WhatsApp Icon
BAZNAS RI dan POROZ Pererat Kolaborasi Sejahterakan Umat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.

Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.

"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," katanya.

Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.

"Mulai dari peningkatan ekosistem manajemen BAZNAS, peningkatan sistem digitalisasi, peningkatan kompetensi amil (SDM), peningkatan koordinasi dan perluasan jaringan BAZNAS hingga UPZ desa, peningkatan sinergi lintas pemangku kepentingan, peningkatan literasi, hingga peningkatan mobilisasi penghimpunan serta pendistribusian ZIS yang adil," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk seluruh lembaga pengelola zakat harus tetap solid dan memperkuat kolaborasi agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Selain memperkuat sinergi program, Sodik menegaskan, BAZNAS juga terus mendorong penguatan regulasi pengelolaan zakat bersama berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan dana umat dapat semakin optimal.

"Dana umat memiliki potensi yang luar biasa besar untuk kemaslahatan nasional. Dana umat berfungsi strategis untuk membangun dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Masih banyak ruang pemanfaatan dana umat yang belum optimal karena keterbatasan regulasi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan dalam mengonsolidasikan komitmen umat dalam mendorong kontribusi zakat yang berdampak nyata (impactful) bagi mustahik memang memiliki tantangan besar. 

"Setidaknya ada empat pilar isu strategis yang harus kita selesaikan bersama, Konsolidasi, Kolaborasi dan Integrasi, serta penguatan regulasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), KH. Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyambut baik komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat ruang kolaborasi dan koordinasi dengan POROZ.

Ia menegaskan kesiapan POROZ untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bersama BAZNAS demi memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.

Selain penyelarasan program unggulan, Bukhori menilai terdapat tiga isu penting yang juga  perlu menjadi fokus sinergi Bersama, yakni peningkatan kesejahteraan amil, sinkronisasi data mustahik, serta penguatan strategi penghimpunan zakat.

"Kami memohon arahan, bimbingan, dan ruang kolaborasi antara BAZNAS dengan POROZ," ucapnya.

Turut hadir Direktur Utama PP Lazismu, Ibnu Tsani, M.Sos., Direktur NU-Care LazisNU, Riri Kharirroh, M.A., Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, Mohammad Idris Yusuf, S.Kom.I., dan Direktur Utama LAZ Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah, Supendi, M.M.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syarifuddin, Direktur Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, Hidayat, S.Sos., Direktur LAZIS PUI, Irwan Umbara, Direktur Eksekutif LAZISKU KBBII, As'ad Nugroho, Direktur Al ZIS Al Washliyah, Muhammad Affan,Direktur Utama LAZNAS IKADI, H. Eddy Susianto, Ak., C.A., serta Direktur Lazia, Dr. Ahmad Afif M.El., CWC.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 261/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyinkronkan langkah dan program dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui penyelarasan program prioritas BAZNAS dengan agenda pembangunan nasional. 

Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi bersama jajaran Kantor Staf Presiden (KSP) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan, 13 program prioritas BAZNAS RI periode 2026–2031 dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

"13 program prioritas di periode BAZNAS tahun 2026 sampai 2031 ini, dan kira-kira sebenarnya seluruhnya yang memang kita arahnya ke pengentasan kemiskinan," ujar Idy.

Menurut Idy, implementasi seluruh program tersebut disusun agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya agenda pengentasan kemiskinan.

"Intinya gini, kami siap untuk penyaluran kita ini sesuai dengan programnya pemerintah, Asta Cita, karena kita juga berelasi dengan Bappenas, terutama soal pengentasan kemiskinan, itu Asta Cita keenam," katanya.

Selain memperkuat sinergi program, BAZNAS juga terus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Regulasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang hingga saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.

Melalui penguatan regulasi tersebut, BAZNAS memproyeksikan penghimpunan zakat dari sektor ASN dan BUMN dapat mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun. Dana tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas BAZNAS dalam membantu masyarakat miskin.

"Bukan apa-apa, kita kumpulkan kan bukan untuk kita, ini untuk kita salurkan. Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Berapa banyak kita bisa selesaikan masalah bangsa ini? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Erni Juliana, menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program pengelolaan zakat dengan berbagai program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, serta penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Ia menambahkan, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah seiring rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.

