti ini, stunting masih tinggi, data kemiskinan juga ada, kemudian bantuan rumah tidak layak huni masih terus akan kami ajukan," kata Nur.
BERITA13/02/2025 | Humas Baznas KP
BAZNAS RI Pertahankan ISO Anti-Suap, Perkuat Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yakni ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan SNI ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
BAZNAS terus menguatkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI dan perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno.
"Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Prof. Kiai Noor menegaskan, sebagai lembaga pengelola zakat nasional, BAZNAS RI berkomitmen untuk terus menyempurnakan manajemennya sesuai standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah untuk memastikan pengelolaan zakat berlangsung efektif, efisien, dan dapat dipercaya.
"Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 adalah sistem yang mengarahkan organisasi untuk menjaga kualitas, manajemen mutu, dan memastikan pelayanan memenuhi standar pelanggan serta mematuhi peraturan yang berlaku," ujar Kiai Noor.
Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 menunjukkan komitmen BAZNAS untuk menjalankan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi dan suap.
"BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah mengikuti audit resertifikasi dengan lingkup layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, distribusi, dan pendukungnya oleh Garuda Sertifikasi Indonesia," tambahnya.
Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan pegawai BAZNAS RI atas kerja kerasnya dalam mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut.
Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor SE, Mec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi semangat bagi BAZNAS untuk terus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan umat. Ia juga menegaskan bahwa prestasi ini mengindikasikan bahwa manajemen BAZNAS telah memenuhi standar yang berlaku.
"Keberhasilan ini juga memperkuat BAZNAS dalam mengelola ZIS dengan menerapkan sistem manajemen mutu yang berstandar internasional di seluruh unit kerja BAZNAS," katanya.
Sementara itu, Eko Sutrisno, perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, memberikan apresiasi terhadap pencapaian BAZNAS RI dalam mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menunjukkan komitmen BAZNAS untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas, serta berinovasi sesuai tuntutan zaman.
"Selamat kepada BAZNAS atas keberhasilan mempertahankan dua sertifikat ISO. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap BAZNAS tetap terjaga, dan BAZNAS menjadi pionir bagi lembaga amil zakat di Indonesia dan regional. BAZNAS telah berani mengimplementasikan ISO Anti Penyuapan," ujarnya.
Eko juga berharap BAZNAS dapat mempertahankan capaian ini dan memperluas implementasi ISO di tingkat BAZNAS Daerah, sehingga transparansi dan akuntabilitas terus terjaga.
Sebagai informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2018 dari WQA-APAC. Sejak 2017 hingga kini, BAZNAS RI telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Sedangkan untuk ISO 37001:2016, BAZNAS memulai penerapan pada tahun 2019 dan terus memperoleh sertifikasi dari berbagai badan sertifikasi.
SUMBER: Humas Baznas RI
BERITA12/02/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Beri Penghargaan
Baznas Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi/penghargaan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan perusahaan yang telah berperan dalam pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) selama tahun 2024.
Penyerahan dilakukan dalam Rakor dengan UPZ OPD dan Perusahaan, oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Seta Kulon Progo Drs Jazil Ambar Was'an dan
Haris Widiyanto SH dari UPZ Kemenag dengan didampingi Ketua Baznas H Alfanuha Yushida MPMat serta Waka 1 Baznas H Jumanto SH, di RM Dapur Semar Kamis (6/2/2025).
Para penerima penghargaan adalah
Rumah Sakit Swasta di Kulon Progo yang Berpartisipasi dalam Menghimpun ZIS dengan Jumlah Setoran Sedekah Terbesar ke Baznas Kulon Progo Tahun 2024 RSU Rizki Amalia Temon, Perusahaan Swasta PT Sung Chang Indonesia Wates, Toko Swalayan HW, Restoran atau Rumah Makan Ayam Goreng Bu Hartin Resto, Influencer atau Afiliator yang Berpartisipasi dalam Menunaikan Zakat Cici Melda Kristina.
Sedangkan UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang Keseluruhan Pegawainya telah Menunaikan Zakat Penghasilan dari Gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) melalui Baznas Kabupaten Kulon Progo Tahun 2024 Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kulon Progo, Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda, Bagian Umum Setda, Bagian Administrasi Perekonomian Setda, dan Dinas Pariwisata.
