BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan
30/06/2026 | Penulis: Humas BAZNAS RI
Dok Humas BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan transformasi tiga aktor utama zakat, yakni muzaki, amil, dan mustahik, menjadi kunci dalam mewujudkan filantropi Islam yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
Konsep tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Conference Filantropi dan Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam pemaparannya yang bertema "Transformasi Tiga Aktor Zakat dalam Mewujudkan Filantropi Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan", Rizaludin menjelaskan, selama ini kajian dan riset mengenai zakat lebih banyak berfokus pada aspek pengumpulan dana dan perubahan kondisi ekonomi mustahik.
"Selama ini, kalau bicara soal zakat, fokus kita hampir selalu ke mustahik, bagaimana cara bantu ekonomi mereka agar keluar dari kemiskinan. Padahal, ekosistem zakat itu punya tiga aktor utama: muzaki, amil, dan mustahik," jelas Rizaludin.
Menurutnya, melalui konsep yang disebut sebagai Transformasi Tiga Aktor Filantropi Islam, setiap aktor dalam ekosistem zakat memiliki peran dan proses transformasi masing-masing yang saling melengkapi.
Rizaludin menuturkan, muzaki tidak boleh dipandang hanya sebagai donor atau penyumbang dana, melainkan individu yang sedang menjalani proses transformasi spiritual melalui ibadah zakat.
Melalui zakat yang ditunaikan dengan penuh kesadaran, lanjutnya, seorang muzaki tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menyucikan jiwa dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT menuju insan kamil atau manusia paripurna.
"Melalui ibadah zakat yang bermakna, semakin sering seorang muzaki berbagi, maka akan semakin dekat pula keterhubungan spiritualnya dengan Allah, sekaligus menyempurnakan kualitas dirinya sebagai manusia yang paling bermanfaat bagi sesama," katanya.
Sementara itu, aktor kedua yaitu amil dituntut untuk terus bertransformasi menjadi pengelola zakat yang Religius, profesional, amanah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Rizaludin, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
Adapun aktor ketiga, yakni mustahik, tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi harus didorong menjadi individu yang berdaya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial sehingga mampu mandiri dan keluar dari kemiskinan.
Ia menegaskan, zakat tidak semata-mata merupakan instrumen distribusi kekayaan, melainkan sebuah sistem yang dirancang untuk menghadirkan perubahan menyeluruh bagi manusia dan masyarakat.
"Kita harus memahami bahwa zakat bukan hanya instrumen teknis untuk membagi-bagikan harta dari kaya kepada miskin, melainkan sebuah jalan transformatif yang didesain untuk menyempurnakan eksistensi manusia dan melahirkan sebuah peradaban baru yang berdaya serta berkelanjutan," ujarnya.
Melalui transformasi muzaki, amil, dan mustahik yang berjalan secara seimbang, BAZNAS meyakini filantropi Islam dapat menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan ditingkat nasional dan global.
Sumber:
SIARAN PERS
Nomor: 248/HUM-BAZ/VI/2026
Senin, 29 Juni 2026
Berita Lainnya
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
BAZNAS Bagikan Masker
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Resmi Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Kabupaten Blora Studi Tiru ke BAZNAS Kulon Progo
BAZNAS RI Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke Berbagai Pelosok Indonesia
BAZNAS-MUI Kolaborasi Digital Tingkatkan Literasi Zakat
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi
BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kulon Progo.
Lihat Daftar Rekening →