"Bahwa KSP itu tugas utamanya adalah memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden terkait pengelolaan, pengendalian, dan pengawalan program-program prioritas Presiden dan isu-isu strategis," tutur Erni.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Deputi I Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional M. Hasbi Zaenal.

Sementara itu, dari jajaran Kantor Staf Presiden hadir Deputi III Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Hisbul Bahar, dan Tenaga Ahli Muda Kedeputian II Haris Budi Laksono.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 260/HUM-BAZ/VII/2026

 

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Peran Masjid melalui Pembentukan UPZ

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat peran masjid menjadi pusat sinergi dan pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Diskusi Online Masjid Berdampak bertajuk "Masjid Tempat Sinergi Umat" yang digelar pada Jumat (3/7/2026). 

Rizaludin mengatakan, pembentukan UPZ memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Menteri Agama, dan Peraturan BAZNAS. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan masjid, pesantren, maupun yayasan. 

"Kehadiran undang-undang ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pengelolaan ZIS memenuhi prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.

"Di sinilah kami memohon bantuan dari para penyuluh agama untuk menguatkan kapasitas DKM atau takmir masjid, meningkatkan pemahaman regulasi UPZ, serta menyosialisasikan visi bersama ini. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama terus berjalan efektif dan berdampak luas," katanya. 

Rizaludin menegaskan, di kepemimpinan baru, BAZNAS berkomitmen mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual, sosial, dan ekonomi umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

"BAZNAS juga telah menyediakan ekosistem digital bernama Menara Masjid yang terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) untuk memudahkan pembukuan dan transparansi yang dapat dipantau langsung oleh jemaah. Sistem ini akan kita padukan dengan SIMAS (Sistem Informasi Masjid) milik Kementerian Agama," ujar Rizaludin. 

Rizaludin berharap, melalui penguatan UPZ, masjid mampu menggerakkan roda sosial-ekonomi di sekitarnya, seperti menyediakan layanan kesehatan, pusat pendidikan, hingga permodalan UMKM. 

"Pada tahun ini, BAZNAS memiliki 13 program prioritas, salah satunya adalah BAZNAS Microfinance Masjid, yakni program penyaluran modal usaha tanpa bunga, dengan skema Qardhul Hasan. Selain itu, ada program Renovasi Masjid Utama (ramah difabel dan lansia), serta digitalisasi kotak infak," jelasnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 257/HUM-BAZ/VII/2026

Senin, 6 Juli 2026

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sedang menyiapkan strategi penguatan literasi zakat umat melalui kerja sama intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan.

"Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI," jelas Idy Muzayyad usai menjadi narasumber dalam talkshow Nikah Fest di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Melalui sinergi ini, sekitar 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI di seluruh wilayah Indonesia akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.

Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.

"Ikatan Penyuluh Agama ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA," ujarnya.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 244/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dukung Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Miskin 2026

?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran acara Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

?Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menilai agenda penghargaan ini sangat krusial mengingat penegakan hukum di Indonesia saat ini dirasa masih kurang humanis serta cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

?"Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang memberikan apresiasi dan penghargaan, tapi ke depannya kami berharap bisa menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk bisa lebih adil, humanis, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, terkhususnya bagi kaum duafa dan warga miskin," jelas Neyla di Kantor Pusat MUI, Senin (29/6/2026). 

?Melalui momentum ini, BAZNAS berharap pemberian apresiasi tersebut mampu memberikan dorongan moral yang kuat bagi para aparat hukum untuk lebih peduli pada hak-hak masyarakat kecil.

?Lebih lanjut, Neyla mengatakan sinergi lewat program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mengawal terciptanya sistem peradilan yang lebih adil dan memanusiakan manusia di Indonesia.

?"Insyaallah dari BAZNAS siap untuk senantiasa mendampingi dalam kegiatan MUI, juga lembaga-lembaga lain yang tujuannya adalah untuk memanusiakan manusia, untuk lebih menjadi manusia," katanya.

?Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., mengatakan panitia penyelenggara tengah mematangkan persiapan standardisasi penilaian untuk agenda Pemberian Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin Tahun 2026.

?Ia juga menegaskan penghargaan ini sengaja difokuskan kepada para aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga advokat, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam melakukan advokasi dan perlindungan hukum bagi kaum marginal.