UPZ OPD dengan Peningkatan Jumlah Munfik ke Muzaki Terbaik Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan. UPZ Instansi Vertikal dengan Penghimpunan Terbaik Tahun 2024 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kulon Progo.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Bedah 3 RTLH, Rumah Kebutuhan Primer
Kebutuhan perumahan atau permukiman merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Kegiatan dalam membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini merupakan keperpihakan Pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait apa yang dibutuhkan masyarakat.
"Kegiatan ini komitmen kita semua untuk kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Apa yang menjadi komitnen tidak ada artinya tanpa ada partisipasi dari semuanya. Bantuan, gotong royong tidak hanya berupa rupiah, tetapi bisa juga pikiran dan tenaga, saling mendukung adalah modal utama masyarakat dalam kegiatan bedah RTLH tersebut," ujar Pj Bupati Kulon Progo Ir Srie Nurkyatsiwi MMA saat menyerahkan bantuan untuk RTLH dan Aladin dari Baznas Kulon Progo.
Bantuan Rp 60 juta untuk RTLH 3 rumah yakni rumah Ngatijem Gulurejo, Klimin dan Surono Bumirejo atau @ Rp 20 juta. Sedangkan Atap Lantai Dinding (Aladin) 3 rumah @Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta atau Rp 20 juta, untuk Rubiyanto Jatirejo, Ahmad Isnaini Ngentakrejo, Suprihatin Pleret Panjatan. Kegiatan ini juga dalam rangka HUT ke-24 Baznas, yang penyerahan bantuan dipusatkan di Rumah Ngatijem Pengkol RT 61/RW 24 Gulurejo Lendah, Kamis (30/1).
Siwi menerangkan, bahwa gerakan kepedulian dan kesetiakawanan sosial untuk nengatasi RTLH ini mengacu pada regulasi Bupati Kulonprogo sejak tanggal 23 Desember 2011. "Kegiatan RTLH tersebut memberikan manfaat, karena rumah yang sudah diperbaiki maka aktivitas ekonomi menjadi lancar dengan rumah nyaman. Untuk itu terus dengan kepedulian sosial dan bergotong royong," kata Siwi sembari menambahkan bahwa Baznas selalu menjadi mitra dalam situasi apapun, ketika musim hujan ada bencana banjir, longsor, dan musim kemarau kekeringan, ketika ada kesulitan yang keroyokan selalu bersama.
Ditambahkan Wakil Ketua 1 Baznas Kulon Progo H Jumanto SH, bedah 3 rumah atau RTLH itu merupakan pertama di tahun 2025. Pada tahun 2023 sudah dibedah RTLH sebanyak 45 rumah atau senilai Rp 917.500.000 dan tahun 2024 ada 65 RTLH atau senilai Rp 1.280.000.000. Target tahun 2025 ini membedah sebanyak 60 RTLH. "Setiap proposal yang masuk terkait RTLH selalu kita survei bersama Bagian Kesra Setda," ucap Jumanto.
BERITA30/01/2025 | Humas BAZNAS KP
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengajian HUT Baznas
Baznas Kabupaten Kulonprogo menjadi penyelenggara Pengajian bagi Aparat di Masjid Agung Kulonprogo, Jumat (17/01/2025). Pengajian dengan pembicara Ustadz Dr dr H Sagiran SpB (K) KL Mkes FICS dari Yogyakarta tersebut bertepatan dengan HUT ke-24 Baznas. Tagline HUT adalah Cahaya Zakat Keajaiban Muzaki dan dan Mustahik. Selain pengajian juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis.
Diungkapkan Sagiran, masalah utama yang dihadapi lanjut usia (lansia) adalah kesehatan fisik dan mental. Sekitar 92 persen lansia menderita sedikitnya satu penyakit kronis dan 77 persen menderita dua penyakit kronis, termasuk jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Selain itu, masalah kesehatan mental mempengaruhi lansia termasuk alzheimer, demensia, dan depresi. "Menurut Peraturan Presiden No 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, yang dimaksud dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas," paparnya.
Dalam data BPS Tahun 2020, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 10,6 persen dari total jumlah penduduk, sekitar 28,7 juta orang. Pada tahun 2035, diperkirakan sudah mencapai 16,5 persen dari jumlah total penduduk, sekitar 49,6 juta orang. "Alquran telah mengingatkan bahwa seseorang pada saat lanjut usia akan mengalami berbagai kelemahan fisik, sehingga memerlukan perawatan ekstra sebagaimana kepada anak-anak yang masih kecil," tandas Sagiran.
Menjaga kesehatan lansia dalam landasan Islam adalah dengan penguatan aqidah (apa yang diyakini) dan syariah (apa yang dilakukan). Role model kesehatan dalam Islam adalah Rasul. Sebagaimana yang tertuang dalam Hadist (tentang mengisi lambung 1/3 makanan, 1/3 air, 1/3 udara). "Diantara yang dapat lansia lakukan diantaranya menjaga pola makan. Makan yang dianjurkan seperti beras merah, bayam, protein tanpa lemak, telur, minum air putih setidaknya 8 gelas per hari," ujarnya.
Wakil Ketua 1 Baznas Kulonprogo H Jumanto SH menguraikan terkait rangkaian HUT ke-24 Baznas di Kulonprogo dimulai dengan pemeriksaan kesehatan mata, Khitanan Massal, Jumat Berkah bagi nasi box 1.200 untuk warga di 12 kapanewon, khusus Wates dipusatkan di Masjid Agung Kulonprogo. "Pengajian Aparat kebetulan bulan Januari Baznas mendapat giliran perdana, juga diisi dengan layanan kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sehat Baznas (RSB) Yogyakarta l," ujar Jumanto.
BERITA17/01/2025 | Humas Baznas KP
Walk and Fun BAZNAS se DIY, Milad BAZNAS ke 24 Tahun 2025
Kulon Progo, 12 Januari 2025 : Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangkaian Milad Baznas ke 24 Tahun 2025. Kegiatan di laksanakan berpusat di kantor Baznas Provinsi DIY sebagai tuan rumah penyelenggara. Adapun peserta jalan sehat adalah seluruh Pimpinan dan pelaksana Baznas se Provinsi DIY.
BERITA13/01/2025 | Humas BAZNAS KP
50 Relawan BTB Kulon Progo ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Simpang Lima, Semarang
Kulon Progo, 13 Desember 2024 : BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melepas 50 relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan di Lapangan Simpang Lima, Semarang. Pelepasan relawan berlangsung di halaman Masjid Agung Kulon Progo, pukul 07.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh Sugiyanta, S.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kulon Progo.
Rombongan relawan diberangkatkan menggunakan satu bus, dengan pimpinan rombongan langsung dipimpin oleh H. Alfanuha Yusida, M.P.Mat., sebagai ketua Baznas Kab Kulon Progo Kegiatan ini menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS yang berlangsung selama tiga hari, 13-15 Desember 2024, di Semarang.
Apel Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi dan kolaborasi antar BTB di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah. Sugiyanta, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang berkomitmen dalam misi kemanusiaan ini. “Kami bangga melepas para relawan yang akan mengikuti apel ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi bencana, demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Apel ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan meningkatkan kompetensi relawan dalam merespons bencana secara cepat dan terorganisir. Selain itu, Rakornas yang diselenggarakan juga akan menjadi forum strategis untuk membahas program-program kemanusiaan yang lebih baik ke depan.
Relawan yang dikirim oleh BAZNAS Kulon Progo merupakan bagian dari kekuatan BTB nasional yang senantiasa siap menjalankan misi kemanusiaan, mendukung visi BAZNAS sebagai lembaga yang selalu hadir untuk masyarakat.
SALAM TANGGUH
BERITA13/12/2024 | Humas Baznas KP
BAZNAS Bantu Modal Usaha Bagi PKL
Rabu, 13 November 2024. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengadakan kegiatan penyaluran bantuan tambahan modal usaha bagi Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) sekitaran kantor BAZNAS Kulon Progo yang bertempat di balai Nikah KUA Wates.
Ketua BAZNAS H. Alfanuha Yushida, M.PMat Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) sekitaran kantor BAZNAS Kulon Progo yang akan dibantu sejumlah 26 orang. Bantuan yang diberikan berupa payung dan uang senilai Rp. 500.000 Imbuh Alfan.