?"Mudah-mudahan kita mendapatkan perorangan atau lembaga yang dapat kita berikan apresiasi sebagai penegak hukum yang sahabat dhuafa dan miskin," tutur Wahiduddin.

Sumber:

SIARAN PERS

Nomor: 247/HUM-BAZ/VI/2026

 

Senin, 29 Juni 2026

30/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Berita Terbaru

720 Paket sembako untuk Fakir Udzur (Lansia)
720 Paket sembako untuk Fakir Udzur (Lansia)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo bagikan sembako 720 paket untuk fakir Udzur (Lansia). penyaluran dilakukan oleh 12 UPZ Kapanewon. kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka ikut menyemarakkan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Kulon Progo.
BERITA18/10/2023 | Humas Baznas KP
Dua Perusahaan di Kulon Progo Terima BAZNAS Award
Dua Perusahaan di Kulon Progo Terima BAZNAS Award
Dua perusahaan di Kabupaten Kulon Progo yakni PT Sung Chang Indonesia dan Ayam Goreng Bu Hartin Resto mendapatkan penghargaan BAZNAS Award sebagai pengumpul Zakat Infak Sedekah (ZIS) dengan tingkat perolehan infak tertinggi. Perusahaan diharapkan mengoptimakan ZIS-nya secara maksimal agar dapat dikembalikan lagi kepada perusahaan ketika karyawannya membutuhkan dan juga masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kulon Progo Triyono SIP MSi menyatakan itu saat menyerahkan penghargaan Baznas Award kepada PT Sung Chang Indonesia dan Ayam Goreng Bu Hartin Resto sebagai Pengumpul ZIS dengan perolehan infak tertinggi, di Gedung Balai Agung Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (17/10/2023). Hadir Asda 1 Setda Drs Jazil Ambar Was'an, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Drs Nur Wahyudi MM, perusahaan, serta lainnya. Sekda menyambut positif atas kegiatan Baznas Kulon Progo yang memberikan penghargaan kepada pihak yang aktif dan baik dalam pengelolaan ZIS. Ini juga merupakan bukti bahwa Baznas mengapresiasi lembaga, perusahaan atau organisasi dalam pengumpulan dana untuk kesejahteraan sosial. "Kegiatan penghargaan ini sebagai upaya untuk menggugah para pengusaha atau perusahaan dan pihak swasta lainnya untuk aktif ber-Zakat Infak dan Sedekah. Berharap ini mendorong optimalisasi pengelolaan zakat di masing-masing lembaga, perusahaan, swasta dan organisasi. Karena perintah Zakat sedemikian ditekankan untuk kita laksanakan dalam kehidupan ini, berarti banyak hikmah yang amat penting bagi diri kita sebagai umat muslim," ujar Triyono Dikatakan Kadinas Nakertrans Kulon Progo Nur Wahyudi, saat ini sudah bermunculan hotel-hotel, dan di Kawasan Industri banyak perusahaan. "Sehingga ke depan diharapkan ZIS-nya akan terkumpul lebih banyak dan ketika teman-teman dari perusahaan membutuhkan untuk keperluan terhadap karyawannya seperti bedah rumah atau lainnya, Baznas harus siap menerimanya. Ketika kita memberi maka akan menerima. Kami minta Baznas juga diperbanyak melakukan sosialisasi di perusahaan-perusahaan," ucap Nur Wahyudi. Ditambahkan Ketua Baznas Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat, Baznas bertugas menghubungkan orang-orang yang mampu dan membutuhkan. Dalam melaksanakan penyaluran dana ZIS, Baznas berpegang pada ketentuan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Bersedekah itu mengurangi, tetapi ada unsur berkah yang tidak dihitung secara matematis, merupakan kepuasan bagi orang yang melakukannya," ujar Alfanuha.
BERITA18/10/2023 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kulon Progo Bantu Air Bersih 17 Satuan Pendidikan 
BAZNAS Kulon Progo Bantu Air Bersih 17 Satuan Pendidikan 
Pemkab Kulonprogo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Baznas, dan Paguyuban Pegawai Kristiani memberikan bantuan air bersih kepada 20 satuan pendidikan yakni 12 SD dan 8 SMP. Droping air dilakukan dua kali yakni 9 Oktober dan November mendatang. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo Arif Prastowo SSos MSi menyatakan ada puluhan sekolah atau hampir 50 yang kekurangan air bersih terutama di wilayah Kapanewon Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Kokap, sebagian Sentolo. "Terbanyak kebutuhan air bersih ini untuk keperluan ibadah seperti wudhu, juga tanaman, dan lainnya," terang Arif di sela-sela droping air bersih di SD N Pergiwatu Wetan Kalurahan Srikayangan Kapanewon Lendah, Senin (09/10/2023). Hadir Staf Ahli Bupati, Baznas, BPBD, Bagian Kesra Setda, Lurah dan Panewu, Tagana, serta lainnya. Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat menyatakan, Baznas dalam kegiatan ini membantu 17 satuan pendidikan. "Air merupakan salah satu kebutuhan pokok. Diharapkan permasalahan rutin ini (kekurangan air) bisa dicarikan solusi, sehingga bisa diselesaikan secara permanen, " ujarnya. Hal senada juga dikemukakan Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan dan SDM Setda Kulonprogo Bambang Sutrisno SSos MSi. Dikatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan jangka pendek dan memperlancar proses kegiatan belajar mengajar (KBM). "Harapannya seluruh yang sudah punya pompa bisa dioptimalkan, atau diganti agar bisa menjangkau ke atas," ucapnya. Kepala SD N Pergiwatu Wetan Suhartini SPdJas mengatakan, bulan September kemarin sudah kekurangan air untuk kegiatan sekolah termasuk terutama menunjang ibadah, air untuk wudhu dan lainnya. "Sebenarnya sudah ada pompa, tapi ketika dinyalakan air tidak bisa naik, setelah dicek memang dalam. Sedangkan ketika musim penghujan sumur penuh dengan air, bahkan gedung sempat pula kebanjiran," kata Suhartini yang meminta pula bantuan jetpump untuk menaikkan air.
BERITA09/10/2023 | Humas BAZNAS KP
Upgrading Pemegang Sertifikat Kompetensi
Upgrading Pemegang Sertifikat Kompetensi
Tiga Pimpinan Baznas Kabupaten Kulon Progo terdiri Sugiyanta SPdI, H Agus Nuryanto SM, dan Dra Hj Rr Widiastuti serta dua pelaksana Alex Kurniawan dan Edi Kurniawan SThI MM, sertifikat kompetensinya telah habis masa berlakunya (lima tahun). Kelima pimpinan dan pelaksana tersebut melakukan upgrading pemegang sertifikat kompetensi LSP Baznas yang diadakan dengan virtual meeting via zoom pada 3 Oktober 2023. Sertifikat kompetensi ini berlaku lima tahun. Sehingga setiap lima tahun harus upgrading. Sebab ada banyak perkembangan yang harus disimak oleh para pimpinan dan pelaksana serta dilaksanakan penyesuaian di masing-masing Baznas. "Untuk Baznas Kulon Progo dari 12 anggota (5 pimpinan dan 7 pelaksana), 4 pimpinan dan 6 pelaksana sudah mempunyai sertifikat kompetensi. Sedang dua orang dijadwalkan tahun 2024 mendatang akan mengikuti uji kompetensi," kata Widiastuti Wakil Ketua Bidang IV Baznas Kulon Progo.
BERITA04/10/2023 | Humas Baznas KP
BAZNAS Kabupaten Banjar Prop. Kalsel Kunjungan Studi Tiru di BAZNAS Kulon Progo
BAZNAS Kabupaten Banjar Prop. Kalsel Kunjungan Studi Tiru di BAZNAS Kulon Progo
BAZNAS Kulon Progo Sambut Kunjungan Studi Tiru dari Baznas Kab. Banjar Prop. Kalimantan Selatan. kunjungan tersebut disambut oleh H. Jumanto, S.H (Waka I), Sugiyanta, S.Pd.I (Waka II), H. Agus Nuryanto, S.M (Waka III), Dra. Hj. Widiastuti (Waka IV) dan Kabag Kesra. Setda. Kab. Kulon Progo Heri Darmawan, AP., M.M. serta di dampingi pelaksana Baznas Kulon Progo. Hadir dalam rombongan Baznas Kab. Banjar Prop. Kalimantan Selatan Nuryadi, S.Ag (Ketua), Syahfuddinnor, S.Pd.I., M.M. (Waka I), Drs. H.M. Yuseran Ya'cub (Waka II), H.Gusti Rachmadi Syafri, S.Sos (Waka III) dan 4 orang Staf. Turut Hadir mendampingi Kabag. Kesra Setda. Kab. Banjar Syaifan, S.Sos., M.M. beserta 2 staf.
BERITA29/09/2023 | Humas BAZNAS KP
350 Paket Sembako Untuk Fakir/Miskin
350 Paket Sembako Untuk Fakir/Miskin
Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Jadi Ke- 72 Kabupaten Kulon Progo pada 15 Oktober 2023, Baznas Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan pengobatan gratis bekerjasama dengan Rumah Sehat Baznas DIY. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan pembagian 350 paket sembako. Kegiatan dilaksanakan di tiga titik lokasi yakni tuti selatan (Wates, Galur, Panjatan, Temon) pada tanggal 26 September 2023. Tuti utara (Nanggulan, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh) pada tanggal 3 Oktober 2023. Tuti tengah (Pengasih, Kokap, Sentolo, Lendah) pada tanggal 5 Oktober 2023.
BERITA26/09/2023 | Humas Baznas KP
Kakankemenag Kulon Progo Ajak Kelola ZIS Sesuai Regulasi
Kakankemenag Kulon Progo Ajak Kelola ZIS Sesuai Regulasi
Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) ASN Kankemenag Kulon Progo semuanya sudah diserahkan pengelolaannya kepada Baznas setempat. Pengelolaan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) harus dilakukan secara profesional dan sesuai regulasi yang ada. Hal itu dikatakan Kepala Kankemenag Kulon Progo HM Wahib Jamil SAg MPd saat Bimtek Pengelolaan ZIS dan DSKL bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Senin (25/09/2023) di RM Langgengsari, Mbulu, Pengasih. "Hal ini sangat penting dilakukan agar pengelolaan ZIS dapat berlangsung aman. Baik aman syar’i, aman regulasi, maupun aman NKRI. Termasuk dalam penasyarufannya tentu harus memperhatikan prinsip-prinsip tersebut,” ujar Wahib Jamil. Wahib Jamil memberikan dukungan Baznas Kabupaten Kulon Progo ke depan bisa semakin lebih maksimal dalam rangka pengumpulan ZIS. Sekaligus untuk pengelolaan dana yang telah disetorkan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Selain itu kepada semua pihak untuk dapat melakukan evaluasi bersama, selalu membangun komunikasi, bangun koordinasi. Hal ini agar program-program dapat sesuai dengan apa yang menjadi aturan-aturan di dalam peraturan perundang-undangan,” ucap Jamil. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kulon Progo Haris Widiyanto, SH menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan bimtek ini bekerjasama dengan Baznas Kulon Progo. "Jumlah peserta 30 orang dan narasumber dari Analis Kebijakan Bidang Penais Zakat Wakaf Kanwil Kementerian Agama DIY, H Misbahrudin SAg MM dan dihadiri Wakil Ketua III Baznas Kulon Progo H Agus Nuryanto SM," kata Haris.
BERITA25/09/2023 | Humas Baznas KP
Ketua BAZNAS Kulon Progo Lolos Beasiswa S3 Baznas RI
Ketua BAZNAS Kulon Progo Lolos Beasiswa S3 Baznas RI
Dalam rangka untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang bekerja di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) seluruh Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional RI membuka peluang Beasiswa Studi Lanjut Jenjang S2 dan S3, dengan kuota S2 40 Peserta dan S3 20 Peserta. Hari Senin 25 September 2023 peserta yang lolos seleksi mengikuti Stadium General di UIN Sunan Kali Jaga diantaranya Ketua Baznas Kulon Progo H.Alfanuha Yushida, M.PMat.
BERITA25/09/2023 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS KP Serahkan Laporan Pengelolaan ZIS Semester 1
BAZNAS KP Serahkan Laporan Pengelolaan ZIS Semester 1
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo melakukan audiensi dengan Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti ST MT untuk melaporkan pengelolaan keuangan Zakat Infak Sedekah (ZIS) semester 1 tahun 2023, Selasa (08/08/2023), di ruang kerjanya. Pj Bupati didampingi Asda 1 dan Kabag Kesra Setda, sedangkan Baznas semua unsur pimpinan dan dua staf. Dalam kesempatan itu Ketua Baznas Alfanuha menyerahkan buku laporan pengelolaan keuangan semester 1 kepada Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti. Pj Bupati minta Baznas memperbanyak sosialisasinya. "Dalam setiap kesempatan agar memberikan sosialisasi terkait kewajiban berzakat. Sehingga kesadaran masyarakat menjadi tergugah untuk melaksanakan zakat. Bagi ASN tidak terasa karena otomatis sudah dipotong 2,5 % sehingga ketika kita membawa pulang gaji sudah bersih," ujarnya.
BERITA08/08/2023 | Humas BAZNAS KP
BAZNAS Kota Surakarta Berkunjung Ke Kulon Progo
BAZNAS Kota Surakarta Berkunjung Ke Kulon Progo
Baznas Kota Surakarta melakukan studi tiru di Baznas Kabupaten Kulon Progo. Rombongan diterima Kabag Kesra Setda Heri Darmawan AP MM, Kepala Kankemenag HM Wahib Jamil SAg MPd, Ketua Baznas KP H Alfanuha Yushida MPMat beserta jajarannya, Senin (31/07/2023), di Bale Agung Kompleks Pemkab. Kabag Kesra Setda Kulon Progo Heri Darmawan berharap dengan studi tiru ini dapat bertukar informasi untuk kemajuan Baznas. "Bupati Kulon Progo mendukung penuh adanya Baznas. Zakat Infak Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari ASN dan juga pamong didistribusikan oleh Baznas. ASN, P3K, Perangkat Kalurahan diberikan surat edaran bupati untuk berzakat di Baznas Kulon Progo. Dan setiap pelantikan pejabat, juga wajib menandatangani fakta integritas kesanggupan membayar zakat 2,5%," papar Heri. Ketua Baznas KP Alfanuha Yushida menjelaskan secara perolehan, Baznas Kulon Progo mengalami kenaikan. "Baznas KP didukung dengan surat edaran Bupati untuk memungut zakat dari muzaki yang terutama ASN. Selain ASN, Baznas berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk masuk ke perusahaan agar bisa memasukan infaknya ke Baznas KP," ujar Alfanuha sembari menambahkan bahwa selama ini memperoleh WTP dari hasil audit setiap tahunnya. Sementara dari Baznas Surakarta bertanya seputar ZIS 90% tercapai ditahun ke berapa, bagaimana mekanisme UPZ aktif atau tidak, optimalisasi ZIS, berapa perolehan ZIS dari ASN dan non ASN, metode pengumpulan ZIS, persaingan dengan LAZ yang ada di Kulon Progo. Termasuk juga berapa APBD yang Baznas KP peroleh dan status kantor Baznas KP.
BERITA31/07/2023 | Humas BAZNAS KP
Sambut 10 Muharram, BAZNAS Santuni 418 Yapitu
Sambut 10 Muharram, BAZNAS Santuni 418 Yapitu
Dalam menyambut 10 Muharram 1445 H, BAZNAS Kulon Progo memberikan santunan yatim piatu (yapitu) sejumlah Rp 209.000.000 untuk 418 anak. Dijelaskan Sugiyanta SPdI Wakil Ketua Bidang 2 (Penyaluran/Pendistribusian) Baznas Kabupaten Kulon Progo, santunan yapitu tiap kalurahan 5 anak, dengan ketentuan maksimal usia 12 tahun di tahun 2023 ini. "Penyaluran kami serahkan kepada UPZ Kapanewon," ujar Sugiyanta, Rabu (26/07/2023).
BERITA26/07/2023 | Humas BAZNAS KP
Beras untuk tukang becak kayuh
Beras untuk tukang becak kayuh
Kurang Lebih seratus tujuh puluh pengayuh becak di Kabupaten Kulonprogo mendapat dana pentasyarufan dari Baznas setempat. selain dana pengayuh becak juga mendapatkan beras sejumlah 5 kg dari Baznas pusat yang didistribusikan oleh Baznas Kulon Progo.
BERITA12/04/2023 | Humas Baznas KP
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.

Lihat Daftar Rekening →