Edi perwakilan dari disdagin dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada BAZNAS Kulon Progo yang telah memperhatikan PKL binaan Dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Kulon progo dengan memberikan tambahan modal usaha dan payung, semoga bermanfaat bagi PKl dan usahanya dapat meningkat.
BERITA14/11/2024 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulonprogo Beri Sirup untuk 321 Anak Stunting
Jumat, 8 November 2024. Di Kabupaten Kulonprogo masih terdapat 2.152 anak stunting dengan usia hingga 5 tahun. Sebagai upaya mendukung program penurunan stunting tersebut, BAZNAS Kulonprogo memberikan sirup asupan zat besi bagi 321 anak stunting.
Kegiatan tersebut, Baznas Kulonprogo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Penyerahan simbolis kepada 20 anak di wilayah Puskesmas Sentolo 1 dilakukan oleh Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr Sri Budi Utami MKes, Wakil Ketua (Waka) 1 BAZNAS Kulonprogo H Jumanto SH, Panewu Sentolo R Sigit Purnomo SIP, dan Kepala Puskesmas 1 dr Renny Lo, di Puskesmas tersebut, Jumat (8/11/2024). Khusus Puskesmas Sentolo 1 selain sirup untuk memenuhi kebutuhan zat besi ditambah makanan pendamping. Sedangkan penetesan sirup oleh Kadinas Kesehatan.
Waka 1 Baznas Kulonprogo Jumanto menyatakan bantuan tersebut berasal dari zakat yang disetor Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat ke BAZNAS. "Kemudian diwujudkan dalam berbagai program, diantaranya Kulonprogo Sehat yakni salah satunya penanganan masalah stunting. Ini sesuai program dari Pemerintah dan Baznas Pusat serta Pemkab Kulonprogo," ujar Jumanto.
Dikatakan Kadinas Kesehatan Kulonprogo Sri Budi Utami, bantuan dari Baznas berwujud bantuan sirup pemenuhan kebutuhan zat besi. Stunting sebagian besar disebabkan asupannya. Sirup tersebut dikonsumsi anak, harapannya membantu menanggulangi stunting.
BERITA12/11/2024 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges” di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 494/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 9 Oktober 2024
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024, yang diadakan Business Digest bersama Majalah SWA, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan terbaik kepada muzaki. Tak hanya itu, prestasi ini juga makin mengukuhkan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang terus berinovasi dalam melayani muzaki, demi mendapat kepuasan dan keberlanjutan hubungan dengan para donatur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan rasa syukurnya atas kinerja BAZNAS yang mampu meneruskan catatan positif sehingga dapat meraih penghargaan nasional.
Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti pengelolaan zakat di Indonesia mendapat pengakuan berbagai pihak, yang sekaligus menambah semangat BAZNAS untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat.
"Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ujar Rizaludin.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan mengenai pentingnya strategi layanan prima dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Ia menekankan bahwa layanan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat.
"Kualitas layanan yang tinggi akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi," kata Rizaludin.
Menurut Rizaludin, strategi layanan prima tidak hanya berkaitan dengan interaksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi.
"Dengan memanfaatkan platform digital, institusi zakat dapat menjangkau lebih banyak calon donatur dan mempermudah proses pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen zakat," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana zakat mereka dikelola dan disalurkan.
"Oleh karena itu, institusi zakat perlu menyediakan laporan yang jelas dan mudah diakses untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat," tandasnya.
Rizaludin berharap, pencapaian BAZNAS ini semakin memicu perkembangan dunia filantropi di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat dalam skala yang lebih luas dan menguatkan program pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat pengelola zakat di Indonesia. Semoga BAZNAS mampu menjadi lembaga utama bagi pembayar zakat dan lembaga utama yang menyejahterakan umat," tutupnya
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 493/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 9 Oktober 2024
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas RI
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Penandatanganan MoU tersebut diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Senin, (7/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan, poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut merupakan sinkronisasi dan pelaksanaan program kesejahteraan sosial yaitu rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan penanganan fakir miskin.
Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dibangun juga mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
"Banyak hal yang bisa kita kerja samakan dan sinergikan dengan Kemensos RI terutama pengentasan kemiskinan. Mudah-mudahan kerjasama ke depan semakin baik lagi, dan lebih intens untuk pengentasan kemiskinan," kata Kiai Noor.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, diantara program dari kerja sama tersebut adalah penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, khususnya nelayan.
"Tadi banyak yang kami bicarakan dengan BAZNAS. Tapi akan fokus kepada beberapa hal, salah satu di antaranya itu adalah kami ingin membangun satu perkampungan, khususnya mungkin perkampungan nelayan," kata Gus Ipul sapaan akrabnya.
Gus Ipul menambahkan, daerah yang menjadi target utama adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem serta pemukiman kumuh.
"Pasti ada kriteria yang ditetapkan, misalnya rumahnya tidak layak huni, lantainya masih tanah, kemudian dindingnya rusak," imbuh Gus Ipul.
Sementara itu, data yang akan digunakan dalam program ini akan mengacu pada pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi tak menutup kemungkinan akan mengkombinasikannya dengan data lain.
Sebab Kemensos RI dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial serta peningkatan sumber daya manusia dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
"Kami akan assesmen dulu kelayakan rumah-rumahnya, setelah itu bersama-sama membangun program," pungkasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 489/HUM-BAZ/X/2024
Senin, 7 Oktober 2024
BERITA08/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana mengadakan program Sekolah Tanggap Bencana (STB), bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA. mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama di daerah yang sering terdampak bencana.
"Program Sekolah Tanggap Bencana ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi para siswa, kami juga telah melaksanakan program ini di beberapa sekolah di Jakarta, Depok, dan Bogor," ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
“Melalui program ini kami ingin menciptakan generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Para siswa ini nantinya akan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, kata Saidah, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang bencana alam, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menyelamatkan diri, memberikan pertolongan pertama, dan mengenali tanda-tanda bencana.
Saidah juga menekankan, pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. program ini diinisiasi sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan.
“Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat setempat. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak agar lebih efektif,” tambahnya.
Sekolah Tanggap Bencana BAZNAS ini telah diselenggarakan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa seperti di sekolah Al-Azhar Asyuhada, SDT Pelita Hati, MI Al-Wathoniyah, SMPN 02 Jakarta, MIT Nurul Iman, SDN Menteng Atas 01, SMK Farmako Medika dan SDIT - MA Al-Muchtari.
Kegiatan Sekolah Tanggap Bencana ini merupakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan civitas sekolah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dengan kegiatan dan aktivitas yang mengedukasi, menyenangkan, dan melibatkan langsung peserta.
Bagi sekolah yang ingin berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program ini dapat menghubungi Kantor Pusat BAZNAS RI di Jl. Matraman Raya No.134 Kb. Manggis, Kec. Matraman, Jakarta 13150.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 483/HUM-BAZ/X/2024
Kamis, 3 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia, Senin malam (1/10/2024).
Acara tersebut diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Fadilah bin Haji Yusol. Turut hadir antara lain Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar Abdul Ghoni, Prof. Dr. drg. H. Chairul Tanjung, MBA., Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Dr. (HC) Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa, dan Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., serta tamu undangan lainnya.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah (Indonesia) yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Kiai Noor dalam acara bertema ‘Memperkasa Ekonomi Madani Melalui Sinergi Serangkaian Serantau’.
Kiai Noor mengungkapkan, mengentaskan masyarakat dari lembah kemiskinan tidaklah mudah. Saat ini, lanjutnya, BAZNAS RI tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik menjadi muzaki pada 2025 mendatang.
“Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” katanya.
“Program BAZNAS Microfinance Masjid akan sangat membantu meningkatkan ekonomi jemaah masjid. Nantinya, jemaah hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali ke jemaah lain yang membutuhkan,” tambahnya.
Kiai Noor menambahkan, selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, BAZNAS RI juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif, sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang.
“Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain. Itulah cara pergerakan kami dalam membantu menyejahterakan umat dari lembah kemiskinan,” paparnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program dari BAZNAS.
“Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu. Alhamdulillah apa yang kita lakukan sudah berjalan,” pungkasnya.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 482/HUM-BAZ/X/2024
Rabu, 2 Oktober 2024
BERITA03/10/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Jadikan Masjid Sebagai Episentrum Kesejahteraan Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan mengoptimalkan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi episentrum kesejahteraan baru bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, pada sesi pleno “Penyaluran” Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis malam (26/9/2024).
BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) merupakan program penyaluran dana ZIS dalam bentuk fasilitasi permodalan usaha dalam program pendayagunaan Zakat-Infak-Sedekah khususnya Pengusaha-Mustahik jemaah masjid dalam kelompok usaha mikro dan ultra mikro, di mana masjid menjadi mitra utama BAZNAS dalam melaksanakan program.
“BMM ini adalah BAZNAS Microfinance Masjid, di mana bentuknya adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang akan dikelola oleh DKM masjid, untuk memberdayakan jemaah di sekitar masjid yang punya UKM (Usaha Kecil Menengah),” ujar Saidah.
Menurutnya, BMM ini juga akan menjadi salah satu program prioritas nasional BAZNAS tahun 2025 mendatang.
“BAZNAS ingin hadir sebagai ikhtiar menyelamatkan jemaah dari hal-hal yang menjerumuskan, salah satunya melalui program yang berbasis dari masjid yang diisi dengan kegiatan maslahat, di antaranya melalui program BMM,” jelasnya.
Menurut Saidah, arah pengembangan BMM adalah terbentuknya koperasi syariah berbasis masjid sebagai simpul pengembangan potensi sosial ekonomi umat.
"Kita memiliki BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, maka dari itu kita akan mendorong program ini untuk kegiatan ekonomi umat yang bentuknya seperti ini, maka kehidupan ekonomi umat akan lebih berkembang, sehingga masjid ini bisa menjadi episentrum kesejahteraan baru," imbuhnya.
Saidah berharap, program ini dapat mendorong perekonomian masyarakat khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar masjid.
“Karena lewat program ini diharapkan dapat membantu para mustahik untuk memiliki pendapatan yang lebih stabil, bahkan menjadikan mereka sebagai muzaki,” pungkas Saidah.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Muhammad Imdadun Rahmat, M.Si, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya.
Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 473/HUM-BAZ/IX/2024
Jum'at, 27 September 2024
BERITA27/09/2024 | Humas Baznas RI
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Siapkan 10 Program Prioritas Tahun 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah menyiapkan 10 program prioritas untuk tahun 2025 sebagai upaya membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dalam Sesi Pleno III "Penyaluran" Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia tahun 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis malam (26/9/2024).
"Pada tahun 2025, BAZNAS telah menyiapkan 10 program prioritas yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi perekonomian masyarakat," ujar Imdadun.
Dia menjelaskan, program-program tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program-program berbasis teknologi yang akan meningkatkan efisiensi dan cakupan distribusi zakat kepada yang berhak menerimanya.
"Melalui program-program prioritas ini, BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan material, namun juga pada pemberdayaan yang berkelanjutan," katanya.
Imdadun menegaskan, BAZNAS ingin memastikan bahwa masyarakat yang menerima bantuan zakat, infak, dan sedekah dapat mandiri secara ekonomi, sehat secara jasmani, dan memiliki akses pendidikan yang layak.
"Dengan demikian, kita tidak hanya membantu mereka untuk bertahan, tapi juga memberikan mereka peluang untuk berkembang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Imdadun mengungkapkan 10 Program Prioritas BAZNAS Tahun 2025 yaitu, Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta, kami optimis, target pengentasan kemiskinan dapat tercapai. Mari kita jadikan zakat sebagai solusi efektif dalam menciptakan keadilan sosial," pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya.
Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 472/HUM-BAZ/IX/2024
Jum'at, 27 September 2024
BERITA27/09/2024 | Humas Baznas RI
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang dihadiri sebanyak 1.200 peserta di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024).
"Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu.
"Sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia.
"Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekarang penduduk kita 236 juta penduduk adalah Muslim, sebuah jumlah yang sangat besar, tentu saja potensi zakat kita juga masih sangat besar untuk bisa kita gali dan kita kelola dengan baik. Sebab itu saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan terobosan-terobosan melalui edukasi kepada masyarakat," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia.
Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
Sumber
SIARAN PERS
Nomor: 468/HUM-BAZ/IX/2024
Rabu, 25 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat untuk dapat mewujudkan keadilan sosial di Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam (25/9/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS.
"Kesadaran berzakat ini harus betul-betul ditumbuhkan, harus dipegang betul karena kalau tidak, suatu saat nanti orang-orang akan berzakat karena dipaksa, dan itu tidak bagus," katanya.
Muhadjir menjelaskan, zakat semestinya tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban yang dipaksakan, tapi betul-betul berasal dari keikhlasan dan keimanan. Menurutnya, zakat yang timbul dari kesadaran pribadi lebih utama daripada zakat yang dipaksakan.
"Zakat itu kalau tidak salah artinya kan mensucikan, membersihkan, mensucikan harta kita diantaranya ya itu, kemungkinan ada unsur-unsur riba di dalam setiap transaksi yang kita lakukan, maka kita sucikan, kita bersihkan dengan zakat," tuturnya.
"Intinya zakat itu adalah alat untuk membersihkan berbagai macam transaksi, berbagai macam hal yang ada di dalam harta kita, karena itu mestinya karena iman, masing-masing orang punya kesadaran sendiri-sendiri, terutama termasuk jumlah zakatnya," imbuh Muhadjir.
Lebih lanjut Muhadjir menambahkan, zakat merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap wilayah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
"Zakat adalah mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap tempat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan inti dari keadilan sosial adalah kesetaraan," ucapnya.
Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 470/HUM-BAZ/IX/2024
Kamis, 26 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 diselenggarakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). Acara ini merupakan yang pertama dalam sejarah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN adalah tonggak sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan.
"Ini bukan hanya momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangkitan Indonesia melalui keberadaan Ibu Kota Negara yang baru," kata Kiai Noor dalam sambutannya.
Kiai Noor mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi antara Pemerintah dan BAZNAS.
"Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan BAZNAS," katanya.
Menurut Kiai Noor, penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN sangat membanggakan, sebab pembangunan IKN yang sedang berlangsung merupakan yang paling unik di dunia.
"Ini membuktikan bahwa BAZNAS adalah sahabat Bapak Presiden Joko Widodo. Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia di mata dunia," jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa Rakornas BAZNAS 2024 bertujuan memperkuat tata kelola zakat nasional, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal dan terintegrasi antara BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota.
"Tujuan Rakornas ini adalah untuk meningkatkan tata kelola kinerja pengelolaan ZIS-DSKL secara nasional dalam rangka mencapai visi dan misi BAZNAS tahun 2025, sehingga ZIS-DSKL dapat menyejahterakan mustahik secara nasional melalui BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dari dua ormas besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia.
Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS se-Indonesia, termasuk dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita."
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 467/HUM-BAZ/IX/2024
Rabu, 25 September 2024
BERITA26/09/2024 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kulon Progo Sinergi dengan Panewu dan Lurah se Kulon Progo
Senin, 23 September 2024. BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mengadakan sosialisasi dan optimalisasi ZIS kepada Panewu dan Lurah Se Kabupaten kulon Progo yang bertempat di gedung Adikarto Komplek Pemkab. Kulon Progo.
Ketua BAZNAS H. Alfanuha Yushida, M.PMat Dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini diselenggarakan sebagai media informasi program Baznas yang sudah ataupun belum terealisasi. selain itu juga sebagai motifasi para pamong kalurahan dan UPZ kapanewon untuk mengoptimalkan potensi perolehan ZIS dan peningkatan data muzaki/munfik. Setiap kalurahan dan Kapanewon diharapkan untuk dapat memfasilitasi warganya yang layak untuk mengajukan bantuan ke baznas sesuai dengan program-program yang ada, Imbuh Alfan.
Menurut Kabag Kesra, Drs Agus Hidayat, MSi dalam sambutannya bahwa keberadaan baznas dengan 5 programnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum dan secara kusus dapat mendukung program-program pemda. Oleh karena itu mohon dukungan untuk optimalisasi dalam penghimpunan agar semakin luas masyarakat yang menerima manfaatnya.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS KP

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →